Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016266571/transaksi-gendut-para-politikus-senayan
Transaksi Gendut Para Politikus Senayan
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan meneliti ribuan transaksi anggota Dewan. Lalu lintas rekening milik belasan anggota Badan Anggaran dicurigai.

Dari sebuah kantor perusahaan penggergajian yang kini sudah mangkrak di tepi Sungai Kapuas, Pontianak, contohnya, mengalir miliaran rupiah ke rekening Mirwan Amir, politikus Partai Demokrat, yang mundur dari posisi Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada Mei lalu.

Pada Maret 2011, seorang perempuan bernama Dina mengirim Rp 150 juta ke rekening itu. Selama April-Mei tahun lalu, pengirim dengan nama yang sama mentransfer sekitar Rp 3 miliar dalam belasan transaksi, masing-masing Rp 214 juta. Belum jelas maksud pengiriman uang tersebut. Transaksi ini, menurut sumber yang sama, dicurigai Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, yang kemudian melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lalu lintas dana di rekening Mirwan tak cuma melibatkan Dina. Di rekeningnya tercatat nama seorang pengusaha hotel. Ada juga setoran melalui dua anggota stafnya di DPR. Kemudian ada transaksi dengan koleganya di Badan Anggaran. Pada Juni 2011, seorang pengusaha periklanan juga menyetor Rp 500 juta.

Tak cuma menghimpun dana, Mirwan terdeteksi berbelanja tiga mobil mewah. Namun semuanya diatasnamakan orang lain. Pada Januari 2011, ia membeli Range Rover senilai Rp 2,1 miliar secara kredit lewat perusahaan di Jalan Fatmawati, Jakarta. Setelah membayar uang muka, Mirwan langsung melunasi pembelian pada pembayaran kedua atau ketiga. Mobil buatan Inggris itu tercatat atas nama adiknya, Amrinur Okta Jaya.

Kepada wartawan, Senin pekan lalu, Mirwan tak menyangkal telah membeli tiga mobil itu. "Itu memang mobil adik saya. Adik sama abang salahnya apa, sih? Itu adik saya minta tolong," ujarnya. Menurut Mirwan, uang yang dipakai buat membeli mobil pun berasal dari sumber yang halal. Amrinur Okta, seperti dikutip Detik, mengatakan mobil-mobil itu dibeli dengan uangnya.

Di rumahnya di kawasan Bintaro, seorang perempuan yang bekerja di situ mengatakan sudah beberapa hari bosnya tak pulang. Ditunggui di rumahnya hingga Sabtu dinihari, ia tak juga nongol. Menurut Sekretaris Fraksi Demokrat Saan Mustopa, Mirwan sudah mengetahui permohonan itu. Ia juga tidak bisa ditemui di kantornya. Seorang anggota staf Fraksi Demokrat mengatakan Mirwan absen sejak Selasa.

Dua ribuan transaksi anggota Dewan disorot Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Menurut Muhammad Yusuf, kepala lembaga itu, baru sekitar seribu transaksi yang selesai dianalisis. Dari situ, muncul sekitar sepuluh nama anggota Dewan yang terindikasi melakukan transaksi mencurigakan. Umumnya anggota Badan Anggaran.




SUMBERNYAH


aaah emang dasar! Bongkar dong KPK...!
sumbangan
sumbangan untuk jasa
sumbangan untuk jasa konsultasi
sumbangan untuk jasa konsultasi politik
sumbangan untuk jasa konsultasi politik & lainnya


tinggal dipilih alibinya bagusan yang mana..
semoga bermunculan antasari2 muda di KPK, agar berani ungkap korupsi tanpa rasa takut.

semoga pak antasari dapat segera bebas dan segera memimpin KPK lagi.
trus kita mau bilang apa gan....
apalah daya......

mungkin bawah ane punya daya dan kuasa gan
ginian aja ga brani diurus.. giliran kita yang kecil2 diitung pajaknya ampe keujung2.. ckckcka
bangkrutnya negeri ini memang dari korupsi
buktikan, tetapkan, HUKUM MATI
Ah kayak ga tau aja.. itu kan semua sumbangan sosial
SUmbangan SUkarela PEnuh Rasa setiA kaWAN
Quote:Original Posted By donegan
trus kita mau bilang apa gan....
apalah daya......

mungkin bawah ane punya daya dan kuasa gan


ya gak harus bilang wow atau prihatin juga sih gan...
Dana bantuan sosial untuk operasional anggota hewan.
Fee jasa konsultasi politik dsb.
berarti negara kita kaya raya yah...
udah dikorupsi segitu banyak, tetep masih ada aja yg bisa dikorupsi...
Quote:Original Posted By willspasta
berarti negara kita kaya raya yah...
udah dikorupsi segitu banyak, tetep masih ada aja yg bisa dikorupsi...


gak abis2 gaaan... yang kaya makin kaya...
yang miskin ya miskin aje udeh...
bukan rahasia lagi lah
sumbangan, wow alasan paling sempurna buat ngeles
yang bgnian mah udah jadi rahasia publik
yang jadi prtnyaan..knpa masih blom dslidiki
Sudah rahasia umum..
Bangsa Indonesia hancur karena para koruptor
wah wis biaya Gan
yg gendhut2 yg dicari, kalo kurus mana mau
koruptor layak di perkosa di Monas
baru setelah itu di gantung
×