Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016349779/dengan-usaha-donat-kampung-utami-rosidah-raup-ratusan-juta
Thumbs up 
Dengan Usaha Donat Kampung Utami, Rosidah Raup Ratusan Juta
Dengan Usaha Donat Kampung Utami, Rosidah Raup Ratusan Juta

Rosidah Widya Utami kini sukses menjadi produsen donat ternama di Jombang, Jawa Timur. Dipasarkan dengan brand Donat Kampung Utami (DKU), produk donatnya dikenal luas hingga ke luar negeri. Omzetnya ratusan juta dalam sebulan.

Berawal dari hobi membuat kue, Rosidah Widya Utami kini sukses mengembangkan bisnis pembuatan donat dengan brand Donat Kampung Utami (DKU). Omzetnya dalam sebulan mencapai ratusan juta.

Selepas lulus kuliah Fakultas Administrasi Negara Universitas Brawijaya, Malang, Utami sempat bekerja sebagai tenaga administrasi. Namun, kecintaannya pada dunia masak-memasak mendorong Rosidah untuk membuka usaha sendiri.

Di tahun 2001, Rosidah Widya Utami mulai membuka bisnis aneka masakan, termasuk kue. Modal awalnya hanya Rp 100.000. Setelah beberapa bulan berjalan, Rosidah terpikir untuk memfokuskan usahanya pada satu jenis makanan. Ia pun memilih donat dengan pertimbangan kue ini termasuk jajanan yang disukai semua kalangan.

Sebagai jajanan kampung, saat itu donatnya dijual dengan harga Rp 500 per biji. "Saya pilih donat karena banyak yang suka," katanya.

Ia merintis usaha pembuatan donat dengan modal dan peralatan seadanya. Untuk mengaduk adonan donat, semisal, seharusnya memakai mixer ukuran besar. Namun, Rosidah memakai mixer biasa. "Peralatan saya sangat minim. Di bawah standar pabrik kue. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya," ujar Utami.

Dibantu seorang pembantu, ia membuat ratusan donat saban hari dan menjajakan ke sekolah-sekolah. Agar produknya makin dikenal, Rosidah juga rajin mengikuti berbagai pameran wirausaha makanan. Setiap ada pameran di sekitar Jawa Timur, ia pasti ikut serta.

Bukan cuma itu saja, Utami juga memasarkan donat buatannya yang diberi merek Donat Kampung Utami (DKU) lewat blog pribadi.

Sehari-hari, Rosidah tak pernah lupa menuliskan setiap aktivitas seputar usaha donat yang ia geluti, di blog. Bahkan, rezeki mengalir deras berkat blog pribadi tersebut.

Pada tahun 2008, ada investor Malaysia tertarik untuk membeli resep donat milik Utami. Bahkan, ia sampai diundang ke Malaysia.

Sang investor Malaysia itu kemudian membuka gerai donat di Penang Malaysia dengan nama Nash Donut. Kini Nash Donut telah memiliki empat gerai yang berasal dari resep dasar Rosidah. Tiap bulan Nash masih membayar royalti pada Rosidah.

Hasil dari penjualan resep plus pembayaran royalti itu cukup lumayan. Rosidah memanfaatkannya untuk mengembangkan usaha yang membuka gerai donat di Jombang. Pada 2009, Rosidah mulai membuka gerai donat bernama Roshberry Donuts and Coffee di Jombang.

Selain resep, pengusaha asal Negeri Jiran itu juga membeli tepung donat dari Utami. Selama ini, ia memang memasarkan tepung donat ke kalangan umum tidak hanya ke pengusaha Malaysia itu. Harga jual tepung donat mulai Rp 50.000-Rp 200.000 per 1,5 kilogram (kg).

Belajar dari mitranya di Malaysia itu, Rosidah sadar akan pentingnya peran marketing agar usahanya makin berkembang. Rosidah pun mulai membenahi sistem pemasaran dan operasional usahanya. "Melihat di Malaysia, donat saya bisa dipasarkan dengan baik, saya mulai fokus membenahi manajemen," ujar dia.

Dengan membuka gerai donat, Rosidah juga ingin agar donat buatannya itu naik kelas sehingga lebih bergengsi. Kualitas donat produknya dinaikkan ke kelas premium dengan harga Rp 4.000 per buah. Logo dan kemasan donatnya pun ia buat dengan standar yang lebih baik.

Utami juga membuat website sendiri, bahkan mengiklankan produknya secara berbayar via sejumlah media internet, seperti Google dan Facebook.

Pelanggan donatnya terbesar di berbagai daerah di Pulau Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan. "Selama ini, saya banyak kirim ke pelanggan di daerah-daerah," ujarnya.

Sejak tahun 2008, beberapa negara, seperti Hong Kong, Malaysia, dan Singapura juga telah menjadi langganan tetap donat buatan Utami. Selain itu, ia juga memasarkan produk donat itu ke London dan Belanda.

Selama 11 tahun mengendalikan usaha, telah banyak kemajuan yang dicapai. Bahkan, DKU telah menjelma sebuah grup usaha yang membidangi beberapa cabang usaha.

Selain donat, Utami juga merambah usaha pembuatan aneka kue kering, kue tart, brownies, dan roti manis. Usaha ini dikelolanya di bawah bendera DKU Cookies. Pendapatan dari kue kering ini melonjak tajam saat Lebaran dan akhir tahun. "Lebaran tahun ini, omzet saya dari penjualan kue kering saja mencapai Rp 500 juta," ujar Utami.

Ia juga merambah bisnis restoran dengan mendirikan rumah makan Sari Rasa di Jombang. Tahun ini, Utami juga telah menambah tiga bisnis baru ke dalam grupnya. Di antaranya bisnis toko oleh-oleh khas Jombang. Dua lainnya tidak terkait dengan bisnis makanan, yakni jasa hosting desain web dan marketing, serta bisnis fashion and jewelry.


SUMBER

berawal dari hobi...hingga mampu menuai sukses...sebuah contoh yg membangun....

Silahkan Mampir ke Trit ane yg lain:

[HOT INFO]DKI Terapkan Peraturan Gedung Hijau di 2013
Wali Kota Termuda Usia 15 Tahun Terinspirasi Soekarno
Burung Albatross Jadi Inspirator Pesawat Masa Depan
Empat Pulau Di Indonesia Dikaji Untuk Bandar Antariksa
[BERITA MUSIK]Noah Luncurkan Album Perdana di Dua Benua
[PARAH]Selain Juara Korupsi, Indonesia Juga Juara Merokok!
[BERITA SOSIAL] 2 Juta Rumah di Indonesia Tak Layak Huni
Bekasi dan Bandar Lampung Kota Terkotor se-Indonesia
Bebas Plagiarisme, Perpustakaan ITS Jadi Nomor 1

Jika berkenan mohon sumbangan -nya
Syukur2 dihujani
Jombang, Jawa Timur

wah kota kenangan neeeeee....
Quote:Original Posted By INCUBATOR
Jombang, Jawa Timur

wah kota kenangan neeeeee....


kenapa gan?...pernah tinggal di pondok ya...
Quote:Original Posted By ibnutiangfei
kenapa gan?...pernah tinggal di pondok ya...


TBI lah, anak jombang pasti tau tuh apa TBI
Quote:Original Posted By INCUBATOR
TBI lah, anak jombang pasti tau tuh apa TBI


ane bukan orang Jombang tapi ane tahu apa itu TBI

btw, salut buat bu Rosidah, walaupun memang bukan Dunkin Donuts tapi usahanya bisa tergolong sukses...

donatnya dioven atau digoreng ya?
wah ini mbaknya temenku...klo habis balik dari kampungnya selalu bawa macem2 ni donat bnyk bgt...sampe bosen makannya
dari sebuah hobi bisa mendatangkan penghasilan luar biasa
patu jadi contoh
salut ane gan sodara ane Singapore Donat yang di Surabaya udah mau Koleps
Patut menjadikan semangat buat para enterpreneur muda ya
Yang bolong tengahnya memang selalu kusuka.

Empuk , hangat , kental kentul , ueenakh :
nice info bgt ni bs jadi pelajaran
Daripada jadi pasukan nasib bungkus Meningan jadi pasukan donat. Lebih bersih dan masa depan cerah
hahaha
masuk kaskus juga mbak donatnya
emang enak kok,gak kalah ma donat impor
yuppp, mantap bener dah...
hobi yang membawa berkah tu gan
salut ane gan
maju terus ni donatnya
mantab nih gan.. seneng baca berita ginian.. orang sukses yg mulai dari nol..
modal sendiri.. gak ngandalin utang & KKN..
Tnyata dengan usaha keras dan giat, dari mulanya usaha kecil, jadi luar biasa..

padahal jual donat aja, tapi omsetnya luar biasaa



mayan pejwan
keren

kapan ya ane bisa sehebat beliau
wah,, bner2 mantebbb nih usahanya..
ampe segitu gede omset nya
wihhhhh banyak banget gan omsetnya ampe 500 juta cuman dari bagian kue keringnya aja, kalau digabungin semua bagian, berapa m tuch gan penghasilannya sebulan ???
×