Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016251519/pejabat-korea-dan-malaysia-pakai-cn-235-tapi-presiden-kita-mana-mau
Pejabat Korea dan Malaysia pakai CN-235 tapi presiden kita mana mau?
Quote:VIVAnews – Amerika Serikat punya pesawat tempur F-16, armada udara Sukhoi jadi kebanggaan Rusia, ada juga tank Leopard buatan Jerman yang tangguh di darat. Bukan tak mungkin suatu hari nanti produk senjata buatan Indonesia akan ikut meramaikan medan perang. Entah itu tank, kapal perang, rudal, bahan peledak, senapan serbu, atau pesawatnya.
Ketua Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin termasuk yang percaya bahwa mimpi itu tidaklah muluk amat. Apalagi, Indonesia punya banyak pabrik yang bergerak dalam industri alat utama sistem senjata (alutsista). Salah satunya, PT Pindad yang sudah memproduksi berbagai jenis senjata: senapan serbu (SS), senapan mesin, pistol, senapan runduk, meriam bahkan roket, dan rudal.
Senjata dalam negeri, tambah Tubagus, sejatinya tak kalah dengan buatan asing. Salah satunya tipe SS-2 yang punya reputasi baik di dunia internasional. "SS-2 itu memang senjata yang cukup akurat. Waktu dipakai pertandingan menembak di wilayah Asia Pasifik saja kita juara," kata Tubagus, setengah berpromosi, kepada VIVAnews.

SS-2 juga diakui militer sejumlah negara sebagai senapan ringkas yang cocok dengan postur tentara Asia. "Dilengkapi dengan alat bidik yang akurat dan peluru ringan. Itu cocok dipakai satuan darat, kavaleri, dan lintas udara," ujarnya. Lantaran itu juga, senjata itu laris di sejumlah negara.
Selain senjata, lanjut Tubagus, pesawat CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia pun sudah diakui dunia. "CN-235 itu termasuk pesawat yang bandel,” kata dia. Pesawat itu bisa dipakai untuk mengangkut pasukan sampai dua peleton. "Bisa juga dipakai untuk menerjunkan pasukan. Ini pesawat serbaguna. Landasannya juga cukup pendek," ujarnya. Bahkan, Spanyol pun pernah membeli burung besi tipe ini di era Presiden BJ Habibie.
Baru-baru ini, Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan mengatakan Irak dan Uganda melirik senjata buatan Indonesia. Laris manis. Tubagus mengaku tak heran, sebab sejak lama senjata dan pesawat buatan Indonesia diminati sejumlah negara di Timur Tengah. "Beberapa negara memang berminat, termasuk Irak. Sebetulnya Iran juga minta senjata SS-2 itu, tapi sedang diproses di Kemenhan dan Kemenlu. Mungkin karena ada berbagai faktor politik luar negeri," ujarnya.
Tubagus menambahkan, selain itu juga ada PT PAL Indonesia yang bergerak di bidang perkapalan. “Kita dengan China juga sudah bekerja sama membuat kapal cepat rudal. Rudalnya nanti dibuat oleh China dan Indonesia. Dapat menjangkau hingga 100 kilometer. Kapal cepatnya nanti dibuat PT PAL," kata Tubagus.

Ironi
Soal kualitas, memang tak kalah, banyak dilirik asing. Tapi, ironinya produk dalam negeri justru dinomorduakan di negeri sendiri. Padahal, seperti diungkap Ketua Komisi I DPR RI, Mahfudz Siddiq, revitalisasi industri pertahanan mempunyai dua target, yakni pemenuhan kebutuhan alutsista dalam negeri dan penjualan ke luar negeri.
"Memang ironis jika negara lain mau beli produk Indonesia, tapi kita malah ramai-ramai belanja ke negara lain," kata Mahfudz kepada VIVAnews, Selasa, 28 Agustus 2012.
Tubagus menyayangkan kecenderungan pemerintah yang jarang memakai produk dalam negeri inilah yang pada akhirnya melemahkan marketing produk senjata nasional. “Kenapa justru para pejabat kita pada tidak mau pakai produk dalam negeri? Kalau para pejabat Korea dan Malaysia pakai CN-235, tapi presiden kita mana mau? Coba kalau presiden kita mau pakai CN-235 dan para menteri juga pakai pesawat itu, pasti orang lain menjadi yakin," dia menyesalkan.
Ke depan, dia menambahkan, industri pertahanan di Indonesia akan diperkokoh secara yuridis dengan RUU Industri Pertahanan. "Kita akan meningkatkan dari CN-235 menjadi CN-295, dan TNI sudah pesan 10 pesawat."
Keberhasilan penjualan produk persenjataan made in Indonesia ini tak lepas dari peran Wakil Menteri Pertahanan RI Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin dalam melobi militer Irak dan Uganda. Hasil positif yang dipetiknya membuat Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan tersenyum lebar.
"Saya senang sekali, Wakil Menhan ke Irak dan menjadi tenaga marketing yang baik untuk PT DI, Pindad, dan Dahana," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, 27 Agustus 2012.
Dahlan mengatakan pemesanan senjata dan pesawat dari Irak dan Uganda membuktikan kualitas produksi senjata Indonesia. Semua pesanan akan dikerjakan oleh tiga BUMN tersebut.
Beberapa waktu lalu Sjafrie berkunjung ke Irak, Uganda, dan Kongo; didampingi Dirut Pindad, Adik Avianto. Di Irak, delegasi Indonesia memamerkan persenjataan buatan Indonesia, seperti kendaraan ringan lapis baja Anoa, serta senapan SS-2.
Selain dua persenjataan itu, Irak menyatakan tertarik membeli pesawat CN-235 dan NC-212. Delegasi militer Irak bahkan berencana berkunjung ke Indonesia pada 5 Oktober mendatang untuk meninjau pabrik persenjataan. (kd)


Sumber

beginilah jiwa2 sok2an dimulai dari RI-1..


Spoiler for korea:

Sumber

http://www.kaskus.co.id/showpost.php...2&postcount=86

http://www.kaskus.co.id/showpost.php...7&postcount=89
vertamax







domba kumal hadir disini
Yah ... naik delman aja deh, biar dikatakan agak merakyat dan tidak menibulkan polusi udara
mbok ya kalau mau obyektif, jangan menampilkan berita dari 1 sisi saja...pasang juga berita kenapa pemerintah memilih beli boeing 737 bbj2..biar kita bisa sama2 menilai mana yg terbaik.

perbedaan paling gampang aja, boeing bisa sampe 10.000 km sekali jalan..klo pake cn 235 jarak tempuh paling 800 km (*sumber wikipedia)
masa presiden kalo mau pergi kemana2..tiap 800 km harus turun buat transit isi avtur?

di berita diatas jg ada tuh tni beli cn235 10 biji..berarti pemerintah jg ga sok2an..tapi membeli sesuai dgn fungsinya...
Biasalah gengsi-gengsian . sampe-sampe gaktau kondisi negara sendiri kayak gimana
Lahhhh, Dahlan Iskan sendiri ga pernah pakek CN 235. Coba dia perintahkan ke Garuda Indonesia atau Merpati untuk pakai tuh peswat
Quote:Original Posted By makerror
mbok ya kalau mau obyektif, jangan menampilkan berita dari 1 sisi saja...pasang juga berita kenapa pemerintah memilih beli boeing 737 bbj2..biar kita bisa sama2 menilai mana yg terbaik.

perbedaan paling gampang aja, boeing bisa sampe 10.000 km sekali jalan..klo pake cn 235 jarak tempuh paling 800 km (*sumber wikipedia)
masa presiden kalo mau pergi kemana2..tiap 800 km harus turun buat transit isi avtur?

di berita diatas jg ada tuh tni beli cn235 10 biji..berarti pemerintah jg ga sok2an..tapi membeli sesuai dgn fungsinya...


yg jadi acuan itu adalah, bagaimana bisa menjadikan pt di produksi untuk komersil dan dipakai dlm negri terutama, untuk penerbangan pendek..

domba kumal hadir disini
Quote:Original Posted By makerror
mbok ya kalau mau obyektif, jangan menampilkan berita dari 1 sisi saja...pasang juga berita kenapa pemerintah memilih beli boeing 737 bbj2..biar kita bisa sama2 menilai mana yg terbaik.

perbedaan paling gampang aja, boeing bisa sampe 10.000 km sekali jalan..klo pake cn 235 jarak tempuh paling 800 km (*sumber wikipedia)
masa presiden kalo mau pergi kemana2..tiap 800 km harus turun buat transit isi avtur?

di berita diatas jg ada tuh tni beli cn235 10 biji..berarti pemerintah jg ga sok2an..tapi membeli sesuai dgn fungsinya...


Bs jadi yg menjadi masalah itu adalah ketika kt mampu untuk memproduksi pesawat dgn kualitas bagus, tp dirasa kurang mendapat perhatian dr pemerintah. Kalau Boeing sanggup produksi pesawat yg bs sampe 10.000km, maka kt pun bisa.

Mungkin itu pokok permasalahannya. Singkatnya, "Kemampuan yg tidak terfasilitasi".
ane kurang ngerti yang beginian gan, jadi nggak komeng, takut salah
Quote:Original Posted By ngracut
Bs jadi yg menjadi masalah itu adalah ketika kt mampu untuk memproduksi pesawat dgn kualitas bagus, tp dirasa kurang mendapat perhatian dr pemerintah. Kalau Boeing sanggup produksi pesawat yg bs sampe 10.000km, maka kt pun bisa.

Mungkin itu pokok permasalahannya. Singkatnya, "Kemampuan yg tidak terfasilitasi".


bikin pesawat full itu susah lho gan
indo aja pesawat full baru N250 ama CN235
ada sihh yg setara 737, cuma ane lupa kodenya brapa, di wikipedia ada,
tapi ni proyek g kelar2 g tau knapa

ditambah lagi ahli2 indonesia lebih memilih bertebaran di airbus, boeing dll,, karena di DI mungkin kurang dihargai jasa dan ilmunya hhehe
so banget berarti presiden kita yah
ya inilah yg jadi kebodohan negeri ini...
harusnya pemimpinnya jd pionir & sales (secara tdk langsung) dgn memakai produk sendiri.....
lama2 pemimpin2 negara lain juga pasti ikutan.

kalo kasus yg ini, namanya PT DI berjuang sendiri.
kesuksesannya berarti kesuksesan PT DI sendiri.
bukan karena presidennya...

liatlah jokowi yg berhasil mempopulerkan mobil produk DN...

Quote:Original Posted By makerror
mbok ya kalau mau obyektif, jangan menampilkan berita dari 1 sisi saja...pasang juga berita kenapa pemerintah memilih beli boeing 737 bbj2..biar kita bisa sama2 menilai mana yg terbaik.

perbedaan paling gampang aja, boeing bisa sampe 10.000 km sekali jalan..klo pake cn 235 jarak tempuh paling 800 km (*sumber wikipedia)
masa presiden kalo mau pergi kemana2..tiap 800 km harus turun buat transit isi avtur?

di berita diatas jg ada tuh tni beli cn235 10 biji..berarti pemerintah jg ga sok2an..tapi membeli sesuai dgn fungsinya...


ya paling gak pesawat kepresidenan utk ke daerah2 pake cn-235 gitu loh...
sembari dipamer2in logonya cn-235...

jgn cuma bs pamer2in logo ipad doang dong....

siapa tau kalo cn-235 jualannya laris, trus lama2 bikin juga pesawat gede...
ga ada gambarnya, gan. ga tau bedanya
s
pejabatnya ga cinta produk dalam negeri kali...
Quote:Original Posted By domba.kumal01
Sumber

beginilah jiwa2 sok2an dimulai dari RI-1..

lah emang buat nampung presiden sama kacungnya muat gan?
makanya mereka naek garuda yg kapasitasnya gede.
kalo perjalanan lokal masih mungkin.
cm presiden sby yg diserang,idiot2 disni suka membandingkan presiden kita dgn negara laen..dulu iran skrg malay sm korea..kog kaga membandingkan diri sendiri dr model nya suka membandingkan ts seperti manusia kaga berguna jg..
kan kalo di ekspor lebih untung drpd dipake sendiri. pasti pemerintah punya itung2an nya sendiri dah.
Rakyat aja yang harus make sepeda supaya sehat, tapi presiden make mobil justru menimbulkan polusi....
parah, negara yg meremehkan karya anak bangsanya sendiri mulai dari produk2 nya samapi orang2 nya, tidak heran orang2 hebat & atlit banyak yang memilih kerja di luar negri