alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016402649/ha-ha-jalan2-dpr-ke-brazil-ternyata-dipimpin-ex-aktivis-prd-budiman-sudjatmiko
Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko
Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko


Ini Penjelasan Budiman Sudjatmiko Soal Hasil Kunjungan DPR ke Brazil
Selasa, 11/09/2012 08:41 WIB

Jakarta Anggota Komisi II DPR Budiman Sudjatmiko memimpin rombongan studi banding ke Brazil. Budiman da sejumlah anggota DPR tengah menggodok RUU Desa. Brazil dipilih karena dipandang memiliki keunggulan dalam penataan desa. "Maksud dan tujuan dari kunjungan kerja Pansus RUU Desa ke Brazil adalah mempelajari negara lain dalam menata perdesaan. Hal ini ditujukan untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kapasitas daerah perdesaan," jelas Budiman dalam keterangannya, Selasa (11/9/2012).

Budiman yang terbang ke Brazil bersama rombongan akhir Agustus lalu ini menjelaskan, di negeri Samba itu mereka membawa 22 pertanyaan guna ditanyakan ke pihak Brazil. "Obyek yang kami kunjungi adalah, 1. Parlemen (Komisi Pemerintah Daerah); 2. Kementerian Perkotaan (di Brazil yang namanya kota itu mencakup dua area sekaligus yaitu perkotaan/urban dan pedesaan/rural); 3. Sekretariat Kantor Kepresidenan yang menangani hubungan Negara Federal dengan daerah-daerah, negara-negara bagian; dan 4. Pejabat Kota Foz da Iguacu," jelasnya.

Hasil studi banding itu, anggota Komisi II mendapatkan masukan kalau di Brazil, komunitas-komunitas di bawah tingkat kota mencakup perkotaan dan pedesaan yang diorganisir dalam bentuk dewan-dewan yang berbasis kelas sosial dan fungsional. "Ada berragam jenis dewan, yaitu Dewan pembelaan HAM, perjuangan penghapusan diskriminasi, Hak-hak lanjut usia, solidaritas ekonomi, kesetaraan ras, dan dewan untuk pembangunan perdesaan berkelanjutan," ungkapnya.

Keanggotan dewan-dewan itu, lanjut Budiman, dipilih 2 tahun sekali dari masyarakat. Kemudian anggota dewan-dewan yang berbasis kelompok atau golongan masyarakat ini akan menunjuk orang untuk bertemu secara rutin dengan walikota yang juga wajib dipilih dalam kurun waktu 4 tahun sekali, dalam forum rutin untuk menjalankan pengelolaan kota."Sementara DPRD yang juga wajib dipilih dalam kurun waktu 4 tahun sekali dan anggota dewan-dewan itu yang juga wajib dipilih 2 tahun sekali melakukan pengawasan," tegasnya.

Dan relevansi untuk UU Desa di Indonesia dari kunjungan kerja ini, jelas Budiman, adalah pengaturan tentang desa di Indonesia bisa menerapkan dengan sejumlah penyesuaian, seperti di Brazil yaitu membentuk semacam Majelis Permusyawaratan Rakyat Desa (MPRDes), yang merupakan gabungan dari dewan-dewan yang ada di area perdesaan dan area adat yang keanggotaannya dipilih oleh rakyat.

"Mereka (MPRDes) yang memegang kedaulatan tertinggi rakyat desa. Setelah itu pimpinan MPRDes tadi memberi mandat kepada kepala desa untuk memimpin desa itu beserta perangkatnya. Hasil kunker ke Brazil ini dapat menjadi pembanding dan pelengkap dengan kunjungan kerja dalam negeri yang sudah dilakukan oleh Pansus RUU Desa ke berbagai provinsi di tanah air beberapa waktu lalu. Ini juga sebagai pelengkap dari RDPU dengan pakar-pakar pemerintahan dan pembangunan perdesaan, gerakan reforma agraria dan seluruh pemangku kepentingan UU Desa dari berbagai daerah," jelasnya.
http://news.detik.com/read/2012/09/1...brazil?9922022

Kisah Budiman yang kini sudah Borju, bahkan mulai 'dimusuhi' kaum 'Proletar' di negeri ini ... emoticon-Big Grin
Quote:
Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko

Budiman Sujatmiko Diusir Demonstran, Budiman Kacau, sudah jadi Aktivis dan Politisi Kelas Kecoak
Thu, 12/01/2012 - 18:45 WIB


JAKARTA-Anggota Komisi II DPR, Budiman Sudjatmiko yang naik ke atas podium di depan DPR langsung disambut dengan teriakan dan reaksi dari para petani dan buruh. Budiman dianggap demonstran sudah kayak kecoak karena dukung SBY sampai 2014, dan Budiman memang seorang pemain. ''Budiman dilecehkan dan didesak turun, baru tahu rasa dia sudah jadi kecoak,'' kata seorang buruh tani yang berdemo.

"Turun! Turun!," teriak sebagian demonstran di depan gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/1) disusul dengan suasana yang memanas.

''Budiman kacau, malah balik nuding ada yang belokkan aksi demo agar turunkan SBY, padahal Budiman sendiri yang konyol dan elitis mendukung status quo, budiman kecoak,'' ujar seorang demontran

Keduanya lantas turun dan masuk kembali disertai pengawalan aparat. Budiman dan Akbar masuk ke gedung parlemen untuk mengajak setidaknya 20 orang anggota DPR lainnya ikut turun ke lapangan. Hal ini sesuai dengan tuntutan yang diserukan oleh para demonstran. Mereka juga hanya memberikan waktu 30 menit untuk mereka keluar.

Kendati gerimis kecil terus turun, para demonstran terus melakukan aksinya. Isu reforma agraria dan perampasan tanah petani menjadi isu yang diusung para demonstran. Kondisi lalu lintas di depan gedung DPR sendiri kini sudah kosong. Kendaraan dilarang total untuk melewati depan gedung parlemen.
http://www.rimanews.com/read/2012011...di-aktivis-dan
http://www.rimanews.com/read/2012011...di-aktivis-dan


--------------

Ngapain juga datang jauh-jauh ke Brazil hanya untuk mempelajari peemrintahan desanya, kok kagak ke Afrika sekalian. Sistem pemerintahan desa di suatu wilayah, sangat ditentukan oleh akar budaya masyarakat setempat. nah, keajuhanlah kalau sampai ke benua Amerika sana.
kalau cuma mau tahu itu aja ngapain ke sana, kirim aja email ke kedutaan yang di sana untuk cari info. Dasar DPR...emoticon-Najis
PRD apaan ya? koq kayanya ngga ada di berita? emoticon-Bingung (S)
Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko

Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko


Budiman Sudjatmiko: Pencarian Makna Kiri Tengah

SECARA fisik, Budiman Sudjatmiko tidak berubah. Ia tetap kurus, berwajah tirus. Penampilan pria berkacamata ini masih tetap sederhana. Budiman, 33 tahun, tak lagi terlibat ingar-bingar politik di Indonesia. Memang, sejak dua tahun silam, ia ''pensiun'' sebagai Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Sudah setahun lebih Budiman belajar di School of Oriental and African Studies, Universitas London, Inggris. Tapi, ia mengaku tak pernah absen memantau perkembangan politik di Indonesia. Kala bertemu dengan wartawan GATRA, di sebuah kafe pinggiran kota London, medio Juni lalu, ia lebih senang ngobrol soal politik. ''Saya lagi membangun jaringan politik di sini,'' katanya.

Selain kuliah, Budiman mengisi waktu luangnya dengan menonton film, musik, dan drama. Ia sempat bergabung dengan para demonstran menentang serangan koalisi Amerika Serikat-Inggris terhadap Irak. Tentu, aksi ini tak bisa disamakan dengan aktivitasnya saat menggalang gerakan massa pada awal 1990-an di Indonesia.

Budiman lahir di Desa Pahonjean, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. Masa kecilnya dihabiskan di desa ini. Baru pada usia tujuh tahun ia pindah ke Bogor, Jawa Barat, mengikuti orangtuanya. Sebelumnya, ia dibesarkan kakek dan pamannya. Budiman yang akrab dipanggil ''Iko'' ini terbilang kutu buku. Sejak SMP, ia akrab dengan pemikiran Bung Karno. Inilah fase awal kesadaran politiknya terbangun.

Selepas SMA, Budiman melanjutkan ke Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ia pun makin hanyut dengan berbagai aktivitas di kampus. Ia sering bolos kuliah hanya untuk berdiskusi seputar teori gerakan mahasiswa, petani, dan buruh. Ia juga penggerak massa. Antara lain, menggalang aksi penggusuran tanah di Kedungombo.

Aktivitas itu, apa boleh buat, membuat kuliahnya keteter. Cuma bertahan dua semester. ''Ini konsekuensi pencarian makna hidup,'' kata Budiman. Namun, ia tak pernah berhenti menggerakkan kekuatan rakyat. Misalnya, pada 1994, didirikanlah Persatuan Rakyat Demokratik (PRD). Budiman duduk sebagai ketua seksi acara.

Ternyata, perjalanan PRD --kala itu dipimpin Sugeng Bahagijo-- dianggapnya melenceng dari garis organisasi. Maka, untuk menyelamatkan PRD, Budiman membentuk komite penyelamat organisasi. Dua tahun kemudian, ia mendeklarasikan Partai Rakyat Demokratik di Jakarta.

Manifesto PRD Budiman itu, antara lain, berisi tuntutan pencabutan dwifungsi ABRI, Undang-Undang Subversif, serta mendesak MPR untuk melakukan sidang istimewa menuntut pertanggungjawaban Presiden Soeharto. Hampir tiada hari yang tak dilewatkan PRD untuk melawan pemerintah.

Gebrakan itu dibayar mahal. Pemerintah memberangus PRD. Bahkan, kala peristiwa 27 Juli 1996 meledak, Budiman dituding sebagai dalang. Kerusuhan ini sendiri berawal dari keberhasilan Megawati Soekarnoputri menduduki Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI), menggusur kepemimpinan Soerjadi yang didukung pemerintah.

Pagi itu, 27 Juli 1996, kantor pusat PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, diserbu massa pendukung Soerjadi. Tiga orang tewas dan ratusan orang luka-luka. Budiman dan para pengurus PRD lain buron. Ia dituding menghasut rakyat, memusuhi pemerintah. Malah, PRD disamakan dengan Partai Komunis Indonesia yang terlarang.

Akhirnya, Budiman dan para aktivis lain ditangkap. Budiman divonis 13 tahun penjara. Hukuman itu hanya dijalaninya tiga tahun, setelah mendapat remisi --menyusul tumbangnya Presiden Soeharto. Setelah bebas, Budiman kembali menggerakkan PRD, menuntut sisa-sisa Orde Baru agar dibersihkan, serta mengadili dan membubarkan Golkar.

Langkah lain Budiman adalah berusaha membangun aliansi politik dengan Presiden Abdurrahman Wahid. Tapi, manuver ini tak lama. Tahu-tahu terbetik berita, Budiman mundur dari gelanggang politik. Ia tak mau menjadi figur sentral, dan ingin melanjutkan sekolah. Menariknya pula, ia tak lagi garang dan kompromistis. Inilah politik yang disebut Budiman sebagai ''kiri tengah''.
Edisi Khusus, GATRA, No 40 Beredar Jumat 15 Agustus 2003
http://indonesiancommunity.multiply....-Memimpin-PDIP
masuk dunia politik emang bs menghapus idealisme seseorang gan, jd hanyut sm arus kekuasaan & duid
budiman = aktivis PRD = anggota DPR = lupa diri

anas urbaningrum = ketua HMI = ketua partai = lupa diri = korupsi

hmmm sapa lagi yaaaa, ada yg mo nambahin emoticon-Embarrassment
PRD = DPR

inti perjuangan semua aktivis sama, memainkan isu dapatkan uang
Setelah masuk dunia politik langsung berubah ya,
padahal dulunya keliatan baik-baik dan benar2 menempuh jalan aktivis dalam membelah hak-hak rakyat,
tapi ketika udah berada di atas sama aja dengan yang lain emoticon-Nohope
Quote:Original Posted By lendirjogja
budiman = aktivis PRD = anggota DPR = lupa diri

anas urbaningrum = ketua HMI = ketua partai = lupa diri = korupsi

hmmm sapa lagi yaaaa, ada yg mo nambahin emoticon-Embarrassment


Pius Lustrilanang = aktivis Aldera (or whatever) = anggota DPR (gerindra) = gelap mata = sempat kena kasus renovasi ruang banggar Rp 20 M emoticon-Big Grin
hehehe, aji mumpung nih yeeeee,

ikutan jadi aktivis ah, dah gitu masuk parpol, trus jadi anggota hewan yang terhormat biar bisa jalan2 ke LN

ni orang termasuk yang paham akan peribahasa : berakit rakit ke hulu bersenang senang kemudian , bersakit sakit jadi aktivis dulu bersenang senang di senayan kemudian

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:Dan relevansi untuk UU Desa di Indonesia dari kunjungan kerja ini, jelas Budiman, adalah pengaturan tentang desa di Indonesia bisa menerapkan dengan sejumlah penyesuaian, seperti di Brazil yaitu membentuk semacam Majelis Permusyawaratan Rakyat Desa (MPRDes), yang merupakan gabungan dari dewan-dewan yang ada di area perdesaan dan area adat yang keanggotaannya dipilih oleh rakyat.


Jauh-jauh ke Brazil hanya untuk nanya 22 pertanyaan, dan hanya untuk bilang bahwa desa di Indonesia mesti punya MPR tingkat desa. wow, studi banding yang sangat brillian. Harusnya konsep LKMD sudah lebih dari cukup untuk jadi bahan rancangan konsep jika memang niat mau memperbaiki desa. Teknologi e-mail juga bukan teknologi yang langka kalau hanya ingin menanyakan 22 pertanyaan.

Memang klo sudah kena duid, mata pasti jadi hijau dan otak pun bertambah pintar. Maksudnya tambah pintar berbohong.

Jangan-jangan semua orang yang mengaku aktivis sekarang, juga punya tujuan yang sama. Mendapat kursi di poros kekuasaan, untuk akhirnya mampu ikut menikmati segarnya "darah rakyat".
emoticon-Ngakak
kocak abis dah ini ex aktivis
dari partai apa sih? emoticon-Mad
ooohhh partai ntu emoticon-Kagets

no comment emoticon-Traveller
Budiman sama aja kyk Deni indrayana sok2 aktivis pejuang klo belum dapet jabatan mulutnya bekoar2. makan tuh PRD = PARTAI RUJAK DORONG
wekekekek emoticon-Big Grin

ini aktivis kiri salon yg dulu nyinyir tiap partai Islam memakai kata2 mewakili UMAT ISLAM.

sekarang die ngerasain gimana berhadapan dgn REALITAS,
tanya tuh man, perwakilan WONG CILIK anda apa nyaman anda jalan2 ke brazil emoticon-Big Grin

tapi yaa gpp lah, anda kan salah sedikit aktivis KIRI RADIKALIS yg mentas ke pentas nasional. kudu ada warna varitaif lah di DPR. paling enggak KIRI TENGAH , alias KIRI SALON, bukan KIRI konservatif yg berjeans belel dan bersandal jepit butut.
Quote:Original Posted By sinoga

Jangan-jangan semua orang yang mengaku aktivis sekarang, juga punya tujuan yang sama. Mendapat kursi di poros kekuasaan, untuk akhirnya mampu ikut menikmati segarnya "darah rakyat".


ya emang itu gan tujuan sebenarnya
klo ada yang bilang masalah idealisme mah bullsit aja emoticon-Tai:
apa gunanya ada teknologi yang namanya Email atau telpon ? jauh jauh kesana kok cuman 22 pertanyaan yang benernya bisa dikiim lewat email atau di tanyain lewat telpon ????

studi banding tentang desa kok ke brazil, kenapa gak kenegara yang lebih maju ? lah kalo niru negara yg kurang lebih sama buat apa, desa2 di indonesia malah ga maju2.

hasil studi banding gak pernah nih di publish ?
Ahhh... Inget gw ma ni orang, kalo gak salah dia berbau sosialis kan? Dulu waktu pemilu tahun 99 sering banget lihat ni orang, ketumnya PRD kalo gak salah

Sekarang udah jadi anggota hewan dah lupa ye sama apa yg diperjuangun emoticon-Stick Out Tongue
dari dulu kliatan kalo dia aktipis textbook emoticon-Embarrassment

profil pic di twitnya alay juga ternyata... twitnya pamer jalan2 ke spanyol emoticon-Big Grin


https://twitter.com/budimandjatmiko

Ha... Ha.. Jalan2 DPR ke Brazil, Ternyata Dipimpin ex-Aktivis PRD Budiman Sudjatmiko
komentar ts lucu emang afrika selatan masuk propinsi indonesa
Quote:Original Posted By lendirjogja
budiman = aktivis PRD = anggota DPR = lupa diri

anas urbaningrum = ketua HMI = ketua partai = lupa diri = korupsi

hmmm sapa lagi yaaaa, ada yg mo nambahin emoticon-Embarrassment


klau mau flashback lebih kebelakang, ada COsmos Batubara, Akbar Tanjung, Fahmi Idris, Sofyan Wanandi, dll gw lupa lagi yang merupakan eksponen 66 penuntut hal yg sama yg juga dilakukan para Mahasiswa tahun 98 lalu emoticon-Big Grin
ketika dapat kekuasaan ? emoticon-Nohope

Quote:Original Posted By Kerberoz
Pius Lustrilanang = aktivis Aldera (or whatever) = anggota DPR (gerindra) = gelap mata = sempat kena kasus renovasi ruang banggar Rp 20 M emoticon-Big Grin


ada dulu yang tahun 98 jadi Presiden BEM UI sapa itu yang juga jadi politisi ? emoticon-Embarrassment
si Pius dan juga Haryanto Taslam salah satu korban penculikan aktivis yg selamat dan ditemukan hidup diantara belasan lainnya yg hingga kini misterius (termasuk Suaminya Eva Arnaz)

Quote:Original Posted By kambingoranye
Ahhh... Inget gw ma ni orang, kalo gak salah dia berbau sosialis kan? Dulu waktu pemilu tahun 99 sering banget lihat ni orang, ketumnya PRD kalo gak salah

Sekarang udah jadi anggota hewan dah lupa ye sama apa yg diperjuangun emoticon-Stick Out Tongue


si BS ini terkenal karena kasus PRD dan dikait2kan dengan kasusu 27 Juli 1996 lalu emoticon-Smilie