alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
HPR (Hewan Perwakilan Rakyat) belajar cara korupsi yg banyak dan cepat ke Brazil :(
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016222247/hpr-hewan-perwakilan-rakyat-belajar-cara-korupsi-yg-banyak-dan-cepat-ke-brazil

HPR (Hewan Penghisap-darah Rakyat)belajar cara korupsi yg banyak & cepat ke Brazil :(

Laporan dari Den Haag
Prof. Sofjan: Ke Brazil DPR Rendah Akal Budi Jatuhkan Martabat

Den Haag Kepergian Pansus RUU Desa DPR ke Brazil dengan dalih studi banding menjatuhkan martabat intelektual Indonesia dan pamer rendah akal budi. Hanya orang-orang bermartabat yang sadar arti sebuah martabat.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Sofjan Siregar di Den Haag menanggapi maraknya kembali anggota DPR RI berbondong-bondong ke berbagai benua dengan dalih studi banding, Jumat (31/8/2012).

"Tidak ada signifikansinya pergi ke Brazil untuk pembuatan RUU, apalagi tentang pedesaan. Seperti yang sudah-sudah mereka hanya ingin melancong. Mereka tidak lebih dari pembohong rakyat," kecam Sofjan.

Menurut Sofjan, adalah bohong besar jika dikatakan Brazil berhasil dalam mengelola pedesaan, karena penyakit korupsi di Brazil hampir sama parahnya dengan di negeri asal asul apa yang disebutnya gerombolan Pansus itu.

"Sebenarnya gerombolan ini patut diduga telah melakukan delik pidana yang harus diproses, kemudian dipaksa untuk membayar kembali uang pajak yang dihamburkan oleh mereka untuk jalan- jalan ke Brazil," imbuh Sofjan.

Apa yang dijamin ketua rombongan Budiman Sujatmiko, bahwa studi banding ke Brazil betul bermanfaat, itu malah berlipat nilai bohongnya karena dia sendiri adalah orang yang terlibat dalam semua kebohongan ini.

Lanjut Sofjan, negara yang berhasil mengelola pedesaan adalah India, seperti kesuksesan desa Kerala, yang jelas-jelas memperoleh penghargaan dari United Nation Development Program (UNDP, dari desa paling terbelakang menjadi desa tersukses di dunia.

Jika tidak mau ke India, mestinya ke Ethiopia, karena salah satu desa sukses di dunia adalah desa Abraha Atsteha, Ethiopia, yang juga mendapat penghargaan dari UNDP baru-baru ini dengan diberi award dan uang USD 20.000.

"Jelas sekali, Ethopia tidak menarik buat nafsu syahwat gerombolan DPR, sehingga harus bohong rekayasa negara lain. Pokoknya kemana mereka mau pergi selalu bohong dengan data, sudah terbiasa bohong. Toh mereka tidak pernah diberi sangsi atas kebohongan itu," papar Sofjan.

Sofjan mengingatkan awalnya Pansus akan ke Venezuela, sudah pula berangkat ke Cina, Jepang. Kalau bisa seluruh ujung dunia yang sesuai selera nafsu mereka mau dikunjungi sambil menambah penghasilan dari uang pajak.

"Apakah mereka tidak mendengar kritikan dan kutukan rakyat pembayar pajak yang tidak rela uang jerih payah mereka dihambur-hamburkan? Padahal kalau mereka punya otak dan hati nurani RUU itu bisa dirancang sesuai kemampuan akal budi dan nilai-nilai lokal Nusantara," gugat Sofjan.

Sofjan menilai, dari sudut pandang hukum, kehidupan demokrasi yang transparan, logika, manfaat dan keadilan, kepergian 13 anggota Pansus RUU Desa ke Brazil tidak bisa dibenarkan. Itu pamer ahlak dan budi pekerti sangat rendah serta tidak punya rasa malu lagi.

"Jika binatang singa atau buaya sudah makan mangsa hari ini, maka untuk waktu lama mereka tidak mencari mangsa lagi. Namun anggota DPR baru beberapa hari ke Cina sudah ke Brazil dan seterusnya. Artinya mereka ini lebih rakus dari binatang singa dan buaya," demikian Sofjan.
(es/es)

[url]http://news.detik..com/read/2012/08/31/134027/2004363/10/prof-sofjan-ke-brazil-dpr-rendah-akal-budi-jatuhkan-martabat?9922022[/url]

ternyata korupsi itu mudah dan enak emoticon-Ngakak
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Quote:

Tanpa perlu kemana mana, emang udah ga punya akal budi sama akal sehat. Apalagi martabat. Boro2.
waaah..malah pada tour piknik.. ngehabisin sisa2 thr pa ya? emoticon-Ngakak
whatever they do, i have my own,
Post ini telah di hapus oleh dpk4212
Post ini telah di hapus oleh
mantap pak Prof ulasan dan hujatannya sangat mengena. Sayangnya anggota gerombolan tidak pernah mau mendengarkannya
HPR itu Hewan Peliharaan Rakyat,

jadi maklum aja kita2 rakyat2nya itu harus ngasi duit buat binatang peliharaan kita kan, buat makan, jalan2, beli ini beli itu..ya anggep wajar aja lah..
semoga mereka tidak akan pernah kembali lagi ke indonesia.
Post ini telah di hapus oleh
enak jalan2 ke luar negeri,
dilayani lagi...
Quote:

sudah diubah menjadi Hewan Penghisap-darah Rakyat emoticon-Ngakak
budiman sujatmiko udah kaya duduk di kursi empuk, lupa berdiri
ada kaskuser yang di brazil ga?

Klo ada, monggo di-video-in aja sembunyi-sembunyi mereka ngapaen aja disana.
belanja atau studi banding beneran. Upload dah di kaskus. baru masuk berita.emoticon-Ngakak
yang kayak gini yang bikin orang golput di pemilu, sudah ga ada anggota yang cara berpikirnya sehat emoticon-Frown melancong di atas penderitaan rakyatemoticon-thumbdown
jadi ingat guyonan kuno..
Q: kalo pesawat yang membawa rombongan DPR lagi studi banding tiba2 jatuh.. berapa orangkah yang selamat..?
A: 250 juta penduduk Indonesia emoticon-Ngakak

sudah sering dibahas ini.. gak perlu anggota dewan yang kesana.. lebih murah ahlinya didatangkan kesini suruh kasi pembekalan dan materi ke anggota dewan yang entah isi kepalanya apaan.. emoticon-Cape d... (S)
Quote:


apa iya mereka mau melampiaskan nafsu syahwat di brazil emoticon-Belo
baru nyadar ane gan emoticon-Hammer
Hayo tebak,HEWAN apa yg sering pergi ke luar negeri dengan uang rakyat?
jawabannya jelas HEWAN PERWAKILAN RAKYAT....
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Post ini telah di hapus oleh
belajar korupsi? udah ahli kali semuanya tuh hewan2 dpr..udah jadi bagian dari insting..klo sekali aja ga korupsi badan si hewan2 dpr itu pada meriang semua emoticon-Cape d... emoticon-Cape d... emoticon-Cape d...

ada cara ga itu begitu sampai di brazil tuh anggota2 hewan lenyap ditelan bumi? emoticon-Cool
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di