alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016261163/penangkapan-quotterdugaquot-teroris-diwarnai-keamatiran-densus-88
Penangkapan "Terduga" Teroris, Diwarnai Keamatiran Densus 88
Penangkapan "Terduga" Teroris, Diwarnai Keamatiran Densus 88

Polri: Mertua Terduga Teroris Tertendang Densus 88 karena Buru-buru

Jakarta Mertua terduga teroris Bayu Setiono, Wiji Siswo Suwito (65), turut terluka dalam upaya penangkapan Bayu di rumahnya di Karanganyar, Jawa Tengah. Polri mengatakan pukulan yang dilayangkan ke Wiji merupakan ketidaksengajaan.

"Jadi itu bentuknya bukan salah tangkap tetapi pada saat menghalang-halangi mungkin ketendang, karena buru-buru (ingin menangkap Bayu)," kata Kabareskrim, Komjen Sutarman, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/9/2012).

Sutarman menjelaskan ada upaya menghalang-halangi yang dilakukan Wiji saat tim Densus menggerebek rumah Bayu. Namun dia menegaskan, pemukulan dilakukan secara tidak sengaja.

"Orang tua Bayu ini karena menghalang-halangi. Mungkin kepukulnya tidak sengaja. Misalnya kalau teman-teman lagi syuting di suatu tempat itu tahu-tahu petugas nubruk. Nah seperti itu kira-kira," tuturnya.

Sebelumnya, Jumat (31/8), Densus 88 menggerebek rumah Wiji. Aparat bersenjata lengkap ini menodongkan senjata ke Wiji. Wiji yang terbangun dari tidurnya berusaha menangkis ujung senjata tersebut. Dikira melawan Wiji langsung dihajar dan tangannya diborgol. Dia menderita luka di wajahnya akibat hal itu.

Setelah menghajar Wiji hingga babak belur, petugas baru sadar bahwa yang dicari bukanlah Wiji. Mereka lalu membongkar kamar sebelahnya dan menangkap Bayu Setiono.

Atas terjadinya hal itu, polisi sudah memberi santunan Rp 1 juta kepada Wiji.



(trq/fjp)

[URL="http://news.detik..com/read/2012/09/03/142630/2006328/10/polri-mertua-terduga-teroris-tertendang-densus-88-karena-buru-buru?9911012"]sumber detik[/URL]


Lain kali kalo latihan jangan tidur ya, supaya kerja tidak ngawur...
mbah usia 65 tahun dihajar habis-habisan, siapapun kalo bangun tidur ditodong senjata sama orang yg pake topeng pasti dikira perampok masuk rumah.

gak pernah dilatih melumpuhkan kayaknya densus, dilatih merusak dan membunuh aja...

ditugaskan menangkap bayu, tapi gak tau bayunya yg mana, mbah wiji dikira bayuemoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)

ane sebenarnya ragu kemampuan polisi, karena masuk jadi anggota dengan "tarif" dan berbagai cara, akhirnya bekerja ngawur, maraknya rekayasa kasus, salah tangkap, sewenang wenang, melindungi dan mengayomi yg bayar, korupsi korlantas, setoran, SIM tembak, 86 (cingcai), dll.

takutnya yg terbunuh oleh densus ternyata aslinya bukan teroris... salah sasaran karena ketidakprofesionalan.

tapi kalo benar teroris, ane salute
Mending di dor aja sekalian kepalanya.. beres urusannya...
ya pasti buru2lah... jadi gimana harusnya ketok pintu dulu gitu? ngucapin salam "asalamualaikum, bayunya ada pak?" emoticon-Nohope
ngadepin teroris kok pelan2, si bapak ngalangin ya tendang, yang penting tuh teroris ketangkep... kalo mau salahin ya salahin si bayu-nya, suruh siapa jadi teroris nyusahin keluarganya sendiri
teroris diindonesia bisa tumbuh subur karena mereka pinter cari istri buat tempat sembunyi, logikanya yah pasti keluarga berusaha lindungin penjahat secara keluarga gitu lho.

sama kayak rampok, kalo belon ketangkep mana ada keluarga rampok lapor polisi tapi kalo ketangkep seluruh keluarganya pasti bilang saya gak nyangka si A ini rampok, sehari2 pendiam, penurut, taat beragama bla bla bla...