Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016220870/kebakaran-hutan-gunung-agung-bali
Kebakaran hutan Gunung Agung, Bali
Karangasem (Metrobali.com)-
Kepala Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Bali I Gede Jaya Seratabarana saat dihubungi Metrobali.com Jumat (31/8) sekira pukul 23.00 mengatakan, api di lereng sebelah Timur Gunung Agung belum bisa dipadamkan. Sulitnya api dipadamkan karena selain tempat di lereng gunung, juga untuk mencapai lokasi sangat sulit. Apalagi di malam hari, cuaca di sekitar Gunung Agung tidak ramah lagi.
Menurut Seratabarana, tim dari kebencanaan Provinsi Bali akan melanjutkan, pemadaman, Sabtu (1/9) besok pagi. ‘’Saat ini sudah ada petugas kita di lapangan seperti PMI dan petugas dari Kabupaten Karangasem di lapangan untuk memantua situasi di sekitar kebakaran,’’ kata Seratabarana saat dihubungi via telpon tadi.
Sebelumnya, hutan di sekitar Gunung tertinggi di Bali berlokasi di Kabupaten Karangasem, terbakar hebat dan hingga malam ini api belum berhasil dipadamkan. “Petugas kami masih kesulitan menjangkau ke lokasi karena tidak ada akses jalan,” katanya.
Dari pos pemantau, diketahui sampai malam ini api masih berkobar menjalar di sekitar hutan dan terlihat asap membumbung dari lokasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Karangsem dan unsur lainnya masih berupaya agar bisa mendekat ke lokasi karena tidak ada akses jalan.
“Belum bisa diketahui penyebabnya, kami masih terus koordinasi dengan petugas BPBD Karangasem, masih diupayakan untuk penanganan. Astungkara besok kami bersama tim dari Pemprov Bali akan segera meluncur,” imbuh Serataberana
Dari keterangan warga diketahui, kobaran api di hutan di Gunung Agung terjadi sejak sore hingga malam ini. “Api terlihat masih menyala,” kata Made Parna warga Kubu Karangasem
Kobaran api nampak terlihat jelas dari puncak ke bawah di sisi timur Gunung Agung. Kebakaran yang terjadi saat umat Hindu belum lama melaksanakan hari raya Galungan menarik perhatian warga Kabupaten Karangasem.
Dari keterangan dihimpun, Kebakaran hutan Gunung Agung sebelumnya pernah terjadi pada Bulan Oktober 2011 lalu. Saat itu, amukan api berlangsung selama beberapa hari menghanguskan 60 hektare hutan di lereng timur dan utara Gunung Agung yang berhenti meletus sejak tahun 1960 an ini. SUS-SUT-MB
Dibaca :62
Short URL: http://metrobali.com/?p=12328
Karangasem ( Metrobali.com )-
Kebakaran hebat melanda lereng timur Gunung Agung. Kebakaran terjadi Kamis ( 30/8 ) sebanyak dua kali. Pagi hari dan terulang kembali pada sore hingga malam hari.
Lokasi kebakaran sendiri tepat diatas dusun Muntig, Desa Tulamben, Kubu Karangasem sekitar 50 km dari Kota Amlapura. Belum bisa dipastikan berapa luas areal yang terbakar. Namun demikian diperkirakan mencapai ratusan hektar.
Pada kebekaran pertama diperkirakan hutan seluas 60 hektar ludes terbakar. Sore hari titik api kembali menyala dan kebakaran kembali terjadi. Bahkan api terlihat dari Desa Subaggan Karangasem kota. Bahkan api yang terlihat di kejauhan tersebut sempat menjadi tontonan warga Kota Amlapura.
Menurut saksi mata titik api sendiri sebenrnya sudah mulai terlihat Kamis (30/8) siang. “Ya saat itu masih kecil,” ujar Ni Kadek Leli 35 salah satu warga Tulemben. Pagi api sebenarnya masih ada, namun sempat padam. Kemudian sorenya kembali menyala.
Menurutnya titik api sendiri berada sangat jauh di lerang Gunung Agung. Hanya saja titik api terlihat cukup jelas. Pihaknya berharap agar segera ada penanganan dari pemerintah. Yang jelas menurutnya kejadian kebekaran ini sering terjadi malah sudah rutin. Hanya saja kali ini cukup besar.
Sementara kawasan yang terbakar adalah kawasan gersang yang selama ini banyak ilalang dan pohon kecil kecil. Sementara itu kebakaran biasanya terjadi karena pengaruh cuaca selaian juga karena ulah manusia. Warga Tulemben sendiri tidak tahu pasti penyebab kebakaran kali ini. Namun ada dugaan kalau kebekaran karena perambahan oleh warga.
Untuk diketahui lereng timur Gunung Agung terkenal dengan kekayaan alamnya seperti madu lebah. Warga masyarakat biasanya mencari madu ini pada malam hari. Mereka biasanya membawa prakpak (obor dari ikatan daun kelapa kering red). Dan prakpak ini terkadang dibuang begitu saja sehingga menimbulkan kebekaran. Selaian itu ada juga sengaja dilakukan pembekaran. Dengan harapan saat musim hujan tumbuh rumput dengan subur untuk pakan ternak.
Sementara itu Kadis Kehutanan Karangasem Ketut Mudita belum bisa dikomfirmasi soal kejadian ini. Yang jelas kebakaran di lereng Gunung agung bersifat rutin. Bahkan terjadi hampir setiap musim kemarau. Pada kebakaran tahun lalu Wabup Karangasem Made Sukarena malah sempat melakukan pemantauan dengan Heli kopter untuk melihat titik api. Sementara itu upaya pemadaman kemarin dilakukan masyarakat setempat, Polhut dan Relawan dari Tagana. Pemadaman sendiri dilakukan secara manual. Caranya kawasan hutan yang terbakar di isolasi agar tidak merambah ke hutan yang ada disekitarnya. SUS-MB
Dibaca :412
Short URL: http://metrobali.com/?p=12323
Ini pasti ada orang yang lagi rokok nih, lupa matikan rokoknya jadi menimbulkan musibah yang menghanguskan hampir seluruh hutan di bali....
yaampun kebakaran lagi
kelamaan musim panas nih kayaknya
Quote:Original Posted By nyaris100909
yaampun kebakaran lagi
kelamaan musim panas nih kayaknya


Quote:Original Posted By REJJEKY
Ini pasti ada orang yang lagi rokok nih, lupa matikan rokoknya jadi menimbulkan musibah yang menghanguskan hampir seluruh hutan di bali....


semoga pihak terkait dapat menyelesaikan masalah kebakaran hutan ini, dengan dibantu masyarakat tentunya
mudah-mudahan g kurangin keindahan alam Bali
ternyata di Bali ada kebakaran hutan juga ya......

meskipun hutannya ngga banyak....
mudah-mudahan g kurangin keindahan alam Bali
untung jauh dari rumah ane gan kwkwkw
kebakaran mulu gan udah kaya rumah aja
sama juga gunung batur....karena banyak yg membakar lahan
semoga tetap indah