alexa-tracking

Pee Wee Gaskin Bawa Cerita dari Summer Sonic

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016356817/pee-wee-gaskin-bawa-cerita-dari-summer-sonic
Pee Wee Gaskin Bawa Cerita dari Summer Sonic
Pee Wee Gaskin Bawa Cerita dari Summer Sonic

KOMPAS.com - Pada 19 Agustus 2012 yang lalu, grup pop-punk Pee Wee Gaskins dengan formasi Dochi (bas dan vokal), Sansan (gitar, vokal), Ai (gitar), Omo (synthesizer dan keyboard) dan Aldy (drum) mendapatkan kesempatan manggung di festival musik Summer Sonic yang digelar di Tokyo, Jepang.

Sepulangnya dari sana, Dochi cs membawa segudang cerita. Cerita berawal dari keberangkatan Pee Wee Gaskins dari Jakarta menuju Jepang.

"Kami waktu itu berangkat ke Summer Sonic, 13 Agustus (2012) pagi, waktu itu empat jam perjalanan transit di Hong Kong empat jam, sampai di Jepang jam empat sore, kami naik bus menuju Hotel di Hatagaya, kami dijemput panitia Summer Sonic walaupun Summer Sonic baru 19 Agustus 2012," cerita Dochi dalam jumpa pers di kantor label rekaman Alfarecords, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Tanpa menunggu lama, Pee Wee Gaskins yang akan menggebrak Summer Sonic 19 Agustus 2012, lebih dulu manggung di ACB Hall. "Dari situ langsung ke ACB Hall di Shinjuku, itu tempat manggung pertama kami," kata Dochi.

Siapa sangka dari situ, Pee Wee Gaskins mulai mendapatkan penggemar lokal. Seorang pria bernama Kazuma terang-terangan mengaku menyukai lagu-lagu band pop-punk tersebut. Singkat cerita, Dochi cs akhirnya berteman dengan Kazuma.

"Kami setelah manggung di ACB Hall kami punya waktu free terus kamu kenalan sama Kazuma, dia ngajak jalan-jalan. Dia bisa bahasa Inggris, karena dia blasteran Filipina-Jepang," kata Dochi.

Setelah manggung di ACB Hall, Pee Wee Gaskins sebenarnya diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) untuk Jepang di Osaka. Namun Dochi cs, yang kebagian manggung di Summer Sonic Tokyo terpaksa menolak undangan itu.

"Enggak jadi ke sana (Kedubes RI) soalnya ongkos ke Osaka sana Rp 1,5 juta sendiri per orang. Jadi piss aja deh," sesal Dochi.

Dochi cs bukannya tanpa uang saku berangkat ke Jepang. "Alhamdulillahnya, sebelum ke sana ada acara fundraising, tapi ternyata ada satu produk yang mau sponsorin ke sana. Jadi uang saku dan ongkos," jelas Dochi. "Malah pas 8 Agustus (2012), kami sudah sampai lelang efek, lelang baju segala," timpal Sansan.

Kalau pun harus ke Osaka, Pee Wee Gaskins memilih untuk membatalkan undangan tersebut untuk berhemat. Pasalnya, untuk makan masakan setara warung nasi di Jepang, mereka harus merogoh uang saku sebesar Rp 35.000. "Orang bilang di Jepang makannya mahal tapi untung ada sukiya, kalau di sini kayak warteg. Di sana Rp 35.000 sudah kenyang banget. Jadi pada irit beli makan biar bisa beli yang lain," jelas Dochi.

Jadwal manggung selanjutnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 2012. Di Tokyo School Music (TSM), Pee Wee Gaskins mengentakkan musik mereka di tempat yang pernah dikunjungi mendiang raja pop dunia Michael Jackson dan Celline Dion.

"Pas 17-an kami manggung di TSM sana terus di-mention, 'Kalau kami merdeka ya dari elu, dari orang Jepang'," cerita Dochi.

Akhirnya hari yang dinanti pun tiba. Pada 19 Agustus 2012, Pee Wee Gaskins menjadi satu-satunya band Indonesia yang pertama mencicipi panggung Summer Sonic.

"Kami manggung di sana, yang kemarin cuma mimpi mau nonton, eh ini malah main (manggung) di sana. Di Summer Sonic, ternyata crowd-nya lebih seru," kata Dochi.

Puas menghibur Tokyo, selanjutnya Pee Wee Gaskins berhak mendapatkan hiburan. Mereka pun tak melewatkan kesempatan untuk menyaksikan grup punk-rock asal AS, Greenday.

"Kami juga semua nonton Greenday, semua pada takjub. Mereka bisa bikin orang yang enggak suka malah bisa nikmatin," kata Sansan.

Tak sekadar segudang cerita menyenangkan saja yang dibawa Pee Wee Gaskins selama sembilan hari di Jepang. Mereka juga banyak belajar hidup tertib dan disiplin ala orang Jepang.

"Begitu bubar konser mereka tertib, pada ngantri keluar. Working habit dari semua aspek, dari ketepatan waktu janjian, presentasi, sampai kebersihan. Di sana walaupun bukan sampahnya dia akan dipungut dimasukkan di tas terus disimpan sampai nanti ketemu tempat sampah. Sampai mau merokok pun mereka punya asbak sendiri. Kalau mau merokok harus punya asbak kalau mau merokok di ruang publik. Cuma enggak enaknya apa-apa mahal," jelas Dochi.

Mendapatkan kesempatan emas manggung di Jepang, Pee Wee Gaskins tak akan menyia-nyiakan jaringan yang sudah mereka rajut. "Network kemarin berguna banget, dari label, EO, band-band kalau bisa dijaga kami akan bisa ke sana lagi. Kalau mau ke sana lagi kami disarankan bawain lagu Jepang. Karena itu kami coba bawain lagunya Kyari Pamyu Pamyu yang Candy Candy, terus upload di YouTube. Dan hari pertama langsung ditonton 15.000 orang termasuk Kyari Pamyu Pamyu-nya sendiri," ujar Dochi.

Bagi Pee Wee Gaskins, cerita manis dari Jepang ini semakin membuat band mereka prestisius. "Sangat prestisius karena Summer Sonic itu festival terbesar di dunia, dan PeWeGe satu-satunya band di Indonesia yang pernah manggung di sana. Ini jadi portofolio juga dan jadi pertimbangan juga," pungkas Dochi.

_________________________________________________________________

mana nih ababil yang suka caci maki mereka tunjukin prestasi kalian,bisa gak kalian seperti mereka,jangan bacot doang digedein emoticon-Add Friend (S)
hargai karya orang kalo gak suka gak usah dengerin kan beres perkara emoticon-Add Friend (S)
maju terus musik indonesia emoticon-I Love Indonesia
emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
KASKUS Ads
" Respect each Genre " kalo kata emak ane emoticon-Blue Guy Peace


kalo ane sih suka dengerin genre apa aja termasuk Pop-punk juga. . . . .



yg penting kan bisa bawa nama Indonesia ke luar negeri. . . . emoticon-Blue Guy Peace
Quote:


bener gan emoticon-I Love Indonesia
selamat buat PWG yang udah bikin harum indonesia di jepang
terus berkarya bro emoticon-Shakehand2
lumayan juga band indie bisa nampil di summer sonic, tapi JKT48 kemaren nampil di Tokyo Dome lho emoticon-Malu (S)
Quote:


itu kan emang produsernya orang jepun kang emoticon-Big Grin
menurut ane yang sok tau, ini band musikalitasnya diatas rata-rata gan.. ane baru sekali lihat langsung live performnya. soundnya manteb, aransemennya gak pasaran (di Indonesia). keren bisa main di Summersonic.. Salut.emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


mungkin karna kelakuan fans mereka yang kebanyakan ababil mereka banyak dibenci orang gan emoticon-Big Grin
Quote:


mungkin juga gan.. sayang banget ya. ane berharap band-band lokal macam ini bisa LIVE di TV tiap hari.emoticon-Matabelo

oh iya, PWG ini udah masuk radioshow nya tv**one belum gan? mungkin ada yang tau..
Quote:


kenya belum pernah manggung di radioshow mereka emoticon-Big Grin
tau ding heheh emoticon-Big Grin
kali pas gue gak nonton radioshow mereka manggung disitu emoticon-Big Grin
hebat band indie bisa mengharumkan nama INDONESIA emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)
menurut gua yng sok tau, ini band musikalitasny diatas rata-rata gan.. gw baru sekali lihat langsung live performny. soundny manteb, aransemenny g pasaran (di Indonesia). keren bisa main di Summersonic.. Salut.emoticon-I Love Indonesia (S)
suka ga suka yang penting maju terus musik indonesia
kalo ane mah suka banget Pee Wee Gaskin emoticon-Genit:
karena beda aliran bukan brt harus dicaci maki emoticon-Shutup
show support each other emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:


buset bot donator udah nonggol di pejwan ajah emoticon-Cape d... (S)
nays impo gan
inihh... ,band lokal yang perlu didukung dan di Apresiasi... ,jangan malah dicaci makii... ,kalo ga sukaa.. yahh diem aja lahh... emoticon-No Hope
sebenernya tuh haters nya pee wee gaskin itu benci sm fansnya gan... sepertinyaa sih,ane juga gatauu abisnya ane juga gapernah denger lagu PWG. Namun katanya fans fansnya emang kacau gitu,ababil ababil gajee haha.
udah lama ge denger ini band lagi hehe..