alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Menko Polkam: Teroris Berkamuflase di Tengah Masyarakat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016359984/menko-polkam-teroris-berkamuflase-di-tengah-masyarakat

Menko Polkam: Teroris Berkamuflase di Tengah Masyarakat

Spoiler for Gambar:

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mewaspadai setiap gerak-gerik mencurigakan kelompok yang berada di tengah-tengah masyarakat. Kelompok teroris masa kini dinilai memanfaatkan cara kamuflase dalam mempersiapkan aksi teror.

"Teroris kini ada di tengah masyarakat, mereka pandai berkamuflase. Contohnya menggunakan rumah yayasan yatim piatu sebagai sarana mempersiapkan aksi teror," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto dalam keterangan pers di kantornya, Jakarta, Minggu (9/9/2012).

Djoko menegaskan, dalam menyikapi kamuflase teroris, peran kesadaran setiap masyarakat adalah hal yang penting. Masyarakat, katanya, harus mewaspadai setiap keberadaan orang baru di tengah masyarakat yang memiliki tindakan mencurigakan.

Selain itu, pihak Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) harus melaporkan setiap warganya yang melakukan tindakan mencurigakan ke pihak berwajib. Menurut Djoko, peristiwa ledakan yang diduga bom rakitan di Beji, Depok, adalah salah satu bukti jika kesadaran masyarakat masih sangat kurang.

"Bom rakitan yang meledak di tempat itu (rumah panti asuhan) karena di sana di simpan bahan peledak. Besar kemungkinan bahan peledak dirakit juga di tempat itu lalu tidak sengaja waktu dirakit meledak. Warga yang sebelumnya kurang waspada kini harus lebih mewaspadai lagi aksi teror serupa yang direncanakan di tengah-tengah mereka," tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolri Jenderal (Pol) Timur Pradopo. Dia mengemukakan perencanaan tindak teror yang dilakukan di tengah masyarakat harus ditanggulagi oleh masyarakat bersama kepolisian. Penanggulangan aksi teror, terangnya, tidak dapat semuanya diserahkan pada kepolisian.

Modus kamuflase tersebut, lanjutnya, harus dipersempit oleh masyarakat sendiri. Kepolisian dalam hal ini, menurutnya, hanya melakukan proses lebih jauh berdasarkan laporan masyarakat dan hasil investigasi intelijen. Proses lebih jauh tersebut, diungkapkannya, adalah melakukan penyergapan dan penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

"Ruang gerak para teroris yang mulai melakukan kamuflase di tengah masyarakat harus diantisipasi bersama oleh masyarakat itu sendiri melalui cara bekerja sama dengan kepolisian. Antisipasi itu dapat dilakukan dengan melaporkan hal yang dirasa janggal ke polisi terdekat untuk selanjutnya ditindaklanjuti. Kita akan terus menyosialisasikan hal itu ke masyarakat agar senantiasa peduli bahwa teroris hidup di sekitar mereka," ungkap Timur.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Marciano Norman juga menyatakan hal senada. Dia menjelaskan, kejadian kamuflase yang dilakukan teroris terus berkembang dengan beragam kedok yang berbeda-beda. Kamuflase di Beji dengan berkedok panti asuhan adalah salah satu cara aman, yang dipergunakan teroris dalam merencanakan teror di tempat yang berbeda.

"Saya kira yang harus ditingkatkan adalah sinergitas aparat dan warga, baik itu di daerah maupun Jabodetabek. Aparat dan pemda tidak boleh lengah. Warga, untuk menghindari kamuflase teroris, harus aktif melaporkan tamu atau usaha tertentu di daerahnya yang mencurigakan tentunya agar kejadian serupa tidak kecolongan lagi," tegas Marciano.

Sebelumnya, ledakan yang diduga bom rakitan meledak di Jalan Nusantara, Beji Depok, Jawa Barat, pada Sabtu (8/9/2012), pukul 21.25 WIB. Bom rakitan itu mengakibatkan seorang pria di dalam rumah petak yang sekaligus panti asuhan yayasan yatim piatu pondok bidara yang menjadi sumber ledakan terluka parah.

Pria yang belum diketahui identitasnya itu masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Polri R Said Sukanto, Jakarta Timur. Dua orang lainnya, yakni Mulyadi Tofik dan Bagus Kuncoromengalami luka ringan.

Polisi sudah memeriksa delapan orang saksi di Markas Polres Kota Depok sejak Sabtu malam. Tim Gegana juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti seperti senjata api, granat, dan bahan peledak di lokasi kejadian.

Sekarang harus lebih waspada nih gan sebagai masyarakat, Teroris 'pandai' kamuflase emoticon-Takut
Sumber : http://nasional.kompas.com/read/2012...gah.Masyarakat
Post ini telah dihapus oleh Penjahat Cinta
Emang bener gan

jadi susah nangkepnya
mungkin kita harus selidiki muka yang kayak bom, lalu ditangkep gan

btw ane pertamax nih emoticon-Wowcantik


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di