alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016406385/wani-piro-wakapolda-mana-quotsense-of-crisisquot-warga
[wani piro??] Wakapolda: Mana "Sense of Crisis" Warga?
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Suhardi Alius mempertanyakan sensitivitas warga akan lingkungan sekitarnya. Hal ini berkaca pada kasus meledaknya bom rakitan di rumah kontrakan yang dijadikan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok beberapa waktu lalu.

"Di Depok, asrama yatim piatu itu nggak ada yang tanya, kan itu nggak ada aktivitasnya. Berarti ke mana sense of crisis masyarakat?" ujar Suhardi, Selasa (11/9/2012), dalam acara koordinasi lintas sektoral kepolisian dengan wali kota dan bupati, di Mapolda Metro Jaya.

Suhardi mengatakan jika masyarakat tidak peduli akan lingkungan sekitarnya, maka kelompok teroris akan lebih mudah masuk. Oleh karena itu, Suhardi mengatakan ada dua upaya yang bisa dilakukan. Pertama, elemen Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas), kepolisian sektor dan aparat pemda harus berperan aktif mendata warganya.

"Kedua, kalau warga tidak mau melapor, maka terapkan sanksi. Bisa dengan peraturan wali kota atau pun peraturan bupati. Kalau tidak melapor, maka laporkan polisi, hanya untuk dibuat laporan saja," kata Suhardi.

Beberapa hari belakangan ini, warga Jakarta dan sekitarnya dikejutkan dengan terungkapnya sejumlah tempat persembunyian kelompok terduga teroris. Awalnya, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap Firman di Perumahan Anyelir 2, Kalimulya, Depok pada tanggal 28 Agustus 2012 pagi hari. Firman diduga terkait dengan aksi penembakan sejumlah pos polisi di Solo, Jawa Tengah.

Malam harinya, sebuah ledakan terjadi dari rumah yang ditinggali Muhammad Thorik di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Di sana, polisi menemukan berbagai macam serbuk yang dipakai sebagai bahan peledak, detonator, paralon, dan paku.

Berselang beberapa hari kemudian tepatnya pada tanggal 8 September 2012, sebuah ledakan kembali terjadi di sebuah rumah petak Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Raya Nusantara, Beji, Depok. Seorang terluka berat diduga bernama Anwar. Pada tanggal 9 September 2012, seorang pria mengaku sebagai Thorik kemudian menyerahkan diri ke kepolisian. Saat menyerahkan diri, Thorik membawa sabuk berisi alat pemicu peledak.

Editor :I Made Asdhiana



sumber

Quote:1. warga malas berurusan dengan polisi apalagi lapor hal yang aneh2, tar malah ruwet di tanyain kesana kemari dan di suruh kesana kemari
2. apa untungnya buat warga sebab kebanyakan polisi selalu ambil untung dari warga (prinsip ekonomi gak jalan)
3. kenapa harus warga??polisi sudah punya perangkat lengkap buat antisipasi hal beginian, buat apa ada babinkamtibmas di setiap wilayah, kan bisa koordinasi dengan RT ato RW...bayaran sampean kui gawe opo???
Cari kambing hitam ya da wakapolda .... emoticon-Stick Out Tongue



Kalo nggak ada ,

Coba cari Kebo hitam di Istana.
pemerintah sendiri gak punya sense kepada rakyatnya,
buat apa rakyat punya sense emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By

1. warga malas berurusan dengan polisi apalagi lapor hal yang aneh2, tar malah ruwet di tanyain kesana kemari dan di suruh kesana kemari
2. apa untungnya buat warga sebab kebanyakan polisi selalu ambil untung dari warga (prinsip ekonomi gak jalan)
3. kenapa harus warga??polisi sudah punya perangkat lengkap buat antisipasi hal beginian, buat apa ada babinkamtibmas di setiap wilayah, kan bisa koordinasi dengan RT ato RW...bayaran sampean kui gawe opo???


Nah ane setuju.., TS sebagai wakil suara warga sudah menjelaskan perihalnya.. emoticon-Big Grin

gimana tanggapan pak polisinya? emoticon-Stick Out Tongue
Quote:Original Posted By ag6966nh



1. warga malas berurusan dengan polisi apalagi lapor hal yang aneh2, tar malah ruwet di tanyain kesana kemari dan di suruh kesana kemari
2. apa untungnya buat warga sebab kebanyakan polisi selalu ambil untung dari warga (prinsip ekonomi gak jalan)
3. kenapa harus warga??polisi sudah punya perangkat lengkap buat antisipasi hal beginian, buat apa ada babinkamtibmas di setiap wilayah, kan bisa koordinasi dengan RT ato RW...bayaran sampean kui gawe opo???



pas banget gan..... giliran kek gini nyari2 masyarakat buat dukung, padahal biasanya "minterin" masyarakat emoticon-Embarrassment
Quote:
1. warga malas berurusan dengan polisi apalagi lapor hal yang aneh2, tar malah ruwet di tanyain kesana kemari dan di suruh kesana kemari
2. apa untungnya buat warga sebab kebanyakan polisi selalu ambil untung dari warga (prinsip ekonomi gak jalan)
3. kenapa harus warga??polisi sudah punya perangkat lengkap buat antisipasi hal beginian, buat apa ada babinkamtibmas di setiap wilayah, kan bisa koordinasi dengan RT ato RW...bayaran sampean kui gawe opo???


iya..intinya masyarakat merasa khawatir kalo berurusan dengan polisi..gampangnya seperti ungkapan, "lapor kemalingan kambing,,bisa2 kehilangan sapi (juga).." emoticon-Hammer
Haha jadi inget kejadian berapa tahun lalu
Kami lapor ke polisi, ada aktivitas mencurigakan di dekat rumah (banyak mobil keluar masuk, pagar tinggi). Polisinya malah cuek, bilang nanti kita cek ya Pak, gak pernah tuh, aktivtas tsb masih berlangsung sampai 6 bulanan. Setelah mereka pindah kita baru tahu itu pabrik kosmetik palsu dkk
sense of crisis.....dafuq! emoticon-Malu
seandainya pertanyaan dibalikin ke wakapolda dan polisi2nya kira2 mau dijawab apa yakkk emoticon-Malu
Mana "Sense of crisis" pak polisi ?
Padahal mereka digaji pake uang rakyat, salah satunya buat jaga keamanan. emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By Rondamalam
Mana "Sense of crisis" pak polisi ?
Padahal mereka digaji pake uang rakyat, salah satunya buat jaga keamanan. emoticon-Cape d... (S)


tul...emang duit negara buat gaji polisi di nilai sebagai apa???kerja dong pak....ojo nyalahin warga aja....
warga ga lapor ke polisi karena ga akan dapat apa2, malah ntar dipanggil buat saksi, jadi ribet..

sedangkan polisi kalo berhasil nangkep apa yang disebut teroris bakal kecipratan uang, minimal naek pangkat, kalo kata pilm warkop mah "enak di elu ga enak di gua dong don" emoticon-Big Grin
2 kecelakaan meracik bom yg berurutan dalam beberapa hari saja...
suatu kebetulan yang kebetulan sekali....

apa kabar simulator sim ya??
Polisi andjink.... udah tau kalo teroris itu semuanya bersenjata lengkap... kalo mereka merasa terdesak kan bisa bahaya reaksinya

lagian kalian punya intel... kalian yang lebih paham soal ini...
emang POLISI tuh jagonya menyalahkan orang lain

sekalinya ngelapor, bsok nya malah jadi tersangka
hebat kan polisi kita
mana ada yg mau ngorbanin masa depannya buat jadi mangsa di sarang harimau
Quote:Original Posted By bnzcomp
warga ga lapor ke polisi karena ga akan dapat apa2, malah ntar dipanggil buat saksi, jadi ribet..

sedangkan polisi kalo berhasil nangkep apa yang disebut teroris bakal kecipratan uang, minimal naek pangkat, kalo kata pilm warkop mah "enak di elu ga enak di gua dong don" emoticon-Big Grin


mending gan jadi saksi
malahan jadi tersangka loh ntar
lapor hilang ayam, yang ilang kambing emoticon-Cape d... (S)
Wakapolda: Mana "Sense of Crisis" Warga?
dan Warga pun menjawab ; ''Wani Piro ?''
klo lapor suatu kejadian ke kantor Polisi ntar dikenai biaya administrasi se ikhlasnya gak ya? kayak klo lapor kehilangan SIM,KTM dll? emoticon-Bingung
kalo polisi mana sense of crisisnya coba emoticon-Bingung (S)
warga kesusahan, masih sempat sempatnya diperas pula emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By sisin
Wakapolda: Mana "Sense of Crisis" Warga?
dan Warga pun menjawab ; ''Wani Piro ?''


ane kasij jempol berlapis gan komennya...sekarang waktunya membalas emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak