alexa-tracking

Menakjubkan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016355691/menakjubkan
Thumbs up 
Menakjubkan
ane disini pingin share kota ane gan

KOTA ane bernama Tanah Grogot

sekarang sekilas tentang tanah grogot gan

Sejarah dan asal-usul nama Tanah Grogot

Asal-usul nama Kota Tanah Grogot berdasarkan cerita setempat tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah di Sulawesi Selatan. Menurut Lontara Wajo dikisahkan ketika Raja Bone La Patau Matanna Tika mengundang Arung Matoa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri pesta melubangi telinga putrinya. Bersamaan dengan itu ikut pula La Madukelleng. Sebagaimana kebiasaan bahwa sudah menjadi kegemaran bangsawan Bugis dalam setiap pesta raja-raja pada masa dahulu sering mengadakan pesta sabung ayam.
Pada pelaksanaan sabung ayam tersebut terjadi ketidakadilan dalam penyelenggaraan acara, saat ayam putera Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan itu tidak diakui oleh orang Bone dan mereka berpendapat bahwa pertarungan tersebut sama kuatnya. Hal ini menyebabkan terjadinya keributan dan berujung pada perkelahian yang mengakibatkan korban di pihak Bone lebih banyak dibandingkan korban di pihak Wajo. Dengan adanya perkelahian tersebut Raja Bone menuntut kepada Wajo agar La Madukelleng menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya yang dianggap salah. Akan tetapi orang Wajo tidak bersedia memenuhi permintaan Raja Bone. Sebelum Kerajaan Wajo diduduki pasukan Bone, karena tidak mau dijajah La Maddukeleng beserta para pengikutnya merantau meninggalkan Wajo untuk menghindari balas dendam yang akan dilakukan oleh Kerajaan Bone.

La Madukelleng dalam perantauannya dengan bermodalkan tiga ujung; ujung lidah sebagai bekal diplomasi, ujung badik untuk bertarung, dan ujung kelamin melalui perkimpoian. Ia malang melintang di negeri orang mengukir kejayaan orang Bugis secara turun menurun. Dengan modal tersebut La Maddukeleng beserta para pengikutnya dan delapan orang bangsawan menengah, yaitu La Mohang Daeng Mangkona, La Pallawa Daeng Marowa, Puanna Dekke, La Siareje, Daeng Manambung, La Manja Daeng Lebbi, La Sawedi Daeng Sagala, dan La Manrappi Daeng Punggawa berangkat dari Paneki, dan pada awalnya menetap di Tanah Malaka (Malaysia Barat). Kemudian pindah dan menetap di wilayah Kerajaan Paser tepatnya di Muara Sungai Kandilo selama sepuluh tahun, sebelum kembali ke Wajo dan diangkat menjadi Raja di Kerajaan Wajo.
Namun, setelah rombongan tersebut menetap di tempat tersebut, jauh di tanah Sulawesi Selatan berhubung tanah Wajo telah diduduki oleh Kerajaan Bone, banyak pula warga Wajo yang meninggalkan kampung kelahirannya mengikuti jejak rombongan La Madukelleng untuk berlayar menuju tanah Paser, sementara sebagian rombongan yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona menuju ke tanah Kutai dan membentuk pemukiman yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Samarinda. Dengan adanya peristiwa tersebut banyak pula orang Bugis yang pada awalnya berasal dari Wajo, saat itu bermukim dan terlibat dalam perdagangan di sekitar Sungai Kandilo.

Dalam keseharian rombongan orang Bugis-Wajo yang bermukim di pinggiran Sungai Kandilo sering mendengar suara arus yang sangat deras dari arus sungai yang menimbulkan suara gemuruh. Dari keadaan itulah orang Bugis-Wajo menamakan pemukiman mereka dengan sebutan Tanah Geroro-E (Geroro-E : suara gemuruh). Dari istilah inilah para Sultan Kerajaan Paser pada saat itu kemudian sering menyebut dengan Tanah Geroro-E yang lama kelamaan diperkirakan menjadi cikal bakal sebutan Kota Tanah Grogot.
Selanjutnya ketika di Kota Tanah Grogot sudah banyak orang Bugis yang bermukim di sepanjang Sungai Kandilo, datang pula utusan Belanda yang tertarik untuk mengadakan usaha perdagangan di Kota Tanah Grogot sekitar tahun 1829 M. Hal ini dikarenakan kondisi perniagaan Paser pada saat itu sudah cukup ramai dan strategis. Pedagang Belanda yang bernama Alexander Van Soow mengajukan permohonan langsung pada Sultan Kerajaan Paser untuk meminta ijin membangun sebuah rumah sebagai tempat usaha untuk menjual garam dan candu. Dalam permohonannya tersebut berhubung lidah orang Belanda tidak bisa menyebut Tanah Geroro-E maka pada akhirnya disebut Tanah Grogod.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa sebutan Tanah Grogod tersebut lama kelamaan ejaannya disempurnakan menjadi Tanah Grogot. Dengan berjalannya waktu karena kondisi Kota Tanah Grogot semakin ramai setelah dihuni oleh orang Bugis, selanjutnya datang juga orang Banjar, Jawa, dan sebagainya yang menyebabkan penduduk Kota Tanah Grogot semakin banyak. Penduduk tersebut lebih dominan berasal dari Bugis dan Banjar, sehingga kebudayaan mereka cepat membaur dengan penduduk asli Suku Paser. Maka dari itu tidak mengherankan bahwa pada saat ini dapat dijumpai perpaduan budaya pada orang Paser di Kota Tanah Grogot. Seiring berjalannya waktu dan semakin banyaknya penduduk yang datang hingga Kota Tanah Grogot terus berkembang pesat. Pada akhirnya berdasarkan Undang-undang Nomor 27 tahun 1959 pada tanggal 29 Desember 1959, Kota Tanah Grogot diresmikan sebagai ibukota Kabupaten Paser..


ni suasana di tanah grogot gan

Menakjubkan

Menakjubkan

Menakjubkan

Menakjubkan

klo samarinda punya sungai mahakam,,palembang punya sungai musi,,dan jambi punya sungai batang hari,,maka tanah grogot punya sungai kandilo



Menakjubkan

Menakjubkan

Menakjubkan

Menakjubkan

Update WISATA di page 1 post 17 emoticon-Big Grin



Quote:kalo ramai bakal saya update gan emoticon-Big Grin emoticon-Blue Guy Smile (S) emoticon-Blue Guy Peace

kalo berkenan berikan saja cendol agan2 emoticon-Blue Guy Cendol (L) dan emoticon-Rate 5 Star supaya kota saya semakin dikenal emoticon-Big Grin
wuihh... kayaknya seger udara di sana ya ganemoticon-Matabelo
wow keren Gan, baru tau ane, thanks


klik ini ajah, di jamin bukan jebakan Batman emoticon-Big Grin
[CENTER]Menakjubkan[/CENTER]

Ngakak 

seger tuh, bisa main ditaman di pinggir sungai ... emoticon-Big Grin

tapi kalo bawa anak kecil musti hati2 itu, tar salah2 bisa kecebur ke sungai .... emoticon-Blue Guy Peace



Menakjubkan
0 8 7 7 3 4 1 7 7 1 9 9
emoticon-army: Originally Posted by PENJUAL CERUTU emoticon-army:
Quote:Original Posted By cukup.2000
seger tuh, bisa main ditaman di pinggir sungai ... emoticon-Big Grin

tapi kalo bawa anak kecil musti hati2 itu, tar salah2 bisa kecebur ke sungai .... emoticon-Blue Guy Peace



Menakjubkan
0 8 7 7 3 4 1 7 7 1 9 9
emoticon-army: Originally Posted by PENJUAL CERUTU emoticon-army:


udah kaga gan, skarang ada pagernya itu pinggir sungai emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By green.vexia
wuihh... kayaknya seger udara di sana ya ganemoticon-Matabelo


begitulah gan emoticon-Big Grin disini sunyi kotanya
wah boljug neh buat backpackeran emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


emoticon-Kaskus Lovers
ijin nyimak dulu gan..
kayak nya keren tuh tempat nya
Quote:Original Posted By onne
wah boljug neh buat backpackeran emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin


emoticon-Kaskus Lovers


kalo malem minggu disitu rame gan, namanya siring emoticon-Big Grin
moga ini trit bakal rame, amin ya tuhan emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By gagatraino
kayak nya keren tuh tempat nya


enak gan buat pacaran emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By dOnbAthol
ijin nyimak dulu gan..


jangan lama2 nyimaknya gan emoticon-Ngakak
gan, coba kasih travel guide nya dong

kalo pengen kesana paling gampang lewat mana

penginapan yang bagus apa aja

tempat wisata yang menarik apa aja

thx before
Quote:Original Posted By sultanagung77
gan, coba kasih travel guide nya dong

kalo pengen kesana paling gampang lewat mana

penginapan yang bagus apa aja

tempat wisata yang menarik apa aja

thx before


ok gan siap diupdate emoticon-shakehand
UPDATE

Quote:mengenal wisata paser


KECAMATAN TANAH GROGOT


AGRO WISATA TRUBUS SARI

Obyek wisata ini terletak di Desa Padang Pengrapat berjarak sekitar 9 Km dari
Tanah Grogot. Lokasi obyek dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda
empat maupun roda dua. Di kawasan agro wisata dapat dijumpai beragam pohon
buah-buahan seperti rambutan, jeruk, durian dan salak pondoh. Lokasi ini juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti gazebo, mushalla, toilet dan panggung hiburan. Biasanya ditempat ini diadakan pertunjukkan music terutama
pada akhir pekan.

TAMAN RIGARI

Taman Wisata Rigari terletak di Jalan Poros Pondong. Taman ini dilengkapi dengan
tempat peristirahatan (gazebo) dan panggung hiburan. Lokasinya yang berada
dibawa rimbunan pohon-pohon yang besar memberikan Kenyamanan tersendiri bagi
para pengunjung. Taman ini juga dilengkapi dengan kolam yang dapat ditempati untuk bermain Sepeda Air.
KOLAM RENANG AWA SALANGOI

Kolam renang dengan standar internasional ini terletak di kompleks PDAM Tapis, Tanah Grogot. Tempat ini sering ramai dikunjungi pada akhir pekan. Banyak pengunjung menghabiskan waktu liburannya bersama keluarga ditempat ini, sembari menikmati segarnya air kolam. Ditempat ini juga dilengkapi dengan beberapa permainan anak-anak dan kantin.

KANDILO PLASA

Kandilo Plasa tepat berada di tengah kota Tanah Grogot. Tempat ini cocok untuk
wisata belanja. Selain berbagai macam barang dagangan, di lantai 3 para pengunjung dapat juga menikmati berbagai macam makanan dan minuman sambil menemani anak-anak bermain.

KECAMATAN PASER BELENGKONG

Kecamatan yang terkenal dengan kota sejarah ini terletak sekitar 5 km dari
kecamatan Tanah Grogot. Lokasi ini dapat dijangkau dengan jalan darat atau
melalui transportasi air melewati alur sungai Kandilo. Di Kecamatan Paser
Belengkong terdapat beberapa obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi,
diantaranya:

MUSEUM ? SADURENGAS ?
Museum Sadurangas merupakan eks istana kesultanan Paser. Bangunan ini berbentuk
rumah panggung dengan ciri khas ukiran-ukiran yang bermotif sulur-suluran dan kaligrafi huruf arab. Berbagai koleksi benda-benda kuno dapat kita lihat ditempat ini, diantaranya: Al-Qur?an tua bertulis tangan;Tempayang guci kuno peninggalan dinasti yuan, Alat-alat rumah tangga, alat-alat kesenian dan pakaian sultan paser. Di dalam museum ini terdapat pula kerangka ikan paus bongkok dengan panjang sekitar 15 meter yang ditemukan warga Desa Selengot. Disamping museum terdapat sebuah masjid tua bernama Nurul ibadah. Kedua bangunan
peninggalan sejarah termasuk benda cagar budaya. Museum Sadurengas

KOMPLEKS MAKAM RAJA-RAJA PASER

Kompleks Makam Raja-Raja Paser terletak Sekitar 1 Km sebelah selatan Museum Sadurengas. Di dalam kompleks ini dapat ditemukan makam raja-raja dari Kerajaan Sadurengas. Disekitar kompleks pemakaman terdapat sebuah batu yang oleh masyarakat setempat disebut ?Batu Kilan?. Batu ini sering dijadikan media oleh para pengunjung untuk mengetahui nasibnya. Konon, apabila sebatang lidi dengan ukuran sekilan yang ditancapkan diatas batu ini mengalami penambahan panjang maka apa yang diniatkan orang tersebut akan terkabul tetapi apabila lidi itu berubah menjadi lebih pendek dari ukuran semula maka apa yang diniatkan orang itu tidak akan terkabul. Komplek Makam Raja
BATU INDRA GIRI DAN MERIAM PORTUGIS
Tidak jauh dari Museum Sadurangas, dapat ditemukan Batu Indra Giri dan beberapa Meriam Portugis. Batu Indra Giri adalah batu yang dibawa oleh tim ekspedisi penyebaran agama Islam dari Kerajaan Demak bernama Abu Mansyur Indra Jaya. Disekitar Batu Indra Giri dapat pula ditemukan Meriam Portugis yang merupakan sebagian peninggalan Raja-Raja pada zaman dahulu.
AIR TERJUN DOYAM TURU

Air terjun Doyam Turu terletak di Desa Lempesu sekitar 27 km dari ibukota Tanah Grogot. Lokasi ini dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Berbagai fasilitas penunjang yang dapat enambah kenyamanan pengunjung terdapat dilokasi ini, seperti Tempat Parkir yang luas, MCK, kantin dan beberapa tempat peristirahatan. Tidak jauh dari air terjun Doyam Turu juga terdapat Goa dengan bentuk serambi yang cukup luas bernama? Batulis ?. Goa ini dihuni ribuan kelelawar.
KECAMATAN BATU ENGAU

TAMAN HUTAN RAKYAT (TAHURA) LATI PETANGIS

Tahura Lati Petangis saat ini dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Paser
sebagai daerah tujuan wisata andalan. Areal obyek wisata yang merupakan eks
pertambangan batubara ini terletak sekitar 3 km dari ruas jalan Tanah Grogot -
Kerang Dayu lintasan Trans Kaltim Kalsel wilayah selatan. Jarak dari Tanah
Grogot sekitar 30 km dengan waktu tempuh diperkirakan sekitar 1,5 jam. Di obyek
wisata ini telah dilengkapi dengan sarana pendukung seperti kolam pemancingan,
sepeda air, tempat beristirahat, pelataran pemancingan, tempat bermain anak-anak,
panggung pertunjukan and kawasan parkir.

KECAMATAN KUARO

AIR TERJUN DOYAM SERIAM
Air Terjun Doyam Seriam ini merupakan salah obyek wisata yang paling indah di
Kabupaten Paser. Obyek wisata ini terletak di Desa Modang tepatnya kurang lebih
20 Km dari ibukota Kecamatan Kuaro. Lokasi air terjun Doyam Seriam berada
disuatu ketinggian dikawasan Gunung Bule yang berbatasan langsung dengan
pedalaman Desa Rantau Buta Kecamatan Batu Sopang. Selain Panorama Air Terjun,
para pengunjung juga dapat menikmati keindahan bunga anggrek yang dapat dijumpai disepanjang jalan dan disekitar lokasi air terjun.

PONDONG
Lokasi obyek wisata Pondong terletak sekitar 15 Km dari Tanah Grogot. Dilokasi ini pengunjung dapat menyaksikan keindahan panorama laut dan erkampungan nelayan. Kawasan ini akan ikembangkan menjadi kawasan wisata kuliner. Beberapa fasilitas yang sementara dibangun dilokasi ini antara lain Restoran Terapung, penginapan terapung yang dilengkapi dengan tempat pertemuan. Para pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama laut dapat menyewa perahu yang disediakan asyarakat setempat.

PANTAI PASER MAYANG
Paser Mayang terletak 45 Km dari Tanah Grogot. Lokasi ini dapat dijangkau dengan kendaraan darat roda empat dan dua atau dengan kendaraan laut melalui pelabuhan Pondong dengan waktu tempuh selama 15 Menit. Dilokasi ini dapat dijumpai hamparan Paser putih.


Sekian dan terima kasih
up dong emoticon-Sundul Up
emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul:
akhirnya ane jadi aktivis kaskus emoticon-Big Grin