Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016259607/kasus-teroris-jadi-pengalihan-isu-simulator-sim
Kasus teroris jadi pengalihan isu Simulator SIM ?
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, membantah bahwa ada salah satu jenazah terduga teroris Solo dimakamkan. Salah satu media online memberitakan, seorang terduga dimakamkan di Pondok Rangon. Kepala RS Polri, Brigjen Agus Prayitno menyampaikan hal tersebut.

"Belum, mereka (terduga teroris) belum ada yang dimakamkan," kata Agus, saat dihubungi Kompas.com, Senin (3/9/2012).

Salah satu media online memberitakan bahwa salah satu terduga teroris telah dimakamkan pada Minggu (2/9/2012) di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Informasi yang dilansir media online tersebut, berdasarkan narasumber yang dikatakan merupakan kenalan dari kedua terduga teroris.

Namun pihak RS Polri yang dimintai konfirmasi hal tersebut membantahnya. Menurut Kepala RS Polri, kedua jenazah masih berada di RS Polri dan belum dimakamkan. Mengenai hasil pemeriksaan antemortemnya, Agus mengatakan belum ada pihak keluarga dari terduga teroris yang datang. Sebab, pemeriksaan antemortem membutuhkan barang pribadi milik korban yang pernah digunakan sebelumnya. Data antemortem inilah yang nantinya akan dicocokkan dengan data postmortem untuk identifikasi tersangka.

"Kami masih menunggu keluarga tersangka korban yang akan dihadirkan oleh Densus," ujar Agus.

Untuk hasil Autopsi nanti, pihaknya menyerahkan hasil tersebut ke Detasemen Khusus 88 Antiteror. "Ini kan kasus teroris. Tidak kami umumkan, kalaupun itu nanti diumumkan, yang umumkan itu Densus," kata Agus.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri melakukan penggerebekan dan penangkapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/8/2012) malam. Dalam penggerebekan tersebut, dua terduga teroris tewas dan seorang anggota Densus 88 gugur. Dua terduga teroris yang tewas, yakni Farhan dan Muksin. Sedangkan anggota Densus 88 yang gugur dalam penyergapan itu adalah Bripda Suherman.


INILAH.COM, Jakarta - Perseteruan kewenangan menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator ujian SIM terus bergulir. Mantan Ketua MPR Amien Rais pun angkat bicara. Dia prihatin dengan perseteruan itu.

Sebab, kata Amien, mengenai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah ada regularitas yang bisa dicermati secara seksama. Biasanya kalau ada masalah besar, KPK tidak berdaya.

"Misalnya masalah Bank Century, itu hampir sebulan digodog di DPR siang-malam seperti kekurangan waktu, kemudian di-follow-up di KPK, ternyata sama-sama hilang. Begitu juga kasus Hambalang, nanti juga lama-lama hilang. Nah simulator SIM ini mungkin enam minggu ramai, kemudian juga akan hilang, dan nanti akan ada kasus lain yang akan menarik, kemudian akan hilang. Itulah KPK kita," tandas Amien di Jakarta, Senin (6/8/2012).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini tidak meragukan sedikitpun kepemimpinan Abraham Samad dan kawan-kawan di KPK. Abraham dinilai Amien sebagai pahlawan. Meski begitu, dalam melaksanakan tugasnya Abraham juga tidak bisa sendirian. Begitu juga lima pemimpin KPK, tidak bisa karena konteks politik dan kekuasaan yang melingkupi itu lebih keras.

"Jadi menurut saya, saya tidak mau tertipu karena sudah terlihat jelas dulu yang namanya kasus BLBI menguap di KPK, kemudian ini Hambalang sudah saya cium dari lama, dulu kasus cicak buaya juga menguap, tetapi tidak ke mana-mana. Saya yakin kasus simulator SIM ini tidak akan lebih dari enam minggu boomingnya dan ada kasus baru," tuturnya.

Saat ditanya terkait rencana peserteruan kewenangan ini dibawa ke Mahkamah Konstitusi, Amien tidak keberatan. "Saya setuju dibawa ke MK, kalau regularitas belum berubah, maka jangan terlalu banyak berharaplah. Karena gitu-gitu saja," tambah Amien.

[URL="http://nasional.inilah.com/read/detail/1891509/kasus-simulator-sim-akan-hilang-seperti-century"]SUMBER
[/URL]

jika masalah teorisme diberitakan terus menerus oleh wartawan maka kita tidak bisa fokus dgn kasus Simulator SIM.
Jangan2 nanti ada masalah baru lagi, yg serius juga..
maling berseragam coklat mulai unjuk gigi
lama lama wereng coklat ini bisa dibantai rakyat dimana mana. hayooo
biasa lah gan.. mengalihkan kasus A dengan membuat kasus B dan C

jangan lupa juga sama kasus Isu SARA nya bang aji roma irama .. itu juga biar orang gak pada bahas lagi tu

biar lupa sama kesalahan roma yang dampaknya bisa ke foke

Polisi = keparat

liat polisi selalu tercipta image RAJA DIRAJA MALING......

preman klo mo eksis nyetor ke ......
bandar togel mo lancar nyetor ke.........
bandar narkoba mo aman nyetor ke........

buat jadi polisi kudu nyetor ratusan juta,udah jadi polisi usaha balikin modal secepat mungkin bis itu numpuk kekayaan......

ah.....tuhan turunkan azab yg nyata buat keparat polisi".....

tarooohan aj deh kasus simulasi sim ini ga akan rampung...dengan vonis kpd tersangka sesungguhnya....
ya kalo pengalihan isu musti diingatin lg masalah2 yg lalu, jadi isunya ngga jadi beralih gitu aja kok repot.

yg penting masalah teroris terselesaikan biar indonesia aman jadi pariwisata indonesia jadi lebih maju mau kemana2 aman
adri dulu juga gitu gan. Kasus-kasus besar menguap begitu saja dialihkan dengan isu teroris. Payah nih.
Quote:Original Posted By aditw1ra
ya kalo pengalihan isu musti diingatin lg masalah2 yg lalu, jadi isunya ngga jadi beralih gitu aja kok repot.

yg penting masalah teroris terselesaikan biar indonesia aman jadi pariwisata indonesia jadi lebih maju mau kemana2 aman


setuju gan, lagian serba salah jadi polisi, kalo diem aja dibilang gak bisa apa2 kalo bertindak dibilang pengalihan isu, harusnya polri ngambek sekalian menyatakan polisi tidak aktif lagi, baru kita liat jadi apa nih negara, wkwk anyway maju terus pak densus, jangan dengerin teroris dkk ngomong...
Quote:Original Posted By scaciody
adri dulu juga gitu gan. Kasus-kasus besar menguap begitu saja dialihkan dengan isu teroris. Payah nih.


hhmm..apakah itu juga berarti "terorisme dan teroris" itu sebenarnya dipelihara oleh "aparat", sehingga sewaktu2 jika dibutuhkan tinggal dikeluarkan untuk mengalihkan isu2 yg berbahaya untuk mereka yg memegang kuasa??
Setuju banget. kl ada kasus besar tiba2 muncul nih Teroris. Enter kemana aja kok munculnya saat2 engak keren begini
teroris yang ini statusnya masih terduga teroris. kayanya beda banget sama teroris yang dulu-dulu
sama lupa kasus hambalang..
lupa kasus century
lupa kasus apelnya..
lupa kasus IT KPU nya..
lupaa segalanya..dan presiden kita hanya BONEKA
"NEGARA AUTOPILOT"
Quote:Original Posted By lyeckz
liat polisi selalu tercipta image RAJA DIRAJA MALING......

preman klo mo eksis nyetor ke ......
bandar togel mo lancar nyetor ke.........
bandar narkoba mo aman nyetor ke........

buat jadi polisi kudu nyetor ratusan juta,udah jadi polisi usaha balikin modal secepat mungkin bis itu numpuk kekayaan......

ah.....tuhan turunkan azab yg nyata buat keparat polisi".....

tarooohan aj deh kasus simulasi sim ini ga akan rampung...dengan vonis kpd tersangka sesungguhnya....


bener beneer gaan....!! setujuu anee
dan sepertinya publik udah terbiasa dng isu teroris....
tdk sebombastis dulu kl ada berita teroris....
skrg orang dah menganggap biasa
sekarang sudah saatnya Densus kembali eksis gan . . Kasus teroris jadi pengalihan isu Simulator SIM ?
BETUL!!! Ini pengalihan isu politik yang kotor
kasus SImulator sim kan ud lenyap gan. artinya sudah selesai sampai disana aja. wong KPK dan Polri ud gk ada kabar. diam2 aja. sama2 tau.


Posted with DarkGuest
Kasus teroris jadi pengalihan isu Simulator SIM ?
kl emang bener pengalihan isu....yg jadi teroris d bayar berp yah ?
Biasa itu, kalo Plan A gagal ada Plan B dan seterusnya buat nutupin boroknya.

dasar brownis. telen tu borok