alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016356092/la-nyalla-kirim-40-wasit-isl-ke-pon-xviii-riau
La Nyalla Kirim 40 Wasit ISL ke PON XVIII Riau
La Nyalla Kirim 40 Wasit ISL ke PON XVIII Riau

Bola.net - Ketua KPSI La Nyalla Mahmud Mattalitti membenarkan bahwa 40 wasit ISL akan turun memimpin laga cabang sepakbola di PON XVIII Riau.

"Benar, kami menurunkan 40 orang wasit atau perangkat pertandingan yang biasa memimpin pertandingan kompetisi ISL ke ajang PON XVIII itu," ujarnya.

Menurut La Nyalla, keinginan menggunakan wasit-wasit dari kompetisi ISL tersebut adalah permintaan dari Ketua Panpel Cabang Sepakbola PON XVIII, Satar Thaher.

Permintaan ini sendiri adalah buntut dari penarikan perangkat pertandingan oleh PSSI setelah terjadinya kekacauan di tiga laga awal cabang sepakbola PON.

Akibatnya, tim-tim peserta pun memprotes keterlibatan PSSI dalam PON. Bahkan sebelum itu, menurut mereka, pihak PB PON, KONI Pusat, dan Tim Keabsahan telah membatalkan seluruh tim sepakbola hasil rekayasa caretaker-caretaker pengprov bentukan Djohar Arifin dalam cabang sepakbola PON.

Efeknya pun berantai. Saleh Mukadar, yang ditunjuk sebagai penyedia perangkat pertandingan oleh PSSI, akhirnya mencabut semua perangkat pertandingan melalui surat tertanggal 7 September 2012 bernomor 2472/UDN/1130/IX-12 yang ditandatangani Pelaksana Tugas (Plt.) Sekjen PSSI, Hadiyandra, dan mengancam tidak akan mengesahkan seluruh hasil pertandingan sepakbola PON XVIII.

Meski mendapatkan ancaman dari PSSI, La Nyalla tetap mendukung penuh pelaksanaan PON XVIII, terutama untuk cabang sepakbola.

"Event olahraga empat tahunan berskala nasional ini adalah langkah awal cermin hasil pembinaan olahraga di Tanah Air sebelum menuju event yang lebih besar, seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. PON harus didukung, bukan malah sengaja dirusak," ujar La Nyalla. (ant/dzi)***

http://www.bola.net/indonesia/la-nya...au-76e900.html

Akibatnya, tim-tim peserta pun memprotes keterlibatan PSSI dalam PON.. Bukannya La nyalla ngaku ketua PSSI juga ya? Kok gak diprotes? Terus La Nyalla hebat juga ya? Kok bisa secepat itu para wasit di-datangin, gak sampe semenit udah nongol semua.. Pake ilmu teleport kali ya.. ajarin ane dong.. :-D
Sepak Bola dan Futsal Terancam Batal di PON

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kekisruhan menimpa beberapa cabang di Pekan Olahraga Nasional Riau 2012. Semua laga lanjutan sepak bola dan futsal pun terancam batal sejak Sabtu (8/9). Penyebabnya, perselisihan yang merupakan dampak konflik yang berlarut dalam tubuh sepak bola Indonesia.

Di cabang bola basket, pertandingan putri antara Jawa Tengah dan Papua juga ditunda karena protes tim Jawa Timur. Jatim menggugat perpindahan lima atlet yang kini membela Jateng. Adapun di balap motor, peserta resah karena Pengurus Besar PON berkeras menampik usulan penggunaan ban lebih dari satu jenis.

Kemarin pertandingan sepak bola dan futsal terhenti dan terancam tak bisa berlanjut karena pengurus PSSI menarik semua perangkat pertandingan: wasit, hakim garis, dan inspektur pertandingan. Penarikan itu merupakan buntut dari perseteruan antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Tiga laga pertama sepak bola juga kacau-balau karena diprotes Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Saleh Ismail Mukadar. Ketiga laga itu adalah Jambi versus Sulawesi Tenggara, Jabar kontra Jatim, dan Kaltim lawan Jateng.

Saleh menilai, tim Jambi adalah bentukan Pengurus Provinsi PSSI yang telah dibekukan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. Karena itu, tim ini dinilai tidak bisa tampil meski pengurus daerah yang dibekukan itu dimenangkan oleh keputusan Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

Sebaliknya, Saleh meminta tim Jabar, yang dinyatakan tidak sah oleh BAORI, agar tampil melawan Jatim. Ketiga, Saleh memboikot laga Kaltim vs Jateng karena menganggap Kaltim tak layak. Saleh menilai, seharusnya Kalsel-lah yang maju meski di play off kalah WO dari Kaltim.


Karena protes tidak ditanggapi, Saleh menarik perangkat pertandingan yang membuat kompetisi sepak bola PON terancam batal. Hal ini pun berimbas ke futsal karena petugas pertandingannya sama.

Ketua Harian PB PON Riau Syamsurizal menyayangkan kisruh itu. ”Kami upayakan agar pertandingan tidak batal. Saat ini kami masih mencari penggantinya (perangkat pertandingan),” katanya.


sumber : http://olahraga.kompas.com/read/2012...m.Batal.di.PON

ngak jelas nih , btw posisi Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI) itu bagaimana sih ?
terus itu wo ? gimana peraturannya
kalo gua di sono gua gebukin nih orang yg ngebacod ..orang mau tanding aja di persulit asu dah , laga tinggal laga kok di persulit harus nya orang orang model gini di usir dari lapangan bola
Setuju sama atas ane
ribut mulu,BAORI ini kok ikut memutuskan pemain sah atau tidak sah? yg berhak harusnya PSSI...kacau.
Quote:Original Posted By mubarak.20


Akibatnya, tim-tim peserta pun memprotes keterlibatan PSSI dalam PON.. Bukannya La nyalla ngaku ketua PSSI juga ya? Kok gak diprotes? Terus La Nyalla hebat juga ya? Kok bisa secepat itu para wasit di-datangin, gak sampe semenit udah nongol semua.. Pake ilmu teleport kali ya.. ajarin ane dong.. :-D


style la nyalla itu emang mirip bakrie,mereka membuat kekacauan,tiba2 datang berlagak sebagai penyelamat...
Lah Nyala ini nih kalo menurut ane justru nyang jadi biang ricuhnya emoticon-Bata (S)
KESALAHAN FATAL BAORI

Terkait kisruhnya cabang sepakbola sepakbola PON di Riau, saya mencoba memberikan sebuah prespektif terkait dengan keputusan BAORI yg merupakan ujung pangkal kisruh ini terjadi.

BAORI ini sebenarnya saat ini posisinya sedang rame juga terkait legalitasnya dikarenakan tidak memiliki afiliasi apapun dengan lembaga abritase dunia, saat ini di Indonesia ada dua badan arbitrase BAORI dan BAKI, BAKI ini lahir sebagai implementasi dari UU Sistem Keolahraga Nasional yg didalamnya dibentuk KOI, nah BAKI ini memiliki afiliasi dengan lembaga arbritase dunia ( CAS )

Nah kembali ke masalah awal, setidaknya ada 2 kesalahan fatal yg dilakukan oleh BAORI terkait kisruh PSSI dengan Pengprov ini :

1. BAORI tidak paham status legal posisi objek yg berperkara
2. BAORI tidak dapat memposisikan dirinya sebagai lembaga arbritase yang netral dikarenakan sejak awal induk organisasinya memihak salah satu yg berperkara dan bahkan salah satu anggota BAORI adalah bagian dari kelompok yg berperkara.

Di dalam melihat objek status yg berperkara, BAORI secara fatal menyamakan posisi pengprov PSSI sama dan sebangun dengan posisi pengprov federasi olahraga yang lain di Indonesia ( PTMSI, PASI, PBVS, PBSI dll )

Padahal posisi pengprov ini sangat unik karena dia memiliki 2 kaki : sebagai member / anggota PSSI yg memiliki suara ( Statuta PSSI pasal 12 dan 23 ) dan sebagai kepanjangan struktur organisasi federasi ( Peraturan Organisasi PSSI )

Sebagai member Pengprov terikat kepada pasal 14 Statuta ( hak anggota ) dan pasal 15 Statuta ( kewajiban anggota ), dimana setiap pelanggaran dari ketentuan ini Federasi bisa mengambil langkah memberikan hukuman dari peringatan sampai pembekuan, sebagai catatan saja, hanya di Indonesia member federasi itu pengurus propinsi, inilah yg sejak lama saya usulkan untuk di rubah di dalam Statuta

Di Peraturan Organisasi disebutkan bahwa Kepengurusan Pengurus Propinsi berakhir karena :

1. Habis masa bakti jabatan kepengurusannya
2. Berhalangan tetap ( sakit, meninggal atau dalam proses hukum )
3. Rangkap Jabatan
4. Melanggar ketentuan di dalam statuta PSSI dan Peraturan Organisasi

Nah, Pengrov yg dilakukan proses penggantain pengurusnya pasti terkena hal - hal tadi.

Logika paling mudah adalah, bagaimana bisa sebuah organisasi tidak mengganti pengurus organisasinya yg nyata-nyata telah menyatakan tidak lagi mengakui kepengurusan organisasi induknya dan memilih mengakui dan berada di bawah organisasi yang lain

Karena pengrov yg tergabung dgn FPP KPSI tdk lagi mengakui PSSI, maka secara hukum posisi pengprov tsb di dalam struktur statuta PSSI dan struktur organisasi PSSI menjadi kosong, artinya PSSI berkewajban melakukan pengksian posisi yg kosong tsb dgn cara menunjuk carateker utk melakukan proses Muswillub Pengprov utk menunjuk kepengurusan defenitif. jadi istilah dikloning itu tidak tepat, apanya yg di kloning karena objeknya kan kosong. He he he he

Nah disinilah BAORI melakukan kesalahan sangat fatal, harusnya BAORI menyatakan dulu KPSI sebagai PSSI yang sah sebelum mengadili sengketa Pengprov, dan itu tdk bisa dilakukan karena terbitnya 2 keputusan CAS yg menguatkan bahwa federasi yang sah adalah PSSI di bawah Djohar Arifin Husen

Tapi ya itu tadi, karena tidak netral, BAORI memaksakan sebuah keputusan yang justru akan membahayakan posisi PSSI jika diikuti karena PSSI akan dianggap melanggar Statuta PSSI dan FIFA yang ujungnya PSSI dapat dikenakan sanksi oleh FIFA atau AFC ( bisa jadi ini malah jebakan PSSI melanggarn statuta PSSI dan FIFA )

Kalaulah memang ingin memaksakan BAORI buat keputusan maka harusnya BAORI menyatakan Pengprov yang sah harus berada dan kembali berada di bawah induk organisasi yang resmi yang diakui, artinya jika BAORI memenangkan Kaltim, Jambi dan Jabar, maka BAORI harus memaksa pengprov tsb berada kembali di bawah federasi resminya

Hal yg sama dilakukan Panel CAS terkait case Persipura, sebenarnya putusan Final CAS itu memenangkan Persipura sebagai klub yang sah mewakili Indonesia ke LCA dgn syarat klub ybs kembali berada di bawah fedasi yang sah yg diakui FIFA, itulah kenapa kemudian Persipura tdk ingin melanjutkan case ini karena jika dilanjutkan posisi mereka akan serba sulit utk menjalankan putusan CAS

Karena Pengprov ini member, maka mereka juga terikat kepada pasal 69, 70, 71 Statuta PSSI tentang persengketaan yang hanya bisa dilakukan proses sidangnya di Badan Arbritase di dalam yurisdiksi PSSI dan FIFA. Secara tegas malah disebutkan setiap sengketa assosiasi dengan member atau pemain TIDAK BISA dibawa ke Pengadilan Negara atau Badan Arbritase diluar yuridiksi FIFA dan PSSI, artinya BAORI yg tdk memiliki afiliase kepada lembaga arbritase sesuai dgn yurisdiksi FIFA dan PSSI yaitu CAS tdk memiliki kewenangan apapun.

Sebagai contoh adalah kasus Federasi Swiss dengan klub anggotanya, yg dibawa oleh klub anggota ke pengadilan negara, FIFA perintahkan federasi Swiss memberikan hukuman kepada klub atau FIFA yg akan jatuhkan sanksi kepada Federasi Swiss, akhirnya klub yg bersengketa di hukum pengurangan point dan degradasi

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, jika ada yang tidak sependapat mangga saja saya tidak melarang perbedaan pendapat, tapi biar asyik diskusinya silahkan membuat tulisan dari sudut yg lain tentunya dengan data dan fakta sebagai penguat.

tetap semangat mencintai sepakbola Indonesia - FIN

Wallahu'alam
@gilang_mahesa
Indonesia banget pokonya gan... ane bingung harus komentar apa emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By ndhuzz
Indonesia banget pokonya gan... ane bingung harus komentar apa emoticon-Cape d...


benr gan, cuma ada di indonesia yang sah bisa menjadi tidak sah, sedang yang tidak sah menjadi sah.... emoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
masih kacau aja nih sepakbola.. udah sampe event PON aja masih ribut trus emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By orbmaster


pokoknya yang salah adalah KPSI , La NYolot, Bakery , GOLKAR, serta antek-anteknya macam tono suratman ..
sedangkan Djohar Arifin, Arifin Panigoro, Serta antek-anteknya gak pernah salah sebab mereka adalah orang yang tak pernah salah di Sepakbola Indonesia !!!
kalau bilang sebaliknya bakalan kena banned loe !!!


Netral mania detected.

Agan-aganwati, cuma numpang post ini yang tadi pagi saya baca di BP juga. Maaf kalau para Netralmania terusik.


kutipan dari twit @Kingkong_imut

KISRUH SEPAKBOLA DI PON

1. Toni Apriliani, KPSI dan KONI sendiri sukses mengacaukan sepakbola.

2. Masih ingat kan siapa Toni Apriliani, Ketua Tim Verifikasi PSSI yg melahirkan dualisme klub

3. Setelah dipecat Toni ini tidak berhenti "mengkloning", kini tim sepakbola PON Daerah "dikloning"

4. Toni Apriliani ini juga Ketua KPSI! Yang melahirkan La Nyalla sebagai Ketum PSSI Tandingan.

5. Sebagai mantan EXCO PSSI dan mantan Ketua Pengprov Jabar, Toni seharusnya paham Statuta PSSI.

6. Toni Apriliani ini ternyata belum paham Statuta organisasi yg selama ini dia geluti

7. Pasal 70 Statuta PSSI melarang perselisihan diselesaikan badan arbitrase lain kecuali CAS!

8. Membawa permasalahan ke BAORI jelas melanggar Statuta PSSI tersebut.

9. Tapi itulah Toni Apriliani yg terkenal dgn jargonnya "Peduli Amat" sepakbola Indonesia.

10. Langkah Toni ini diikuti Jambi dan Kaltim yg didukung penuh KPSI

11. Bagaimana mungkin tim sepakbola Daerah diwakili oleh tim yg baru dibentuk beberapa hari?

12. Perjuangan Toni gagal, tim sepakbola Jabar diwakili oleh tim yang sah.

13. Tim sepakbola Jabar menang 2-1 atas tim sepakbola Jatim.

14. Tim sepakbola Jambi pun gagal bertanding melawan Sulawesi Utara.

15. Pertandingan Jambi berikutnya juga ditolak lawan mereka berikutnya yaitu tim sepakbola Papua

16. Akreditasi tim Jambi dianggap tim Papua tidak sah karena sudah melewati waktu pendaftaran

17. Yang lebih beruntung tim Kaltim, mereka masih bisa bermain. Padahal ...

18. Tgl 4 September, PSSI Pusat & PB PON secara tegas menyatakan Kalsel yg berhak tampil di PON.

19. PSSI kemudian melakukan protes dgn menarik semua perangkat pertandingan

20. Disinilah kemudian KPSI bermain dgn mengirimkan perangkat pertandingannya.

21. Lucunya PB PON dan KONI ikut mengamini langkah yg diambil KPSI

22. Padahal Manual PON menyebut teknis pertandingan dikelola oleh induk organisasi cabang olahraga bersangkutan

23. Tidak heran karena KONI lewat Ketuanya Tono Suratman mendukung KPSI sedari awal

24. Tono Suratman jg yg menginginkan polemik PSSI dibawa ke BAORI yg tdk sesuai Statuta PSSI.

25. Masih ingat A-Board KONI yg dipasang di dalam pertandingan ISL?

26. Olahraga yg seharusnya menyehatkan malah dibuat tidak sehat oleh KONI.

27. Selama KONI dipimpin Tono Suratman olahraga Indonesia semakin terpuruk!

28. Bukan cuma sepakbola, di cabor lain prestasi menurun, penyelenggaraan event pun gagal TOTAL! - Selesai
Quote:Original Posted By SALAFY
KESALAHAN FATAL BAORI

Terkait kisruhnya cabang sepakbola sepakbola PON di Riau, saya mencoba memberikan sebuah prespektif terkait dengan keputusan BAORI yg merupakan ujung pangkal kisruh ini terjadi.

BAORI ini sebenarnya saat ini posisinya sedang rame juga terkait legalitasnya dikarenakan tidak memiliki afiliasi apapun dengan lembaga abritase dunia, saat ini di Indonesia ada dua badan arbitrase BAORI dan BAKI, BAKI ini lahir sebagai implementasi dari UU Sistem Keolahraga Nasional yg didalamnya dibentuk KOI, nah BAKI ini memiliki afiliasi dengan lembaga arbritase dunia ( CAS )

Nah kembali ke masalah awal, setidaknya ada 2 kesalahan fatal yg dilakukan oleh BAORI terkait kisruh PSSI dengan Pengprov ini :

1. BAORI tidak paham status legal posisi objek yg berperkara
2. BAORI tidak dapat memposisikan dirinya sebagai lembaga arbritase yang netral dikarenakan sejak awal induk organisasinya memihak salah satu yg berperkara dan bahkan salah satu anggota BAORI adalah bagian dari kelompok yg berperkara.

Di dalam melihat objek status yg berperkara, BAORI secara fatal menyamakan posisi pengprov PSSI sama dan sebangun dengan posisi pengprov federasi olahraga yang lain di Indonesia ( PTMSI, PASI, PBVS, PBSI dll )

Padahal posisi pengprov ini sangat unik karena dia memiliki 2 kaki : sebagai member / anggota PSSI yg memiliki suara ( Statuta PSSI pasal 12 dan 23 ) dan sebagai kepanjangan struktur organisasi federasi ( Peraturan Organisasi PSSI )

Sebagai member Pengprov terikat kepada pasal 14 Statuta ( hak anggota ) dan pasal 15 Statuta ( kewajiban anggota ), dimana setiap pelanggaran dari ketentuan ini Federasi bisa mengambil langkah memberikan hukuman dari peringatan sampai pembekuan, sebagai catatan saja, hanya di Indonesia member federasi itu pengurus propinsi, inilah yg sejak lama saya usulkan untuk di rubah di dalam Statuta

Di Peraturan Organisasi disebutkan bahwa Kepengurusan Pengurus Propinsi berakhir karena :

1. Habis masa bakti jabatan kepengurusannya
2. Berhalangan tetap ( sakit, meninggal atau dalam proses hukum )
3. Rangkap Jabatan
4. Melanggar ketentuan di dalam statuta PSSI dan Peraturan Organisasi

Nah, Pengrov yg dilakukan proses penggantain pengurusnya pasti terkena hal - hal tadi.

Logika paling mudah adalah, bagaimana bisa sebuah organisasi tidak mengganti pengurus organisasinya yg nyata-nyata telah menyatakan tidak lagi mengakui kepengurusan organisasi induknya dan memilih mengakui dan berada di bawah organisasi yang lain

Karena pengrov yg tergabung dgn FPP KPSI tdk lagi mengakui PSSI, maka secara hukum posisi pengprov tsb di dalam struktur statuta PSSI dan struktur organisasi PSSI menjadi kosong, artinya PSSI berkewajban melakukan pengksian posisi yg kosong tsb dgn cara menunjuk carateker utk melakukan proses Muswillub Pengprov utk menunjuk kepengurusan defenitif. jadi istilah dikloning itu tidak tepat, apanya yg di kloning karena objeknya kan kosong. He he he he

Nah disinilah BAORI melakukan kesalahan sangat fatal, harusnya BAORI menyatakan dulu KPSI sebagai PSSI yang sah sebelum mengadili sengketa Pengprov, dan itu tdk bisa dilakukan karena terbitnya 2 keputusan CAS yg menguatkan bahwa federasi yang sah adalah PSSI di bawah Djohar Arifin Husen

Tapi ya itu tadi, karena tidak netral, BAORI memaksakan sebuah keputusan yang justru akan membahayakan posisi PSSI jika diikuti karena PSSI akan dianggap melanggar Statuta PSSI dan FIFA yang ujungnya PSSI dapat dikenakan sanksi oleh FIFA atau AFC ( bisa jadi ini malah jebakan PSSI melanggarn statuta PSSI dan FIFA )

Kalaulah memang ingin memaksakan BAORI buat keputusan maka harusnya BAORI menyatakan Pengprov yang sah harus berada dan kembali berada di bawah induk organisasi yang resmi yang diakui, artinya jika BAORI memenangkan Kaltim, Jambi dan Jabar, maka BAORI harus memaksa pengprov tsb berada kembali di bawah federasi resminya

Hal yg sama dilakukan Panel CAS terkait case Persipura, sebenarnya putusan Final CAS itu memenangkan Persipura sebagai klub yang sah mewakili Indonesia ke LCA dgn syarat klub ybs kembali berada di bawah fedasi yang sah yg diakui FIFA, itulah kenapa kemudian Persipura tdk ingin melanjutkan case ini karena jika dilanjutkan posisi mereka akan serba sulit utk menjalankan putusan CAS

Karena Pengprov ini member, maka mereka juga terikat kepada pasal 69, 70, 71 Statuta PSSI tentang persengketaan yang hanya bisa dilakukan proses sidangnya di Badan Arbritase di dalam yurisdiksi PSSI dan FIFA. Secara tegas malah disebutkan setiap sengketa assosiasi dengan member atau pemain TIDAK BISA dibawa ke Pengadilan Negara atau Badan Arbritase diluar yuridiksi FIFA dan PSSI, artinya BAORI yg tdk memiliki afiliase kepada lembaga arbritase sesuai dgn yurisdiksi FIFA dan PSSI yaitu CAS tdk memiliki kewenangan apapun.

Sebagai contoh adalah kasus Federasi Swiss dengan klub anggotanya, yg dibawa oleh klub anggota ke pengadilan negara, FIFA perintahkan federasi Swiss memberikan hukuman kepada klub atau FIFA yg akan jatuhkan sanksi kepada Federasi Swiss, akhirnya klub yg bersengketa di hukum pengurangan point dan degradasi

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat, jika ada yang tidak sependapat mangga saja saya tidak melarang perbedaan pendapat, tapi biar asyik diskusinya silahkan membuat tulisan dari sudut yg lain tentunya dengan data dan fakta sebagai penguat.

tetap semangat mencintai sepakbola Indonesia - FIN

Wallahu'alam
@gilang_mahesa


petinggi pe es es i kubu johar neh..
kubu LNM mana ye?
makin kacau aja nih, masyarakat dibikin bingung, mending disangsi aja dulu deh ama fifa emoticon-Sorry
bikin ribut dulu, trus kirim bala bantuan biar jadi pahlawan, terus ngeklaim jadi penyelamat emoticon-Ngakak:

Nih orang super sekali
cieee posting gw di delettee

Quote:Quote:Original Posted By Zhevazz
Nemu ginian di forum suporter Malay...emoticon-Ngakak

La Nyalla Kirim 40 Wasit ISL ke PON XVIII Riau

Uploaded with ImageShack.us


miris gan, tetangga ternyata lebih paham kondisi sepak bola kita ketimbang postinger bayaran di kaskus emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By .W3
cieee posting gw di delettee


Orang Malaysia aja tau IPL itu liga yang dulunya di ilegal kan FIFA. Namun karena kebodohan JA yang menjadi Ketua PSSI, malah Liga Ilegal yang di sahkan jadi liga legal. Padahal FIFA sendiri belum mencabut ke-ilegalan IPL itu.
Kalau ketua PSSI udah membawa kepentingan satu pihak ke PSSI berarti tak akan beres sampai kapanpun dia mimpin PSSI. KPSI juga ilegal. Jadi PSSI dan KPSI itu lah yang menghancurkan sepakbola Nasional. emoticon-I Love Indonesia (S)
Sudah saatnya induk sepakbola negeri ini dipimpin oleh pemuda2 yg benar2 mencintai sepakbola. Bukan oleh konglomerat2 yg haus harta dan kekuasaan. Arena mereka sudah terbukti gagal. emoticon-I Love Indonesia (S)
pusing dech ini. mana bisa maju sepak bola negara kita gan. emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By lonely1999
pusing dech ini. mana bisa maju sepak bola negara kita gan. emoticon-Cape d... (S)


Bisa kok gan.. asal yg jadi pimpinan di induk sepakbola ialah orang2 yg emang mencintai sepakbola, dan ingin sepakbola maju.
×