alexa-tracking

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016205987/andrea-bocelli-sarah-brightman-bukan-penyanyi-opera-gan-serius
Inspiratif 
Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)
Ane yakin pasti sudah banyak yang tahu, tetapi pasti lebih banyak yang belum tahu. Ane cuma sekadar berbagi informasi, Gan. Mudah-mudahan bermanfaat. emoticon-Peace

Pertama-tama terima kasih banyak kalau Agan-agan sekalian sudi mampir di thread ane. Ane juga nggak berharap di-rate tinggi atau dapet cendol. Kalau dibaca serius dan dipahami aja ane sudah seneng banget. emoticon-Smilie Dan jikalau misalnya ada yang mau copy, minimal diberi link ke mari Gan. Ya setidaknya sebagai penghargaan atas jerih payah ane ngetik karena ane nggak main copy-paste dari sumber lain, jadi perlu mikir juga. emoticon-Blue Guy Smile (S) Maaf juga kalau misalnya berantakan (soalnya ada gambar-gambar dsb), biar umur akun Kaskus ane di atas setahun, tapi ane mah miskin post, newbie banget. emoticon-Malu (S)

Sebelumnya ane mau ngejelasin dulu. Ane bukan penggemar opera, ane lebih ke pop dan oldies. Pengetahuan ane di opera nggak dalam atau luas, tapi setidaknya ngeh apa ciri penyanyi opera asli dan tahu beberapa nama-nama terkenal opera di era-era sekarang. Jadi untuk pertanyaan lebih detail tentang opera, ane bukan ahlinya. Mbah Google jauh lebih tahu dari ane. emoticon-Ngacir Ane juga bukan guru nyanyi, jadi jangan juga tanya teknik nyanyi ke ane.

Post ane akan terbagi empat, yang pertama menjelaskan pengertian sederhana dari penyanyi opera, post kedua alasan kenapa menurut ane hal ini perlu dibahas dan contoh video opera yang menurut ane 'ramah' di telinga, post ketiga memberikan contoh video-video dan perbandingan penyanyi opera dan yang bukan. Post keempat menjawab stereotip bahwa semua penyanyi opera itu pasti gendut, jelek, busuk dan tua bangka (yang nggak bener sama sekali!) juga beberapa contoh penyanyi opera yang bernyanyi lagu pop. Maaf kalau nanti kepanjangan Gan.

Oke, langsung kita bahas Gan. Nah, kalau Agan sekalian dihadapkan pada pertanyaan, “Siapa penyanyi opera favorit kamu?” maka ane yakin lebih dari tujuh puluh persen bakal menjawab Andrea Bocelli, Sarah Brightman, Josh Groban, Sissel, Katherine Jenkins, Hayley Westenra, Il Divo, Charlotte Church, Jackie Evancho, Paul Potts, Neal E. Boyd, Kristin Chenoweth, Vitas, Tarja Turunen, Putri Ayu dan para penyanyi yang bernyanyi dengan ‘suara bergetar’ lainnya. Dan sepertinya akan cukup banyak yang menjawab Pavarotti. Dan sayangnya, yang benar-benar penyanyi opera dari sekian nama tersebut hanyalah Luciano Pavarotti.

Kalau ditanya, “Opera favorit?” atau “Lagu opera kesukaan?” jawabannya mungkin Phantom of the Opera dan lagu-lagu di dalamnya, atau Con te Partiro (Time to Say Goodbye). Padahal Phantom of the Opera adalah pertunjukan musical yang memakai latar opera dan lagu-lagu tersebut juga bukan opera, tapi popera atau Classical Crossover.

Nah, dulu, pas sedang kepengen nyari-nyari rekomendasi penyanyi opera di Kaskus, ada thread yang membahas tentang itu memang, tapi ane kaget ketika Sarah Brightman dan Tarja Turunen disebut-sebut (Bahkan SB disebut sebagai jagonya opera). Nah, makanya waktu itu sempat kepikiran untuk membuat thread begini, tapi baru sekarang kesampaian.

Nah, kenapa mereka bukan penyanyi opera? Karena mereka tidak pernah tampil di opera satu pun dan tak punya tekniknya. Teknik bernyanyi opera yang didalami dengan benar memungkinkan penyanyi opera untuk bernyanyi di gedung opera (yang penontonnya bisa ribuan dan punya orkestra lengkap) tanpa menggunakan mic/ mikrofon. Suara penyanyi opera nggak terfokus dan ‘kecil’ seperti penyanyi pop. Suara mereka mampu beresonansi sehingga bisa merambat dalam ruangan dan terdengar sampai bangku paling belakang, juga mengalahkan musik orkestra.

Teknik mereka rumit juga didalami bertahun-tahun, dan teknik sempurna akan membuat mereka bernyanyi tanpa membebani tenggorokan dan pita suara mereka. Jadi, mereka nyanyi kenceng bukan karena maksa. Dan karena teknik tingkat tinggi tersebut, karir penyanyi opera bisa panjang, bisa lebih dari 20 tahun. Makanya, ‘getaran’ atau vibrato milik suara penyanyi opera itu nggak dibikin-bikin, Gan. Mereka juga nggak ada tuh yang menggoyang-goyangkan bibir supaya suaranya bergetar. Mendalami vokal juga nggak bisa main-main, mereka menunggu sampai suara mereka matang agar bisa mengaplikasikan teknik tersebut tanpa merusak suara.

Mungkin banyak yang nggak percaya kalau mereka nyanyi nggak pakai mic dan mengira mereka lip sync. Tapi Gan, usia kesenian opera itu sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, saat belum ada listrik, mikrofon apalagi sistem rekam dan playback. Dan teknik untuk bernyanyi tersebut masih dilestarikan dan dipakai di opera zaman sekarang. Penyanyi opera diharuskan menyanyi live, makin penting perannya dalam suatu opera maka waktu nyanyinya juga makin lama (bisa berjam-jam). Karena opera adalah drama panggung, maka mereka juga diharuskan akting.

Tapi bukannya mic tidak diperlukan sama sekali Gan. emoticon-Big Grin Mic kadang diperlukan, terutama jika bernyanyi di luar opera house seperti bernyanyi di outdoor, di aula yang terlalu besar atau yang temboknya tidak bisa untuk resonansi, untuk rekaman suara atau di studio acara televisi. TAPI, biasanya jarak antara mulut dan kepala mic itu jauh. Kalau di video-video, saat di sorot dari depan/ frontal sepertinya deket banget, tapi begitu disorot dari samping biasanya kelihatan deh kalau jaraknya nyaris semeter atau malah lebih dari semeter.

Ada juga yang pakai mic dekat ke mulut (biasanya saat melakukan Classical Crossover) tapi sepertinya mic sudah disetel sedemikian rupa dan si penyanyi tidak memakai power secara full karena bisa-bisa malah bikin budeg. emoticon-Ngakak (S) Makanya Pavarotti, Domingo dan Carreras (Three Tenors) sering kelihatan pakai mic jarak dekat, karena mereka sering manggung outdoor seperti stadion. Ane juga pernah denger ada proyek opera yang semua pemain dipakaikan clip-on mic yang dinyalakan hanya saat mereka berdialog dan dimatikan pada saat mereka bernyanyi.

Makanya stereotip kalau penyanyi opera itu suara kuenceeeng banget itu ada benarnya Gan. emoticon-Stick Out Tongue

Contoh range vocal (live) penyanyi opera soprano Natalie Dessay:


Jadi, para penyanyi non-opera yang disebut sebelumnya itu genrenya sebenarnya adalah popera atau Classical Crossover. Sebenernya kata Classical Crossover juga tidak terlalu tepat, karena itu menyatakan penyanyi klasik yang hijrah ke genre lain seperti pop, bukannya pop tapi coba nyanyi aria opera.

Pernah studi musik klasik dan opera belum tentu membuat si penyanyi mampu jadi penyanyi opera. Sarah Brightman, Tarja Turunen dan Kristin Chenoweth misalnya. Mereka sendiri juga bilang mereka tidak mampu untuk menjadi penyanyi opera, perlu latihan bertahun-tahun dan penguasaan teknik tingkat tinggi untuk itu.

Di sini terdapat pengertian tentang popera dan Classical Crossover, juga beberapa nama penyanyi popera.

http://en.wikipedia.org/wiki/Operatic_pop
http://en.wikipedia.org/wiki/Crossov...ical_crossover

Jadi kalau mau tanya si A atau B atau C itu penyanyi opera atau bukan nggak perlu tanya ane kok.

Tinggal di-cek aja apa pernah penyanyi tersebut tampil di opera asli. Tapi tampil di gedung opera BUKAN jaminan si penyanyi itu adalah penyanyi opera. Kadang jika digelar konser musik yang memakai tempat gedung opera, penyanyi non-opera juga diundang tampil (dan pakai mic pastinya). Ini juga yang bikin para fans penyanyi popera kekeuh kalau penyanyi pujaan mereka itu penyanyi opera gara-gara pernah tampil di beberapa opera house, padahal mereka tampil di konser-konser, bukannya pertunjukan opera yang sebenarnya. Jadi yang perlu dilihat adalah kesertaan mereka dalam proyek opera, bukan pernah manggung di gedungnya.

Untuk Andrea Bocelli sebenarnya agak susah, Gan. Karena dia pernah mencoba di bidang opera, tapi sayangnya bisa dibilang tidak berhasil. Suaranya dikritik dan bahkan di page Wikipedia punyanya pun dituliskan bagaimana kritikus musik klasik menganggap suaranya tipis, lemah, tak ada emosi. Tapi Pavarotti kebetulan membantu membuka jalan dia Gan, dan akhirnya lebih terkenal di bidang popera.

Sementara Il Divo, 3 dari 4 personilnya sebenarnya penyanyi opera asli Gan, cuma, dalam kemasan Il Divo tentu mereka masuk kategori popera.

Btw, kalau Christopher Abimanyu ane kurang paham juga. Ane pernah denger beliau pernah belajar sama penyanyi opera tenor Richard Miller, tapi ane nggak tahu pasti genre yang diusung Pak Abimanyu dan apakah beliau pernah tampil di opera atau belum.




waduh kirain ane penyanyi opera gan , ternyata bukan toh emoticon-Big Grin

Lanjutan

Nah, kenapa sampai perlu dibahas? Toh kan nggak ada yang rugi? Wah, nggak juga Gan. Kasusnya sama seperti asal klaim dan orang-orang yang nggak paham malah mendukung klaim dan informasi yang salah.
Penyanyi opera itu sangat berat dan lama latihannya, bertahun-tahun dan kontinyu. Jadi walau sudah jadi penyanyi opera dan sukses mereka tetap terus menyempurnakan teknik vokal serta pernapasan dan harus memahami betul identitas dan kemampuan vokal mereka.

Karena setiap orang punya tipe suara dan kemampuan vokal yang berbeda, mereka harus mencari peran-peran yang tepat sehingga bisa sangat cocok dan tidak membahayakan suara mereka. Dan artinya harus bersaing ketat dengan para penyanyi opera lain yang juga mengincar/ punya spesialisasi di peran yang sama. Mereka berusaha keras dan sangat kompetitif untuk bisa debut atau tampil di gedung-gedung opera ternama atau untuk dapat job.

Belajar bahasa minimal Itali, Perancis dan Jerman (karena banyak opera memakai bahasa itu), dan latihan diksi dan enunsiasi yang benar karena kalau jelek pasti rentan kritik. Latihan suara dan teknik agar bisa menyanyi tanpa mikrofon saat tampil di panggung opera (ingat! Gedung opera bisa memuat ratusan sampai ribuan penonton dan diiringi satu set orkestra lengkap!), menghafal dialog dan teks lagu yang panjang dan rumit.

Tampil dan bernyanyi berjam-jam, berakting, kadang harus menari atau melakukan hal-hal sesuai tuntutan peran dan tidak boleh melakukan kesalahan karena tampil secara live (tak ada take ulang) atau bakal dilahap para kritikus pedas.

Berbeda dengan beberapa kasus di panggung musikal seperti Broadway, tak ada rekaman nada tertentu untuk di-lip sync-kan, semua harus dinyanyikan langsung dan sempurna, sesusah dan setinggi/ serendah apapun. Jika gagal dan dianggap tidak bagus maka selalu ada penyanyi opera lain yang dapat menggantikan dsb dsb. Semuanya dilakukan di opera houses dan tidak masuk TV, jadi orang awam pun tidak tahu kehebatan aksi dan nama mereka.

Bandingkan dengan para penyanyi bukan opera yang tampil di acara tertentu atau masuk TV dengan menyanyikan 1-2 aria opera atau bernyanyi dengan suara ‘mirip’ opera, langsung dipuji-puji dan dilabeli penyanyi opera. Langsung terkenal, dapat tawaran tampil di aneka acara, dapat tawaran rekaman, jadi bintang iklan dan tentunya dapat uang berlimpah, tanpa jatuh bangun dan melewati proses berat seperti penyanyi opera yang asli. Dan kalau penyanyi opera asli atau fans yang protes atau berusaha menjelaskan ke orang-orang malah dianggap iri, troll dan tidak laku. Nggak adil dan nggak dihargai banget kan? emoticon-Mad

Apalagi hal ini sudah begitu menyebar terutama di dunia maya sampai-sampai di satu laman yang membahas 10 penyanyi opera terbaik, mirisnya 2 teratas (no 1 dan 2) bukan penyanyi opera sama sekali. Belum lagi situs-situs lain yang pengelola/ penulisnya tidak peduli dan tidak mau dengar jika dijelaskan. Dan kalau akhirnya ngeh, mereka marah marah dan nggak mau ngaku kesalahan. “Yang penting bagus!” padahal ini bukan masalah bagus atau tidak, tapi tentang salah pemberian label dan tidak adanya penghargaan. Nggak jarang malah pada menghina-hina opera padahal belum pernah menghadiri pertunjukkan satu kali pun.

Belum lagi jika si penyanyi opera asli bercerita pada orang lain bahwa dirinya adalah penyanyi opera. Banyak yang mengeluh bahwa mereka ditanggapi dengan “Penyanyi opera? Oh, seperti Josh Groban/ Sarah Brightman/ Jackie Evancho/ Katherine Jenkins ‘kan? Semoga kamu nanti bisa sehebat mereka!” Padahal tujuan si penyanyi opera adalah menjadi penyanyi yang tentunya punya teknik lebih hebat dari pada para penyanyi itu.

Ya bayangin aja Gan, misalnya kita bilang dari Asia Tenggara mungkin ditebaknya kita orang Thailand atau M4l4ysia atau Singapura. Atau nyebut nama Indonesia tapi orang baru ngeh saat kita sebut Bali. Kalau dijelaskan mereka salah malah ngotot “Yang penting Asia!” Perumpamaan yang tidak cocok sih Gan, tapi nangkep ‘kan kira-kira bagaimana rasanya?

Celakanya lagi, media ramai-ramai membentuk citra opera yang salah dan digampangkan. Bahkan ada acara Popstar to Operastar, yaitu acara di mana penyanyi pop dilatih untuk menyanyi aria-aria opera. Hal ini memberi kesan bahwa bernyanyi opera sangat mudah, cukup membuka mulut lebih lebar, membuat suara bervibrasi dan latihan beberapa jam maka sudah bisa menjadi penyanyi opera. Padahal, dari semua juri, komentator dan tutor-nya, yang asli penyanyi opera cuma satu yaitu Rolando Villazon!

***


Mungkin Agan-agan merasa kalau suara opera terlalu ‘berat’. Nah, ane juga bukan fans opera Gan, jadi kuping ane pun juga masih belum terbiasa sama nyanyian opera dan juga punya pendapat yang sama. Ane beri beberapa video nyanyian opera yang menurut ane nggak terlalu berat dan enak didengarnya.

Kathleen Battle menyanyikan Frühlingsstimmen (Voices of Spring). Kemungkinan besar Agan pernah mendengar lagu ini dalam versi instrumental.


Luciana Serra berperan sebagai Olympia, boneka yang bisa bernyanyi dalam opera Les contes d'Hoffmann. Makanya kulitnya terlihat seperti plastik, sengaja dirias seperti itu. Perhatikan bagaimana cara Serra memainkan nada dan volume! Perlu diingat dia sama sekali tidak menggunakan mikrofon.




Duet dari dua penyanyi opera cantik Anna Netrebko dan Elina Garanca dalam menyanyikan Flower Duet dari opera Lakme.



Rolando Villazon dan Anna Netrebko berduet Libiamo ne'lieti calici (Drinking Song) dari opera La Traviata. Mungkin agak berat, tapi aksi panggung mereka seru untuk disaksikan.



Agan sekalian yang pernah menonton film ‘The Fifth Element’-nya Luc Besson yang diperankan oleh Bruce Willis dan Milla Jovovich, apa ingat ada adegan diva alien biru yang bernyanyi opera? Lagu pertama adalah aria dari Lucia di Lammermoor berjudul Il Dolce Suono dan yang kedua adalah techno opera dengan akrobatik vokal. Ini lagu kedua tersebut:



BTW penyanyi aslinya adalah soprano dari Albania bernama Inva Mula. Sayangnya rumor salah yang banyak dipercayai orang adalah Sarah Brightman yang menyanyikannya. Menurut ane sih, lagu itu di luar kemampuan Sarah Brightman, jadi dia nggak akan coba menyanyikan lagu tersebut. Dan yang tampil di film itu aktris lain, bukan Inva Mula sendiri.

Lanjutan (Lagi)

Aria opera yang cukup sering dinyanyikan oleh para penyanyi non-opera misalnya O Mio Babbino Caro, Nessun Dorma, dan Queen of the Night Aria. Bukan cuma orang dewasa yang mencoba menyanyikan lagu-lagu tersebut, tetapi termasuk juga anak-anak dan penyanyi cilik berusia 10 tahun - sekarang 12 – (yang dengan salahnya banyak dilabeli orang sebagai penyanyi opera), Jackie Evancho.

Padahal, lagu-lagu tersebut bukan lagu yang cocok untuk dinyanyikan anak-anak. Aria opera adalah lagu-lagu dalam opera yang semuanya mempunyai kisah dan dinyanyikan oleh tokoh-tokoh beraneka watak. Tiap karakter memiliki lagu yang berbeda dan berkaitan dengan jalannya cerita. Berikut contoh beberapa aria yang sering dibawakan penyanyi non-opera. Ane bukan tahu semua arti aria opera, cuma kebetulan ane tahu beberapa yang ngetop aja seperti tiga berikut.

O Mio Babbino Caro (dalam opera dinyanyikan oleh peran Lauretta, seorang wanita muda) yang memohon kepada ayahnya untuk diizinkan menikah dengan pria pujaannya dan jika tidak diizinkan, si gadis akan bunuh diri dengan melompat ke sungai. Jangankan Jackie Evancho, Sarah Brightman pun ketika menyanyikan lagu ini tampangnya seperti sedang melihat mimpi indah, all dreamy gaze, sepertinya sih tidak mengerti apa arti lagu ini. Dan bahkan di beberapa video, dia menyebut BaMbino (anak), bukan BaBbino (ayah).

Sarah Brightman ketika menyanyikan lagu ini:



Ini versi favorit ane, dinyanyikan oleh Dame (gelar kehormatan pemberian Kerajaan Inggris) Kiri Te Kanawa.



Versi Angela Gheorghiu:



Kelihatan bedanya, kan Gan? emoticon-Big Grin Penyanyi opera asli (video kedua dan ketiga) lebih powerful, lebih bulat suaranya.

***

Nessun Dorma (dinyanyikan oleh tokoh bernama Calaf, seorang pangeran misterius) dari opera Turandot. Opera ini berkisah tentang seorang putri jelita tetapi kejam. Ia memberikan tiga teka-teki kepada yang ingin menikah dengannya, yang gagal akan dipenggal. Calaf jatuh cintrong dan ingin menikah dengan si putri. Setelah berhasil menjawab teka-teki, si putri tetap menolaknya dan Calaf memberi kesempatan untuk menebak namanya hingga pagi tiba. Jika gagal maka si putri harus menikah dengannya dan jika berhasil maka si pangeran boleh dibunuh. Tentu saja sang putri memerintahkan agar malam itu tidak ada yang boleh tidur dan harus mencari tahu nama si pangeran atau mereka semua akan dihukum mati.

Nah, lagu Nessun Dorma (None Shall Sleep) berkisah tentang malam tersebut. Di dalam aria ini orang-orang di bawah perintah sang putri (ketika chorus) mengatakan bahwa tak ada yang tahu dan mereka akan mati karenanya. Sang pangeran yang mendengarnya pun dengan girang memproklamirkan bahwa dia akan menang. Anak 11 tahun bernyanyi tentang seseorang yang mensyukuri kematian orang lain demi kemenangan? Busyet.

Jackie Evanco saat usia 11 tahun bernyanyi Nessun Dorma. Ekspresinya hanya satu, sendu (jelas tidak mengerti isi lagu) dan bibir bawahnya digetar-getarkan (wobbling) agar suaranya ikut bergetar:



Versi Andrea Bocelli:



Penyanyi opera Placido Domingo, live, berakting, tanpa mic:



Penyanyi opera Jose Carreras, live, berakting, tanpa mic:



Bisa dirasakan bahwa dibandingkan versi Domingo atau Carreras, versi Bocelli lebih lemah power-nya, tidak memiliki dinamika dan emosi. Mungkin Agan sekalian berpikir, “Nggak ah! Lebih kenceng si Bocelli!” Ya kan mulutnya pas di depan mic, sedangkan Domingo dan Carreras tidak pakai mic sama sekali. Jikalau Bocelli bernyanyi di opera house dengan power seperti itu, suaranya nggak bakal kedengaran, kalah sama besar ruangan dan orkestra.

***


Nah, Queen of the Night aria (dari opera The Magic Flute/ Die Zauberflöte) berkisah tentang seorang ibu (Queen of the Night) yang memerintahkan putrinya (Pamina) untuk membunuh musuhnya (Sarastro, dalam beberapa media diceritakan sebagai ayah Pamina) dan jika menolak maka selamanya tidak akan dianggap anak lagi. Anak kecil 6-9 tahun menyanyikan lagu seperti ini? E buset buset.

Anak kecil menyanyikan Queen of the Night:



Ini dari acara Postar to Operastar, Marcella Detroit. Nadanya sudah dibuat lebih rendah dan iramanya diperlambat, tapi ekspresinya kocak, Gan! Kayak, ‘Mampus gua! Ini bagian nada tingginya!’



Ini dinyanyikan oleh penyanyi opera Diana Damrau secara live, dengan berakting, tanpa mic.



Dinyanyikan oleh penyanyi opera Lucia Popp, versi ini populer dan banyak diputar.




***


Bukan sekadar konten lagu tidak cocok dinyanyikan anak-anak saja, tetapi pita suara anak kecil sangat lembut dan tipis, rapuh dan dapat rusak jika dipaksa. Karena itu mudah sekali bagi anak-anak untuk menghasilkan suara sangat tinggi melengking, karena pita suara mereka belum mature.

Nada-nada tinggi di Queen of the Night memang terdengar menarik, dan judul ‘Queen of the Night’ aria terdengar cantik dan fantasi banget, jadi seolah-olah merupakan lagu indah tentang kisah indah seorang Ratu Malam yang cantik, padahal bukan. Tetapi sayangnya menyanyikan lagu dengan tingkat kesulitan seperti ini bisa berpotensi merusak pita suara si anak.

Jika kita menengok Charlotte Church, waktu kecil dia menyanyikan aneka aria opera dan membuat suaranya terdengar operatik. Coba cari penampilan dia di Youtube ketika dewasa (cari yang bernyanyi popera) dan bandingkan dengan suara masa kecilnya. Karena tidak dengan teknik yang benar, dan memaksa pita suaranya (agar bisa menghasilkan suara ber-vibra seperti penyanyi opera), ketika dewasa suaranya jadi lebih tipis dari ketika dia masih anak-anak dan lebih lemah.

Jangankan Charlotte Church, Sarah Brightman yang mulai bernyanyi opera di usia lebih dari 20 tahun pun sekarang suaranya begitu tipis dan lemah. Bukan soal usia saja Gan, tapi karena tekniknya berbeda dari teknik opera asli jadi pasti membebani pita suaranya. Sedangkan penyanyi opera asli belajar selama bertahun-tahun untuk bisa bernyanyi dengan teknik sempurna agar tidak membebani pita suara sehingga di usia lebih lanjut pun masih bisa bernyanyi dengan power yang hebat.

La Stupenda, Dame Joan Sutherland bernyanyi di usia 63 tahun. Di opera house, jadi tentu tidak pakai mic.



Giacomo Lauri-Volpi ketika berusia 80 tahun bernyanyi Nessun Dorma (sayang kualitas videonya nggak bagus, jadi perlu perbesar volume). Lihat jarak mic-nya!




Berdasarkan pengalaman penyanyi-penyanyi muda sebelumnya (seperti Charlotte Church), wajar kalau fans opera khawatir akan kesehatan dan keselamatan suara para penyanyi cilik yang menyanyikan aria-aria opera. Sayangnya, jika fans opera mengungkapkan kekhawatirannya akan masa depan suara penyanyi sangat belia yang memaksa bernyanyi aria opera, para penggemar dari si penyanyi bersangkutan (misalnya Jackie Evancho) langsung beringas dan menuduh si fans opera tersebut sebagai opera snob, sok tahu, tukang ceramah. emoticon-Berduka (S)

Dan kalau fans tersebut membuka informasi bahwa dirinya adalah penyanyi opera dan menyampaikan sudut pandnag dia, maka akan dikatai penyanyi tidak laku yang iri. Padahal jelas tujuannya baik dan mereka peduli akan masa depan si anak. Justru para fans penyanyi tersebut, yang ignorant dan tidak tahu tapi sotoy bisa punya andil dalam membahayakan potensi dari suara si anak. emoticon-Hammer (S)

Saya sering lihat di Yahoo Answer banyak anak-anak yang mau jadi penyanyi opera dan minta saran. Mereka mengungkap bahwa mereka sering latihan lagu-lagu Phantom of the Opera dan aria-aria opera populer. Nah loh kan, informasi yang minim malah bisa mencelakakan suara mereka.

Tapi bukan berarti anak kecil nggak boleh nyanyi sama sekali kok. Banyak penyanyi yang memulai karirnya dari choir anak-anak dan tentunya menyanyikan lagu yang sesuai umur dan aman. Banyak pula yang studi bahasa, sejarah, seni panggung, akting dan tarian untuk bekal saat suara dan usianya matang sebagai penyanyi dewasa.

Perbandingan lainnya:

Habanera dari opera Carmen.

Penyanyi popera yang pernah menyatakan diri sebagai penyanyi opera (padahal tidak pernah tampil di satu opera pun tapi entah kenapa di video ini dibilang dia tampil di Sydney Opera House. Konser umum mungkin), Katherine Jenkins. Perhatikan dan dengar bagaimana dirinya megap-megap mengambil napas padahal hanya berdiri di satu tempat:



Anna Caterina Antonacci tampil di Royal Opera House London. Sebenarnya peran Carmen ditujukan untuk mezzo-soprano sedangkan Antonacci adalah seorang soprano. Perhatikan bagaimana dia berinteraksi dengan pemeran lain, menggoda orang-orang, berjalan-jalan keliling bahkan naik dan berjalan di atas tempat air, memakai korset dan tanpa mic. Semua dilakukan tanpa megap-megap saat bernapas:



E e... lanjutan lagi

Penampilan fisik penyanyi opera

Sebelumnya mari kita dengar kata-kata Katherine Jenkins berikut ini:

"I've always faced prejudice. I'm a working-class girl from Wales. I have blonde hair and wear pretty dresses. There are a lot of people in the classical music world who absolutely loathe me. The critics slate me because I'm not what they consider the real thing. People expect a classical singer to be big and fat with Wagnerian horns on her head. Sorry, that's not me. It never was and I always knew my looks would be my advantage."

"I'm totally aware of how to market myself, totally aware of the effect of the way I look. And personally I'd rather see an attractive man playing Romeo than a big fat old man. Why can't opera singers look good? I don't get it. My aim was to make classical music popular. I get intimidated going to the opera and it makes me angry because it shouldn't be like that. But I'm doing my thing and I don't care what the critics think. I'd never let them get in my way."

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Di sana Katherine Jenkins mengungkapkan alasan mengapa para kritikus musik dan orang-orang dunia opera tidak suka dengannya dan tidak menganggapnya sebagai penyanyi opera. Bukan karena dia mengaku-ngaku sebagai penyanyi opera padahal tidak pernah tampil di satu opera pun, bukan pula karena teknik menyanyinya yang buruk, bukan karena dia memaksa dirinya untuk berpura-pura menjadi apa yang bukan dirinya, tetapi karena menurutnya, dia terlalu cantik untuk opera! Kecantikannya itu pula yang menurutnya, membuat dia ditolak di dunia opera.

Pernyataan Jenkins tadi membuat geram dan tertawa banyak fans opera di luar sana. Banyak yang menyebut Jenkins kepedeean dan menyebut betapa Jenkins banyak oplas (termasuk implan dada), menor (menurut standar orang sana), asal ngomong padahal nggak ngerti apa-apa dan in denial. Banyak malah yang bilang kalau menurut mereka, Jenkins tidak menarik dan terlalu palsu. Apalagi sebelumnya dia bilang mau belajar opera asli kalau sudah berumur 30 (sekarang lebih) dan ujung-ujungnya bikin alasan seperti itu.

Menurut Jenkins, para penyanyi opera itu gendut, jelek, juga pakai helm bertanduk di atas kepalanya. Mungkin seperti ini stereotipnya:

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Dan seorang penggemar Sarah Brightman di salah satu laman dunia maya, setelah kalah debat (gara-gara bersikeras SB adalah penyanyi opera terbaik di dunia) dan akhirnya tahu definisi penyanyi opera itu apa, bukannya mengakui kesalahan malah mengata-ngatai para penyanyi opera. Katanya, jelas orang tidak peduli sama penyanyi opera karena mereka semua jelek dan gendut (hello! Penyanyi ‘kan yang paling penting suaranya. Toh kalau dengar CD nggak akan nongol videonya kan?).

Spoiler for Sarah Brightman:


Dan ini contoh para penyanyi popera populer lain selain SB atau Katherine Jenkins.

Spoiler for Penyanyi Popera:


Oh ya, betul. SEMUA penyanyi opera itu gendut dan jelek. (Baca: ini sarkasme) Di salah satu situs, fans opera yang pernah jadi penyanyi langsung mengunggah foto untuk menanggapi pernyataan Jenkins.

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Apa benar para penyanyi opera itu semuanya gendut, jelek, busuk, dan tua bangka?

TENTU TIDAK.


Memang benar bahwa para penyanyi opera papan atas umumnya sudah cukup berumur karena sudah banyak malang melintang di berbagai panggung opera, apalagi karir seorang penyanyi opera itu bisa panjang sekali. Wajar kalau penyanyi-penyanyi opera yang diakui atau banyak disorot itu adalah para veteran, jadi kesannya para penyanyi opera itu pada tua semuanya. Dan lagi penyanyi opera lebih dipentingkan suaranya, nggak ada kewajiban untuk tampil ceking jadi nggak perlu diet setengah mampus apalagi nggak makan kayak banyak kasus penyanyi pop.

Dan makin tua, biasanya tentu pesona fisik sudah agak memudar dan berat tubuh merangkak naik. Padahal waktu mudanya, Pavarotti, Domingo dan Carreras (Three Tenors) malah tergolong enak dilihat.

Spoiler for Three Tenors Masa Muda:


Di bawah ini akan ane sebut beberapa nama penyanyi-penyanyi opera (lengkap dengan foto), baik laki-laki dan perempuan yang menurut ane tidak masuk kategori gendut dan jelek.

Spoiler for Contoh Penyanyi Opera Pria:



Spoiler for Contoh Penyanyi Opera Wanita:



Yang lebih senior Gan (bisa foto masa kini atau pas muda)

Spoiler for Opera Singer Senior:


Gimana Gan? emoticon-Big Grin Nggak kalah ‘kan sama para penyanyi popera yang saya sebut sebelumnya? Malah banyak yang lebih ganteng atau cantik.
Dan itu hanyalah segelintir saja. Pastinya masih ada banyak lagi para penyanyi opera yang ganteng, cantik dan keren.

***


Setelah penampilan fisik, stereotip berikutnya adalah penyanyi opera tidak bisa menyanyikan lagu dari genre lain, pop misalnya. Itu juga tergantung penyanyinya, Gan. Three Tenors jelas sukses besar dalam menyanyikan lagu-lagu di luar opera. Dan tiga dari Il Divo yang penyanyi opera sungguhan juga sukses dengan grup pop mereka. Sebelum belajar opera, Kiri Te Kanawa adalah penyanyi Jazz.

‘O Sole Mio oleh Three Tenors, tahun 1994. Dengan pencapaian dan kharisma mereka, mereka begitu santai dan pede saat bernyanyi, bahkan saling meledek dan becanda satu sama lain sambil bernyanyi. Bahkan Pavarotti bernyanyi sambil ngunyah permen karet!



Natalie Dessay bernyanyi lagu jazz Over the Rainbow:






Terakhir

Ternyata post terakhir nggak cukup. emoticon-Frown Maaf Gan, terpaksa kata-kata terakhir pindah ke post ke lima.

Nah, dengan ini ane harap thread bikinan ane ada gunanya Gan. Dan ane berharap bagi Agan-agan sekalian yang mendapatkan pengetahuan baru tidak lantas langsung membombardir internet dan komen aneh-aneh di video Youtube para penyanyi popera yang orang salah kira sebagai penyanyi opera. Resikonya ente bisa-bisa dikeroyok dan dihina-hina, Gan. Karena orang-orang di luar negeri juga banyak kok yang nggak tahu, nggak paham dan kalau kita mau ngejelasin malah kita dianggap troll, hater, jealous/ envy atau opera snob/ opera purist, padahal mereka nggak tahu dan cenderung ignorant. emoticon-Cape d... (S)

Bahkan selebriti terkenal pun juga banyak yang tidak ngeh tentang peyanyi opera. David Foster malah memuji Jackie Evancho sebagai ‘real opera singer’ padahal sang gadis cilik sama sekali tidak pernah tampil di opera satu pun dan tidak punya tekniknya.

Tuduhan iri/ jealous/ envy itu selalu bikin tertawa miris sebenarnya. Padahal kalau dipikir-pikir, kalau para penyanyi opera harus ngiri sama kesuksesan penyanyi lain, kenapa pula ngiri dengan penyanyi yang kualitasnya di bawah penyanyi opera asli/ dari genre berbeda atau anak kecil yang mengancam masa depan suaranya sendiri? Ngapain iri dengan Katherine Jenkins, Jackie Evancho, Hayley Westenra, atau Sarah Brightman? Kalau ada sosok yang pantas bikin iri, menurut ane mah Anna Netrebko. Opera singer asli, mapan, penyanyi opera papan atas yang populer, tampil di banyak opera house bergengsi, punya suara unik (‘dark chocolate’ type), kalau nyanyi nggak kecekik, bisa akting dan menari, tegar akan hinaan haters, juga jelas cuantik, seksi, dan hot.

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Andrea Bocelli, Sarah Brightman BUKAN Penyanyi Opera Gan! (Serius)

Sekian dan terima kasih udah bersedia baca Gan. emoticon-I Love Kaskus: emoticon-Blue Guy Peace
phiiuhhh. . Cukup lelah jg ane baca trit dr agan.
Sblm comment ane dah baca dr awal mpe akhir gan. .
Dr apa yg ane baca, kalo mang ni trit ts bikin sendiri. . .agak terlalu merendah sepertinya kalo agan bilang agan bukan pemerhati opera.

Jujur ane dpet wawasan baru setelah baca trit agan.
Ane jd tau kalo the real opera singer ada jg yg cantik.

Maaf ane cma bs bantu emoticon-Rate 5 Star aj gan
mantau dulu gan, panjang banget emoticon-Hammer (S)
tidak kenal saya
Quote:


Makasih Gan sudi mampir. emoticon-Big Grin
Memang trit ini bikin sendiri, tapi asli kejauhan kalau ane dibilang pengamat opera. emoticon-Belo Kalau ditanya yang lebih dalam lagi ane mah cuma bisa mangap. emoticon-Ngakak (S) Ane penggemar pop yang kadang suka lihat video opera di Youtube dan cuma ngeluarin unek-unek aja, soalnya kasihan juga sama penyanyi opera asli, serba salah.

Wah, kaget juga Agan bantu rate. Soalnya dibaca aja ane udah seneng kok. emoticon-Big Grin Makasih banget ya Gan. emoticon-Matahari

Quote:


Silakan Gan. emoticon-Big Grin Kalau panjang emang nggak bisa cepet-cepet.

Quote:


Wajar kok Gan, emang genre popera ataupun opera sendiri juga jarang disorot di sni. emoticon-Blue Guy Smile (S)
mantap ini trit.. matur nuwun infonya gan emoticon-Cendol (S)
nais info gan emoticon-2 Jempol

newbie Gan

maaf Gan ane gak baca sampai akhir,hihihihihihihi (terlalu panjang) akhir2 ini ane suka denger musik opera seperti time to say goodbye..
maksud ane Gan tolong Kasih tahu siapa2 aja penaynyi opera masa kini kalau bisa yang perempuan
wah, panjang amir gan penjelasan nya...
ane nyimak dulu gan, sambil ninggalin jejak di mari...emoticon-army








___________________________________________________________________
"Always Have a Contigency Plan"

andrea bocelli suaranya keren banget itu gan

Newbie

dari kesimpulan di atas sarah brightman bukan penyanyi opera...tapi yg buat ane binggung di 25th Aniversarry sarah di akui angel music opera (
emoticon-Matabelo
orang awam nda bakal tahu tentang penyanyi opera
hanya yg hobby aja yg tahu
TIME TO SAY GOODBYE~~~ ane baca dulu bos, panjang soale hehehe
Quote:


hanya belajar tentang bagaimana kita bisa mengetahui aliran jenis music,gak mesti hobby opera
×