alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016415958/lagi2-warga-negara-kita-ditembak-polisi-malaysia-dan-organ-tubuhnya-diambil
Sedih 
lagi2 warga negara kita ditembak polisi malaysia dan organ tubuhnya diambil
lagi2 warga negara kita ditembak polisi malaysia dan organ tubuhnya diambil
Santi (kiri) menunjukkan foto suaminya, Osnan, yang ditembak polisi Diraja Malaysia, Devi (kanan) pun harus kehilangan suamai, Joni, yang ditembak Polisi Diraja Malaysia.. Foto: Dalil harahap/Batam Pos

Devi Trista, 28, dan Fitra Susanti, 27, warga Bengkong, berkaca-kaca. Mereka mengaku suami mereka bersama tiga warga Negara Indonesia lainnya ditembak mati oleh polisi diraja Malaysia karena dituduh terlibat perampokan di Ipoh Perak Pulau Penang Malaysia, Jumat (7/9) pukul 02.00 waktu Malaysia.

Yang menyedihkan, lima jazad tersebut dikabarkan diambil organ tubuhnya.

“Kami tahu penembakan suami saya dan organ tubuhnya diambil dari kabar istri Osnan dan Diden yang ada di Malaysia,” kata Devi dan Fitra di Batuampar kepada wartawan, tadi malam.

Lima WNI yang tewas itu adalah Osnan alias Simon, Diden, Hamid, Muhammad Noh dan Joni. Joni adalah suami Devi, sedangkan Osnan adalah suami Fitra Susanti.

Osnan, Diden, Hamid, dan Joni, adalah warga Batam. Sedangkan Muhammad Noh warga Madura, Jawa Timur.

Devi dan Fitra sangat menyayangkan sikap polisi diraja Malaysia. Yang disesalkan bukan penembakannya. Namun, jazad suami mereka organ tubuhnya seperti jantung, hati, mata dan ginjalnya diambil.

“Apalagi setelah dikirim foto jazad suami yang nampak bola matanya sudah nggak ada. Ada bekas garis jahitan di dada makin meyakinkan saya,” ujar Devi dan Susan panggilan Fitra Susanti kepada Batam Pos.

Kabar tersebut didapatnya sehari setelah suami mereka ditembak mati polisi diraja Malaysia pada hari Jumat (7/9) siang. Namun, kabar itu belum bisa meyakinkan kedua istri korban. Minggunya (9/9) istri korban lainnya yang berada di Malaysia mengirimkan foto jazad kedua suami, Susan dan Devi baru yakin kalau suaminya tewas ditembak dan organ tubuh jazadnya diambil.

Devi, istri Joni mengatakan, sehari sebelum dapat kabar suaminya tewas tertembak, Joni masih sempat saling berkirim pesan lewat SMS. Kutipan pesannya mengatakan, Joni saat itu lagi menunggu jemputan pulang di pinggir Highway dari Ipoh menuju Kuala Kansar.

“Dia balas SMS saya ‘dik, abang lagi tunggu jemputan pulang ke mess di Kuala Kansar, saya balas SMS nya dengan kata hati-hati. Setelah itu tak ada kabar sama sekali. Padahal tiap hari suami saya itu selalu ber SMS kasih kabar baik berangkat kerja maupun pulang ke mes,” ujar Devi.

Saat ini jazad kelima korban di tempatkan di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainon Ipo di Perak Pulau Pinang Malaysia. Atas kabar tewasnya suami di Malaysia karena ditembak polisi Diraja Malaysia, kedua istri korban saat ini sudah menempuh cara agar jazad suaminya bisa dibawa ke Batam.

“Kami sudah melapor ke Imigrasi tentang tewasnya suami saya di Malaysia. Keinginan saya supaya jasad sami saya ini bisa dikembalikan kerumah, itu saja. Saya juga tak mau organ tubuh suami saya diambil tanpa ada persetujuan dari saya sebagai istrinya,” kata kedua istri korban.

Joni sendiri kerja di Malaysia sudah enam tahun lamanya sejak 2006 silam. Sedangkan Osnan malah lebih dahulu masuk Malaysia sejak 2003 atau sembilan tahun lamanya. Keduanya bekerja jadi satu di perkebunan sawit. Tiap tiga minggu sekali keduanya pulang ke Batam, menafkahi istri dan anaknya. (gas) (61)

http://www.batampos.co.id/index.php/...raja-malaysia/

malaysia oh malaysia, sebegitu kejamnya dikau memperlakukan warga negara kami...???
Quote:Original Posted By khalempong
lagi2 warga negara kita ditembak polisi malaysia dan organ tubuhnya diambil

Devi Trista, 28, dan Fitra Susanti, 27, warga Bengkong, berkaca-kaca. Mereka mengaku suami mereka bersama tiga warga Negara Indonesia lainnya ditembak mati oleh polisi diraja Malaysia karena dituduh terlibat perampokan di Ipoh Perak Pulau Penang Malaysia, Jumat (7/9) pukul 02.00 waktu Malaysia.

Yang menyedihkan, lima jazad tersebut dikabarkan diambil organ tubuhnya.


Santi (kiri) menunjukkan foto suaminya, Osnan, yang ditembak polisi Diraja Malaysia, Devi (kanan) pun harus kehilangan suamai, Joni, yang ditembak Polisi Diraja Malaysia.. Foto: Dalil harahap/Batam Pos
“Kami tahu penembakan suami saya dan organ tubuhnya diambil dari kabar istri Osnan dan Diden yang ada di Malaysia,” kata Devi dan Fitra di Batuampar kepada wartawan, tadi malam.

Lima WNI yang tewas itu adalah Osnan alias Simon, Diden, Hamid, Muhammad Noh dan Joni. Joni adalah suami Devi, sedangkan Osnan adalah suami Fitra Susanti.

Osnan, Diden, Hamid, dan Joni, adalah warga Batam. Sedangkan Muhammad Noh warga Madura, Jawa Timur.

Devi dan Fitra sangat menyayangkan sikap polisi diraja Malaysia. Yang disesalkan bukan penembakannya. Namun, jazad suami mereka organ tubuhnya seperti jantung, hati, mata dan ginjalnya diambil.

“Apalagi setelah dikirim foto jazad suami yang nampak bola matanya sudah nggak ada. Ada bekas garis jahitan di dada makin meyakinkan saya,” ujar Devi dan Susan panggilan Fitra Susanti kepada Batam Pos.

Kabar tersebut didapatnya sehari setelah suami mereka ditembak mati polisi diraja Malaysia pada hari Jumat (7/9) siang. Namun, kabar itu belum bisa meyakinkan kedua istri korban. Minggunya (9/9) istri korban lainnya yang berada di Malaysia mengirimkan foto jazad kedua suami, Susan dan Devi baru yakin kalau suaminya tewas ditembak dan organ tubuh jazadnya diambil.

Devi, istri Joni mengatakan, sehari sebelum dapat kabar suaminya tewas tertembak, Joni masih sempat saling berkirim pesan lewat SMS. Kutipan pesannya mengatakan, Joni saat itu lagi menunggu jemputan pulang di pinggir Highway dari Ipoh menuju Kuala Kansar.

“Dia balas SMS saya ‘dik, abang lagi tunggu jemputan pulang ke mess di Kuala Kansar, saya balas SMS nya dengan kata hati-hati. Setelah itu tak ada kabar sama sekali. Padahal tiap hari suami saya itu selalu ber SMS kasih kabar baik berangkat kerja maupun pulang ke mes,” ujar Devi.

Saat ini jazad kelima korban di tempatkan di Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainon Ipo di Perak Pulau Pinang Malaysia. Atas kabar tewasnya suami di Malaysia karena ditembak polisi Diraja Malaysia, kedua istri korban saat ini sudah menempuh cara agar jazad suaminya bisa dibawa ke Batam.

“Kami sudah melapor ke Imigrasi tentang tewasnya suami saya di Malaysia. Keinginan saya supaya jasad sami saya ini bisa dikembalikan kerumah, itu saja. Saya juga tak mau organ tubuh suami saya diambil tanpa ada persetujuan dari saya sebagai istrinya,” kata kedua istri korban.

Joni sendiri kerja di Malaysia sudah enam tahun lamanya sejak 2006 silam. Sedangkan Osnan malah lebih dahulu masuk Malaysia sejak 2003 atau sembilan tahun lamanya. Keduanya bekerja jadi satu di perkebunan sawit. Tiap tiga minggu sekali keduanya pulang ke Batam, menafkahi istri dan anaknya. (gas) (61)

http://www.batampos.co.id/index.php/...raja-malaysia/

malaysia oh malaysia, sebegitu kejamnya dikau memperlakukan warga negara kami...???

di cek dulu dan di otopsi apakah benar di colong tuh organ tubuh. kalo bener2 di colok ajukan ke mahkamah international aja
Quote:Original Posted By Klimaxkaw
di cek dulu dan di otopsi apakah benar di colong tuh organ tubuh. kalo bener2 di colok ajukan ke mahkamah international aja


jasadnya msh d malaysia gan, belum bisa di bawa pulang lagi2 warga negara kita ditembak polisi malaysia dan organ tubuhnya diambil
harus dicek ricek dolo kebenarannya,
soalnya klo dah hubungannya dengan negara sebelah urusannya bisa jd sensitif.
masih abu abu nih gan kasusnya . .
tp memang klo masalah seperti ini biasanya lambat di tindak lanjutinya lagi2 warga negara kita ditembak polisi malaysia dan organ tubuhnya diambil