Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016299077/dosen-uin-malang-temukan-model-tanam-dinamis
Inspiratif Dosen UIN Malang Temukan Model Tanam Dinamis
Dosen UIN Malang Temukan Model Tanam Dinamis

Suhartono, seorang dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, menemukan sistem pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis. Lebih efektif, untuk tanaman kedelai dan bunga.

Menurut Suhartono, saat ditemui Kompas.com, Selasa (4/9/2012) kemarin di kampus UIN Maliki Malang, selama ini, Indonesia sering kekurangan pasokan kedelai. Padahal Indonesia adalah negara agraris. Ternyata problemnya terletak pada masih lemahnya pengembangan produksi kedelai.

"Dalam penelitian yang kami yang lakukan selama tiga tahun itu, berhasil menemukan temuan baru berupa 'pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis yang mengintegrasikan metode Fuzzy Mamdani dan Metode Genetic-L-System Programming'," katanya.

Penelitian tersebut telah diujicobakan ke tanaman bunga kembang kertas. "Yang dimaksud sistem dinamis itu, mampu menghasilkan pengaruh pemberian variasi komposisi pada pertumbuhan sebuah tanaman. Yang awalnya, tanaman tidak bisa diketahui hasilnya, dengan sistem yang kami temukan bisa diketahui," katanya.

Lalu, dengan metode "Pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis yang mengintegrasikan metode Fuzzy Mamdani dan Metode Genetic-L-System Programming," itu, orang yang akan menanam akan mengetahui hasil tanaman sebelum dipanen. Apa saja yang yang dibutuhkan tanaman dan yang akan mempengaruhi tanaman, sudah diketahui terlebih dahulu.

"Petani sudah bisa memprediksi pertumbuhan tanaman yang akan ditanam. Metode ini lebih efektif untuk sistem tanam kedelai, bunga dan padi. Tapi juga bisa dipakai untuk semua jenis tanaman," jelas pria yang tengah menyelesaikan program doktornya di Pasca Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Hasil temuannya tersebut, aku Suhartono, sudah diminta oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, untuk diterapkan di Kabupaten Nganjuk. "Namun, akan digunakan untuk tanaman padi, bukan kedelai," katanya.

Ditanya apakah ke depan akan diterapkan untuk sistem tanam kedelai? Suhartono mengaku, jika pemerintah atau ada lembaga yang memintanya, ia siap menjalankannya. "Agar tanaman kedelai di Indoensia bisa tumbuh dengan optimal," katanya.

Suhartono menambahkan, dengan temuan metode dan sistem yang dihasilkannya tersebut, bisa meringankan beban bagi petani dan membuang spekulasi yang berakibat tidak menguntungkan. "Karena dengan temuan itu, petani sudah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan tanaman dan antisipasinya agar hasilnya optimal," katanya. "Tingkat errornya hanya 13 persen. Dan temuan itu, sudah berbentuk program dalam bentuk software," sambungnya,


SUMBER

wah...hebat...meskipun ane ga seberapa paham maksudnya....

dosen ga mau kalah sama mahasiswa2 yg terus berinovasi.....
bertani sambil pake software?maksudnya gmn ini gan?
Quote:...... jelas pria yang tengah menyelesaikan program doktornya di Pasca Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Temuan yang baik.



Lebih keren lagi yang aku quote itu.

ITS Nu , .... ITS Kota Surabaya :
Quote:Original Posted By ibnutiangfei
Dosen UIN Malang Temukan Model Tanam Dinamis

Suhartono, seorang dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur, menemukan sistem pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis. Lebih efektif, untuk tanaman kedelai dan bunga.

Menurut Suhartono, saat ditemui Kompas.com, Selasa (4/9/2012) kemarin di kampus UIN Maliki Malang, selama ini, Indonesia sering kekurangan pasokan kedelai. Padahal Indonesia adalah negara agraris. Ternyata problemnya terletak pada masih lemahnya pengembangan produksi kedelai.

"Dalam penelitian yang kami yang lakukan selama tiga tahun itu, berhasil menemukan temuan baru berupa 'pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis yang mengintegrasikan metode Fuzzy Mamdani dan Metode Genetic-L-System Programming'," katanya.

Penelitian tersebut telah diujicobakan ke tanaman bunga kembang kertas. "Yang dimaksud sistem dinamis itu, mampu menghasilkan pengaruh pemberian variasi komposisi pada pertumbuhan sebuah tanaman. Yang awalnya, tanaman tidak bisa diketahui hasilnya, dengan sistem yang kami temukan bisa diketahui," katanya.

Lalu, dengan metode "Pemodelan pertumbuhan tanaman dinamis yang mengintegrasikan metode Fuzzy Mamdani dan Metode Genetic-L-System Programming," itu, orang yang akan menanam akan mengetahui hasil tanaman sebelum dipanen. Apa saja yang yang dibutuhkan tanaman dan yang akan mempengaruhi tanaman, sudah diketahui terlebih dahulu.

"Petani sudah bisa memprediksi pertumbuhan tanaman yang akan ditanam. Metode ini lebih efektif untuk sistem tanam kedelai, bunga dan padi. Tapi juga bisa dipakai untuk semua jenis tanaman," jelas pria yang tengah menyelesaikan program doktornya di Pasca Sarjana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Hasil temuannya tersebut, aku Suhartono, sudah diminta oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, untuk diterapkan di Kabupaten Nganjuk. "Namun, akan digunakan untuk tanaman padi, bukan kedelai," katanya.

Ditanya apakah ke depan akan diterapkan untuk sistem tanam kedelai? Suhartono mengaku, jika pemerintah atau ada lembaga yang memintanya, ia siap menjalankannya. "Agar tanaman kedelai di Indoensia bisa tumbuh dengan optimal," katanya.

Suhartono menambahkan, dengan temuan metode dan sistem yang dihasilkannya tersebut, bisa meringankan beban bagi petani dan membuang spekulasi yang berakibat tidak menguntungkan. "Karena dengan temuan itu, petani sudah mengetahui terlebih dahulu kebutuhan tanaman dan antisipasinya agar hasilnya optimal," katanya. "Tingkat errornya hanya 13 persen. Dan temuan itu, sudah berbentuk program dalam bentuk software," sambungnya,


SUMBER

wah...hebat...meskipun ane ga seberapa paham maksudnya....

dosen ga mau kalah sama mahasiswa2 yg terus berinovasi.....


mantap, kalo dikembangi lebih lanjut pasti tingkat error-ny lebih kecil lagi
inovasi baru lagi ni di bidang pertanian.. : :
Genetic algorithm yang merupakan bagian dari Artificial Intelligence memang bisa digunakan untuk memprediksi "pelayanan" kepada manusia. Ini menarik sekali karena dia memanfaatkannya untuk memprediksi yield hasil panen.


Good!


_______________________________________________________
KunciPintuDigital*com

udah pak minggat aja keluar negeri

anak2 negeri ini ababil2 cmn butuh perek2 macam si perekz, dan si sisik yg bisanya buat ngaceng doang gak lebih

dan pemerintah dan cukong2 pun mengobral perekz2 tsb suapaya membius ababil2 dan buruh2 biar gak punya pikiran macem2

disini gak butuh orang2 pinter, sblm menyesal krn nasionalisme, mending keluar pak, bisa dpt fasilitas macem2
Quote:Original Posted By metrobatang
bertani sambil pake software?maksudnya gmn ini gan?


iya gw jadi bingung tuh..

gmn connect nya klo bertani masuk ke software?
hebat gan salut ane sama ini orang
terus maju pak.. semoga sukses
ane gak tau maksudnya gan,mungkin ada yang bisa menjelaskan dg bahasa sederhana,,, tapi salut buat pak dosen
Quote:Original Posted By cattleyaqueen
inovasi baru lagi ni di bidang pertanian.. : :


inovasi baru tapi kalo cma stop di riset doank n ga dipake luas sama petani ya sama aja boong

peneliti pertanian bikin inovasi ini itu tapi petani masi aja make cara nenek moyang ya gakan brubah deh kondisi
inovasinya kayak apa seh koq gag mudeng ane
×