Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016238895/jonan-mengubah-indonesia-lewat-kereta-api
Jonan, Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api
Jonan, Mengubah Indonesia Lewat Kereta Api

Kalau gaji pekerja bagus, kinerjanya juga bagus
-- Ignasius Jonan

Tiga tahun lalu kereta api dan stasiun identik dengan kekumuhan dan kesemrawutan. Kini, datanglah ke stasiun, Anda akan melihat perubahan. Kebersihan, kerja keras, dan disiplin bisa terlihat di tempat itu. Jutaan penumpang kereta api menjadi saksi.

Di tangan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan, perubahan itu dimulai. Ketika diamanahi memimpin BUMN transportasi ini, ia sempat berujar kepada Sofjan Djalil, mantan Menteri BUMN, apakah dengan latar belakangnya di bidang akuntansi ia tepat mengabdi di dunia transportasi?

Namun, begitu dilantik pada 25 Februari 2009, tiga bulan pertama dilalui Jonan dengan mempelajari PT KAI dan perkeretaapian. Ia memperkenalkan sistem meritokrasi.

”Tak ada lagi urut kacang atau persaingan antarkelompok untuk meraih posisi,” ujar Jonan. Bekerja profesional menjadi keseharian pegawai PT KAI.

Kemudian, kompensasi pegawai dinaikkan secara bertahap. Dalam tiga tahun terakhir, ada beberapa jabatan yang penghasilannya dinaikkan berlipat. ”Begitu saya tahu gajinya tak wajar, ya, harus disesuaikan, entah bagaimana caranya. Tidak mungkin pekerja yang melayani publik mendapat gaji kecil,” ujarnya.

Bagaimana perusahaan yang merugi Rp 83,4 miliar pada 2008 itu punya dana untuk menaikkan gaji? ”Saya sampaikan kepada pegawai, ayo kita cari dana bersama-sama,” ujarnya. Walau komponen gaji pegawai naik, PT KAI tetap mencetak laba bersih Rp 153,8 miliar pada 2009. Dua tahun terakhir, laba bersih KAI pun lebih dari Rp 200 miliar.

Bagaimana itu mungkin? ”Kalau gaji pekerja bagus, kinerjanya juga bagus,” ujarnya.

Ia menganalogikan dengan seekor sapi yang melintas di depan orang lapar. ”Mungkin hanya butuh 1 kilogram daging, tetapi karena tak mungkin memotong secuil daging, ya, dibunuh sapinya. Sebuah perusahaan juga bisa seperti sapi itu,” kata Jonan.

Tentang pegawai

Begitu memimpin KAI, ia tak langsung memangkas pegawai. ”Jumlah pegawai itu tak pernah berlebih, mungkin yang kurang pekerjaannya,” ujarnya. Keadilan coba ditegakkan, semisal gaji komandan di lapangan harus lebih tinggi daripada komandan di kantor.

”Tak boleh ada toleransi dan harus konsisten saat kita memutuskan kebijakan di perusahaan layanan umum,” ujar Jonan.

Tak sekadar bicara, dia pun memberi contoh. Saat mendapati penumpang tak mampu yang hendak naik kereta tanpa membeli tiket, dia merogoh kantong. ”Saya bayari sendiri,” ceritanya.

Rasa kasihan adalah urusan personal, sementara KAI adalah perusahaan negara yang harus dikelola profesional. ”Kalau ada pegawai lain merasa kasihan, ya, bayari saja dari kantong mereka sendiri. Ini bukan perusahaan milik mereka, tetapi milik negara. Sistem harus ditegakkan.”

Cenderung bicara keras dan apa adanya, itulah Jonan. Masyarakat bisa merasakan saat ia menerapkan sistem boarding dan kebijakan satu nama-satu tiket. Ia tak goyah ketika ada pihak yang mengkritik.

Penumpang kereta jarak jauh dan sedang juga harus duduk. Sementara untuk meminimalkan calo, nama di tiket harus sesuai dengan kartu identitas. Kebijakan ini bikin heboh. Penumpang terkaget-kaget.

Banyak penumpang, bahkan pegawai KAI, dan orang penting yang angkat suara. Meski justru terkesan menyepelekan penumpang dengan mengatakan, mungkinkah penumpang kereta diatur seperti itu? Bagaimanapun, hasilnya penumpang nyaman.

Siapa pun yang keberatan dengan sistem itu boleh melongok Stasiun Pasar Senen yang kini nyaman. Sistem boarding tak sekadar membuat stasiun lebih bersih, juga mengamankan pendapatan KAI. Namun, yang terpenting, mampu mengedukasi masyarakat.

Awalnya pegawai KAI mengeluhkan sulitnya mengajari penumpang antre. Namun, lambat laun, penumpang sendiri yang mengakui antre membuat mereka lebih nyaman.

Apabila dulu pegawai PT KAI harus mengancam menurunkan penumpang yang merokok, pasca-diterapkannya larangan merokok pada Maret 2012, sesama penumpang mengingatkan penumpang lain yang merokok di atas kereta.

Komisi Nasional Pengendalian Tembakau pun menghargai komitmen KAI dalam melarang aktivitas merokok di atas kereta dan lingkungan stasiun.

Inovasi juga diluncurkan PT KAI awal Agustus silam. Pembelian tiket bisa melalui situs http://www.kereta-api.co.id. Lewat sistem ini calon penumpang lebih mudah membeli tiket.

Alhasil, dalam penutupan Pos Koordinasi Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu tahun 2012, Selasa (28/8/2012), hanya moda kereta api yang mendapat pujian. Menteri Perhubungan pun melontarkan niatnya menerapkan sistem boarding di terminal bus dan pelabuhan.

Tak ragu

Perubahan-perubahan itulah yang dirasakan penumpang kereta api. Mereka tak lagi berdesak-desakan di stasiun. Kebersihan di stasiun dan kereta api terjaga. Jadwal keberangkatan dan kedatangan juga semakin sesuai dengan yang dijanjikan.

Perubahan itu dilakukan Jonan dengan tegas tanpa pandang bulu. Mengapa berani? ”Ini dari ketiadaan vested interest pada diri saya. Kalau tidak punya kepentingan tertentu, kita takkan ragu memutuskan atau berbuat apa pun,” ujar Jonan.

Empat puluh sembilan tahun lalu, Jonan lahir di Singapura. Ia tumbuh dalam keluarga yang mapan, kemudian berkarier gemilang pada perusahaan finansial multinasional. Maka, boleh dikatakan, hari-harinya di PT KAI dijalani sebagai sebuah pengabdian.

Setelah 3,5 tahun memimpin PT KAI, apakah kini gairahnya tertuju pada perkeretaapian? ”Bagi saya, yang penting pekerjaan ini bermanfaat buat banyak orang,” ujar Jonan.

Dia yakin kereta api merupakan bagian dari solusi masalah di Indonesia. Sebagai contoh, mengenai banyaknya korban dalam arus mudik, Jonan menawarkan solusi untuk Lebaran 2013.

”Apabila pemerintah mau menyubsidi pengangkutan sepeda motor dengan kereta, KAI akan mengangkut 300.000 motor pulang-pergi. Mengapa kami butuh subsidi? Karena pemudik butuh tarif yang terjangkau. Tanpa itu, mereka tetap akan menantang bahaya untuk mudik,” katanya.

Dari kereta api kita bisa becermin, sesungguhnya Indonesia mampu berubah. Disiplin, kerja keras, dan kejujuran bisa dibangkitkan kembali melalui contoh langsung.

http://bisniskeuangan.kompas.com/rea...wat.Kereta.Api

Pantesan lebaran tahun ini banyak pemudik beralih menggunakan kendaraan roda dua, dan jumlah korban kecelakaan meningkat.

Pernyataan Jonan sepertinya hanya berlaku untuk stasiun dan KA yang melayani rute jarak jauh.

Tapi setidaknya ada perkembangan lebih baik di intern PT. KAI

Spoiler for HT:
Pak jonan adalah orang yg sama sekali tidak memiliki latarbelakang perkeretaapian.....ternyata dia mampu bertahan & membuat perubahan yg menurut ane lumayan bagus....walau tidak ada gading yg tak retak,tapi setidaknya baru di dia lah PT.KAI terasa perubahannya...padahal dana PSO dr pemerintah telat melulu cairnya .....tp inget ya pak jonan,awasilah baik2 proyek kepada pihak ke-3 di KAI (itu ngeri-ngeri sedap lohhh )
Mewakili ayah baptis saya, terima kasih kaskuser atas supportnya
beritanya mana ya??

vbot ada baca beritanya gak ya??
Quote:Original Posted By azroel3
kereta api sekarang lebih mahal dari kereta jenazah gan
masa k.a. ekonomi non subsidi kena tuslah. hadeeh


Jadi gini gan,strategi pak jonan itu memaksimalkan pendapat dr luar golongan yg disubsidi gan ....jd cuma tarif KA ekonomi ajah yg dipertahankan murahnya gan,karena untuk golongan itu wajib murah karena disubsidi pemerintah....nah buat kelas 2-1-VIP KAI jor-joran mengeruk untung,sampai pengolahan fasilitas KA & stasiunpun dibisnisin gan demi memaksimalkan pendapatan....tp gak bisa kita salahin juga,soalnya dana subsidi operasional dr pemerintah juga turunnya telat melulu sih (jd ibarat gali lobang-tutup lobang deh )
Keadaan paling nyata itu di stasiun jatinegara, bersih mengkilap, ngga ada lagi gembel2 berkeliaran. waktu ane ke jogja naik ekonomi ac juga mantap, kereta sekelas ekonomi ada cleaning service nya..
good job KAI

ane ngerasain sendiri waktu balik mudik dari Purworejo ke Bekasi
(sempet rada kesel karna di st.Bekasi gak berenti,dan harus turun di jatinegara jam 3 pagi)
tapi,ane nyaman dengan pelayanannya
kelas ekonomi 28rb setara dengan kelas bisnis waktu sebelom ada perbaikan.

buat agan-agan yang mau komen "kira2/sepertinya/menurut ane"
mending cobain dulu deh naek Kereta sekarang,biar komen nya lebih asli
emang mantab pilihan Pak DI ini termasuk mematahkan tread sebelah
Baik ??? Ane di yogya merasakan ketidaknyamanan akibat kebijakan kacamata kuda bos Jonan ini.

Di masa bos ini:

1. Stasiun2 dipagari dengan pintu satu saja TANPA MEMIKIRKAN AKSESIBILITAS DAN KONEKTIVITAS penumpang untuk moda angkutan lain. Akibatnya orang harus berputar untuk memasuki stasiun. Ia berfikir hanya utk perusahaan BUKAN pelayanan penumpang. Contoh: Stasiun Lempuyangan di Yogya.

2. Ngotot tidak mau berkompromi harga dengan pemda2 yg mau bekerja sama dengan PT KAI (Contoh railbus solo).

3. Di masanya, aspek teknis lbh diutamakan daripada layanan. Contoh: empat trayek Prameks (Yogya-Solo) PADA JAM PADAT dihapus, ktnya untuk perawatan. Bukannya menyediakan KA cadangan atau mengatur jadwal kembali tapi malah menghapus.

4. Setasiun bersih, tp di luar stasiun semrawut luar biasa.

Masih ada lagi, tp cukup itu aja dulu. Kalo gw, Jonan cuma gw kasih 6 dari 10.
Quote:Original Posted By blue_danube
mencoba netral aja dari keluarga KA..

gak ada pemimpin yang menyenangkan semua pihak.. gebrakan ala jonan di PT KA tidak hanya menimbulkan simpati tapi juga kecaman bahkan orang2 PT KA sendiri yang mentalitasnya gak mau diajak berubah malah memperberat kerjanya..

kalo mau objektif, ngeliat permasalahan PT KA itu gak dilihat dari sebatas DAOP-DAOPnya... itu cuma persoalan kecil.. mungkin orang yang memanfaatkan jasa PT KA di DAOP 6 ada yang gak puas, sementara gw yang menggunakan jasa PT KA di DAOP 7 dan 8 merasa puas dengan kinerjanya... kalo pelayanan di tiap DAOP berbeda, biarpun sebagai top management ada pertanggungjawaban jonan disana, tapi ada kendala2 yang harusnya bisa ditangani oleh kepala DAOP setempat...

terkhusus KRL yang saat ini dipegang manajemen yang berbeda dengan PT KA, biarpun PT tersebut adalah anak perusahaannya sendiri, tentunya pertanggungjawabannya pun berbeda... kalo semua dikit2 nyalahin big boss ya susahlah...

permasalahan klasik PT KA adalah mentalitas pegawai dan duit PSO yang gak lancar... mentalitas pegawai butuh perjuangan berat untuk mengubahnya, secara itu berkaitan dengan culture yang berjalan berpuluh tahun.. tapi gak ada alasan untuk TIDAK BISA.. sementara PSO.. lha ini juga jadi masalah.. duit PSO adalah hak PT KA yang diperoleh dari pemerintah sebagai bagian dari pelayanan publik (terkait dengan subsidi), terutama pemerjalanan kereta ekonomi..

masalah PSO ini yang akhirnya menjadi salah satu dasar untuk menggenjot pendapatan dari kereta2 jarak jauh non ekonomi untuk menutupi kekurangan dalam pengoperasian kereta ekonomi, terlebih lagi kemenhub mengharuskan setiap kereta baru atau modifikasi, termasuk kereta ekonomi, harus ber-AC dan semua harus memiliki tiket duduk.. lha emangnya modif kereta gak butuh duit? darimana? PSO? nunggu duit PSO apa berarti kereta ekonomi gak boleh jalan?

terlepas dari itu semua, untuk hal2 yang baik harus dikawal...

Berarti memang kuncinya di masalah keuangan dan disiplin dari yang terlibat dalam perbaikan layanan KA kan mod.
Setuju! masyarakat harus ikut mengawal!

Quote:Original Posted By ikhsanlie
Pak jonan adalah orang yg sama sekali tidak memiliki latarbelakang perkeretaapian.....ternyata dia mampu bertahan & membuat perubahan yg menurut ane lumayan bagus....walau tidak ada gading yg tak retak,tapi setidaknya baru di dia lah PT.KAI terasa perubahannya...padahal dana PSO dr pemerintah telat melulu cairnya .....tp inget ya pak jonan,awasilah baik2 proyek kepada pihak ke-3 di KAI (itu ngeri-ngeri sedap lohhh )

Semoga dilanjutkan dengan memperbaiki layanan KA rute jarak dekat ya gan, yang masih banyak kekurangan.
Quote:Original Posted By penyimaksejati
Keadaan paling nyata itu di stasiun jatinegara, bersih mengkilap, ngga ada lagi gembel2 berkeliaran. waktu ane ke jogja naik ekonomi ac juga mantap, kereta sekelas ekonomi ada cleaning service nya..

O begitu ya... ane udah lama ga naik KA gan, jauh rumah dari stasiun.
Quote:Original Posted By PEmember
good job KAI

ane ngerasain sendiri waktu balik mudik dari Purworejo ke Bekasi
(sempet rada kesel karna di st.Bekasi gak berenti,dan harus turun di jatinegara jam 3 pagi)
tapi,ane nyaman dengan pelayanannya
kelas ekonomi 28rb setara dengan kelas bisnis waktu sebelom ada perbaikan.

buat agan-agan yang mau komen "kira2/sepertinya/menurut ane"
mending cobain dulu deh naek Kereta sekarang,biar komen nya lebih asli

Parkir kendaraan di stasiun jatinegara 24 jam ga ya gan? setau ane hanya di st Gambir yang menyediakan parkir 24 jam.
ane suka naik kereta jabotabek tapi setelah baru2 ini ada sistem komuterline tarif kereta jadi mahal

nunggu kereta ekonomi bisa kering distasiun saking lama datengnya (denger2 jmlhnya mau dikurangin)

sekarang kemana2 jadi pake motor ajah biar hemat
Spoiler for ngintip.oye:

masih belon terasa efeknya sih kreta api dimari
Quote:Original Posted By PEmember
good job KAI

ane ngerasain sendiri waktu balik mudik dari Purworejo ke Bekasi
(sempet rada kesel karna di st.Bekasi gak berenti,dan harus turun di jatinegara jam 3 pagi)
tapi,ane nyaman dengan pelayanannya
kelas ekonomi 28rb setara dengan kelas bisnis waktu sebelom ada perbaikan.

buat agan-agan yang mau komen "kira2/sepertinya/menurut ane"
mending cobain dulu deh naek Kereta sekarang,biar komen nya lebih asli


Gini deh gan TS, ane termasuk pengguna kereta api. ane akui bahwa KAI makin tertib. dan ane termasuk yg mendukung sistem boarding. ane sekarang nyaman2 aja pake ekonomi buat pulkam..

TAPI

(1) apa dasar pemikiran KA ke arah timur nggak berhenti di bekasi dan jatinegara?
kalo alasannya mencegah penumpang gelap (berdiri), apa gunanya kondektur, polsuska, dan PKD segitu banyak?
jumlah penumpang dari bekasi dan jatinegara banyak banget gan. sekarang kita harus keluar ongkos ekstra buat ke senen dan ke gambir. tapi, gak papalah..kan ada commuter line ke senen dan gambir...oh, tunggu..

(2) apa dasar pemikiran KRL Commuter Line TIDAK BERHENTI di Senen dan Gambir? setidaknya sampai 30 Sept 2012
musim mudik udah lewat gan..
kalo ini keterusan, calon penumpang bakal tambah repot. misal: kalo ke gambir musti turun di Juanda/Gondangdia terus nyambung ojek/bajaj. belum kalo bawa anak kecil atau bawaan banyak..

Walaupun udah jadi PT, tetep aja KAI itu layanan publik karena dapet PSO. kalo setahu ane, PSO telat bukan melulu salah pemerintah..aturan pencairan udah ada, duit udah dianggarin oleh lapangan Banteng. syarat2 pengajuan dari KAI udah lengkap belum? ane coba crosscheck ke temen di sana deh..

satu lagi: mental monopoli pak jonan musti dibenerin. kalimat "bayar segitu mau enak" dan "kalo ribet naik KA ya cari alat transport lain" mustinya nggak keluar dari mulut pejabat yang melayani publik.

ane juga masih belum merasakan perubahan apa ketika naik kereta api,
ane tiap hari naik Bogor-Jakarta (kecuali sabtu dan minggu),
dari sana masih biasa-biasa aja, malah tambah mahal dan ruwet aja semenjak adanya komuterline itu,
Quote:Original Posted By kalapa
Baik ??? Ane di yogya merasakan ketidaknyamanan akibat kebijakan kacamata kuda bos Jonan ini.

Di masa bos ini:

1. Stasiun2 dipagari dengan pintu satu saja TANPA MEMIKIRKAN AKSESIBILITAS DAN KONEKTIVITAS penumpang untuk moda angkutan lain. Akibatnya orang harus berputar untuk memasuki stasiun. Ia berfikir hanya utk perusahaan BUKAN pelayanan penumpang. Contoh: Stasiun Lempuyangan di Yogya.

2. Ngotot tidak mau berkompromi harga dengan pemda2 yg mau bekerja sama dengan PT KAI (Contoh railbus solo).

3. Di masanya, aspek teknis lbh diutamakan daripada layanan. Contoh: empat trayek Prameks (Yogya-Solo) PADA JAM PADAT dihapus, ktnya untuk perawatan. Bukannya menyediakan KA cadangan atau mengatur jadwal kembali tapi malah menghapus.

4. Setasiun bersih, tp di luar stasiun semrawut luar biasa.

Masih ada lagi, tp cukup itu aja dulu. Kalo gw, Jonan cuma gw kasih 6 dari 10.

1.Kalo st Tugu berapa pintu ya gan. waaa ini kedepannya perlu kerjasama dengan pemda setempat utk konektifitas dengan moda transportasi lain.
2.Lagi ngejar keuntungan kali gan.
3.Wadoo kasihan penumpang langganan Prameks
4.Bener2x baru pembenahan intern aja nih Pak JOhan

Kalo pejabat sebelumnya nilainya berapa gan?
Quote:Original Posted By efendiuz
ane suka naik kereta jabotabek tapi setelah baru2 ini ada sistem komuterline tarif kereta jadi mahal

nunggu kereta ekonomi bisa kering distasiun saking lama datengnya (denger2 jmlhnya mau dikurangin)

sekarang kemana2 jadi pake motor ajah biar hemat

Itulah makanya motor jadi kambing hitam bikin kemacetan Jakarta.
Quote:Original Posted By pamegat_ruh
Gini deh gan TS, ane termasuk pengguna kereta api. ane akui bahwa KAI makin tertib. dan ane termasuk yg mendukung sistem boarding. ane sekarang nyaman2 aja pake ekonomi buat pulkam..

TAPI

(1) apa dasar pemikiran KA ke arah timur nggak berhenti di bekasi dan jatinegara?
kalo alasannya mencegah penumpang gelap (berdiri), apa gunanya kondektur, polsuska, dan PKD segitu banyak?
jumlah penumpang dari bekasi dan jatinegara banyak banget gan. sekarang kita harus keluar ongkos ekstra buat ke senen dan ke gambir. tapi, gak papalah..kan ada commuter line ke senen dan gambir...oh, tunggu..

(2) apa dasar pemikiran KRL Commuter Line TIDAK BERHENTI di Senen dan Gambir? setidaknya sampai 30 Sept 2012
musim mudik udah lewat gan..
kalo ini keterusan, calon penumpang bakal tambah repot. misal: kalo ke gambir musti turun di Juanda/Gondangdia terus nyambung ojek/bajaj. belum kalo bawa anak kecil atau bawaan banyak..

Walaupun udah jadi PT, tetep aja KAI itu layanan publik karena dapet PSO. kalo setahu ane, PSO telat bukan melulu salah pemerintah..aturan pencairan udah ada, duit udah dianggarin oleh lapangan Banteng. syarat2 pengajuan dari KAI udah lengkap belum? ane coba crosscheck ke temen di sana deh..

satu lagi: mental monopoli pak jonan musti dibenerin. kalimat "bayar segitu mau enak" dan "kalo ribet naik KA ya cari alat transport lain" mustinya nggak keluar dari mulut pejabat yang melayani publik.

Kebijakannya baru sebatas menengguk keuntungan dari rute KA jarak jauh.
Quote:Original Posted By mjbr
ane juga masih belum merasakan perubahan apa ketika naik kereta api,
ane tiap hari naik Bogor-Jakarta (kecuali sabtu dan minggu),
dari sana masih biasa-biasa aja, malah tambah mahal dan ruwet aja semenjak adanya komuterline itu,

Semoga Pak Johan bisa bekerjasama dan koordinasi dengan gubernur DKI nantinya untuk menambah gerbong dan jalur rel dari Bodetabek ke Jakarta PP.
MRT hanya dari Jakarta ke Jakarta.
Kalau gaji pekerja bagus, kinerjanya juga bagus
-- Ignasius Jonan

bagus deh, biasanya kalau gaji pekerja bagus untung perusahaan mengecil
Quote:Original Posted By kaskus.on
1.Kalo st Tugu berapa pintu ya gan. waaa ini kedepannya perlu kerjasama dengan pemda setempat utk konektifitas dengan moda transportasi lain.
2.Lagi ngejar keuntungan kali gan.
3.Wadoo kasihan penumpang langganan Prameks
4.Bener2x baru pembenahan intern aja nih Pak JOhan

Kalo pejabat sebelumnya nilainya berapa gan?

Kebijakannya baru sebatas menengguk keuntungan dari rute KA jarak jauh.

Semoga Pak Johan bisa bekerjasama dan koordinasi dengan gubernur DKI nantinya untuk menambah gerbong dan jalur rel dari Bodetabek ke Jakarta PP.
MRT hanya dari Jakarta ke Jakarta.



Inilah akibat kalau kinerja hanya diukur melalui keuntungan. Pdhal PT KAI tugasnya bukan cuma cari untung tapi MELAYANI publik. Gw ga mau kasih kuliah, tp pejabat sebelumnya lebih banyak banyak memberi tekanan pada pelayanan. Mas TS tanya saja sama anak2 Pramekers, bgmana perubahan sikap PT KAI sebelum dan di masa bos Jonan ini. Mereka lebih tahu sampe ke detail2 itung2an keuntungan dan teknis.

Pejabat sebelumnya 7,5.
hayah dopost ... gara2 "kaskus kepenuhan"
Quote:Original Posted By kaskus.on


Begitu memimpin KAI, ia tak langsung memangkas pegawai. ”Jumlah pegawai itu tak pernah berlebih, mungkin yang kurang pekerjaannya,” ujarnya.


Pernyataan yang keren.
Coba kalo orang ini menjadi menteri pendayagunaan aparatur negara.
PT KAI Sudah semakin bagus kok menurut ane, bolak-balik naik kereta untuk tahun ini terbaik daripada tahun-tahun sebelumnya, kalo ada kekurangan ya mohon segera diperbaiki PT KAI terutama kereta di DKI masih banyak kekuranganya.....



" Semoga Moda Transportasi lain juga berubah menjadi lebih baik"
×