Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016274210/ketidakjelasan-asal-debu-abu-yang-menyelimuti-bandarlampung-krakatau-meletus
Thumbs up KETIDAKJELASAN asal debu abu yang menyelimuti Bandarlampung (Krakatau meletus)
1. Versi BNPB
Quote:
BNPB Benarkan Abu Letusan Gunung Anak Krakatau Hingga ke Lampung
Selasa , 04 September 2012 07:33:10
Oleh : Sugandi

KBRN, Jakarta : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membenarkan lontaran abu letusan Gunung Anak Krakatau menjangkau hingga ke Lampung.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengaku mendapat laporan dari BPBD Lampung mengenai beberapa pemukiman warga yang tertutup abu. Informasi yang dia terima disebutkan abu berasal dari Gunung Anak Krakatau yang meletus Minggu kemarin.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD memang ada abu dibeberapa tempat namun sudah menurun atau bersih,” kata Sutopo dalam dialog bersama Pro3 RRI, Selasa (4/9).

BNPB melalui BPBD baik ditingkat provinsi dan kabupaten telah membagikan masker kepada warga. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi jauh hari serta menyusun peta ancaman dan dampak dari letusan gunung aktif itu.

“Rencana penanggulangan bancana Provinsi Lampung sudah membuat peta ancaman dan dampaknya. Kita juga sudah menggelar pelatihan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau meletus pada Minggu pukul 18.00WIB. Letusan diikuti dengan lontaran api pijar. Kendati demikian, hingga saat ini, status anak Gunung Krakatau level II atau waspada yang telah ditetapkan sejak 2011.

Namun dia memastikan dampak dari letusan gunung itu tidak berbahaya dan tidak signifikan. Bahkan menurut dia, letusan Gunung Anak Krakatau adalah hal yang wajar.

“Ini sifatnya alamiah untuk Gunung Anak Krakatau yang sedang tumbuh sehingga tumbuhnya besar”.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tetap beraktivitas seperti biasa. Dan abaikan isu-isu dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Masyarakat tetap tenang, jangan menimbulkan keresahan yang menyebabkan investasi menurun dan wisata juga menurun karena takut,” imbaunya. (Sgd/WDA)
(Editor : Waddi Armi)


2.Versi BVMBG
Quote: Selasa, 04/09/2012 09:04 WIB
Hujan Abu di Lampung Bukan dari Letusan Gunung Anak Krakatau
Prins David Saut - detikNews

Jakarta Debu yang diduga berasal dari letusan gunung Anak Krakatau oleh masyarakat Bandar Lampung ternyata tidak tepat. Debu tersebut berasal dari kebakaran salah satu bukit dekat ibukota Provinsi Lampung tersebut.

"Itu tidak ada abu vulkanik sampai Lampung, itu kan di Lampung adanya kebakaran bukit yang terkena tiupan angin mengarah kota," kata Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMBG) Kementerian ESDM, Surono, pada detikcom, Selasa (4/9/2012).

Surono mengaku heran dengan informasi yang menyebutkan abu tersebut berasal dari letusan gunung Anak Krakatau. Padahal ketinggian letusan gunung Anak Krakatau hanya mencapai 400 meter berupa material berat yang tidak mungkin bisa mencapai kota Bandar Lampung.

"Materialnya itu batuan pijar yang dikeluarkan, karakteristiknya berbeda dengan Merapi. Batu itu mana mungkin sampai ke Lampung, abu Anak Krakatau sendiri hanya seperseribu dari abu Merapi," terang Surono.

Surono menambahkan tidak ada laporan dari warga pesisir selatan Provinsi Lampung yang menyatakan menemukan adanya hujan abu vulkanik dari Anak Krakatau. "Orang di sekitar pantai selatan Lampung lapor tidak ada abu vulkanik," tutup Surono.

Pada berita sebelumnya, warga menduga aktivitas vulkanik gunung Anak Krakatau dirasakan warga di sekitar Lampung. "Bandar Lampung dan sekitarnya terkena hujan debu Gunung Anak Krakatau. Debunya sih belum tebal, tapi agak lumayan membuat perih mata dan hidung. Aktivitas sih tidak terlalu terasa, tapi angin dan ombak mulai besar," kata warga Bandar Lampung, Dicky, kepada detikcom, Senin (3/9).

Status Gunung Anak Krakatau dalam status waspada mulai Minggu 2 September. Status ini dikeluarkan karena gunung yang terletak di Selat Sunda ini telah menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas.

(vid/nrl)


Sumber :
1.Versi BNPB
[URL=http://news.detik..com/read/2012/09/04/090453/2007092/10/hujan-abu-di-lampung-bukan-dari-letusan-gunung-anak-krakatau?9922032"]2. Versi BVMBG[/URL]

Gambar :
KETIDAKJELASAN asal debu abu yang menyelimuti Bandarlampung (Krakatau meletus)


Haduh gan, jujur ane bingung ma ni berita satu ngomong ni, satunya ngomong itu, ini ni yg bikin masyarakat panik dan takut,
jujur ane juga di bandar lampung, debumya emang lumayan beberapa hari ni gan,..ane nyari masker diapotik aja pada abis semalem
kira2 mana yg bener yah hahaaa...

UPDATE gann...
ni ada satu versi lagi
hedehh kok pada otot2an gini yahh

3.Versi BMKG
Quote:
BMKG Ogah Debu Hitam Dituding dari Bukit Kebakaran

Tribun Lampung - Selasa, 4 September 2012 14:32 WIB
TRIBUNLAMPUNG.co.id - BMKG Lampung membantah perihal bahwa debu hitam yang ada di Bandar Lampung berasal dari kebakaran bukit di Lampung, seperti yang diungkapkan oleh Surono, Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMKG) Kementrian ESDM, di pemberitaan detikcom, Selasa.

"Itu tidak ada abu vulkanik sampai Lampung, itu kan di Lampung adanya kebakaran bukit yang terkena tiupan angin mengarah kota," kata Kepala Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMBG) Kementerian ESDM, Surono, pada detikcom, Selasa (4/9/2012). Surono mengaku heran dengan informasi yang menyebutkan abu tersebut berasal dari letusan gunung Anak Krakatau. Padahal ketinggian letusan gunung Anak Krakatau hanya mencapai 400 meter berupa material berat yang tidak mungkin bisa mencapai kota Bandar Lampung.

"Jadi gak ada kebakaran bukit. Kalau abu vulkanik kemungkinan besar iya. Sebab arah angin memang menuju ke arah Lampung," ujar Nurhada, Kasi Observasi dan Informasi, Selasa (3/9) kepada tribunlampung.co.id.

Nurhada mengatakan, untuk memastikan apakah debu hitam tersebut berasal dari abu vulkanik atau bukan, caranya dengan tempelkan jari ke debu yang menempel di kaca mobil misalnya, lalu dicium. "Jika berbau seperti belerang maka itu pasti dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tegasnya. (Reny)


sumbernya :
3. Versi BMKG
gimane...pemerintah yang harusnya ngasih penjelasan malah ngasih pernyataan yang beda-beda....
perlu diteliti lagi tuh abu, kali aja campuran keduanya
ini dua lembaga pemerintah yg mana yg bener sih, harusnya kan hanya satu lembaga aja yang boleh kasih penjelasan ke publik dasar g bener nih pemerintahnya
ane juga bingung gan jadi siapa yang harus diikuti?
jangan2 kedua lembaga ini sebenarnya ga ada komunikasi yang efektif sehingga muncul dua pernyataan yg saling bertentangan...atau ada yg lain yg bisa menjelaskan?
Itu dia gan,..
tar klo mbleduk beneran bikin bingung juga...evakuasinya hahah
satu suruh ke sana
satunya suruh kesini
wah untuk kejadian seprti ini aja info bisa simpang siur


gimana kalau sampe terjadi perang
saya lebih percaya perkataan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMBG)

melihat dedikasi mbah surono waktu bencana letusan merapi di jogja, omongan beliau ga mungkin asal jeplak
cuma nyampaiin berita aja simpang siur ya
koq jadi ga jelas gini mana yang bener..??

jadi kita harus percaya yg mana nih???
wah kok bisa beda info nya,kurang koordinasi nih,jadinya masyarakan yg bingung
hahaha... Surono juga orang gan... dia gak tau masalah di lampung. emang pas kejadian dia mantau apa? coba jelaskan gunung apa di bandar lampung yang sedang terbakar yang bisa ngasih debu dan melingkupi daerah yang luas... itu memang akibat gunung berapi. batuk GAK emang cuma tinggi 400 m. tapi kalo lagi batuk berdahak bisa berkilo-kilo meter. Surono juga kalo bersin bisa jauh gan... tidak cuma selebar muka nya. Tanya juga apa pos pemantau nya ready 24 jam memantau gunung. trus kalo gunung batuk nya malam hari apa kelihatan debu2nya beterbangan dan ketinggian nya apa terlihat? Apa dia punya data arah dan kecepatan angin? apa sudah dibuat pemodelan sebaran debu nya?
Quote:Original Posted By randeganutara
saya lebih percaya perkataan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMBG)

melihat dedikasi mbah surono waktu bencana letusan merapi di jogja, omongan beliau ga mungkin asal jeplak


Tambahan lagi, surono gak lihat laporan TV lokal di sekitar pesisir lampung. contohnya kota kalianda. kemaren ane liat ada TV lokal yang meliput tentang Debu vulkanik disertai gempa tremor yang intensif disepanjang pesisir. Yang jelas disekitar pesisir lampung, masyarakat mengatakan getaran2 yang membuat kaca2 mereka bergetar. Gw jadi meragukan kinerja Surono. Ini orang sudah terlalu tua dan kurang teliti. Tapi kok ngotot. masyarakat juga bisa menilai itu karena GAK atau sebab lain
Quote:Original Posted By deyneil
1. Versi BNPB


2.Versi BVMBG


Sumber :
1.Versi BNPB
[URL=http://news.detik..com/read/2012/09/04/090453/2007092/10/hujan-abu-di-lampung-bukan-dari-letusan-gunung-anak-krakatau?9922032"]2. Versi BVMBG[/URL]

Gambar :
KETIDAKJELASAN asal debu abu yang menyelimuti Bandarlampung (Krakatau meletus)


Haduh gan, jujur ane bingung ma ni berita satu ngomong ni, satunya ngomong itu, ini ni yg bikin masyarakat panik dan takut,
jujur ane juga di bandar lampung, debumya emang lumayan beberapa hari ni gan,..ane nyari masker diapotik aja pada abis semalem
kira2 mana yg bener yah hahaaa...


Surono bilang kayak gini : Debu tersebut berasal dari kebakaran salah satu bukit dekat ibukota Provinsi Lampung tersebut.
kalo karena kebakaran, harusnya yg dirasakan masyarakat bukan debu, tapi asap. perasaan gak ada asap tuh... apalagi ada kebakaran gunung... ane kagak denger gan..

Surono bilang : tinggi GAK cuma 400 m.
Gambar di photo kalo memang bener2 GAK, maka jelas abu vulkaniknya lumayan tinggi. Waktu emak nya GAK meletus.. debu nya nyampe eropa lho... kalo tuh anak emak batuk.. wajar aja kalo cuma radius 80 km kena batuk nya. jelas yang puluhan ribu km pernah juga kena dampaknya.

Kadang jadi bingung... surono ini siapa yang membisiki... masak profesional bangkotan ngomong bisa gegabah.. dan alasan2 dicari untuk membenarkan pendapatnya. Kalo gunung di bandar lampung terbakar... mana beritanya... ? ane gak butuh koran untuk tahu ada gunung terbakar atau tidak.. ane tinggal di bandar lampung

BTW, masalah debu gak masalah lagi... skrg jauh berkurang sejalan dgn berita TV lokal pun gempa tremor sudah mulai melemah.
setelam membacanya koq malah tambah rancu ya
jadi sebenarnya dari mana tu abu-abu berasal,
btw, dari hasil pembakaran hutan juga bisa koq,
Kenapa bingung gan... di SCTV barusan jelas kelihatan debu vulkanik mengganggu masyarakat pesisir lampung. Kalo akibat kebakaran hutan, yg terasa pertama oleh masyarakat adalah asap. debu juga okelah... lha sekarang masalahnya tak ada asap atau kebakaran hutan. yang ada debu yg masif dan melingkupi daerah yg luas. Pak Surono itu sudah terlalu cepat menganalisa, data dan laporan yang masuk belum lengkap. beliau ini jauh lebih cenderung berpikir dgn gaya birokrat ketimbang ilmuwan. Sudah pantas digantikan dengan yg lebih muda. Masalah debu vulkanik lampung itu kecil pak. bukan masalah besar. tapi masalah ini menarik bagi saya karena melihat tingkah polah Surono. dan cara dia berpikir sepertinya keras kepala dan sering mengada-ada agak sedikit memaksakan pendapatnya dgn mencari2 alasan yang tidak berdasarkan fakta lapangan. dia jelas birokrat bukan ilmuwan...
Quote:Original Posted By mjbr
setelam membacanya koq malah tambah rancu ya
jadi sebenarnya dari mana tu abu-abu berasal,
btw, dari hasil pembakaran hutan juga bisa koq,


Kompas.com ngaskus gan...

Quote:Polemik Abu Anak Krakatau Ramai Dibahas


Penulis : Yulvianus Harjono | Jumat, 7 September 2012 | 11:05 WIB
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Meskipun erupsi Gunung Anak Krakatau berkurang, dampak letusannya hingga kini masih ramai dibicarakan. Polemik soal abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa jauh hingga ke Bandar Lampung ramai dibicarakan masyarakat, khususnya di dunia maya. Masyarakat di Bandar Lampung sempat dibuat resah dan bingung soal kemunculan hujan abu yang terjadi pada Minggu (2/9/2012) dan Senin (3/9/2012), tepat saat Gunung Anak Krakatau meletus cukup kuat.

Kebingungan terutama terjadi karena ketidaksepahaman lembaga resmi pemerintah untuk menjelaskan asal partikel abu itu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung menyebutkan abu itu adalah material vulkanik dan berasal dari Gunung Anak Krakatau. Sebaliknya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang merupakan institusi berkompeten dalam urusan bencana gunung berapi justru membantahnya.

"Ini yang benar yang mana?" tanya Macucu, seorang kaskuser dalam diskusi yang intens di situs Kaskus. "Untuk kejadian seperti ini saja info simpang siur, apalagi kalau sampai terjadi perang?" sindir kaskuser lainnya. Sahril, warga Bandar Lampung, mengkritik keras PVMBG. Menurut dia, PVMBG tidak bisa begitu saja terburu-buru memastikan abu bukan berasal dari Gunung Anak Krakatau, melainkan dari abu kebakaran hutan.

"Memang pas kejadian mereka betul-betul mantau? Saat gunungnya batuk malam hari apa kelihatan debunya beterbangan, dan apa ketinggiannya bisa dipastikan, kok yakin hanya 400 meter? Apa sudah dibuat pemodelan sebaran debu berdasarkan tiupan angin?" papar Sahril. Gunawan, staf BPBD Lampung, mengatakan, perilaku alam tidak sepenuhnya bisa dipahami manusia. Ia menyayangkan sikap PVMBG yang telanjur yakin dan bersikeras abu Anak Krakatau tidak sampai di Lampung, padahal belum melakukan pengamatan dan penelitian terkait hal itu.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja



sumber : kompas.com

Hmmm Syukurlah...semoga badan2 pemerintah diatas tidak saling gontok2an n otot2an siapa yg benar...
namun harus saling bersatu melindungi masyarakat dan membuat masyarakat tetap tenang dan tidak bingung lagi
walaupun ada kemungkinan terjadi bencana kita tetap tenang

Tapi syukur gan sekarang kayanya dah ilang tu debu,...dah nurun kayaknya gan
mungkin sebenernya mereka pada ga ngerti dari mana asalnya, biar dibilang ngerti makannya asal ngomong
Quote:Original Posted By randeganutara
saya lebih percaya perkataan Badan Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (BVMBG)

melihat dedikasi mbah surono waktu bencana letusan merapi di jogja, omongan beliau ga mungkin asal jeplak


komentar paling logis dan masuk akal :
Quote:Original Posted By deyneil

Kompas.com ngaskus gan...

sumber : kompas.com

Quote:
Polemik Abu Anak Krakatau Ramai Dibahas


Penulis : Yulvianus Harjono | Jumat, 7 September 2012 | 11:05 WIB
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Meskipun erupsi Gunung Anak Krakatau berkurang, dampak letusannya hingga kini masih ramai dibicarakan. Polemik soal abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terbawa jauh hingga ke Bandar Lampung ramai dibicarakan masyarakat, khususnya di dunia maya. Masyarakat di Bandar Lampung sempat dibuat resah dan bingung soal kemunculan hujan abu yang terjadi pada Minggu (2/9/2012) dan Senin (3/9/2012), tepat saat Gunung Anak Krakatau meletus cukup kuat.

Kebingungan terutama terjadi karena ketidaksepahaman lembaga resmi pemerintah untuk menjelaskan asal partikel abu itu. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung menyebutkan abu itu adalah material vulkanik dan berasal dari Gunung Anak Krakatau. Sebaliknya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang merupakan institusi berkompeten dalam urusan bencana gunung berapi justru membantahnya.

"Ini yang benar yang mana?" tanya Macucu, seorang kaskuser dalam diskusi yang intens di situs Kaskus. "Untuk kejadian seperti ini saja info simpang siur, apalagi kalau sampai terjadi perang?" sindir kaskuser lainnya. Sahril, warga Bandar Lampung, mengkritik keras PVMBG. Menurut dia, PVMBG tidak bisa begitu saja terburu-buru memastikan abu bukan berasal dari Gunung Anak Krakatau, melainkan dari abu kebakaran hutan.

"Memang pas kejadian mereka betul-betul mantau? Saat gunungnya batuk malam hari apa kelihatan debunya beterbangan, dan apa ketinggiannya bisa dipastikan, kok yakin hanya 400 meter? Apa sudah dibuat pemodelan sebaran debu berdasarkan tiupan angin?" papar Sahril. Gunawan, staf BPBD Lampung, mengatakan, perilaku alam tidak sepenuhnya bisa dipahami manusia. Ia menyayangkan sikap PVMBG yang telanjur yakin dan bersikeras abu Anak Krakatau tidak sampai di Lampung, padahal belum melakukan pengamatan dan penelitian terkait hal itu.
Editor :
Tjahja Gunawan Diredja

Hmmm Syukurlah...semoga badan2 pemerintah diatas tidak saling gontok2an n otot2an siapa yg benar...
namun harus saling bersatu melindungi masyarakat dan membuat masyarakat tetap tenang dan tidak bingung lagi
walaupun ada kemungkinan terjadi bencana kita tetap tenang

Tapi syukur gan sekarang kayanya dah ilang tu debu,...dah nurun kayaknya gan


wkwkwkw..ternyata kompas ngaskus juga
dia ngutip komeng ane gan..tapi kutipannya ga sesuai sama komeng ane...
v
v
Quote:Original Posted By macucu
ane juga bingung gan jadi siapa yang harus diikuti?
jangan2 kedua lembaga ini sebenarnya ga ada komunikasi yang efektif sehingga muncul dua pernyataan yg saling bertentangan...atau ada yg lain yg bisa menjelaskan?