Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016348910/indahnya-toleransi---ini-kota-kita
indahnya toleransi - ini kota kita
50 Tahun masjid & gereja di Solo hidup mesra satu atap

indahnya toleransi - ini kota kita

Quote:Maraknya aksi kekerasan dan teror di Solo seolah-olah menenggelamkan berdirinya dua bangunan keagamaan yang berada di kota ini. Dua bangunan itu mencerminkan dan membuktikan bahwa ada toleransi yang besar serta sangat kuat di Solo.

Berdirinya dua bangunan keagamaan yaitu, Masjid Al Hikmah dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dalam nomor alamat yang sama membuktikan masih ada sejarah dan guratan jelas di Kota Solo tentang toleransi dan kerukunan beragama. Itulah yang terlihat dari bangunan yang terletak di Jalan Gatot Soebroto No 222 Solo, Jateng.

Dua bangunan ibadah terlihat menonjolkan lambang masing-masing jenis dan aliran agama. Kubah hijau dan bulan sabit bintang, juga salib besar yang berdiri di atap gereja. Namun, tak ada keangkuhan dan kesombongan antar golongan di sana. Kedekatan terpancar dari bagian bangunan tembok masjid dan gereja yang saling berhimpitan.

Tempat imam masjid untuk salat berjamaah pun secara langsung berbatasan dengan ruang pertemuan gereja yang biasa digunakan untuk aktivitas kegiatan misa jamaahnya. Bahkan, di bagian atas ruang imam tersebut dibiarkan terbuka sehingga tembok salah satu ruangan gereja terlihat menonjol.

Dari pengakuan Pendeta Widi Atmo Herdjanto, gereja itu dibangun lebih dulu pada tahun 1939. Saat itu, gereja didirikan di atas tanah milik seorang ulama sekitar bernama H.Zaini yang telah dibeli oleh sejumlah umat Kristen asal Danukusuman, Solo, Jateng.

Saat bangunan gereja tersebut dibangun, para pendiri juga sudah mengetahui ihwal rencana pembangunan musala, yang direalisasikan tahun 1947, tepat di sisi utara gereja. Sejak saat itu kerukunan kedua umat beragama ini terjalin, layaknya kedua bangunan tempat ibadah yang mempunyai satu alamat bersama.

"Berhimpitan dan bersebelahan tanpa ada jarak sedikitpun baik secara lahiriah bangunan maupun sikap dan perasaan masing-masing umatnya. Bahkan untuk mengabadikan bentuk toleransi itu, masing-masing perwakilan umat Islam maupun Kristen membangun sebuah prasasti Tugu Lilin bercat putih sebagai simbol kebersamaan dan toleransi,” ungkapnya.

Prasasti lilin yang memiliki tinggi 100 centimeter itu sampai saat ini masih kokoh tegak berdiri di sekitar tempat wudlu perempuan yang terletak di sebelah selatan masjid. Tugu bercat putih tersebut menjadi sumpah janji di antara kedua pemeluk keyakinan yang berbeda itu. Untuk hidup rukun dan damai menghindari terjadinya permusuhan dan peliharalah kedamaian selamanya.

Sikap toleransi yang terjalin bahkan menyebar ke seluruh pelosok dunia sehingga banyak orang asing yang berkunjung. Selain ingin melihat dari dekat, mereka juga ingin mengetahui kunci kerukunan yang terjadi antara umat beragama tersebut. Bahkan, dua bulan yang lalu sebelum terjadinya aksi teror beberapa kali di Solo, mendapatkan kunjungan special dari kalangan tokoh agama Eropa.

"Biasanya mereka yang studi banding ke sini menanyakan mengenai berdirinya gereja dan masjid. Saya selalu bilang, gereja lebih dulu berdiri. Kenapa masjid bisa berdiri karena ada kesepakatan dari para pendahulu kita. Silakan membangun masjid bersinggungan, bersampingan dan bergandengan dengan gereja. Dan momentum ini disertai dengan pendirian tugu yang artinya tidak akan ada perbedaan dan permusuhan sampai nanti," jelasnya.

Nasir, salah satu pengurus Masjid Al Hikmah Joyodiningratan menegaskan baik dari pihak gereja maupun masjid sangat menjaga betul arti pentingnya kedamaian, persaudaraan dan persatuan. Sikap toleransi ini secara turun-temurun dari generasi ke generasi dijaga betul selama perjalanan 50 tahun sampai saat ini.

"Kita menjaga betul apa yang namanya prinsip dan sikap toleransi. Seperti dalam ajaran agama Islam, 'Lakum Diinukum Waliyadin" yakni agama kita adalah agama masing-masing, namun dengan saling menghormati ritual ibadah kita adalah urusan pribadi masing-masing,” pungkasnya.

Sikap itu membuktikan, upaya teror yang mencoba untuk memecah belah, kalah dengan kokoh berdirinya kedua bangunan yang bersandingan bahkan satu alamat tanpa terjadinya perpecahan. Begitu indahnya, kedua bangunan yang berbeda aliran dan agama ini secara otomatis mencerminkan penolakan terhadap adanya upaya perpecahan yang dipicu dengan cara teror dan memecah belah dengan menghembuskan permasalahan isu Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA).


Quote:sumber: http://www.merdeka.com/peristiwa/50-...satu-atap.html

jangan obok2 kota kamu dengan isu sara murahan...

Ngakak 

satu agama diajari kedamaian , yg agama satunya diajari senggol bacok!
Quote:Original Posted By .b.a.n.g.s.a.t.
satu agama diajari kedamaian , yg agama satunya diajari senggol bacok!


weleh si agan nih ngeri komennya...

gw komen ts aje...

repost bro udah pernah dipost
Quote:Original Posted By .b.a.n.g.s.a.t.
satu agama diajari kedamaian , yg agama satunya diajari senggol bacok!


gitu ya gan..

:

Quote:Original Posted By pastoran
weleh si agan nih ngeri komennya...

gw komen ts aje...

repost bro udah pernah dipost


wah ya maap..

:
Quote:Original Posted By unununu




jangan obok2 kota kamu dengan isu sara murahan...


dan jangan obok2 air dengan komen sara murahan
Quote:Original Posted By mbia
dan jangan obok2 air dengan komen sara murahan


iya gan..

daripada sara murahan mendingan sara azhari..

:
Bagus'lah buat contoh yg lainnya....

Sayang jarang ter ekspos....
Kurang menggigit berita kek gini....
Quote:Original Posted By agh05t
Bagus'lah buat contoh yg lainnya....

Sayang jarang ter ekspos....
Kurang menggigit berita kek gini....


paling enggak membuktikan bahwa toleransi itu indah gan..

kalo menggigit.. bisa bahaya.. :
Quote:Original Posted By .b.a.n.g.s.a.t.
satu agama diajari kedamaian , yg agama satunya diajari senggol bacok!


kaya gini contoh komen sara murahan nih
Quote:Original Posted By StandarJanda
kaya gini contoh komen sara murahan nih


berarti emang murahan dia gan..

walaupun repost.. tetep adem liat gambarnya.. walau pun saya manusia bejat yang jauh dari agama sendiri, tetep seneng liat yg beginian..

cendol meluncur gan.. tapi ga tau kapan nih.. masih segini2 aja
Quote:Original Posted By .b.a.n.g.s.a.t.
satu agama diajari kedamaian indahnya toleransi - ini kota kita, yg agama satunya diajari senggol bacok!


sesuai dengan id ente . . . " B.A.N.G.S.A.T"
enyah lah ente ke negri seberang .
di jawa tengah, solo, yogya dll hal seperti ini bukan hal aneh, mereka dari awal sudah terbiasa saling menghormati
indahnya toleransi - ini kota kita
ini juga sebelahan. cuma simbol toleransi saja kalo dilihat
Kristen n Katholik yg Cintakasih, Muslim yg Rahmatan lil'alamin. Hindu dan Buddha yg Bijakbestari, brg siapa di antara mrk yg mnghina agama org lain, ssungguhnya dia sdh tdk lg komit kpd keimanannya dan mnghina ajaran agamanya sendiri (FRONT PEMBELA ISLAM, KRISTEN, KATHOLIK, HINDU DAN BUDDHA)

Quote:Original Posted By .b.a.n.g.s.a.t.
satu agama diajari kedamaian , yg agama satunya diajari senggol bacok!


mmh... masasih gan... ane cek dulu... ... gak kelihatan gan ntar ane ke TKP lagi dah...
×