alexa-tracking

Pengamen - profesi dengan risiko cukup tinggi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016357926/pengamen---profesi-dengan-risiko-cukup-tinggi
Pengamen - profesi dengan risiko cukup tinggi
Pertama-tama, sebelumnya saya minta maaf kalo postingannya salah tempat. Perkenakan pada kesempatan ini saya mau share mengenai cara pandang saya soal profesi pengamen ini.

Pengamen, seperti yang kita profesi yang cukup banyak digeluti oleh banyak orang, terutama kalangan-kalangan menengah ke bawah, dengan dalih mereka tidak mempunyai skill sehingga terpaksa menjalani profesi tersebut.

Terlepas apakah alasan itu cukup masuk akal, ataupun karena memang mereka sebenarnya memiliki skill tetapi karena malas, pengamen bisa dikatakan sebuah profesi layaknya profesi terhormat lainnya seperti: dokter, pengacara, pekerja kantoran, dll.

Yang namanya profesi itu sebenarnya tidak lepas dari konsep dagang, yaitu jual dan beli. Dokter menjual jasa konsultasinya kepada pasien, dan sebagai gantinya dokter mendapatkan sejumlah uang dari jasa yang dibeli oleh pasiennya. Pengacara menjual jasa bantuan hukumnya kepada clientnya, dan sebagai gantinya pengacara mendapatkan sejumlah uang dari jasa yang dibeli oleh clientnya. Begitu seterusnya dengan profesi lainnya.

Nah, sekarang kita masuk kepada pertanyaan inti, dari pengantar gw di atas, mungkin terbesit pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. Apa hubungannya dengan profesi pengamen ? Lantas, kenapa pengamen dibilang profesi dengan risiko cukup tinggi ? Padahal, tinggal genjrang-genjreng gak jelas, bahkan banyak yang suaranya fals, toh tetap bisa dapet duit juga walaupun terkadang hanya berupa recehan.

Risiko tinggi yang saya maksud di sini adalah bukan karena bakal dikejar-kejar oleh satpol pp, digebukin orang, dsb. Risiko tinggi yang dimaksud di sini dilihat dari sudut pandang yang lain. Nah, balik lagi kepada konsep dagang yang berlaku pada semua jenis profesi, yaitu jual dan beli. Sekarang saya mau gantian bertanya. Pernahkah kita melihat seorang pasien yang sudah berkonsultasi dengan seorang dokter, karena tidak sembuh, kemudian datang lagi ke dokter tersebut untuk meminta uang kembali ? Atau, seorang client yang meminta uang kembali kepada pengacaranya karena kasusnya tidak berhasil dimenangkan di pengadilan ? Tentu kita tidak pernah melihat kejadian seperti itu. Lain halnya kalau sudah ada garansi ataupun perjanjian di awal. Konteksnya berbeda lagi.

Nah, sekarang kita kembali ke pengamen. Kita mungkin sudah puluhan atau ratusan kali selama kita hidup didatangi oleh pengamen. Apa yang terjadi saat pengamen mendatangi kita ? Mereka tentu mengucapkan salam pengantar terlebih dahulu, kemudian langsung menyanyikan lagu-lagu favorit mereka. Terkadang, kalau kita tidak menyukai suara mereka, kita berpura-pura mengacuhkan mereka seolah-olah tidak ada apa-apa. Mungkin kita dengan terpaksa mengucapkan kata maaf bila sang pengamen agak sedikit memaksa kita untuk memberikan uang. Namun, tidak jarang pula banyak dari kita yang mau membayar mereka bahkan dengan nominal yang tidak sedikit setelah mereka menyanyikan lagu.

Sekarang kita lihat apa yang menjadi perbedaan antara profesi pengamen dengan profesi-profesi lain pada umumnya. Profesi pada umumnya, mereka mau menjual jasa mereka kepada pembeli, karena mereka tahu bahwa pembeli tersebut memang pasti akan membeli jasa yang mereka jual. Bagaimana dengan pengamen ? Mereka sudah melakukan penjualan jasa mereka di awal/di muka, dengan cara menarik suara mereka untuk bernyanyi, menyediakan gitar sebagai modal utamanya, menggerakkan tangan mereka untuk memainkan gitar, tetapi tidak ada jaminan bahwa orang-orang yang mereka datangi, pasti akan mau membeli apa yang sudah ditawarkan oleh para pengamen tersebut.

So, dari cerita saya di atas tadi, saya ingin menyampaikan pesan bahwa pengamen sebenarnya merupakan profesi dengan risiko yang cukup tinggi. Mereka sudah harus memberanikan diri untuk melakukan usaha-usaha yang diperlukan sebagai bentuk penjualan jasa mereka, tetapi sama sekali tidak jaminan bahwa akan ada yang membelinya.

Tentu, kita tidak pernah melihat, dan saya sendiri pun belum pernah melihat pengamen yang ketika menghampiri saya, mereka mengatakan bahwa mereka akan bernyanyi di depan kita kalau mereka sudah pasti akan dibayar. Kalau saya ketemu pengamen seperti itu, mungkin saya pasti akan takjub, karena dia sudah berani mengurangi risiko tidak dibelinya jasa mereka.

Mungkin banyak dari kita, termasuk saya sendiri yang berpikir bahwa profesi pengamen itu enak banget, tidak perlu kerja keras, dsb. Tapi jika dilihat dari konteks prinsip dagang, pengamen mau tidak mau harus mengambil risiko yang cukup tinggi.
taapi ane lebih suka orang yg ngamen daripada ngemis emoticon-Big Grin
nice info emoticon-thumbsup:
Quote:Original Posted By djavanations
taapi ane lebih suka orang yg ngamen daripada ngemis emoticon-Big Grin
nice info emoticon-thumbsup:


mantap nih gan ane setuju sama ente emoticon-2 Jempol

Quote:nitip lapak ya emoticon-Malu (S)
real madrid siap jual ronaldo
laki laki yang melakukan operasi plastik
masih mending dari pada yg cuman ngemis doang gan,
meski suara kagag bagus tapi dah ada usaha dari pada cuman negadahin tangan buat minta2.
Ane pernah dnger pengamn nyanyi di BUS sukabumi-Bandung, ampe ane minta dia nyanyi lagi.

Spoiler for iseng:
oh, kirain profesi paling penuh resiko itu pawang macan gan emoticon-Big Grin

Quote:Bantuin temen ane yg mau jd model dong gan

vote di sini gan: http://bit.ly/IMzMLJ

ini penampakan temen ane gan...

Pengamen - profesi dengan risiko cukup tinggi
Masih mending ngamen dari pada ngemis emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By
Pertama-tama, sebelumnya saya minta maaf kalo postingannya salah tempat. Perkenakan pada kesempatan ini saya mau share mengenai cara pandang saya soal profesi pengamen ini.

Pengamen, seperti yang kita profesi yang cukup banyak digeluti oleh banyak orang, terutama kalangan-kalangan menengah ke bawah, dengan dalih mereka tidak mempunyai skill sehingga terpaksa menjalani profesi tersebut.

Terlepas apakah alasan itu cukup masuk akal, ataupun karena memang mereka sebenarnya memiliki skill tetapi karena malas, pengamen bisa dikatakan sebuah profesi layaknya profesi terhormat lainnya seperti: dokter, pengacara, pekerja kantoran, dll.

Yang namanya profesi itu sebenarnya tidak lepas dari konsep dagang, yaitu jual dan beli. Dokter menjual jasa konsultasinya kepada pasien, dan sebagai gantinya dokter mendapatkan sejumlah uang dari jasa yang dibeli oleh pasiennya. Pengacara menjual jasa bantuan hukumnya kepada clientnya, dan sebagai gantinya pengacara mendapatkan sejumlah uang dari jasa yang dibeli oleh clientnya. Begitu seterusnya dengan profesi lainnya.

Nah, sekarang kita masuk kepada pertanyaan inti, dari pengantar gw di atas, mungkin terbesit pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. Apa hubungannya dengan profesi pengamen ? Lantas, kenapa pengamen dibilang profesi dengan risiko cukup tinggi ? Padahal, tinggal genjrang-genjreng gak jelas, bahkan banyak yang suaranya fals, toh tetap bisa dapet duit juga walaupun terkadang hanya berupa recehan.

Risiko tinggi yang saya maksud di sini adalah bukan karena bakal dikejar-kejar oleh satpol pp, digebukin orang, dsb. Risiko tinggi yang dimaksud di sini dilihat dari sudut pandang yang lain. Nah, balik lagi kepada konsep dagang yang berlaku pada semua jenis profesi, yaitu jual dan beli. Sekarang saya mau gantian bertanya. Pernahkah kita melihat seorang pasien yang sudah berkonsultasi dengan seorang dokter, karena tidak sembuh, kemudian datang lagi ke dokter tersebut untuk meminta uang kembali ? Atau, seorang client yang meminta uang kembali kepada pengacaranya karena kasusnya tidak berhasil dimenangkan di pengadilan ? Tentu kita tidak pernah melihat kejadian seperti itu. Lain halnya kalau sudah ada garansi ataupun perjanjian di awal. Konteksnya berbeda lagi.

Nah, sekarang kita kembali ke pengamen. Kita mungkin sudah puluhan atau ratusan kali selama kita hidup didatangi oleh pengamen. Apa yang terjadi saat pengamen mendatangi kita ? Mereka tentu mengucapkan salam pengantar terlebih dahulu, kemudian langsung menyanyikan lagu-lagu favorit mereka. Terkadang, kalau kita tidak menyukai suara mereka, kita berpura-pura mengacuhkan mereka seolah-olah tidak ada apa-apa. Mungkin kita dengan terpaksa mengucapkan kata maaf bila sang pengamen agak sedikit memaksa kita untuk memberikan uang. Namun, tidak jarang pula banyak dari kita yang mau membayar mereka bahkan dengan nominal yang tidak sedikit setelah mereka menyanyikan lagu.

Sekarang kita lihat apa yang menjadi perbedaan antara profesi pengamen dengan profesi-profesi lain pada umumnya. Profesi pada umumnya, mereka mau menjual jasa mereka kepada pembeli, karena mereka tahu bahwa pembeli tersebut memang pasti akan membeli jasa yang mereka jual. Bagaimana dengan pengamen ? Mereka sudah melakukan penjualan jasa mereka di awal/di muka, dengan cara menarik suara mereka untuk bernyanyi, menyediakan gitar sebagai modal utamanya, menggerakkan tangan mereka untuk memainkan gitar, tetapi tidak ada jaminan bahwa orang-orang yang mereka datangi, pasti akan mau membeli apa yang sudah ditawarkan oleh para pengamen tersebut.

So, dari cerita saya di atas tadi, saya ingin menyampaikan pesan bahwa pengamen sebenarnya merupakan profesi dengan risiko yang cukup tinggi. Mereka sudah harus memberanikan diri untuk melakukan usaha-usaha yang diperlukan sebagai bentuk penjualan jasa mereka, tetapi sama sekali tidak jaminan bahwa akan ada yang membelinya.

Tentu, kita tidak pernah melihat, dan saya sendiri pun belum pernah melihat pengamen yang ketika menghampiri saya, mereka mengatakan bahwa mereka akan bernyanyi di depan kita kalau mereka sudah pasti akan dibayar. Kalau saya ketemu pengamen seperti itu, mungkin saya pasti akan takjub, karena dia sudah berani mengurangi risiko tidak dibelinya jasa mereka.

Mungkin banyak dari kita, termasuk saya sendiri yang berpikir bahwa profesi pengamen itu enak banget, tidak perlu kerja keras, dsb. Tapi jika dilihat dari konteks prinsip dagang, pengamen mau tidak mau harus mengambil risiko yang cukup tinggi.


Betul gan... Dan itu mungkin paradigma agan yang mempunyai pikiran lebih maju... Pengalaman ane gan ngurus pengamen se JABAR selama 2 tahun, mayoritas dari mereka berpikiriran ngamen tu cara yang paling gampang untuk mendapatkan rupiah dan gampang pula menghabiskannya untuk mabuk-mabukan dsb... Tapi banyak pula yang berpikiran maju gan, ngamen dijadikan suatu batu loncatan untuk jalan yang lebih bagus kedepan dan mereka rata-rata orang yang sudah menikah atau karena keadaan kepepet... Memang agak susah merubah paradigma pengamen malas gan... Perlu kesabaran dan modal yang tidak sedikit untuk membawa mereka ke jalur yang lebih baik... Kita doakan saja gan agar mereka mendapatkan hidayah dan mengerti akan arti hidup...
emoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia
Izin nyimak gan
di tmpt ane ada pengamen yang modal gan yg bawwa sound kecil sndiri







QR
Silahkan Sedot --> Majalah Cewek , Gratis !!!
ya tinggi resiko....ane paling ngga suka sam pengamen yg kayak sok preman+maksa minta duit emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By reirahadian
oh, kirain profesi paling penuh resiko itu pawang macan gan emoticon-Big Grin



emoticon-Belomatabelo