Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016215930/mati-ketawa-cara-rusia
Mati Ketawa Cara Rusia
Buat yang mo nostalgia baca buku jaman jebot, gw kumpulin beberapa joke-nya (disadur dari berbagai sumber, thanks buat OP!)

Stalin Mati
Bangsa Soviet sepakat untuk mengenyahkan diktator itu selama-lamanya, dan menguburkannya sejauh-jauhnya. Mereka membentuk sebuah panitia khusus.

Panitia ini menyurati pemerintah Inggris, dengan permohonan agar Stalin bisa dikuburkan di sana.

“Well,” jawab Inggris, “di sini sudah dimakamkan Karl Marx … tentulah kurang mustahak bila kedua tokoh itu bersama-sama di satu negeri.”

Panitia mencoba menyurati pemerintah Jerman.

“Boleh saja ia dikuburkan disini,” kata Jerman. “Tetapi kalian tahu, di sini sudah ada Hitler. Dua tiran besar di satu negeri tentulah kurang seronok.”

Di tengah kebingungan panitia, mendadak datang telegram dari Tel Aviv. “Karena Stalin tidak pernah menghalangi pembentukan negara Israel, kami setuju ia dikuburkan di sini,” demikian bunyi telegram.

Panitia lega. Tetapi, mendadak beberapa anggota menjadi panik. ” Tidak bisa! Tidak bisa!” pekik mereka.

“Di Israel, mereka percaya akan kebangkitan orang mati!”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia/#comment-44
Hamba Sahaya Rakyat
Nehru tiba di Moskwa untuk sebuah kunjungan resmi. Pada pukul tujuh pagi, ia keluar ke balkon penginapannya, dan melihat lalu lintas, bis, dan trem yang penuh sesak dengan manusia.

“Siapa mereka?” Nehru bertanya kepada Krushcev.

“Merekalah tuan dan pemilik negeri ini,” jawab Krushchev.

Pukul sebelas, Nehru kembali ke balkon. Di jalanan, ia menyaksikan beberapa limousin hitam meluncur dengan anggun.

“Dan siapa mereka?” Nehru bertanya.

“Itulah kami,” sahut Krushchev dengan nada bangga “Kami, para hamba sahaya rakyat,”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia/
Ayah dan Ibu

Sebuah komisi mengunjungi sebuah sekolah untuk menjajaki patriotisme para siswa.

“Hymie,” seorang murid dipanggil untuk ditanyai.

“Siapa ayahmu?”

“Ayah saya adalah Uni Soviet,” jawab Hymie.

“Anak pintar! Dan siapa ibumu?”

“Ibu saya adalah Partai Komunis,” sahut Hymie.

“Bukan main! Dan apa keinginanmu setelah dewasa?”

“Menjadi Yatim Piatu”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia/
Neraka Kapitalis

Seorang warga Soviet meninggal.

Di akhirat, ia mendapat pertanyaan : ingin masuk ke surga komunis atau neraka kapitalis. Ia tersenyum, merasa berbahagia karena akhirnya boleh memilih. Dan tentu saja ia memilih neraka kapitalis.

Setelah setahun, ia mengajukan permohonan kepada Tuhan untuk pindah ke surga komunis. Permohonan itu dikabulkan. Di tempatnya yang baru, ia segera dikeremuni penghuni lain, dan ditanyai, bagaimana rasanya di neraka kapitalis.

“Sama seperti di sini,” katanya. “Di sana, kami juga diwajibkan memompa air.”

“Berapa jam kerja yang diberlakukan?”

“Sama seperti di sini.”

“Kalau begitu, mengapa Anda minta pindah ke sini?”

“Oh begini. Di sana kita harus bekerja dari pukul delapan pagi sampai pukul delapan malam. Sedangkan di sini, mula-mula ada rapat partai, kemudian konferensi, kemudian rapat lagi, kemudian istirahat untuk merokok, kemudian masih ada kemungkinan pompanya rusak…”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia
Kereta Api Mati

Stalin, Krushchev, dan Brezhnev naik kereta api.

Tiba-tiba kereta api itu mogok.

“Perbaiki segera,” seru Stalin.

Setelah diusahakan sekian saat, kereta itu tidak dapat diperbaiki.

“Tembak semua orang!” kata Stalin.

Semua orang ditembak, tetapi kereta tidak juga bisa jalan.

“Rehabilitasikan semua orang!” seru Krushchev.

Semua orang direhabilitasikan, dan kereta tetap mogok.

“Tutup tirai jendela,” kata Brezhnev. “Dan marilah kita menganggap kereta api ini berjalan dengan lancarnya.”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia/
kocak yg ayah dan ibu

Mencari Pekerjaan

Mencari Pekerjaan

Seorang lelaki mengunjungi temannya, seorang menteri dan memohon, “Aku membutuhkan pertolonganmu untuk mendapat pekerjaan, sebab aku tidak memiliki ijazah apa pun.”
“Engkau anggota Partai?” Menteri bertanya.
“Tentu.”
“Baiklah. Engkau bisa menjadi wakilku, dengan penghasilan sepuluh ribu rubel sebulan.”
“Oh jangan. Berikanlah jabatan yang tidak sepenting itu.”
“Hmmm, begini saja. Aku bisa menunjukmu menjadi direktur di sebuah pabrik besar. Gajimu dua ribu rubel sebulan.”
“Jangan, jabatan itu masih terlalu tinggi untukku. Buatku, cukuplah sekedar seratus rubel sebulan. Jabatan masinis, misalnya”
“Maaf, kalau begitu aku tidak bisa mencarikan pekerjaan untukmu. Untuk menjadi masinis, engkau harus memiliki ijazah..”

Code:
Sumber: http://awok90.wordpress.com/2011/07/14/lelucon-ala-soviet-mati-ketawa-cara-rusia/
setuju ane gan
Berapa Lama Lagikah Rakyatku Berbahagia?

Kennedy (Amerika) menghadap Tuhan dan memohon:
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
“Lima puluh tahun lagi,” kata Tuhan.
Kennedy menangis, dan berlalu.

Charles De Gaulle (Perancis) menghadap Tuhan dan memohon,
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
“Seratus tahun lagi,” jawab Tuhan.
De Gaulle menangis, dan berlalu.

Kruschev (Rusia) menghadap Tuhan dan memohon,
“Tuhan, berapa lama lagikah baru rakyatku berbahagia?”
Tuhan menangis, dan berlalu …..

Code:
Sumber: http://kupalima.wordpress.com/2008/06/29/humor-berapa-lama-lagi-rakyatku-berbahagia/
Penipu

Seorang lelaki mendadak keluar dari rumahnya di Moskow sambil berteriak, “Hanya satu orang! Dan dia membuat kita semua menderita! Seluruh dunia menderita! Satu orang pendusta!”

Hanya dalam hitungan menit, dia sudah ditangkap, babak belur, dan diinterogasi di kantor KGB.
“Ada apa, kamerad? Anda teriak apa tadi?”
“Satu penipu besar, membuat kita semua menderita!”
“Masa? Lalu siapa satu penipu itu?”
“Siapa? Anda tentu tahu juga! Hitler, tentu saja!”
“Ah tentu. Baiklah, Anda boleh pulang.”
Si lelaki berdiri terhuyung, berjalan ke arah pintu, tapi lalu menoleh balik. “Tunggu. Tadinya Anda kira siapa penipu itu?”

Code:
Sumber: http://novel-terlaris-iwan.blogspot.com/2010/06/mati-ketawa-cara-rusia.html
wkwkw kocak gan ane abiss
Cat Biru

Biarpun tidak lagi di zaman komunis, tekad Putin menjaga kedigdayaan negerinya membuat banyak orang menyamakan dirinya dengan Stalin. Maka, di waktu segalanya kusut (inflasi tinggi, perang Chechnya, krisis Georgia, skandal bisnis migas) dll, Putin mengundang arwah Stalin membantunya.
Stalin datang, lalu menasehati: “Mudah saja. Pertama, kumpulkan semua kaum demokrat di lapangan merah, lalu tembak mereka. Kedua, ganti cat Kremlin dengan warna biru.”
Putin tergelitik: “Lho, kenapa warna biru!”
Stalin tertawa. “Putin tersayang, kamu memang pengikutku. Kamu mempertanyakan yang nomor 2, tapi tidak yang nomor 1.”

NB: kalo yang ini sih bukan dari buku Mati Ketawa Cara Rusia

Code:
Sumber: http://kun.co.ro/2008/10/14/ketawa-cara-russia/
Ahli Tengkorak (favorit gw)

Seorang ahli yang luar biasa tiba di Moskow. Ahli ini mampu mengidentifikasikan seseorang hanya dari tengkoraknya, tanpa perlu melihatnya sama sekali. Para penguasa Kremlin pun lalu tertarik padanya. Sang ahli lalu di undang memperagakan keahliannya. Setelah mata sang ahli ditutup, kepadanya diserahkan tengkorak Karl Marx.

Setelah meraba sebentar, sang ahli lalu berkata, "Ini tengkorak seorang teoritikus, seorang pemikir."

Mereka lalu memberikan tengkorak Lenin. "Ini seorang pragmatis, dengan sedikit kecenderungan teoretis."

Para penguasa Kremlin akhirnya membawa tengkorak Krushchev. Sang ahli tampak bingung untuk sejenak. "Ini jelas tulang pantat kuda." katanya. "Tetapi aneh, tidak ada lubang duburnya."

Code:
Sumber: http://zeithmind.blogspot.com/2010/03/humor-ala-rusia-ahli-tengkorak.html
Segenggam Jagung (favorit gw juga)

Seorang penghuni rumah sakit jiwa menganggap dirinya segenggam jagung, dan selalu khawatir bila ia dimakan ayam.

Melalui pengobatan yang panjang, ia akhirnya dianggap sembuh, dan diwawancarai sekali lagi sebelum dipulangkan.

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Dokter bertanya.
"Sangat baik. Terima kasih, Dokter."
"Apakah engkau sekarang masih menganggap dirimu segenggam jagung?"
"Tidak lagi, Doker."
"Bagus! Kalau begitu, engkau sudah boleh pulang."

Pasien itu segera mengemasi barang-barangnya, minta diri, kemudian siap untuk berangkat. Tetapi, di pintu, ia tertegun, dan kembali menemui dokter.

"Dokter, saya tahu bahwa saya sekarang bukan lagi segenggam jagung. Tetapi, apakah ayam-ayam itu juga tahu?"

Code:
Sumber: http://www.goodreads.com/book/show/3880585-mati-ketawa-cara-rusia
ini kalau nggak salah ada bukunya dulu kan ya?


"Mati Ketawa Cara Rusia"




Mati Ketawa Cara indonesia ada gak?
yang terakhir kocak gan
Quote:Original Posted By Artisto1
ini kalau nggak salah ada bukunya dulu kan ya?


"Mati Ketawa Cara Rusia"




Mati Ketawa Cara indonesia ada gak?


Betul gan, ini disadur dari buku taun 90'an. Gw salut sama penerjemahnya. Yang gw tau Mati Ketawa Cara Daripada Soeharto gan:
Code:
http://forum.indowebster.com//showthread.php?t=78041


Yang itu sih belon pernah baca, tapi ini juga lucu gan, lelucon jaman Orde Baru:
Code:
http://matiketawa.wordpress.com/

numpang ya gan...
lucu2...
baca lawakan ente bikin ane terpingkal2 gan
koplak abis gan
ane bantu ya agan
×