Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016293658/terkait-ngruki-pbnu-pesantren-radikal-melahirkan-teroris
Poll: Jebolan Pesantren Ngruki kebanyakan menjadi teroris, karena:
diajari paham radikal dan kebencian di Pesantren Ngruki 76% (87 votes)
motif ekonomi demi nasi bungkus 16% (18 votes)
dikucilkan oleh masyarakat seperti Bayu, ABG menikah dengan janda 9% (10 votes)
Cool [Terkait Ngruki] PBNU: Pesantren Radikal Melahirkan Teroris
PBNU: Pesantren Radikal Melahirkan Teroris
Penulis : Kiki Budi Hartawan | Rabu, 5 September 2012 | 00:00 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketua Umum PBNU) KH Said Aqil Siradj mengatakan, pondok pesantren dengan ajaran radikal ikut melahirkan teroris dan mencoreng umat Islam. "Kalau namanya teroris sudah pasti merugikan dan mencoreng umat Islam, dan tidak mati syahid. Pesantren radikal itu bukan teroris, melainkan melahirkan teroris," ungkapnya saat diskusi bertema isu-isu nasional, di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (4/9/2012).

Said menjelaskan bahwa ajaran Wahabi juga bukan teroris. "Tapi kalau yang belajarnya setengah-setengah dan tidak paham, dia bisa menjadi seorang teroris," ungkapnya.

Saat disinggung mengenai kedatangan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Said menilai tidak ada masalah jika bertujuan baik bagi bangsa dan negara. "Mari, silakan saja. Tapi kalau punya tujuan lain, jangan. Lagi pula, Indonesia itu sudah solid," katanya.

SUMBER

Tiga Tersangka Teroris Mantan Siswa Ngruki
Penulis : Ferry Santoso | Rabu, 5 September 2012 | 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Tiga dari empat tersangka yang ditembak atau ditangkap polisi antiteror adalah mantan siswa Pondok Pesantren Ngruki, Solo, Jawa Tengah. Ketiga tersangka itu adalah Farhan (tewas), Mukhsin (tewas), dan Firman yang baru ditangkap di Depok, Rabu pagi (5/9/2012).

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (5/9/2012). "Mukhsin, Firman, dan Farhan, merupakan teman seangkatan yang berasal dari pondok pesantren Ngruki," kata Boy Rafli. Satu tersangka lagi yang ditangkap Bayu bukan alumni Ngruki.

Boy menjelaskan, peran Firman dalam aksi penembakan terhadap polisi tanggal 17 dan 30 Agustus di Solo yang dilakukan Farhan adalah membonceng Farhan. Peran Mukhsin dan Bayu dalam aksi penembakan itu adalah melakukan pengamatan atau survei.

SUMBER

Kedua Terduga Teroris Nunggak Biaya Pesantren
Penulis : Kontributor Surakarta, M Wismabrata | Senin, 3 September 2012 |

SUKOHARJO, KOMPAS.com -- Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengakui apabila Farhan Mujahid dan Muchsin Tsani adalah alumni Pondok pesantren yang pernah dibesarkan oleh ustad Abu Bakar Baasyir. Namun, kedua terduga teroris tersebut yang tewas ditangan Densus 88 saat penggrebekan di Jalan Veteran,Solo,Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012), mempunyai sejarah berbeda.

Direktur Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Wahyuddin membeberkan catatan akademik kedua tersangka terduga teroris yang ada di pesantrennya. Farhan Mujahid adalah remaja kelahiran 14 November 1993, di Nunukan, Kalimantan dengan ayah bernama Muh Aris. Saat masuk ke Ponpes Al-Mukmin, Ngruki, Farhan menggunakan ijazah SD dari sebuah SD swasta di Pulai Sebatik, Kalimantan.

Farhan masuk ke Ponpes al-Mukmin, Ngruki tahun 2005 dan menempuh pendidikan menengah di Madrasah Tsanawiyah (MTs setingkat SMP) di Ngruki hingga 2008. Ekonomi keluarga Farhan mengalami kesulitan setelah ayahnya bernama M Aris, meninggal, lalu dia dikabarkan menjadi anak tiri dari Abu Omar.

Permasalahan ekonomi yang mendera keluarga Farhan, mengakibatkan dia tidak bisa melunasi biaya adminitrasi di pondok. Wahyuddin mengatakan, tidak ada pengajuan untuk meminta keringanan dari keluarga Farhan, karena sebenarnya pondok memiliki fasilitas untuk jalur khusus bagi keluarga tidak mampu.

"Dulu, seharusnya dia masuk dengan jalur khusus untuk keluarga tidak mampu, sehingga akan diusahakan sebagai anak asuh," kata Wahyuddin.

Sementara itu, Muchsin Tsani tercatat sebagai anak seorang bernama Muslimin di Jalan Batu Ampar, Keramatjati, Jaktim. Dia lulusan SMPN 126 Jakarta lalu masuk Kuliyyatul Mu'alimin Al-Islamiyyah (KMA) (sekolah khusus agama setingkat SLTA) di Ngruki. Peraturan pondok, Muchsin diwajibkan mengikuti pendidikan takhassus (persiapan) selama setahun.

"Ijazah kedua orang tersebut, Farhan dan Muschin masih berada di pondok. Muchsin masih memiliki tanggungan administrasi hampir 12 juta. Dia juga belum mengikuti program dakwah selama setahun setelah lulus KMA. Oleh sebab itu, kedua siswa tersebut kami sebut sebagai jebolan, bukan lulusan," kata Wahyudin.

Sementara itu, tentang Bayu Setiono yang tertangkap hidup di Gondangrejo, Karanganyar,Jawa Tengah, Wahyuddin menegaskan Bayu bukan alumni a Al-Mukmin Ngruki. Wahyuddin mengaku tidak mengetahui orang tersebut.

SUMBER

Ane tidak heran dengan berita ini, segala sesuatu yang berbau ABB selalu terkait terorisme.

Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki Sukoharjo

Ada info pendaftaran santry baru Ngruky gak ya gan?
Katanya di Ngruki Kurikulum nya berbasis kompetensi lho, Terpadu lagi. kualitasnya sudah tidak diragukan lagi, Tenaga Pengajar juga ada yang lulusan dari luar negeri lho.
ekskulnya katanya juga beda dengan ponpes lain. santrinya gak cuma dilatih sholat gan, ilmu Fisika ama Kimia katanya sangat maju lho.


MISI

• Mencetak kader Ulama dan cendekia yang amilin fi sabilillah.
• Melaksanakan kegiatan pendidikan dan da'wah secara "Independen" dan bertanggung jawab kepada umat
melalui YPIA
• Melaksanakan proses pembelajaran secara integral dalam satu kepemimpinan mudirul Ma'had

TUJUAN

• Lahirnya kader ulama dan cendekia yang amilin fi sabilillah
• Lahirnya generasi yang siap menerima dan mengamalkan Islam secara kaffah

Indikator Keberhasilan Pendidikan
Keberhasilan proses pendidikan pesantren ditandai dengan karakter uot put santri :
1. Beraqidah As Salimah
2. Beribadah Ash Shohihah
3. Bertafaqquh Fiddin
4. Berakhlaqul Karimah
5. Berwawasan Ilmu Pengetahuan yang luas
6. Berbadan sehat
7. Trampil dan mandiri
8. Bersedia Berjihad Fi Sabilillah

Ruh Proses Pendidikan Pesantren
Seluruh proses pendidikan di Pesantren harus dilandasi pada satu kesatuan ruh/spirit yang dinamakan
"Panca Jiwa Pesantren"

Panca jiwa Pesantren :
1. Keikhlasan
2. Kesederhanaah
3. Kemandirian
4. Ukhuwah Islamiyah
5. Kesediaan Berkorban

http://www.almukmin-ngruki.com/index...d=53&Itemid=66

Terduga Teroris Lulusan Ngruki Ditangkap di Depok

Pelaku penembakan masih berusia 20 tahun

Satu persatu pelaku teror yang terlibat dalam serangkaian aksi teror di Solo, termasuk penembakan polisi di Pos Polisi Matahari, Singosaren di Jl. Dr. Radjiman, berhasil digulung Densus 88/Antiteror Mabes Polri.

Setelah dua orang terduga teroris, Farhan Mujahidin dan Mukshin Sanny Permadi, tertembak mati dan Bayu tertangkap hidup dalam penggerbekan yang berlangsung pekan lalu, kali ini giliran Firman yang dibekuk.

Firman yang dibekuk di daerah Kalimulya, Depok itu masih berusia belia.

"Usianya 19-20 tahun. Sama dengan Farhan dan Mukhsin dia juga lulusan Ponpes (Al Islam, Ngruki). Mereka ini seangkatan semua," kata penyidik Densus 88 yang meminta tak disebutkan namanya.

Menurut penyidik Densus tersebut, Firman adalah salah satu pelaku penembakan di Pos Polisi di Solo.

"Dia yang bersama Farhan menembaki Pos di Solo," jawab penyidik tersebut.

Dalam penembakan di pos polisi pada Jumat (17/8) di pos pengamanan (Pos Pam) 05 Gemblegan, Serengan, Solo mengakibatkan dua orang polisi mengalami luka-luka.

Seperti diketahui, Farhan Mujahidin, 19, pernah mengeyam pendidikan di madrasah tsanawiyah Ngruki pada 2005-2008 bersama Mukhsin Sanny Permadi, 19.

--------------

pemahaman pendirinya aja jungkir balik, Demokrasi + Sekuler + Nasionalisme = Dosa Syirik,
kalo alumninya begitu ya wajarlah.
.
PBNU gak ngaca ya?kemaren2 yang di Sampang bunuh2an emang itu warga mana buruk muka cermin dibelah
Quote:Original Posted By nabi.taqqiya
yah buat NU mungkin mereka terroris
buat Muhamaddiyah dan aliran lainnya mereka adalah pahlawan, syahid, dan mus mus taat

akarnya memang harus diberantas


kalau mau troll jangan di sini gan...

mikiro lan makaryo ojo muk sendiko
ngemeng aja lo bau, exis mulu, dah kayak artis aja..
ane setuju, klo semua orang berpendapat kayak PBNU pasti indonesia ngak ada teroris . karena kekerasan hanya melahirkan kekerasan . tidak ada perdamaian
jaman Mbah Harto ga ada yang kaya ginian...
ane setuju, klo semua orang berpendapat kayak PBNU pasti indonesia ngak ada teroris . karena kekerasan hanya melahirkan kekerasan . tidak ada perdamaian
Quote:Original Posted By DanialSyafiq.
ngemeng aja lo bau, exis mulu, dah kayak artis aja..


biasa gan...caper

kalo yg banyak menghasilkan JIL dan semacamnya biasanya dari mana ya gan?
nah begini masalahnya,

klo emang dari dulu di indikasi kuat melakukan hal2 kejahatan kenapa gak diberangus atau di tutup aja ponpes nya?? sekarang malah didiamin ky dipiara dan seakan2 'suatu saat pasti berguna', ngerti kan maksud gw
klo menurut ane para teroris itu blm paham bnr soal islam.. modal koar2nya cuma mentang2 dah bisa ngaji & solat 5 waktu dah menganggap diri paling bnr.. sadar dong coy, justru dgn tindakan lo itu malah bikin rusak citra islam aja.
Quote:Original Posted By Mas Fahman
nah begini masalahnya,

klo emang dari dulu di indikasi kuat melakukan hal2 kejahatan kenapa gak diberangus atau di tutup aja ponpes nya?? sekarang malah didiamin ky dipiara dan seakan2 'suatu saat pasti berguna', ngerti kan maksud gw


Ditutup apa dasar hukumnya ? itu masalahnya
Kurikulum pesantrennya ga ngajarin ngebom, ga ngajarin neror, gak ngajarin makar kok.

Sejak era reformasi 1998, para radikal pada berani terang-2an, coba jaman orde baru tanya aja, pada dimana mereka, pada diam dan ada yg ngumpet di negara lain.

cek aja Tu Ormas-2 radikal berdirinya tahun berapa

makanya
Era orba ada baik buruknya, era reformasipun ada baik buruknya, tinggal pilih aja suka yg mana.
Quote:Original Posted By nabi.taqqiya
bukan ngetroll gan tapi itu faktanya
akarnya memang itu...


eheheh....mosok.
saya kok malah baru tau,....
kalau benar seperti yg agan katakan,bahwa akarnya dari muhammadiyah,kenapa ngga di bubarin saja muhammadiyah?

mikiro lan makaryo ojo muk sendiko
jangan pesantrennya yg disalahin ataupun agama yg dianut, tapi negara ini emang gak salah kalo dijulukin "auto pilot", elit2 politik tarung satu sama lain cuma untuk kepentingan pribadi dan golongan mereka sendiri.

kalo emang udah jelas jadi sarang teroris, ya dibasmi lah sekalian entah mau pake cara barbar atau cara damai.

akhirnya kalau udah begini, yg jadi korban cuma bawahan yg selalu menjadi garis depan dalam tiap perjuangan.

ane yakin, kalo emang mau diberangus kelompok2 radikal RI, pemerintah pasti sanggup, tapi yg menjadi pertanyaan, apakah ada kemauan ?

Quote:Original Posted By Mas Fahman
nah begini masalahnya,

klo emang dari dulu di indikasi kuat melakukan hal2 kejahatan kenapa gak diberangus atau di tutup aja ponpes nya?? sekarang malah didiamin ky dipiara dan seakan2 'suatu saat pasti berguna', ngerti kan maksud gw


lhaa emang ada dasar hukumnya bro?? abib yang ngajarin kalo AS/zionis adalah musuh dan pemerintah indonesia adalah kaki tangan tuh AS/zionis??...:
UU subversi kan udah dicabut gan...

ntar dikira menghambat kebebasan berpendapat dan berekspresi di negara demokratis ini dong gan, rejimnya di cap jadi rejim diktator...
Quote:Original Posted By khan10


Ditutup apa dasar hukumnya ? itu masalahnya
Kurikulum pesantrennya ga ngajarin ngebom, ga ngajarin neror, gak ngajarin makar kok.

Sejak era reformasi 1998, para radikal pada berani terang-2an, coba jaman orde baru tanya aja, pada dimana mereka, pada diam dan ada yg ngumpet di negara lain.

cek aja Tu Ormas-2 radikal berdirinya tahun berapa

makanya
Era orba ada baik buruknya, era reformasipun ada baik buruknya, tinggal pilih aja suka yg mana.


yg di mataram aja (yg udah jelas2 bikin bom dan meledak di pesantren) ga ditutup...
Quote:Original Posted By firewallshop
yg di mataram aja (yg udah jelas2 bikin bom dan meledak di pesantren) ga ditutup...


ga tau yg itu gan, bawah ane kali tahu.

cuman nurut pemikiran gw ni, di era demokrasi, pemahaman harus di counter dengan pemahaman.

NU dan Muhammadiyah punya ulama-2 besar, tapi perasan ga ada yg turun gunung berdakwah bagaimana harusnya beragama dalam kerangka NKRI, dimana semua konstitusinya sudah disepakati bersama sama.
makanya yg radikal ini hrs diisolasi klw bs diusir dr bumi Indonesia..