Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016249850/kompolnas-tak-temukan-bukti-kelalaian-polisi-dalam-kasus-sampang
Cool Kompolnas Tak Temukan Bukti Kelalaian Polisi dalam Kasus Sampang
Kompolnas Tak Temukan Bukti Kelalaian Polisi dalam Kasus Sampang

Quote:Minggu, 02/09/2012 20:26 WIB
Kompolnas Tak Temukan Bukti Kelalaian Polisi dalam Kasus Sampang


Surabaya, Kasus kerusuhan massa di Sampang mendapat perhatian dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Namun Kompolnas tidak menemukan unsur kelalaian Kepolisian Resor Sampang dalam kasus kerusuhan massa di Sampang pada 26 Agustus 2012 lalu.

Hal ini disampaikan Komisioner Kompolnas M Nasser, kepada wartawan usai melakukan investigasi selama dua hari di kantor stasiun televisi lokal di Surabaya, Minggu (2/9/2012).

Menurutnya, anggota kepolisian Sampang sudah bertindak sesuai dengan prosedur dan tidak terbukti adanya indikasi pembiaran.

"Selama kami di sana, Kompolnas sama sekali tidak menemukan bukti-bukti bahwa ada keterlambatan penanganan awal kasus kekerasan di Sampang," katanya.

Bahkan, kata Nasser, kepolisian Sampang sejak kasus kerusuhan pertama pada Oktober 2011 telah banyak melakukan intervensi sosial yang justru tidak didukung oleh instansi terkait dan pemerintah daerah.

"Kepolisian setempat telah banyak melakukan upaya dalam bentuk intervensi sosial. Bahkan sering melakukan hal di luar kewenangan untuk mencegah adanya kerusuhan. Maksud saya di luar kewenangan itu, seperti membagikan air bersih, memberikan pengobatan gratis terhadap dua kelompok sebagai bagian untuk menghindar agar tidak terjadi kerusuhan," jelasnya.

Justru Komisioner Kompolnas ini menganggap kerusuhan massa yang mengakibatkan 49 rumah warga Syiah dibakar disebabkan faktor ekonomi. "Persoalan sosial ekonomi, pemahaman agama yang masih sangat terbatas menjadi akar permasalahan sesungguhnya dari kejadian yang terjadi dua kali," tegas Nasser.

Nasser yang berasal dari unsur tokoh masyarakat ini mengakui jika saat kejadian kerusuhan massal di Sampang, kepolisian setempat sudah berada di lokasi untuk melakukan pencegahan. Namun kata Nasser saat itu, kepolisian setempat tidak bisa mengantisipasi jumlah massa yang banyak.

"Selain itu juga disebabkan, saat kerusuhan terjadi bersamaan di beberapa lokasi. Sehingga anggota kepolisian setempat tidak bisa menghentikannya. Saya bisa memahami bagaimana kondisi anggota polisi di daerah, berapa jumlahnya," ujarnya.

Ditanya lebih lanjut, apakah berarti saat kejadian intelijen kepolisian setempat sangat lemah sehingga tidak mampu mengantisipasi aksi kerusuhan dengan jumlah massa yang sangat banyak, Nasser pun enggan menjawab pertanyaan tersebut. Dia beralasan jika pihaknya merupakan komisi independen yang melakukan monitor ekternal kepolisian.

"Saya tidak mengatakan itu (tugas intilejen kepolisian setempat lemah-red). Yang pasti kepolisian setempat sebelum kejadian sudah ada di sana dan berusaha mencegah tapi tidak bisa memprediksi jumlah massa," jawab Nasser.

Namun, Kompolnas tetap meminta kepada kepolisian agar tetap menegakkan hukum yang adil dan bertanggung jawab secara tegas tanpa pandang bulu dengan menolak intervensi pihak manapun. (ze/van)

[url]http://news.detik..com/read/2012/09/02/202615/2005596/10/kompolnas-tak-temukan-bukti-kelalaian-polisi-dalam-kasus-sampang?9911012[/url]


penyebab kekisruhan masih simpang siur, ada yg nyebut soal rebutan perempuan antara kakak & adik, soal warisan, dan sekarang krn faktor ekonomi. atau semuanya saling berkaitan ?

ditunggu jejak komengnya deh
Quote:Kompolnas: Tidak Ada Pembiaran di Peristiwa Sampang
Minggu, 2 September 2012 | 17:56 WIB


SURABAYA, KOMPAS.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) membantah ada unsur keterlambatan penanganan oleh polisi saat peristiwa kekerasan di Sampang pekan lalu. Namun, antisipasi dan prosedur penanganan yang dilakukan tidak efektif karena peristiwa yang terjadi terlalu cepat dan massif.

Berdasarkan temuan dan pendalaman yang dilakukan Kompolnas di lapangan, saat peristiwa terjadi, jumlah personel juga terbatas, karena saat itu adalah hari terakhir pelaksanaan Operasi Ketupat atau pengamanan lalu lintas mudik Lebaran.

''Karena personel terbatas, sementara jumlah massa cukup banyak dan massif, polisi tidak dapat melakukan pencegahan maksimal,'' kata komisioner Kompolnas, Muhammad Nasser di Surabaya, Minggu (2/7/2012).

Karena itu, pihaknya menolak jika disebut ada unsur pembiaran oleh polisi saat peristiwa penyerangan terjadi, hingga menewaskan dua orang, puluhan luka, dan 49 rumah terbakar itu. ''Kami tidak menemukan bukti keterlambatan, atau pembiaran oleh polisi yang diatur sesuai pasal 304 KUHP,'' tegasnya.

Peristiwa yang terjadi di Desa Karang Gayam Kecamatan Omben, dan Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang itu kata Nasser adalah konflik horisontal antara dua kelompok yang awalnya hidup berdampingan menjadi pecah akibat pandangan yang berbeda dalam tata cara ritual keagamaan.

Namun sayang, pihaknya tidak dapat menjelaskan secara rinci saat ditanya terkait kegiatan intelijen yang dinilai gagal dalam memberikan informasi sebelum pecahnya peristiwa itu, padahal intelijen adalah salah satu kesatuan tugas dari kepolisian. ''Soal itu, kami belum bisa jelaskan,'' pungkasnya.


http://regional.kompas.com/read/2012...istiwa.Sampang
ini krn faktor pandangan ritual yg berbeda jg
Quote:Hasil Investigasi Komisi III Soal Sampang

Jum'at, 31 Agustus 2012, 18:13 Mutia Nugraheni, Nila Chrisna Yulika

VIVAnews - Komisi III DPR yang membidangi masalah hukum telah melakukan investigasi dan turun ke lokasi terjadinya konflik antara Sunni dan Syiah di Sampang. Hal ini dilakukan guna mendapatkan data akurat terkait aksi kekerasan tersebut.

Hari ini anggota Komisi III, Yahdil Harahap, membeberkan temuan mereka terkait konflik tersebut. Masalah pertama yang mengakibatkan konflik itu sulit dicegah adalah karena lokasi yang masuk ke dalam dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi penyebab mobilisasi polisi terhambat.

Oleh karena itu, menurut Yahdil, perlu ada penempatan pasukan Brimob secara permanen di Sampang. Pasalnya, pasukan yang ada di Pamekasan jauh dari titik rawan yang ada di Sampang.

Masalah kedua, penyebab terjadinya konflik tersebut ternyata berawal dari konflik pribadi yang dibungkus oleh konflik aliran.

"Kultur masyarakat Madura yang keras, infrastruktur serta tingkat pendidikan yang minim menyebabkan peran masyarakat sulit diharapkan. Sangat diharapkan peran maksimal dari pemerintah dan kepolisian untuk menyelesaikan konflik," kata Yahdil dalam pesan tertulisnya, Jumat 31 Agustus 2012.

Komisi III yang turun langsung melihat keadaan di Sampang yaitu Ketua Komisi III I Made Pasek Swardika, Suhartono, Kurdi Mukri, Sayed Abubakar, Adang Daradjatun, Yahdil Harahap, Nudirman Munir, dan Martin Hutabarat.

http://nasional.news.viva.co.id/news...i-soal-sampang

persoalan pribadi yg menyeret ke beda keyakinan
Quote:Original Posted By Samsung.EZon
Seneng amat sih sama perang?

Sana gih pergi ke negara2 rawan konflik...puas2in lah perang di sana, tapi jangan ganggun negri ini lagi!!

Ga peduli sapa yang salah, dua2nya doyan bikin ribut!
kudu pedulilah siapa yg salah. perlu dibuktiin apa penyebabnya, msh simpang siyur
kerusuhan gini jangan sampe bawa2 SARA aja

paling males nih kalo ribut terus...

gara2 bang aji roma sih singgung2 kafir n SARA tu
ga ditemukan kareba ga dicari gan wkwkwkwk
Nice info gan
Quote:Original Posted By aryocupz
Nice info gan


Lagi kejar target ya?