alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016412054/67-tahun-indonesia-merdeka-baru-lihat-mobil-warga-tanahbelen-menangis
Kesel 
67 tahun Indonesia Merdeka Baru Lihat Mobil, Warga Tanahbelen Menangis
Baru Lihat Mobil, Warga Tanahbelen Menangis
Tribunnews.com - Minggu, 9 September 2012 23:00 WIB

67 tahun Indonesia Merdeka Baru Lihat Mobil, Warga Tanahbelen Menangis
Ilustrasi


Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella
TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA--Selama 67 tahun Indonesia merdeka, warga Dusun Tanahbelen, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, baru melihat oto (mobil, Red) pada 8 Agustus 2012 lalu. Ketika melihat besi berjalan itu, warga bahkan terharu, menangis dan menciumnya.

Selama ini dusun yang terletak di kepala burung Pulau Flores itu betul-betul terisolir. Untuk menjual hasil pertanian ke kota, warga harus berjalan kaki lebih kurang empat kilometer menyusuri jalan setapak yang penuh onak dan duri, terjal dan mendaki menuju ibukota Desa Lamatutu di Turubean. Dari situ baru menumpang truk atau pick-up ke kota dengan ongkos Rp 30 ribu.

Pos Kupang yang mengikuti kunjungan lapangan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1642/Flores Timur, Mayor (Arm) Wahyu Martono bersama Kapten (Inf) Laode Rahim, Kapten (Inf) Suhardi dan Serda Marito Januario, Sabtu (8/9/2012) menyaksikan jalan baru sepanjang 3,3 kilometer sudah dibuka Pra Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang sudah berlangsung selama tiga bulan.

Selain jalan baru, Pra TMMD juga mengerjakan dua deker, memperbaiki jalan menuju Tanahbelen yang putus dan menambah jalan baru satu kilometer dari Tanahbelen menuju Dusun Lewokoli, Desa Aransina. Sampai Sabtu (8/9/2012) sudah mencapai 300 meter.

Sebelum turun ke lokasi, Dandim 1624/Flotim, Letkol (Inf) Haji R Benny Arifin menjelaskan, tahun 2011 pihaknya mengajukan proposal menindaklanjuti proposal yang pernah diajukan tahun 2006 kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur meminta dukungan dana untuk kegiatan TMMD membuka isolasi di Tanahbelen.

Proposal itu disetujui dengan pengalokasian dana APBD 2012 senilai Rp 650 juta untuk pembukaan jalan baru sepanjang 1,5 Km. Tapi kenyataan di lapangan, jalan baru mencapai 3,3 Km ditambah dua deker. Jalan baru itu lebar delapan meter dilengkapi parit sepanjang 800 meter.

Benny menjelaskan, pra TMMD pihaknya sudah merealisasikan 50 persen pembangunan fisik. Pembukaan jalan baru itu didukung exavator dan dump truk dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Flotim. Dari Kodim Flotim menempatkan anggota mengawasi, memfasilitasi dan memotivasi masyarakat agar mimpin akan jalan yang meretas daerah terisolir tercapai.

Dandim menjelaskan, program yang dikerjakan membuka jalan baru Turubean-Tanahbelen dilakukan bertahap. Tahap pertama buka jalan baru yang telah dilakukan pra-TMMD. Sedangkan pengerasan dan agregat akan dilakukan saat TMMD yang dibuka pada tanggal 10 Oktober 2012. TMMD akan mengerahkan 250 personel TNI.

Pihaknya juga, kata Benny, melaksanakan pekerjaan tambahan membuat jalan baru Tanahbelen-Lewokoli dan mengerjakan balai pertemuan. Saat TMMD, demikian Benny, akan dilakukan penyuluhan, pengobatan gratis dan pembagian sembako. "Kami berikan perhatian fisik dan non fisik," ujarnya.

Pantauan Pos Kupang saat mengikuti kunjungan lapangan, Kasdim, Mayor (Arm) Wahyu Martono, Jumat (7/9/2012) sore, jalan baru yang telah dibuka dari Turubena ke Tanahbelen sepanjang tiga kilometer dengan lebar delapan meter dilengkapi dua deker. Pra TMMD juga telah membuka jalan baru dari Tanahbelen menuju Lewokoli sepanjang satu kilometer dengan keadaan saat itu telah mencapai 320 meter. Jalan tersebut melintasi topografi yang terjal, bukit yang tinggi sehingga harus membelah bukit. Medannya sulit sehingga terisolir sejak Indonesia merdeka.

Komandan lapangan yang adalah Danramil 01, Lettu (Inf) Yus Kasmir bersama Satgas, Sersan Mikael Dasion, Babinsa, Serma Gabriel Kleden bersama operator exavator, Sebastianus Tukan tidak kenal lelah melintasi medan yang terjal, mendaki, penuh onak dan duri membuka isolasi di wilayah asli Tanjung Bunga, tempat bangsa Portugis mengambil bunga yang harum semerbak.

Jika program TMMD berlanjut, suatu saat akses masyarakat ke ujung Tanjung Bunga melalui jalan darat tercapai. Selama ini hanya jalur laut yang melintasi dasyatnya gelombang menuju tanjung yang penuh sejarah itu.

Kasmir, Mikael dan Kleden mengatakan, tepat tanggal 8 Agustus 2012, jam 8 malam atau pukul 20.00 Wita, mobil memasuki Dusun Tanahbelen yang sejak Indonesia merdeka terisolir.


http://www.tribunnews.com/2012/09/09...belen-menangis


Kasihan juga yah gan... emoticon-Berduka (S)

tak lupa terima kasih untuk TNI emoticon-Big Grin
berita ripost dan bau bangke....

makanya mw bikin trit search dulu atuh...

dasar homo....
kwkwkw aduh max inikan beritanya repost & udah tenggelam kira2 sedalam 3 km ke dasar laur kalo di umpamakan...emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By KimaxKaw
Baru Lihat Mobil, Warga Tanahbelen Menangis
Tribunnews.com - Minggu, 9 September 2012 23:00 WIB

67 tahun Indonesia Merdeka Baru Lihat Mobil, Warga Tanahbelen Menangis
Ilustrasi


Laporan Wartawan Pos Kupang, Gerardus Manyella
TRIBUNNEWS.COM, LARANTUKA--Selama 67 tahun Indonesia merdeka, warga Dusun Tanahbelen, Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, baru melihat oto (mobil, Red) pada 8 Agustus 2012 lalu. Ketika melihat besi berjalan itu, warga bahkan terharu, menangis dan menciumnya.

Selama ini dusun yang terletak di kepala burung Pulau Flores itu betul-betul terisolir. Untuk menjual hasil pertanian ke kota, warga harus berjalan kaki lebih kurang empat kilometer menyusuri jalan setapak yang penuh onak dan duri, terjal dan mendaki menuju ibukota Desa Lamatutu di Turubean. Dari situ baru menumpang truk atau pick-up ke kota dengan ongkos Rp 30 ribu.

Pos Kupang yang mengikuti kunjungan lapangan Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1642/Flores Timur, Mayor (Arm) Wahyu Martono bersama Kapten (Inf) Laode Rahim, Kapten (Inf) Suhardi dan Serda Marito Januario, Sabtu (8/9/2012) menyaksikan jalan baru sepanjang 3,3 kilometer sudah dibuka Pra Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang sudah berlangsung selama tiga bulan.

Selain jalan baru, Pra TMMD juga mengerjakan dua deker, memperbaiki jalan menuju Tanahbelen yang putus dan menambah jalan baru satu kilometer dari Tanahbelen menuju Dusun Lewokoli, Desa Aransina. Sampai Sabtu (8/9/2012) sudah mencapai 300 meter.

Sebelum turun ke lokasi, Dandim 1624/Flotim, Letkol (Inf) Haji R Benny Arifin menjelaskan, tahun 2011 pihaknya mengajukan proposal menindaklanjuti proposal yang pernah diajukan tahun 2006 kepada Pemerintah Kabupaten Flores Timur meminta dukungan dana untuk kegiatan TMMD membuka isolasi di Tanahbelen.

Proposal itu disetujui dengan pengalokasian dana APBD 2012 senilai Rp 650 juta untuk pembukaan jalan baru sepanjang 1,5 Km. Tapi kenyataan di lapangan, jalan baru mencapai 3,3 Km ditambah dua deker. Jalan baru itu lebar delapan meter dilengkapi parit sepanjang 800 meter.

Benny menjelaskan, pra TMMD pihaknya sudah merealisasikan 50 persen pembangunan fisik. Pembukaan jalan baru itu didukung exavator dan dump truk dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Flotim. Dari Kodim Flotim menempatkan anggota mengawasi, memfasilitasi dan memotivasi masyarakat agar mimpin akan jalan yang meretas daerah terisolir tercapai.

Dandim menjelaskan, program yang dikerjakan membuka jalan baru Turubean-Tanahbelen dilakukan bertahap. Tahap pertama buka jalan baru yang telah dilakukan pra-TMMD. Sedangkan pengerasan dan agregat akan dilakukan saat TMMD yang dibuka pada tanggal 10 Oktober 2012. TMMD akan mengerahkan 250 personel TNI.

Pihaknya juga, kata Benny, melaksanakan pekerjaan tambahan membuat jalan baru Tanahbelen-Lewokoli dan mengerjakan balai pertemuan. Saat TMMD, demikian Benny, akan dilakukan penyuluhan, pengobatan gratis dan pembagian sembako. "Kami berikan perhatian fisik dan non fisik," ujarnya.

Pantauan Pos Kupang saat mengikuti kunjungan lapangan, Kasdim, Mayor (Arm) Wahyu Martono, Jumat (7/9/2012) sore, jalan baru yang telah dibuka dari Turubena ke Tanahbelen sepanjang tiga kilometer dengan lebar delapan meter dilengkapi dua deker. Pra TMMD juga telah membuka jalan baru dari Tanahbelen menuju Lewokoli sepanjang satu kilometer dengan keadaan saat itu telah mencapai 320 meter. Jalan tersebut melintasi topografi yang terjal, bukit yang tinggi sehingga harus membelah bukit. Medannya sulit sehingga terisolir sejak Indonesia merdeka.

Komandan lapangan yang adalah Danramil 01, Lettu (Inf) Yus Kasmir bersama Satgas, Sersan Mikael Dasion, Babinsa, Serma Gabriel Kleden bersama operator exavator, Sebastianus Tukan tidak kenal lelah melintasi medan yang terjal, mendaki, penuh onak dan duri membuka isolasi di wilayah asli Tanjung Bunga, tempat bangsa Portugis mengambil bunga yang harum semerbak.

Jika program TMMD berlanjut, suatu saat akses masyarakat ke ujung Tanjung Bunga melalui jalan darat tercapai. Selama ini hanya jalur laut yang melintasi dasyatnya gelombang menuju tanjung yang penuh sejarah itu.

Kasmir, Mikael dan Kleden mengatakan, tepat tanggal 8 Agustus 2012, jam 8 malam atau pukul 20.00 Wita, mobil memasuki Dusun Tanahbelen yang sejak Indonesia merdeka terisolir.


http://www.tribunnews.com/2012/09/09...belen-menangis


Kasihan juga yah gan... emoticon-Berduka (S)


yang penting kan udah pernah lihat kreta beRODA kan? gw kirain mpe full ga pernah lihat motor/movil emoticon-Big Grin
kasian amat yah kayanya memang belum merdeka indonesia ini
jadi inget cerita Kasino Warkop.

Lihat mobil, disebutnya rumah beralas karet.. emoticon-Big Grin
Lihat kereta api lebih kaget lagi, tu kendaraan merayap aja dah kenceng apalagi kalo sambil berdiri... emoticon-Big Grin
ane sih bingung kenapa harus TNI lg yang kerja. pihak PU nya mana ye? emoticon-Bingung
kasian juga.. tapi masa sampai separah itu? kayaknya kok hampir aneh ya... seperitnya ga masuk akal juga
kalo gw dikasi mobil secara cuma2 kayak ilustrasi TS apalagi ditambah biaya bensin dan perawatan baru gw nangis2 emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sonnyatmajaya
ane sih bingung kenapa harus TNI lg yang kerja. pihak PU nya mana ye? emoticon-Bingung


PU mungkin udah angkat tangan duluan gan emoticon-Hammer
saking miskinnya kah negara ini atau terlalu luas atau pembangunan yang tidak merata, jalan baru dibikin disana
Quote:Original Posted By urgdubai
PU mungkin udah angkat tangan duluan gan emoticon-Hammer


gimana kalo PU kolaborasi ama TNI aja gan emoticon-Big Grin
adu baru liat oto nihh nahh terlalu su ehh
nga kebayang berarti nga tv sama sekali disana
Selama ini dusun yang terletak di kepala burung Pulau Flores itu betul-betul terisolir. Untuk menjual hasil pertanian ke kota, warga harus berjalan kaki lebih kurang empat kilometer menyusuri jalan setapak yang penuh onak dan duri, terjal dan mendaki menuju ibukota Desa Lamatutu di Turubean. Dari situ baru menumpang truk atau pick-up ke kota dengan ongkos Rp 30 ribu.

lho? bukannya pick-up itu mobil y gan