alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016416047/said-aqil-bahayakan-akidah-umat-islam-desak-dipecat-dari-pbnu-kyai-nu-buat-petisi
Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!
Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

Rhoma: Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU.
Rabu, 12 September 2012 , 21:01:00

JAKARTA - Ulama yang juga Raja Dangdut, Rhoma Irama menuntut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj untuk mundur dari jabatannya. Rhoma menilai, pemikiran liberal sang ketua umum membahayakan aqidah umat Islam di Indonesia. "Itu orang berbahaya bagi aqidah umat dan merusak citra NU dengan pemikiran liberalnya," ujar Rhoma saat dihubungi JPNN, Rabu (12/9).

Rhoma memberi contoh beberapa pernyataan dan sikap Said Aqil yang menurutnya bertentangan dengan aqidah islam. Diantaranya adalah sikap Said yang tidak sejalan dengan beberapa ulama dan ormas Islam yang memboikot pertunjukan penyanyi kontroversial Lady Gaga di Jakarta beberapa waktu lalu.

Yang terbaru, menurut Rhoma, adalah pernyataan Said terkait dalil ayat suci yang melarang untuk memilih pemimpin non muslim. Dalam pemberitaan di sejumlah media massa, Said menyatakan bahwa umat Islam diperbolehkan memilih pemimpin non muslim. "Padahal para ulama sudah melarang, di Al Quran juga sudah jelas Allah melarang umat Islam untuk memilih pemimpin non muslim. Itu artinya dia tidak hanya menantang umat tapi juga menantang Allah," tegas pelantun lagu "Judi" tersebut.

Menurut Rhoma, bukan hanya dirinya yang menganggap Said tak pantas menjadi Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU). Rhoma mengklaim, di dalam tubuh pengurus PBNU sendiri bahkan banyak yang tidak menyukai Said Aqil dan pandangan liberalnya. "Makanya sampai sekarang nggak dilantik karena banyak pengurus DPW yang tidak setuju," ungkap ayah penyanyi Ridho Rhoma ini.

Rhoma pun mengaku telah menyampaikan kritiknya melalui surat kepada Rais Aam Syuriah PBNU, KH. Mohamad Ahmad Sahal Mahfudz. Ia menambahkan, suratnya juga turut ditandatangani oleh para ulama dan habaib Jakarta. Rhoma berharap para petinggi NU dapat meninjau kembali kelayakan Kyai Said Aqil sebagai ketua umum. "Harus diturunkan kalau tidak bahaya bagi citra NU dan umat," Rhoma kembali menegaskan
http://m.jpnn.com/news.php?id=139533

Kyai NU Buat Petisi! ....> halaman berikutnya.

---------------

Mudah-mudahan hal ini bukan upaya menjadikan PBNU seperti halmya nasib PKB di masa lalu. Setelah dikebiri, PKB akhirnya kerdil dan menjadi 'pengikut' setia Pemerintah, itulah PKB Muhaimin yang sekarang kita kenal ini.
Delapan Kyai NU bikin Petisi?
Ulama NU: Said Aqil Merusak Islam, Jabatan Ketum PBNU Harus Ditinjau

JAKARTA (voa-islam.com) – Jelang Musyawarah Nasional (MUNAS) dan Konferensi Besar (KONBES) Nahdlatul Ulama (NU), para habaib dan ulama besar NU mendesak Rois Aam PBNU agar meninjau ulang jabatan Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU.

Surat yang ditandatangani oleh delapan ulama itu disampaikan langsung kepada Rois Aam PBNU, KH. Sahal Mahfudz. “Seiring akan dilaksanakannya MUNAS Alim-Ulama NU dan KONBES NU di Cirebon tanggal 14-17 September 2012, kami Ulama dan Habaib DKI Jakarta menghimbau kepada Ro’is Aam PBNU untuk menegur dan meninjau kembali kembali keberadaan Dr KH Aqil Siradj sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU,” desak para ulama seperti yang diterima redaksi voa-islam.com, Rabu (12/9/2012).

Peringatan keras itu para habaib dan ulama disampaikan karena berbagai sepak terjang dan pernyataan Said Aqil Siradj dinilai telah meresahkan warga NU dan menyudutkan umat Islam Indonesia. “Seringkali statemen dan perilakunya menimbulkan keresahan. Bukan hanya di kalangan warga NU saja, namun juga meresahkan seluruh kalangan umat Islam di Indonesia karena statemen-statemennya yang bersifat kontroversi dan provokatif,” tegasnya. “Ini jelas sangat menyudutkan dan merusak aqidah Islam,” imbuhnya.


Para ulama itu mengkhawatirkan, jika sepak terjang dan pemikiran liberal Said Aqil Siradj dibiarkan, akan merusak citra NU dan kemurnian ajaran Islam. “Apabila saudara Said Aqil Siradj tidak menghentikan pernyataan-pernyataannya yang kontroversial dan provokatif bukan mustahil citra NU yang didirikan oleh para Aulia dan Dinul Islam di Indonesia akan terkontaminasi oleh pikiran-pikiran liberalnya,” ujarnya.

Para ulama menegaskan, surat teguran itu dilayangkan semata-mata untuk kejayaan Islam dan kaum muslimin. “Semoga Allah SWT memberi kekuatan kepada Ro’is Aam PBNU dan segenap warga Nahdliyin untuk melaksanakan himbauan kami demi Izzul Islam wal Muslimin,” tutupnya.

Beberapa pemikiran kontroversi Said Aqil Siradj yang dinilai merusak aqidah Islam, antara lain: menuduh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai seorang ambisius, menyatakan situs Islam ‘radikal’ lebih merusak iman daripada situs porno, membolehkan umat Islam memilih pemimpin kafir dan lain-lain
http://www.voa-islam.com/news/indone...arus-ditinjau/
Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

Aqil Siradj Seret NU ke Persimpangan Jalan?
Tue, 29/03/2011 - 05:08 WIB

JAKARTA, RIMANEWS- KH Said Aqil Siradj, genap setahun memimpin ormas keagamaan terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama (NU). Persoalan internal NU masih membayangi gerak Kang Said. Relasi NU dan partai politik masih menjadi momok laten di ormas itu.

Rapat Pleno PBNU selama dua hari 27-28 Maret 2011 di Yogyakarta tak ubahnya menjadi early warning bagi kepengurusan PBNU periode 2010-2015. Rais Aam PBNH KH AM Sahal Mahfudz menegaskan NU tetap berkomitmen dengan khittahnya untuk tidak berpolitik praktis.

"Saya minta doa kepada semuanya, semoga pengurus PBNU sekarang ini dan selanjutnya tetap komitmen dengan Khittah NU tidak berpolitik praktis,” tandas KH Sahal Mahfudz ketika membuka Rapat Pleno PBNU Minggu (27/3/2011).

Sahal Mahfudz meminta agar PBNU meneguhkan kembali sebagai jam’iyyah diniyah yaitu organisasi keagamaan dengan jamaah (warga NU) bahwa NU tetap sebagai jam’iyyah ijtima’iyyah yaitu organisasi kemasyarakatan yang tidak ada kaitannya dengan politik maupun partai politik.

Sejarah NU dengan mempertegas Khittah 1926 terjadi saat muktamar di Situbondo, Jawa Timur pada 1984. Penegasan Khittah itu dilatari situasi politik saat itu antara NU dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam masa Khittah tersebut hingga era reformasi, NU memposisikan diri secara maksimal sebagai lembaga sipil yang kuat.

Saat reformasi 1998, arus utama masyarakat NU untuk mendirikan partai politik akhirnya difasilitasi PBNU dengan membentuk Tim Lima yang kemudian dirumuskan pendirian partai politik yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Salah satu Tim Lima itu tak lain KH Said Aqil Siradj.

Dalam perjalanannya, selama hampir sewindu, terjadi persoalan hubungan antara NU dan PKB. Karena dalam praktiknya, NU cenderung berpolitik. Begitu pula PKB cenderung menyeret NU dalam pusaran politik praktis. Peristiwa pencalonan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi sebagai Cawapres pada Pemilu 2004 lalu menjadi puncaknya.

Muktamar 31 NU di Solo pada 2004 akhirnya menyepakati, NU bersikap berada di tengah di antara partai politik termasuk PKB. Sikap ini juga dipertegas dalam Muktamar 32 NU di Makassar 2010 lalu dengan tetap memegang khittah NU 1926, tidak memihak ke partai politik manapun.

Namun belakangan, selama setahun kepemimpinan KH Said Aqil Siradj, tarikan NU dalam politik praktis kembali menguat. Setidaknya indikasi tarikan dari PKB ke NU cukup terasa. Aktivitas KH Said Aqil Siradj yang kerap runtang-runtung dengan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar menimbulkan pergunjingan internal NU.

Ketika dikonfirmasi ihwal aktivitasnya bersama Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengklarifikasi ihwal keterlibatan dirinya dalam aktivitas PKB bersama ketua umumnya.

“Saya tidak berpolitik. Kehadiran saya karena diundang dan saya niat ngaji. Yang berpolitik itu Muhaimin. Namun, demikian terserah warga NU nantinya mau memilih PKB atau tidak,” ujar Said Aqil Siradj seusai pembukaan Pleno PBNU di Yogyakarta, Minggu (27/3/2011).

Jika merunut ke belakang, sejatinya, dukungan KH Said Aqil Siradj teradap PKB secara nyata disampaikan saat pembukaan rapat kerja Fraksi PKB akhir Januari lalu. NU akan mendukung PKB, menurut Said, jika PKB peduli terhadap warga NU. "Asal PKB betul-betul peduli terhadap warga NU, kami siap di belakang PKB," katanya.

Menanggapi pernyataan Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfud, Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali menegaskan, saat NU menegaskan khittah dengan demikian NU harus melepaskan diri dari partai politik manapun. "Ketika NU menyatakan diri ke khittah, artinya NU melepaskan keterkaitan langsung ke dunia politik," katanya ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Menurut Suryadharma yang juga Menteri Agama ini, warga NU bebas dalam menentukan pilihan politiknya. "Secara individual, warga NU boleh berpolitik. Namun tidak boleh secara kelembagaan," kata bekas Ketua Umum PB PMII ini.

KH Said Aqil Siradj seharusnya belajar dari sejarah. Perjalanan NU yang memiliki hubungan khusus dengan PKB hampir selama sewindu justru menjadikan ormas Islam terbesar itu terseret dalam politik praktis. Di sejumlah daerah, tak sedikit Ketua Cabang dan Ketua Wilayah NU turut kontestasi dalam Pemilu Kepala Daerah.

Seharusnya KH Said Aqil lebih fokus pemberdayaan kaum nahdliyin. Duduk setara dengan seluruh partai politik jauh lebih taktis daripada menginduk dengan salah satu partai politik. Toh, amanat muktamar telah menggariskan konsistensi khittah NU
http://www.rimanews.com/read/2011032...impangan-jalan
Yang guoblok ya yang ngangkat dia jadi ketum.....
ada pepatah afrika kira2 gini bunyinya

Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat emoticon-Ngacir
udah bener lah si Aqil..

si rajasara suru pindah aja ke medinah..
PBNU sekarang udah hampir senasib dengan IAIN. Digerogoti kaum liberal dari dalam.
Kejadian 2 tahun lalu, Jelang Muktamar NU di Makassar ....

Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!


(Gus Sholah & Kyai Said Bertemu SBY)
Pisau Mata Dua Pertemuan Cikeas
Senin, 22 Maret 2010, 17:45 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan dua kandidat Ketua Umum PBNU KH Salahuddin Wahid dan KH Said Aqil Sirad dengan Presiden SBY akhir pekan lalu berimplikasi tidak kecil jelang ajang Muktamar ke 32 NU di Makassar. Bisa jadi pisau bermata dua?

Sulit ditepis, jika pertemuan Gus Sholah (KH Salahuddin Wahid) dan Kyai Said (KH Said Aqil Siradj) berdampak politis jelang muktamar NU. Bisa saja dampak itu menguntungkan bagi keduanya, namun tidak kecil kemungkinan justru menjadi bumerang terhadap dua kandidat tersebut. Ini pertemuan Cikeas tak ubahnya pisau bermata dua.

Menurut analis politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi undangan SBY kepada dua kandidat Ketua Umum PBNU menjelang pelaksanaan muktamar sangat mudah ditafsirkan sebagai upaya pemerintah ikut campur dalam internal urusan NU. "Kehadiran Kyai Said dan Gus Sholah di Cikeas bisa dijadikan senjata bagi pesaingnya untuk meyakinkan peserta muktamar akan adanya kandidat titipan pemerintah," ujarnya kepada INILAH.COM, melalui pesan elektronik, Senin (22/3).

Menurut Burhan, kubu KH Hasyim Muzadi yang mendukung Ahmad Bagja seolah mendapat amunisi untuk menyerang kubu Kyai Said dan Gus Sholah. "Padahal maksud SBY mungkin baik agar NU kembali ke khittah dan tidak dibawa ke ranah politik praktis sebagaimana pada masa Hasyim Muzadi," cetusnya. Namun, bagi Burhan, bisa saja undangan kepada dua kandidat bisa juga dimaknai bentuk kekecewaan SBY terhadap NU di bawah kepemimpinan KH Hasyim Muzadi yang selama dua kali Pemilu (Pemilu 2004 dan Pemilu 2009), secara terang-terangan tidak mendukung SBY. "Di Pemilu 2004, KH Hasyim Muzadi memobilisasi NU untuk mendukung Mega melawan SBY. Di Pemilu 2009, Hasyim kembali memanfaatkan NU untuk mendukung JK lagi-lagi untuk melawan SBY," ujarnya.

Burhan menegaskan, undangan terhadap Gus Sholah dan Kyai Said bukan tanpa sebab. Gus Sholah merepresentasikan keluarga besar Gus Dur yang dipersepsikan pihak yang dikhianati KH Hasyim Muzadi. Sedangkan Kyai Said merepresentasikan tokoh NU yang tidak berpolitik. "Sementara undangan ke Said Aqil karena figur ini yang paling konsisten agar NU tidak berpolitik praktis," imbuhnya. Sementara KH Said Aqil Siradj dikonfirmasi perihal pertemuan dirinya dengan Presiden SBY yang dituding sebagai dukungan presiden terhadap dirinya tegas-tegas membantah.

"Boleh diterima (tudingan bisa diintervensi SBY) kalau potongan saya bisa didikte, karena selama 15 tahun bukan potongan saya mau diatur-atur. Maaf, kalau saya tidak sependapat saya tolak, siapapun orangnya, termasuk dengan almarhum Gus Dur," paparnya ditemui di sela-sela Dialog Mufti Dunia di Hotel Sahid, Makassar, Senin (22/3). Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menilai pertemuan pertemuan kandidat dengan Presiden SBY tergantung siapa yang melihatnya. "Kalau sikapnya tidak enak maka pertemuannya dinegatifkan. Kalau yang melihat sedang enak ya dipositifkan," ujarnya seraya menegaskan, dua kandidat Ketua Umum PBNU yang dipanggil Presiden SBY sama sekali tidak merepresentasikan NU.
Burhanudin kembali memaparkan, pertemuan Presiden SBY dengan dua kandidat Ketua Umum PBNU itu bisa saja menjadi magnit saat muktamar. Hal ini mengingat figur SBY juga berpengaruh bagi massa NU.

"Bagaimanapun figur SBY sangat populer di mata elit-elit pengurus cabang NU di daerah. Terbukti fatwa politik Hasyim Muzadi untuk mendukung JK di pemilu 2009 tidak mempan karena kuatnya magnet elektoral SBY di kalangan NU," tandasnya. Bagaimanapun, pertemuan dua kandidat Ketua Umum PBNU dengan Presiden SBY akan berimplikasi politis baik positif maupun negatif terhadap institusi NU. Kita lihat saja akhir Muktamar NU ini.
http://m.inilah.com/read/detail/4137...rtemuan-cikeas

Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

Said Agil Siradj Bantah jadi Titipan SBY
Senin, 22 Maret 2010 15:58 wib

MAKASSAR - Salah satu bakal calon kandidat ketua umum PBNU, Said Agil Siradj membantah dirinya adalah titipan SBY untuk menjadi ketua umum di PBNU. Hal itu dikatakan Said di sela dialog dengan para mufti yang berasal dari berbagai negara yang dilaksanakan di Hotel Sahid Jaya Makassar, Senin (22/3/2010).

Menurut Said, pertemuannya dengan SBY karena dia ditelepon dan diminta datang bertemu SBY di Cikeas pada Sabtu pekan lalu. Dikatakannya undangan itu tidak berarti SBY memberikan dukungan kepadanya. SBY katanya hanya menyampaikan harapan agar NU dapat mendukung program -program pemerintah. "Siapa bilang saya bisa didikte, siapa bilang saya bisa diatur. Selama ini perhah terlihat saya bisa diatur siapapun? Bahkan pada zaman Gus Dur pun saya bisa melawan," katanya.

Demikian, Said mengaku sudah mengenal SBY sejak lama. Sejak SBY berpangkat letnan jenderal Said mengaku sering bertemu dan berdiskusi tentang berbagai hal seperti tasawuh, filsafat dan lainnya. Dia juga mengakui bahwa selama menjadi presiden dirinya tidak pernah bertemu dan baru saat dia ditelepon dan dipanggil ke Cikeas.

Menurut Said SBY menitipkan tiga hal kepada NU, jika Said terpilih. Yaitu menyinergikan semangat kebangsaan dan agama, selalu bekerja sama dengan pemerintah untuk membangun rakyat Indonesia dan menjawab masalah kebangsaan dari berbagai sudut pandang. Said mengaku sudah mendapatkan dukungan lebih dari 50 persen. Dia mengklaim suara Jabar dan Jateng, Kaltim, Lampung, Kalbar, NTB, DKI, DIY, NTT sudah digenggamnya. Sementara Sulsel masih dalam tahap pendekatan.

Dia pun mengakui bahwa susah memperoleh suara dari Jawa Timur karena suara di sana mengarah ke Gus Solah. Sekadar diketahui sejumlah nama mencuat dalam bursa ketua umum PBNU. Mereka adalah, Said Agil Siradj, Masdar Farid Mas'udi, Ahmad Bagja, Salahuddin Wahid, Slamet Effendi Yusuf, Ulil Absar Abdala dan Prof Ali Maschan Moesa.
http://news.okezone.com/read/2010/03...di-titipan-sby


Waka BIN Masuk, PBNU Rawan Diintervensi
Selasa, 13 April 2010 12:07 wib

Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

Pemilihan Ketua Umum PBNU di Muktamar Ke-32 di Makassar (Foto: SI)

JAKARTA - Tim formatur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya berhasil menyusun kepengurusan PBNU periode 2010–2015. Ada beberapa kejutan dalam susunan kepengurusan baru PBNU tersebut. Salah satunya, munculnya Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) As’ad Said Ali sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU.

Adapun posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU dijabat Iqbal Sulam. Untuk posisi Wakil Rais Aam PBNU dijabat KH Hasyim Muzadi dan KH Musthofa Bisri (Gus Mus). Hasil keputusan tersebut diambil melalui rapat tim formatur di kediaman Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Margoyoso, Pati, Jawa Tengah, tadi malam.

Pengamat politik NU Imdadun Rahmat menilai masuknya As’ad Said sebagai Wakil Ketua Umum PBNU sangat rawan bagi PBNU. Sebab, menurut dia, bukan tidak mungkin, dengan jabatannya sebagai Wakil Kepala BIN,As’ad akan dapat melakukan intervensi terhadap PBNU ke depannya. "Apa pun itu, As’ad Said Ali adalah Wakil Kepala BIN yang juga representasi pemerintah. Jadi, idealnya, Pak As’ad harus mundur dari Waka BIN jika ingin aktif di NU," kata Imdad kepada harian Seputar Indonesia(SI) tadi malam.

Jika nantinya As’ad memilih aktif di NU, mau tidak mau harus lebih mementingkan urusan NU ketimbang menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk melakukan intervensi. "Ini memang serbasusah. Yang kita kenal Pak As’ad itu dibesarkan dari keluarga pesantren. Jadi ke-NU-annya tidak perlu diragukan lagi. Tapi, juga tidak dibenarkan jika nantinya Pak As’ad lebih mengutamakan kepentingan pemerintah," ujarnya.

Mantan tim sukses yang juga salah satu orang kepercayaan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Sulthan Fatoni, mengatakan, penunjukan As’ad Said Ali sebagai Wakil Ketua Umum PBNU diharapkan bisa memperkuat politik kebangsaaan di NU, yakni dengan menitikberatkan membuka jaringan ekonomi dan pendidikan NU, khususnya di pondok pesantren. Selain itu,memperkuat jaringan internasional yang selama ini dinilai sudah membaik. "Pak As’ad dinilai memiliki kemampuan untuk itu, yaitu bisa memperkuat politik kebangsaan dan jaringan internasional," kata Sulthan.
http://news.okezone.com/read/2010/04...n-diintervensi
Titipan pemerintah...siapa berani ngegeser?

emoticon-Ngakak in aja kalo dia komen...anggap kentut
Quote:Original Posted By dcircle
ada pepatah afrika kira2 gini bunyinya

Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat emoticon-Ngacir


setuju saudaraku, merdeka, apa coba hubungannya
Quote:Original Posted By kh4msin

JAKARTA - Ulama yang juga Raja Dangdut, Rhoma Irama menuntut Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj untuk mundur dari jabatannya. Rhoma menilai, pemikiran liberal sang ketua umum membahayakan aqidah umat Islam di Indonesia. "Itu orang berbahaya bagi aqidah umat dan merusak citra NU dengan pemikiran liberalnya," ujar Rhoma saat dihubungi JPNN, Rabu (12/9).



Waaah... Si Satria Bertissue mau mulai exis lagi... Udah siapin tissuenya belon...emoticon-Ngakak (S)

Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!
Ya sudah , di ganti dengan yang baik lagi.


Gitu saja kok repot. emoticon-Cool
Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

Said Aqil Bahayakan Akidah Umat Islam, Desak Dipecat dari PBNU. Kyai NU Buat Petisi!

NU, Said Aqil Siradj, dan SBY
27 January 2011 | 20:51

Pencanangan gerakan anti kebohongan yang diluncurkan tokoh agama beberapa waktu lalu sebagai respons atas kinerja pemerintahan SBY, ternyata berbuntut panjang di kalangan muda NU. Pasalnya, Said Aqil Siradj, Sang Ketua Umum PBNU, dinilai cenderung membela SBY, karena kedekatannya dengan Cikeas.

Saya sebagai penonton hanya manggut-manggut, menggoyangkan kaki, nyruput teh hangat, sambil menikmati terbitnya matahari di atas pantai Kota Jayapura. Saya bisa memahami kritik yang bermunculan dari kalangan Muda NU kultural ini. Meski bagi kalangan NU, gejolak politik semacam ini memang sudah makanan keseharian, tetapi ketrkejutan kalangan Muda NU atas sikap Said Aqil Siradj, justru sungguh mengherankan.

Agaknya mereka sedikit lupa, bagaimana Said Aqil Siradj, melenggang kangkung memasuki Cikeas, sebelum pelaksanaan Muktamar NU di Makassar awal 2010. Kalau sebagai panitia, mungkin wajar saja menemui Presiden, setidaknya untuk melanjutkan tradisi Orde Baru, melaporkan dan memberitahu rencana pelaksanaan Muktamar, sedikit basa-basi agar Presiden bersedia membuka acara. Tetapi jika yang datang adalah seorang yang sedang memajukan diri sebagai calon, tidak ada lain tujuannya, untuk meminta dukungan.

Tentu kita tidak tahu, apakah kemenangan Said Aqil Siraj sungguh-sungguh mendapatkan dukungan? Tetapi ketika sikapnya terhadap para tokoh agama yang mencanangkan anti kebohongan itu, dan terasa membela SBY, wajar sajalah, manakala masyarakat awam seperti saya, menduga-duga, jika kemenangan itu memang bergandeng-renteng dengan adanya kemungkinan dukungan dari Presiden. Saatnyalah kini, Said Aqil Siradj, untuk memberikan balas budi.

Akh…, saya sedikit tersedak. Orang awam seperti saya, mestinya tak patut turut mengembangkan prakiraan-prakiraan. Salah-salah bisa dituntut menyebar kebencian dan mencemarkan nama baik. Apalagi, saya juga sudah melakukan verifikasi akun kompasiana, meski belum juga diverifikasi samapi sekarang [hehehhe.] Sebentar saya mengelus dada, terasa ada beban begitu berat yang mengganjal.Terengah-engah, seperti nelayan yang mendayung kanonya, dibawah semburat matahari pagi yang sangat indah dan menjajikan kehidupan.

Tetapi, rasa bangga terhadap NU, sebagai salah satu organisasi yang cukup memiliki kaum muda dengan dinamika pemikiran kreatif, agak disayangkan, manakala harus tenggelam, bersama tenggelamnya pamor SBY, tidak saja akibat tudingan tokoh agama atas kebohongan yang dilakukan SBY, tetapi juga statemen SBY yang tak pernah naik gaji untuk selama masa 7 tahun.
http://politik.kompasiana.com/2011/0...iradj-dan-sby/
Quote:Rhoma mengklaim, di dalam tubuh pengurus PBNU sendiri bahkan banyak yang tidak menyukai Said Aqil dan pandangan liberalnya.

du tu tu ru ru ru ru ru.......STRESSSSemoticon-Berduka (S)

said agil itu muridnya gus dur,ajarannya rata2 sejalan dengan ajaran gus dur.Gak jauh2 dari ajaran toleransi

Lagian gayanya TS niat buanget,nyambung2in berita
Memuakkan tauk,Gaya2 FPI fanboy
Roma irama ustad kw telah membahayakan seluruh rakyat Indonesia dg isu saranya, ultimatum segera pindah ke Timteng untuk kebaikan seluruh umat beragama di Indonesia
bang rhoma gmna rasanya angel lelga

Quote:Juga pada tahun 2003, Rhoma dalam sebuah pengerebekan, tertangkap basah beduaan sedang berduaan di apartemen Angel Lelga, sekitar jam 11-4 pagi. Pengerebekan ini banyak ditayangkan media infotainment, dan menjadi permulaan turunnya pamor raja dangdut ini. Kejadian ini disanggah Rhoma dengan berdalih bahwa ia hanya memberikan nasihat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan, setelah beberapa waktu kemudian Rhoma mengakui bahwa ia sebenarnya telah menikah dengan Angel Lelga.[3]

kok sekarang ribut bicara akidah?perbaiki dulu diri sendiri bang rhom
kelihatan bila cara berpikir yg menggunakan dengkul
tetap saja matanya tertutup karena bungkusan nasi
Dear Mr. Rhoma, are you clean enough to point you finger to someone else?
ini kaskuser kok pada nyalahin Rhoma Irama?

Bukannya para Kyai sepuh yang lain juga berfikiran sama dengan bang Rhoma terhadap fenomena daripada performance Said Aqil Siradj itu selama ini?

Lhaaa itu buktinya, mereka sampai mengajukan petisi segala macam!


emoticon-Turut Berduka
Rhoma ini penyanyi dangdut apa kompetensi yg bisa dikomparasi dengan Om Said?

Gelo luu Rhom. Makin ancur aja lu yak.

Dasar raja buaya lu.




Kelakuan si Raja Dangdut (bolak-balik kimpoi cerai begini):

Kontroversi

Pada tahun 2003, Rhoma kembali menjadi sorotan media karena mengkritik Inul Daratista, penyanyi dangdut yang sedang naik daun karena mengandalkan gaya tarinya yang dianggap mesum. Rhoma dengan mengatas-namakan organisasi PAMMI (Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia), menentang peredaran album Goyang Inul yang dirilis Blackboard pada akhir Mei 2003. Pada saat itu Rhoma Irama kemudian dikecam sebagai seorang munafik oleh pendukung Inul.

Juga pada tahun 2003, Rhoma dalam sebuah pengerebekan, tertangkap basah beduaan sedang berduaan di apartemen Angel Lelga, sekitar jam 11-4 pagi. Pengerebekan ini banyak ditayangkan media infotainment, dan menjadi permulaan turunnya pamor raja dangdut ini. Kejadian ini disanggah Rhoma dengan berdalih bahwa ia hanya memberikan nasihat dan petuah agar menghindarkan Angel Lelga dari jurang kenistaan, setelah beberapa waktu kemudian Rhoma mengakui bahwa ia sebenarnya telah menikah dengan Angel Lelga.[3]

Pada November 2005, tayangan Kabar-kabari memberitakan Rhoma Irama mengatakan GIGI adalah band frustasi dan tidak kreatif. Komentar tersebut berhubungan dengan kesuksesan album rohani Raihlah Kemenangan yang dirilis GIGI. Menurut Rhoma, album yang sepenuhnya berisi lagu aransemen ulang itu mengesankan kelompok musik tersebut sebagai band yang frustasi dan tidak kreatif. Berita ini kemudian disanggah oleh Rhoma. (Sebenarnya berita ini sudah diralat, setelah Rhoma Irama mengirimkan protes ke meja redaksi RCTI dan manajemen acara infotaintment KABAR-KABARI. Berita ini beredar karena kesalahan narator dalam menanggapi berita tentang pernyataan Rhoma Irama. Dan Rhoma Irama sendiri dengan band GIGI tidak ada masalah dan "santai" saja.[4]

Pada Januari 2006, kembali Rhoma di hadapan anggota DPR mengeluarkan pernyataan menentang aksi panggung Inul, dalam dengar pendapat pembahasan RUU Antipornografi antara DPR dan kalangan artis.
Pada Juli 2012, Kembali Rhoma Menciptakan Kontroversi dengan melakukan Politik "SARA",Yang seharusnya tidak Boleh/Tidak dapat berlaku di NKRI yang memiliki persatuan budaya,etnis,bahasa,agama (Bhineka Tunggal Ika)


Rhoma menikahi Veronica pada 1972, seorang wanita Nasrani yang menjadi muslim setelah dinikahinya, yang kemudian memberinya tiga orang anak, Debby (31), Fikri (27), dan Romy (26). Rhoma akhirnya bercerai dengan Veronica bulan Mei 1985.

Sebelum bercerai, sekitar setahun sebelumnya, Rhoma menikahi Ricca Rachim, juga seorang wanita Nasrani yang kemudian menjadi muslim setelah dinikahinya — lawan mainnya dalam beberapa film seperti Melodi Cinta, Badai di Awal Bahagia, Camellia, Cinta Segitiga, Pengabdian, Pengorbanan, dan Satria Bergitar. Hingga sekarang, Ricca tetap mendampingi Rhoma sebagai istri. Mereka mengangkat seorang anak bernama Ridho Irama/Ridho Rhoma (sumber lain yang tidak jelas mengatakan bahwa Ridho merupakan anak kandung Rhoma dari wanita bernama Marwah Ali)[5]

Pada tanggal 2 Agustus 2005, Rhoma mengumumkan telah menikahi artis sinetron Angel Lelga secara siri pada 6 Maret 2003, namun hari itu juga ia menceraikannya.

Veronica sempat menikah kembali (1991) kemudian sang suami yang seorang pejabat meninggal, Veronica sendiri meninggal di tahun 2005 dengan mengalami berbagai penyakit, anak-anaknya mengakui pada pers selama Veronica sakit Rhoma Irama lah yang menanggung semua biaya perawatan hingga ke Singapura mengingat Veronica bukan lagi artis yang produktif dan telah menjadi janda karena suaminya telah meninggal. Keluarga mencatat bahwa Rhoma tetap berperan dalam keluarga tersebut.

Pada saat Rhoma Irama digerebek oleh wartawan di Apartemen bersama Angel Lelga sebenarnya keduanya telah menikah secara siri, otak dibalik pengerebekan tersebut adalah Yati Octavia dan suaminya Pangky Suwito yang juga tinggal di Apartemen Semanggi dan turut hadir bersama wartawan pada saat pengebrekan. [6]
×