Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016213730/saham-quotbumi-resourcesquot-jeblog-sampai-rp-630-nilai-kapitalisasinya-tergerus-rp-32-t
Saham "Bumi Resources" Jeblog sampai Rp 630. Nilai Kapitalisasinya Tergerus Rp 32-T.
Saham "Bumi Resources" Jeblog sampai Rp 630. Nilai Kapitalisasinya Tergerus Rp 32-T.

Saham BUMI Terus Merosot-Nilai Kapitalisasi Tergerus Rp 32,61 Triliun \t \t
Friday, 31 August 2012

JAKARTA– Investor pasar modal masih melakukan aksi jual saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) hingga kemarin, meski manajemen telah membantah bahwa perseroan di ambang kebangkrutan finansial. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, saham BUMI ditutup melemah 40 poin atau 5,97% ke level Rp630 per saham.Kapitalisasi hanya mencapai Rp13,09 triliun. Nilai kapitalisasi itu tergerus Rp32,61 triliun atau 71,36% dibandingkan posisi awal tahun ini yang mencapai Rp45,70 triliun. Saham Bumi sempat mencapai harga tertinggi pada 2 Februari 2012 sebesar Rp2.600.

Namun, kemarin harga BUMI turun Rp40 (5,97%) menjadi Rp630. Kepala Riset Semesta Indovest M Sugiarto mengatakan, investor pasar modal mengkhawatirkan risiko yang dihadapi jika terus menguasai saham BUMI. Pasalnya, investor beranggapan beban utang BUMI saat ini tinggi. Saat ini, lanjut dia, persepsi investor terhadap saham BUMI masih kurang baik.Karena itu, kemungkinan harga saham perusahaan pertambangan milik Grup Bakrie ini kembali mengalami pelemahan bisa saja terjadi.

”Tapi sulit untuk diukur sampai berapa jauh,karena tergantung persepsi investor,”ujarnya saat dihubungi kemarin. Sebelumnya, Analis PT Panin Sekuritas Fajar Indra mengatakan bahwa BUMI diindikasikan mengalami kebangkrutan finansial, di mana performa keuangan semester I/2012 sangat buruk dan solvabilitas sangat lemah. Dia memaparkan BUMI mencatatkan kerugian sebesar USD322 juta pada semester I/2012,setelah mencatatkan keuntungan sebesar USD232 juta pada semester I/2011.

”Ada beberapa faktor yang disinyalir menyebabkan jatuhnya performa BUMI pada semester I/2012,”ujar dia dalam risetnya. Fajar menjelaskan, faktor pertama adalah tergerusnya marjin laba BUMI yang diakibatkan melonjaknya biaya produksi/ ton sebesar 9,2% dan tidak diimbangi naiknya harga jual.Hal ini terjadi hampir di seluruh perusahaan batu bara di Indonesia, karena memburuknya harga batu bara dunia.

Faktor lainnya adalah tingginya beban keuangan yang harus dibayar serta kerugian atas transaksi derivatif.Laporan keuanganBUMImencatat, bahkanjumlah beban keuangan yang harus dibayar lebih tinggi dari laba usahanya sendiri. Hal ini tentunya memperlihatkan betapa buruknya solvabilitas BUMI dalam membayar utang-utangnya. ”BUMI memiliki tanggal jatuh tempo untuk utangnya kepada CIC masing-masing sebesar USD600jutauntuk trancekedua dan USD700 juta untuk trance berikutnya,”paparnya.

Sementara itu,manajemen BUMI menyatakan informasi yang menyatakan bahwa BUMI di ambang kebangkrutan hanya rumor, karena pencatatan kerugianyangdilakukanhanyalah potensi kerugian dan secara finansial tidak mengganggu keuangan perusahaan.”Kabar potensi kebangkrutan tersebut hanyalah rumor semata yang tidak berdasar,”ujar Direktur BUMI Dileep Srivastava kemarin.

Dileep optimistis perseroan bisa mencapai kinerja sesuai target.”Produksi BUMI on track untuk mencapai 100 juta ton di 2014.Pembayaran utang juga tidak ada yang default,”paparnya. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengakui, penurunan harga saham BUMI lebih dipengaruhi oleh adanya faktor-faktor eksternal.

Dengan kondisi seperti itu,Ito menganggap penurunan harga saham yang masih dalam batas wajar dan bukan suatu hal yang tidak biasa. Bila memang terjadi penurunan harga yang sangat signifikan,BEI memiliki fitur penghentian perdagangan otomatis (autorejection) dalam sistem perdaganga
http://www.seputar-indonesia.com/edi...t/view/522218/


SAHAM BUMI kembali anjlok -5,97% ke Rp630
Kamis, 30 Agustus 2012 | 19:14 WIB

JAKARTA : Saham PT Bumi Resources Tbk turun -5,97% atau -Rp40 ke Rp630 hari ini, menggenapi penurunan untuk 4 hari berturut-turut. Data perdagangan hari ini menunjukkan saham sayap tambang batu bara Grup Bakrie itu sudah bergerak di kisaran Rp610--Rp730 sepanjang hari. Berdasarkan data transaksi online, tiga broker terbesar penjual saham berkode saham BUMI itu terdiri dari PT UOB Kay Hian Securities, PT eTrading Securities, dan PT Credit Suisse Securities Indonesia.

Masing-masing saham yang dijual ketiganya benilai Rp44,5 miliar, Rp20,6 miliar, dan Rp19.7 miliar. Di sisi broker pembeli, tercatat yang terbesar dibukukan eTrading Securities, PT Kim Eng Securities, dan PT Indo Premier Securities. Ketiganya membeli saham Bumi Resources sebesar Rp23,6 miliar, Rp13,9 miliar, dan Rp13,9 miliar. Secara beruntun, saham perusahaan yang dipimpin Ari Saptari Hudaya itu sudah turun berturut-turut sebesar -50 poin, -130 poin, -90, dan terakhir hari ini -40 dari posisi awal Rp940 pada 24 Agustus. Riset PT Panin Sekuritas Tbk yang dirilis kemarin mengindikasikan perusahaan batu bara ini akan bangkrut. Penyebab indikasi itu karena performa keuangan yang buruk dan tidak mampu membayar utangnya.

Di saat yang sama, manajemen Bumi Resources mengatakan operasional baik dengan peningkatan penjualan selama semester pertama tahun ini. Performa keuangan emiten tercermin dari kerugian sebesar US$322 juta pada semester pertama tahun ini, membalikkan keuntungan US$232 juta yang dibukukan pada periode sama tahun lalu. Berdasarkan riset dari sekuritas itu, faktor pertama yang menyebabkan jatuhnya performa perusahaan dengan cadangan batu bara terbesar di Indonesia itu adalah tergerusanya marjin laba.


Amblas, Saham Bumi Bisa Kena Auto Rejection
Kamis, 30 Agustus 2012 | 20:52

Harga jual batubara terpengaruh oleh faktor eksternal sehingga memberikan dampak negatif kepada perusahaan. Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) bisa terkena penghentian perdagangan otomatis (auto rejection) batas bawah jika terus mengalami pelemahan. Menurut Direktur BEI Ito Warsito, bila nantinya memang terjadi penurunan harga yang sangat signifikan, BEI sudah memiliki fitur penghentian perdagangan otomatis (auto rejection) dalam sistem perdagangan. "Nanti juga kena auto rejection kalau penurunannya terus tajam," kata Ito.

Auto rejection adalah penghentian otomatis harga saham akibat kenaiakan atau penurunan yang signifikan. Harga saham Rp50 - Rp200 terkena auto rejection sebesar 35 persen, harga saham Rp200- Rp5.000 terkena auto rejection 25 persen dan harga saham Rp5.000 terkena auto rejection 20 persen. Sementara saat IPO auto rejection ditetapkan 2x dari persentase normal. Ito mengungkapkan, terus melemahnya saham Bumi seiring melemah bursa saham regional maupun global. “Kondisi harga jual batubara kan terpengaruh oleh faktor eksternal sehingga memberikan dampak negatif kepada perusahaan,” katanya.

Dengan kondisi seperti itu, Ito menganggap penurunan harga saham masih dalam batas wajar dan bukan suatu hal yang tidak biasa. "Jadi, penurunan harga saham BUMI itu normal," kata Ito. Saham Bumi sempat mencapai harga tertinggi pada 3 Februari 2012 sebesar Rp2.600. Pada perdagangan BEI sore ini, saham Bumi kembali ditutup melemah 40 poin (5,97 persen) ke level Rp630 per saham. Penurunan ini melengkapi tergerusnya harga saham Bumi turun Rp90 (11,8 persen) menjadi Rp670. Saham Bumi terus tertekan selama pekan ini, setelah perseroan melaporkan kerugian US$322 juta pada semester I-2012. Riset Panin Sekuritas kemarin (29/8) menyatakan, Bumi diambang kebangkrutan, karena performa keuangan memburuk dan kemampuan membayar utang (solvabilitas) rendah. Analis Panin Sekuritas Fajar Indra menuturkan, beban keuangan Bumi yang tinggi membuat solvabilitas Bumi rendah. Apalagi, perseroan tidak jadi mencairkan investasi sebesar US$231 juta pada PT Recapital Asset Management. Imbasnya, Bumi gagal memeroleh dana untuk membayar utang.

Padahal, kata dia, perseroan berencana membayar utang sebesar US$1,3 miliar kepada China Investment Corporation (CIC) selama 2012-2013. Perinciannya, sebanyak US$600 juta dibayar tahun ini dan sisanya tahun depan. Sementara itu, Direktur Bumi Dileep Srivastava menepis anggapan Bumi bakal bangkrut. Soalnya, per Juni 2012 kinerja operasional Bumi masih cukup kuat. Ini terlihat dari penjualan dan produksi yang tumbuh 10 persen dan 8,6 persen. Pendapatan juga naik 8,6 persen menjadi US$1,9 miliar. “Produksi Bumi on track untuk mencapai 100 juta ton pada 2014. Pembayaran utang juga tidak ada yang default,” ujar Dileep.
http://www.beritasatu.com/ekonomi/68...rejection.html

---------------

Saat harga batu bara untuk expor sangat tinggi, keuntungan puluhan trilyun yang dinikmati Bakrie Inc, mereka semua hanya diam-diam aja. Bahkan membiarkan konsumen dalam negeri menderita untuk mendapat batu baranya, tapi tetap tak dilayani, seperti yang dialami PLN itu. Giliran mulai rugi dan terancam bangkrut, mereka berteriak-teriak dengan memanfaatkan media yang dikuasainya, kalau mereka sedang terdzolimi. Sebentar lagi, kayaknya Ical minta "bantuan" ke SBY, agar Bumi resources di "bailout" saja oleh Pemerintah. Kalau SBY akhirnya OK, maka dana APBN yang tergerus untuk dana 'bailout' seperti itu, bisa melebihi dana APBN yang sebelumnya digelontorkan untuk lumpur LAPINDO. Padahal giliran membayar Pajak, perusahaan tambang batu bara milik Bakrie Inc itu, terkenal suka ngemplang tak mau membayar sampai bertahun-tahun
Kisah Saham BUMI, Sempat Tembus Rp 8.750 Kini Tinggal Rp 760
Rabu, 29/08/2012 13:17 WIB

Jakarta - Para pemain lama di pasar modal tidak asing lagi dengan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Perusahaan tambang milik grup Bakrie ini bisa dibilang sebagai penggerak pasar modal pada masa jayanya. Saking populernya saham ini, para pelaku pasar kadang menghubung-hubungkan kejadian di pasar modal dengan saham BUMI. Seperti contohnya, kejadian eror di transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) awal pekan ini, beredar rumor saham BUMI punya peran.

Rumor seperti ini tidak terjadi sekali saja, bahkan pada masa krisis, ketika bursa terpaksa ditutup akibat koreksi tajam. Banyak pihak menilai bursa saham sengaja tidak dibuka karena nanti saham BUMI bisa terjun bebas. Pergerakan saham BUMI juga sangat fluktuatif, sejak IPO di tahun 1990 lalu di harga 4.500 per lembar, sahamnya sempat naik turun dalam rentang yang sangat lebar.

Seperti dikutip dari data perdagangan bursa, Rabu (29/8/2012), saham BUMI sempat menyentuh posisi intraday tertinggi sepanjang sejarah di level Rp 8.750 per lembar pada 10 Juni 2008 sebelum akhirnya ditutup di Rp 8.150 sore harinya. Sebelum krisis ekonomi global akhir 2008 terjadi, saham BUMI memang menjadi primadona di pasar modal dalam negeri, bersama enam perusahaan Bakrie lainnya atau biasa disebut Bakrie 7.

Bakrie 7 selain BUMI antara lain, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Darma Henwa (DEWA), dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Saham-saham ini sempat menguasai pasar modal sebelum krisis ekonomi, namun belakangan ini kinerja keuangan mereka melempem dan berujung pada koreksi di harga saham-sahamnya.

Kini, harga saham BUMI pada penutupan perdagangan kemarin ditutup di level Rp 760 per lembar dengan volume perdagangan sebesar 740.939 juta lembar saham. Sejak awal tahun ini, tren melemah sudah menempel terhadap saham BUMI, terutama diakibatkan isu kondisi finansialnya yang tidak terlalu sehat. Penjualan yang dilakukan kepada Vallar Plc (yang kini bernama Bumi Plc) pun tidak bisa memberikan sentimen positif.

Pasalnya, kongsi grup Bakrie dan grup Rothschild itu tidak bertahan lama, bahkan kabarnya keduanya saling menjatuhkan untuk mengambil alih Bumi Plc yang tercatat sahamnya di bursa London tersebut. Kini, dengan adanya riset dari Panin Sekuritas, BUMI diprediksi terancam bangkrut gara-gara beban utang yang terlalu tinggi. Salah satu indikasi lain bangkrutnya perusahaan tambang Grup Bakrie itu adalah kerugian Rp 3 triliun di semester I-2012. Emiten berkode BUMI itu mencatat kerugian sebesar US$ 322 juta pada semester I-2012 dibandingkan keuntungan US$ 232 di tahun lalu pada periode yang sama.
[url]http://finance.detik..com/read/2012/08/29/125955/2002009/6/kisah-saham-bumi-sempat-tembus-rp-8750-kini-tinggal-rp-760[/url]
"Rp 8.750 Kini Tinggal Rp 760"

anjlok banget ya gan

turun nya sampai segitu
ah,nggak ngefek apa2 sama perusahaannya.

kecuali kala bakri mau menjual sebagian sahamnya untuk membayar utang,tapi harga batu bara khan lagi bagus.Rasanya nggak mungkin dia mau jual sahamnya,malah bisa2 dia mau beli sahamnya yang di edarkan.
Tinggal 760 dan masih mungkin turun
Padahal 3 tahun lalu ni saham prospek di beli, naik dari angka ratusan rupiah ke angka 3000-an lebih

Panik-panik dah .. yang masih megang saham bakrie pertimbangkan lah jual sahamnya sekarang
wow lagi turun
pantes om temen gw bilang mau borong sahamnya
yakin banget dia bakalan naik lagi ntar
Quote:Original Posted By JungleKeeper
emang gimana sih cara hitung satu lembar saham gan?
masih bingung ane
tolong bantuan sesepuh


Sepertinya untuk menghitung hal-hal demikian ada dibahas di forum sebelah koq. Coba ronda, mudah-mudahan ketemu caranya.

Good luck.
Quote:Original Posted By .enzo.
wow lagi turun
pantes om temen gw bilang mau borong sahamnya
yakin banget dia bakalan naik lagi ntar


kalau ternyata nggak naik gimana tuh
malah anjlok
biasanya cuma akal2an doang nih.. biar dianggep bangkrut dan ga usah ganti rugi yang lapindo
Quote:Original Posted By spice.girl
harga batu bara sekarang lagi jeblok gan , salah satu faktor yang menyebabkan turunnya harga saham karena harga batu bara yang anjlok gan


itu menurut kata TSnya lho

tapi setelah dicek emang lagi turun gila
BUMI bakal bernasib sama seperti bakrie life nih.
Tapi ada kemungkinan harga batu-bara bakalan naik lagi Gan. Jangan sampai keduluan para investor asing, hayoo sopo yang punya uang ikutan invest kagak ?

harga batubara emg lg anjlok gan, wajarlah namanya jg siklus dan skrg trendnya lg turun. yg musti diperhatikan sbnrnya adalah apakah ini strategi dr bakrie untung menggosongkan.....
saham group bakrie dari dulu emg fluktuatif, anehnya kenapa saham induk BNBR (bakrie n brother) harganya jauh lebih rendah
apakah akan bargaining lagi dgn sby?
seperti kasus century barter keppres bencana alamnya lumpur lapindo
alon2 nyusul bnbr dan elty nih... enrg jg
Ada permainan apakah dibalik ini?
Kalau punya duit, apakah ini saatnya kita beli saham "Bumi Resources"?
Semoga ada pakar yg bisa membantu...
Quote:Original Posted By spice.girl


harga batu bara sekarang lagi jeblok gan , salah satu faktor yang menyebabkan turunnya harga saham karena harga batu bara yang anjlok gan


nunggu musim dingin diluar sana pasti batubara naik lg, yg parah saham ENRG ane masih nyakuter sdh lama bgt wkwkwkkw
ajaran suhu biasanya, harga turun,liat jualan apa,kalo tak terganti, borong saham. Ingat borong jgn jual
mgkn strategi bigbos biar bs brg murah,cb aja dicek siapa aja yg beli tuh saham
Quote:Original Posted By aditw1ra


nunggu musim dingin diluar sana pasti batubara naik lg, yg parah saham ENRG ane masih nyakuter sdh lama bgt wkwkwkkw


senasib kita gan.. hahahahaha..
sekarang ENRG di portfolio jadi hiasan abadi..

kalo BUMI di 550 ok juga kayaknya buat seember dua ember ya gan?
turun mentok ke gocap, loss 500 lah..
kalo balik lagi ke 2000 kan mayan.. hahahahaha..
**gambling mode on
×