alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016230130/suram-masa-depan-generasi-muda
Suram, Masa Depan Generasi Muda
Tawuran antarsiswa pada Rabu dan Kamis lalu berujung kematian dua pelajar dan satu orang tua di Jakarta Timur. Ini menunjukkan bahwa norma kehidupan masyarakat telah luntur. Masa depan generasi penerus pun suram akibat terpengaruh budaya kekerasan.

Demikian diutarakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait pada Jumat (31/8).

Korban pertama, Jasuli (16), siswa kelas IX SMP Negeri 6, Jakarta Timur, yang tewas ditabrak KRL di Stasiun Buaran, Duren Sawit, Rabu (29/8) pukul 15.00, saat lari dari kejaran kelompok pelajar.

Korban kedua, Rahiman (64), pemangkas rambut keliling, yang tewas ditabrak KRL di dekat Stasiun Klender, Duren Sawit, saat menghindari tawuran antarsiswa SMK, Kamis (30/8) pukul 16.20.

Korban ketiga ialah Ahmad Yani (16), siswa kelas 1 SMK Negeri 39, Jakarta Pusat, yang meninggal dunia di RS Islam Pondok Kopi, Kamis pukul 19.00, dengan luka sabetan celurit dari tawuran antarsiswa di jalan layang Pondok Kopi, Cakung.

Arist menilai tawuran antarsiswa terjadi karena budaya kekerasan mengakar dan tekanan masalah di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

Siswa melihat para senior, orang tua, pejabat, dan masyarakat menyukai kekerasan sebagai solusi masalah. Media massa juga berperan dengan menggencarkan pemberitaan kekerasan. ”Siswa menjadi memahami bahwa kekerasan solusi,” katanya.

Selain itu, siswa juga terbebani dengan pelajaran di sekolah, kurang sarana dan waktu untuk berkegiatan dan berekspresi secara positif melalui kesenian, olahraga, dan keagamaan untuk memupuk nilai-nilai toleransi, solidaritas, saling menghormati, perdamaian, dan cinta kasih.

Bisa jadi juga, masalah atau konflik dalam keluarga memperkeruh suasana batin siswa sehingga mereka melarikan diri dalam kekerasan.

Arist mengusulkan perlu gerakan dan tekad bersama menghentikan budaya kekerasan hingga di satuan kehidupan terkecil yakni keluarga.

Wakil Kepala SMK Negeri 39 Hendri Prasetyo juga menyesali kematian Ahmad Yani. Dia mengakui, patroli guru dan petugas guna memastikan siswa tidak berkeliaran seusai pulang sekolah ternyata belum cukup.

16 siswa ditangkap

Terkait proses hukum kematian Ahmad Yani, menurut Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Dian Perry, sudah 16 siswa diperiksa dan 7 di antaranya masih ditahan. ”Kami melihat ada unsur pidana,” katanya.

Kasie Humas Polsek Cakung Inspektur Dua Sutrisno menambahkan, Ahmad Yani tewas akibat sabetan celurit oleh kelompok pelajar gabungan dua SMK. Tawuran itu pecah awalnya di Cempaka Putih, kemudian pindah ke dekat Stasiun Klender, berlanjut lagi di bawah jalan layang Pondok Kopi dan terhenti setelah ada korban tergeletak yakni Ahmad Yani. (BRO)

SUMBER BERITA

tawuran antarsiswa terjadi karena budaya kekerasan mengakar dan tekanan masalah di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

Diawali dari Tawuran ,NARKOBA, Dan Sex bebas....
Semakin jelas Generasi muda indonesia nantinya gak bisa membangun INDONESIA....
perlunya pendidikan...bukan sekedar otak yg pandai menghafal pelajaran.emoticon-shakehand
peran media yg cenderung menterpurukkan bangsa ini jg harus di kontrol. emoticon-shakehand
jangan menanyangan budaya yg anti kemapanan.....emoticon-shakehand

emoticon-I Love Indonesia (S)






1234 5678™
Quote:Original Posted By masbledek
perlunya pendidikan...bukan sekedar otak yg pandai menghafal pelajaran.emoticon-shakehand
peran media yg cenderung menterpurukkan bangsa ini jg harus di kontrol. emoticon-shakehand
jangan menanyangan budaya yg anti kemapanan.....emoticon-shakehand

emoticon-I Love Indonesia (S)






1234 5678™


Benar gan... Media juga harus membantu ....
Korbannya malah lebih besar dari kasus sampang emoticon-Frown
Quote:Original Posted By norisakes
Korbannya malah lebih besar dari kasus sampang emoticon-Frown


sungguh tragis melihat generasi muda sekarang
Tawuran dan kenakalan abg tu udah ada dari jaman kakek ente gan. Gitu aja sewot amat, ngerasa generasi paling bener! emoticon-Cape deeehh
Quote:Original Posted By Pribumi.Jawa
Tawuran dan kenakalan abg tu udah ada dari jaman kakek ente gan. Gitu aja sewot amat, ngerasa generasi paling bener! emoticon-Cape deeehh


terus harus dilestarikan yah ???

logika preman pasar emoticon-Hammer2
pendidikan moral sekarang malah di hilangkan dari kurikulum, jaman ane dulu ada pmp, nggak tau sekarang
Quote:Original Posted By Pribumi.Jawa
Tawuran dan kenakalan abg tu udah ada dari jaman kakek ente gan. Gitu aja sewot amat, ngerasa generasi paling bener! emoticon-Cape deeehh


Maaf ... sebenarnya ente maksudnya apa...

apakah kenakalan atau kebiasaan yang jelek harus dipertahankan...

mau tanya Emang dari moyang ente diajari sopan santun...
kalau gak ya.... saya maklum aja
Ini yg diinginkan dari reformasi kan? Bebas kebablasan emoticon-thumbdown
bISA jadi pengaruh lingkungan sekaligus tontonan di berita - berita tentang tawuran antar masyarakat yang sering merebak di negara kita.

Sungguh sedih bila hal demikian menjadi "budaya" masyarakat kita.
Quote:Original Posted By norisakes
Korbannya malah lebih besar dari kasus sampang emoticon-Frown


tapi tidak ada yg memeperjuangkan anak sekolah itu beraagkat dan pulang sekolah secara aman tanpa ancaman dari pihak sekolah lain
Itu kan di Jakarta,,,
tau sendiri jakarta anak-anaknya sebagian besar madesu,,,emoticon-Cape d... (S)
anak-anak berprestasi kan biasanya berasal dari daerah,,,
Jadi jangan men genelalisir jakarta jadi seluruh Indonesia dong,,,emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By Sukagarukpantat
Itu kan di Jakarta,,,
tau sendiri jakarta anak-anaknya sebagian besar madesu,,,emoticon-Cape d... (S)
anak-anak berprestasi kan biasanya berasal dari daerah,,,
Jadi jangan men genelalisir jakarta jadi seluruh Indonesia dong,,,emoticon-Cape d... (S)


gak dijakarta juga didaerah lain juga ada.... karena di daerah belum terekspos media aja...
Lalu pemerintah udah keluarkan solusi belom ya.
khususnya daerah jakarta
Quote:Original Posted By RWH
Tawuran antarsiswa pada Rabu dan Kamis lalu berujung kematian dua pelajar dan satu orang tua di Jakarta Timur. Ini menunjukkan bahwa norma kehidupan masyarakat telah luntur. Masa depan generasi penerus pun suram akibat terpengaruh budaya kekerasan.

Demikian diutarakan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait pada Jumat (31/8).

Korban pertama, Jasuli (16), siswa kelas IX SMP Negeri 6, Jakarta Timur, yang tewas ditabrak KRL di Stasiun Buaran, Duren Sawit, Rabu (29/8) pukul 15.00, saat lari dari kejaran kelompok pelajar.

Korban kedua, Rahiman (64), pemangkas rambut keliling, yang tewas ditabrak KRL di dekat Stasiun Klender, Duren Sawit, saat menghindari tawuran antarsiswa SMK, Kamis (30/8) pukul 16.20.

Korban ketiga ialah Ahmad Yani (16), siswa kelas 1 SMK Negeri 39, Jakarta Pusat, yang meninggal dunia di RS Islam Pondok Kopi, Kamis pukul 19.00, dengan luka sabetan celurit dari tawuran antarsiswa di jalan layang Pondok Kopi, Cakung.

Arist menilai tawuran antarsiswa terjadi karena budaya kekerasan mengakar dan tekanan masalah di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

Siswa melihat para senior, orang tua, pejabat, dan masyarakat menyukai kekerasan sebagai solusi masalah. Media massa juga berperan dengan menggencarkan pemberitaan kekerasan. ”Siswa menjadi memahami bahwa kekerasan solusi,” katanya.

Selain itu, siswa juga terbebani dengan pelajaran di sekolah, kurang sarana dan waktu untuk berkegiatan dan berekspresi secara positif melalui kesenian, olahraga, dan keagamaan untuk memupuk nilai-nilai toleransi, solidaritas, saling menghormati, perdamaian, dan cintrong kasih.

Bisa jadi juga, masalah atau konflik dalam keluarga memperkeruh suasana batin siswa sehingga mereka melarikan diri dalam kekerasan.

Arist mengusulkan perlu gerakan dan tekad bersama menghentikan budaya kekerasan hingga di satuan kehidupan terkecil yakni keluarga.

Wakil Kepala SMK Negeri 39 Hendri Prasetyo juga menyesali kematian Ahmad Yani. Dia mengakui, patroli guru dan petugas guna memastikan siswa tidak berkeliaran seusai pulang sekolah ternyata belum cukup.

16 siswa ditangkap

Terkait proses hukum kematian Ahmad Yani, menurut Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Dian Perry, sudah 16 siswa diperiksa dan 7 di antaranya masih ditahan. ”Kami melihat ada unsur pidana,” katanya.

Kasie Humas Polsek Cakung Inspektur Dua Sutrisno menambahkan, Ahmad Yani tewas akibat sabetan celurit oleh kelompok pelajar gabungan dua SMK. Tawuran itu pecah awalnya di Cempaka Putih, kemudian pindah ke dekat Stasiun Klender, berlanjut lagi di bawah jalan layang Pondok Kopi dan terhenti setelah ada korban tergeletak yakni Ahmad Yani. (BRO)

SUMBER BERITA

tawuran antarsiswa terjadi karena budaya kekerasan mengakar dan tekanan masalah di keluarga, sekolah, dan lingkungan.

Diawali dari Tawuran ,NARKOBA, Dan Sex bebas....
Semakin jelas Generasi muda indonesia nantinya gak bisa membangun INDONESIA....


Wes tenang aje gan.
Nanti ditampung jadi pasukan nasi bungkus.emoticon-Cape d... (S)
Murah meriah siap bertempur.emoticon-Cape d... (S)
kok tawuran mengakar di kaum terpelajar? percuma aja sekolah, otaknya g dipake emoticon-Cape d... (S)
waduh gan, masih banyak harapan kok
betul gan udah mengarah ke ciri kiamat sebenernya emoticon-Takut (S)
maklum gan, tontonan ababil jaman sekarang itu crowszero emoticon-Busa
berasa jadi yakuza gitu emoticon-Busa
biar aja mampus semua itu yang tawuran kaga usah di pisahin, paling gedenya juga jadi kriminil.
×