alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016311923/6-alasan-bisnis-waralaba-sering-gagal
6 Alasan Bisnis Waralaba Sering Gagal
Spoiler for Cek Repost:

Banyak orang menyangka berbisnis waralaba merupakan langkah pasti menuju sukses. Tapi pada kenyataannya, banyak alasan yang membuat bisnis waralaba berakhir tidak seperti yang diperkirakan.

Dalam artikel yang dikutip dari Investopedia, Kamis (6/9/2012) ini, kita akan melihat beberapa pertimbangan yang bisa anda kaji sebelum terjun langsung ke bisnis waralaba.

6. Modal awal dan royalti waralaba yang cukup tinggi

Modal awal dan franchise fee bisa sangat mempengaruhi laba penyewa bisnis waralaba. Sebagai contoh, jika anda ingin membuka waralaba McDonald's, anda harus punya lokasi sendiri (sewa maupun milik), belum lagi royalti waralaba sekitar Rp 405 juta (US$ 45.000) untuk memegang hak waralaba selama 20 tahun, setelah masanya habis maka bisa diperpanjang.

Jika dihitung-hitung secara total, biaya yang anda harus keluarkan untuk membuka sebuah restoran cepat saji McDonald's berkisar antara Rp 4,5 miliar sampai Rp 14,4 miliar.

Yang paling merepotkan adalah, franchise fee yang harus disetorkan per tahun. Setiap tahun, pemegang pemegang waralaba harus menyetorkan 12,5% omzetnya ke pemilik waralaba. Jadi, berapapun omzet anda atau sebaik apapun bisnis, anda akan terus terikat dengan peraturan ini.

Ongkos sewa tahunan ini merupakan syarat paling standar dalam dunia waralaba. Bahkan, Burger King meminta tambahan 4,5% jika ongkos waralabanya mencapai Rp 450 juta, sama seperti Dunkin' Donuts yang meminta tambahan 5,9% untuk franchise fee di kisaran Rp 360-720 juta tergantung lokasi.

Dikurangi gaji karyawan, uang makan dan pajak, bisa terlihat bahwa memegang lisensi waralaba tidak semudah seperti kelihatannya.

5. Biaya bahan baku yang mahal

Untuk anda bisa tetap berbisnis, kebanyakan pemilik waralaba memaksa para pemegang lisensinya untuk membeli bahan baku dari pensuplai yang biasanya masih ada hubungan 'spesial' dengan si pemilik waralaba. Biasanya, harga yang ditetapkan oleh pensuplai ini lebih tinggi ketimbang harga pasar.

Bahkan, beberapa pemilik waralaba makanan cepat saji mematok 5-10% lebih tinggi dari harga pasar untuk produk-produk seperti sayuran, tomat atau bahan baku lainnya. Padahal, sayuran tetap sayuran yang harganya biasanya hampir sama, tapi ini menjadi salah satu cara lain si pemilik waralaba menggenjot laba.

Jangan sekali-sekali anda membatalkan pesanan bahan baku dari si pemilik waralaba, karena bukan tidak mungkin ia kan memutus kontrak anda di tengah jalan sehingga anda tak lagi bisa berbisnis.

4. Minimnya pendanaan

Kebanyakan pemegang lisensi waralaba tidak punya akses ke pendanaan yang baik. Jadi, jika butuh tambahan modal, kebanyakan pemegang lisensi waralaba harus merogoh koceknya sendiri. Bisa dibilang, pemegang lisensi waralaba bergantung pada diri sendiri.

Beberapa pemilik waralaba mengetahui hal ini dengan baik sehingga memberikan opsi cicilan untuk franchise fee, modal awal, bahan baku dan peralatan untuk memulai waralaba. Situasi seperti ini biasanya lebih menarik para calon pemegang lisensi waralaba.

3. Minimnya kontrol lokasi

Beberapa waralaba punya aturan untuk tidak terlalu banyak membuka tokonya di sebuah kota demi menghindari saturasi pasar dan omzet yang anjlok. Akan tetapi banyak juga waralaba yang membuka toko sebanyak mungkin di sebuah kota demi menggenjot penjualan.

Itulah mengapa bukanlah sesuatu yang aneh jika anda melihat lima gerai McDonald dalam radius 8 km karena perusahaannya berusaha untuk meraup setiap uang yang ada di wilayah tersebut. Pemilik waralaba memang dapat untung banyak, tapi yang menderita adalah gerai si pemegang lisensi waralaba, karena tiap muncul satu waralaba di lokasi yang sama, maka omzetnya bisa turun sampai setengah.

2. Kurang kreatif

Sebuah waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.

1. Pemilik waralaba kurang mengenal daerah baru

Anda pasti sering mendengar kalau kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi, lokasi, lokasi. Pasalnya, lokasi memang sangat mentukan sukses atau gagalnya sebuah bisnis.

Intinya, jika anda tidak bisa menemukan lokasi yang tepat untuk membuka waralaba, anda pasti akan kesulitan, karena si pemilik waralaba pun tidak bisa banyak membantu anda dalam menentukan lokasi.

Contohnya waralaba pizza. Anda tidak bisa dengan mudah membuka gerai pizza di sebuah daerah yang cukup ramai penduduk. Tetapi, anda juga harus perhatikan tingkat usia di lokasi tersebut.

Salah besar jika anda membuka gerai pizza di lingkungan ramai tapi isinya orang tua. Lebih baik anda cari lingkungan yang lebih sepi tapi isinya anak muda semua.

Riset seperti ini lah yang biasanya tak dimiliki oleh si pemilik waralaba. Si pemegang lisensi waralaba lah yang bertugas untuk melakukan riset ini sendirian tanpa bantuan kantor pusat.

Kesimpulan

Menjalankan bisnis waralaba adalah sebuah keputusan serius yang harus dilaksanakan dengan hati-hati. Sebelum anda menyewa waralaba, banyak belajarlah mengenai perusahaan yang jadi target, begitu pula dengan produk dan lokasinya. Karena bahkan dengan produk dan lokasi yang baik, belum tentu anda bisa meraup laba. Jadi, pastikan adan tahu risikonya sebelum membuka waralaba.

SUMBER:
[url]http://finance.detik..com/read/2012/09/06/072821/2009595/4/8/6-alasan-bisnis-waralaba-sering-gagal991101mainnews[/url]


NB:
ane punya peluang bisnis nih buat para juragan kaskus yang ingin berwirausaha: http://kask.us/16231094
pantesan wralaba sering bangkrut gara-gara faktor diatasemoticon-Cape d... (S). Korbannya rental PS3 langganan ane di sukatani cimanggisemoticon-Cape d... (S)
yg paling menentukan emang lokasi, harus strategis emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
wah lumayan nih buat nambah ilmu dagang ane emoticon-Cool
Quote:Original Posted By arief.wibolang
wah lumayan nih buat nambah ilmu dagang ane emoticon-Cool


terimakasih yah gan emoticon-Shakehand2
Bisnis waralaba emang menguntungkan, gan....buat yang punya merk. Makanya mending bikin merk sendiri trus diwaralabain...emoticon-Blue Guy Peace
buka warung bakmi jawa aja gan...tapi di papuaemoticon-Ngakak
Ooh jadi lokasi yang paling berpengaruh ya? emoticon-Thinking
inilah salah satu alasan ane gak jadi ambil franchise.menguntungkan pihak franchise
buka bisnis sendiri aja gan,sambil cari peluang .. klo pinter cari peluang pasti sukses tuh bisnisnya emoticon-Blue Guy Smile (S)
ane pernah juga gan buka waralaba
tapi gagal emoticon-Berduka (S)
sering gagal emoticon-Big Grin

biasa itu mah kalau bisnis emoticon-Big Grin

kalau berhasil semua banyak yg bakal buka nanti emoticon-Big Grin
Begitulah gan... tapi semua ada plus dan ada minus kalau ane lebih berjenis single fighter... jadi kayanya masih jauh ikutan waralaba... emoticon-Ngacir
kalo liat point no 6, mending buat produk sendiri aja emoticon-Big Grin
padahal niat mau bisnis sambilan waralaba gan emoticon-Embarrassment
Mantab bro emoticon-Rate 5 Star
Kaya nya TS Enterpreneur nih?!
emoticon-I Love Kaskus (S)emoticon-I Love Kaskus (S)emoticon-I Love Kaskus (S)

Solusi dan bukti , gunakan konsultan dan coaching bisnis

Agar anda bisa lebih maksimal dan ada yang memandu dalam berbisnis dan mewaralabakan usaha anda bisa menggunakan konsultan

kami memiliki beberapa usaha yang berbasis waralaba dan terus berjalan
  1. Iga Bakar Jogja
  2. Penyetan Mak Ayoh
  3. Sate Maringgi
  4. Team Kupu Laundry


dan juga telah berhasil membantu beberapa usaha kuliner, laundry dan cucimobil meningkatkan sistem dan kinerja mereka.
6 Alasan Bisnis Waralaba Sering Gagal


bagi anda yang membutuh konsultan atau coaching
kontak kami
Martin B Sasongko
082116567778
087861011012
martin@coachingbangunbangsa.com
[url]www.bangunbangsa.com[/url]
Follow @terbaiktiaphari
emoticon-Blue Guy Peace
Quote:2. Kurang kreatif

Sebuah waralaba biasanya mewajibkan keseragaman. Mulai dari dekorasi toko, papan reklame, produk yang ditawarkan sampai seragam pelayannya harus sama. Untuk orang yang menyukai kreatifitas, ini bisa membuat frustasi.

Jadi, jika anda yang terbiasa menjadi bos bagi diri sendiri, keseragaman ini mungkin cukup sulit dilakukan. Mungkin anda tidak cocok untuk berbisnis waralaba.



keknya ini fakor palng mendasar gans ..
coz sebuah produk akan sussah bertahan tanpa adanya modifikasi dan penyesuaian terhadap pasar ..
cmiiw emoticon-I Love Indonesia (S)
Biasanya kurang kreatif gan
Waralaba, seringkali barang yang dijual juga sifatnya seasonal/musim-musiman. Jadi ingat dulu ngetren banget pisang goreng kriuk...