Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016188778/spanduk-rayuan-pak-harto-bertebaran
Spanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran
Spanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran
"Piye kabare? Uenak jamanku to..." kata Pak Harto.


Quote:VIVAnews – Pemilu 2014 tinggal dua tahun lagi. Partai politik kini sibuk mempersiapkan diri mendulang suara rakyat, tidak terkecuali Partai Republik Satu. Partai ini mencoba memikat pemilih dengan "senyuman" mantan Presiden Soeharto. Spanduk dengan foto-foto Soeharto yang sedang tersenyum di pasang di sejumlah tempat.

Anda yang merasakan hidup di masa Orde Baru, tidak mungkin lupa dengan sosok Presiden Soeharto yang kerap mendapat julukan “The Smiling General” atau Jenderal yang Selalu Tersenyum. Senyum hangat Pak Harto itulah yang kini menyapa warga Cibubur ketika mereka melintas ke luar dari Tol Cibubur ke arah Jalan Raya Alternatif Cibubur (Trans Yogi) dari arah Jakarta.

Senyum hangat disertai lambaian tangan Pak Harto itu terpampang jelas dalam spanduk berukuran besar dengan latar belakang warna biru.
Dalam spanduk itu, Pak Harto “menyapa” warga dengan ucapan dalam bahasa Jawa, “Piye kabare? Uenak jamanku to...” Sementara di pojok atas kiri spanduk itu terpampang logo Partai Republik Satu..

Spanduk Pak Harto ini terlihat jelas di pintu masuk Bumi Perkemahan Cibubur. Namun spanduk ini tak hanya dipasang di Cibubur, melainkan juga di Jakarta Timur sampai kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Partai Republik Satu sendiri diketuai oleh Yusad Siregar. Partai yang dahulu bernama Partai Generasi ini telah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM. Sang Ketua Umum dalam situs partainya, republiksatu.wordpress.com, mengaku partai itu sama sekali tak memiliki hubungan dengan keluarga Cendana, termasuk Tommy Soeharto, putra bungsu Soeharto.

Menurut Yusad, Partai Republik Satu hanya merindukan program-program Soeharto semasa dia menjabat sebagai Presiden RI. Oleh karena itu, sosok Soeharto pula lah yang mereka “jual” kepada publik dalam memasarkan partai mereka.

Selama 32 tahun Soeharto memimpin negara ini dengan penuh kontroversi. Dari kasus G30S PKI hingga sejumlah kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Sesudah jatuh dia diadili karena KKN, tapi tak pernah hadir di pengadilan. Pemerintah kemudian "memendam" kasus-kasus itu dengan alasan Soeharto sakit, hingga kemudian beliau wafat. (umi)


merindukan pak Harto atau mendompleng ketenaran pak Harto?

yang jelas hidup di jaman pak Harto memang serba murah,
gak kebayang dulu es Lilin cuman 25 perak
100 rupiah naik angkutan umum

terlepas dari kontroversial sang jenderal,
rindu ketegasan beliau? oh ya tentu


lalu bagaimana dengan Jenderal pencitraan anda? sudahkah tegas?
kadang kalo melihat ormas2 yang sering bikin rusuh dan tawuran antar kelompok sekarang ini, ane merindukan ketegasan seorang presiden cem si suharto ini
Quote:Original Posted By mrjack
Spanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran
"Piye kabare? Uenak jamanku to..." kata Pak Harto.




merindukan pak Harto atau mendompleng ketenaran pak Harto?

yang jelas hidup di jaman pak Harto memang serba murah,
gak kebayang dulu es Lilin cuman 25 perak
100 rupiah naik angkutan umum

terlepas dari kontroversial sang jenderal,
rindu ketegasan beliau? oh ya tentu


lalu bagaimana dengan Jenderal pencitraan anda? sudahkah tegas?



betul,,betull...senyum tapi garang. paling enggak di satu sisi, orang-orang ga pada kebablasan bertindak sesuka hati
Untuk figur Pak Harto, memang membuat saya mengingatkan padanya. Tapi, kalau dikaitkan dengan partai jaman sekarang, hendaknya kita harus lebih teliti, mengingat bibit bobot dan bebet anak-anak sekarang perlu dipertimbangkan lebih mateng
Quote:Original Posted By L.Banditz
kadang kalo melihat ormas2 yang sering bikin rusuh dan tawuran antar kelompok sekarang ini, ane merindukan ketegasan seorang presiden cem si suharto ini


di jaman pak Harto, yang namanya demokrasi boleh tapi gak kebablasan,
yang namanya tawuran atau bikin rusuh cuman 1 kata pak harto "tak bedil modar kowe le"

bener gan :
jamannya pak harto, semua tertata rapih, beda sama sekarang yang semrawut

Quote: reply lah thread dengan postingan berbobot ,
yang penting enjoooyyy

Spanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran
Spanduk “Rayuan” Pak Harto BertebaranSpanduk “Rayuan” Pak Harto Bertebaran
gw rindu sama ketegasan bung karno, disenggol dikit sama tetangga sebelah langsung ngajak ribut.
sama pak harto gw rindu sama ketegasan yg langsung "hajar" ga ada yg berani bacot, tapi sayang pemerintahan yg korup. sampe2 anak cucu yg harus nanggung sekarang ini.
pemerintahan sekarang ini lembek sekali, antar parpol saling sikut demi kepentingan partai kentara banget
Quote:Original Posted By sinoga
betul,,betull...senyum tapi garang. paling enggak di satu sisi, orang-orang ga pada kebablasan bertindak sesuka hati

he eh, idem gan
Quote:Original Posted By Theist
Untuk figur Pak Harto, memang membuat saya mengingatkan padanya. Tapi, kalau dikaitkan dengan partai jaman sekarang, hendaknya kita harus lebih teliti, mengingat bibit bobot dan bebet anak-anak sekarang perlu dipertimbangkan lebih mateng

tentu partai yang hanya mendompleng nama pak harto belum tentu bagus, perlu seleksi dan analisis visi dan misi partai tersebut
pemimpin tegas bertindak sangat dibutuhkan

bukan yg sering cermaha dan himbauan doang
kl msh jaman eyang,preman2 berjubah ga berani gan koar2 n anarkis kyk skrg,bs dikarungin
Quote:Original Posted By Aa JaMbRoNg
gw rindu sama ketegasan bung karno, disenggol dikit sama tetangga sebelah langsung ngajak ribut.
sama pak harto gw rindu sama ketegasan yg langsung "hajar" ga ada yg berani bacot, tapi sayang pemerintahan yg korup. sampe2 anak cucu yg harus nanggung sekarang ini.
pemerintahan sekarang ini lembek sekali, antar parpol saling sikut demi kepentingan partai kentara banget

tapi jangan sampai salah pilih partai, gara gara cuman mendompleng pak harto, partai ini melambung tinggi
buktinya yang masih ada darah pak karno, si mega juga gagal urusan membina negara ini
Quote:Original Posted By antost
pemimpin tegas bertindak sangat dibutuhkan

bukan yg sering cermaha dan himbauan doang


lha mau gimana lagi, kan pilihan rakyat si 60% kemarin gan
ane rindu kedamaian jaman pak harto. meski kesannya semu. paling ngga preman2 kyk skrg jaman pak harto udh dikarungin. sembako murah. nyari kerja gampang. sekolah terjangkau.

satu lagi. pak harto ngga pernah ngomong "saya prihatin......" ngadepin masalah bangsa.
Quote:Menurut Yusad, Partai Republik Satu hanya merindukan program-program Soeharto semasa dia menjabat sebagai Presiden RI. Oleh karena itu, sosok Soeharto pula lah yang mereka “jual” kepada publik dalam memasarkan partai mereka.
Lha trus tuh partai punya siapa yang perilakunya dapat disejajarkan dengan Pak Soeharto?
Kalo program mah emang boleh sama, tapi liat dulu bagaimana karakter yang memimpin program tersebut...
Quote:Original Posted By am.king
kl msh jaman eyang,preman2 berjubah ga berani gan koar2 n anarkis kyk skrg,bs dikarungin
lalu masukin laut, kelar masalah

Quote:Original Posted By krupukalengan
ane rindu kedamaian jaman pak harto. meski kesannya semu. paling ngga preman2 kyk skrg jaman pak harto udh dikarungin. sembako murah. nyari kerja gampang. sekolah terjangkau.

satu lagi. pak harto ngga pernah ngomong "saya prihatin......" ngadepin masalah bangsa.

itu jenderal yang sekarang gan

Quote:Original Posted By mhanfs
Lha trus tuh partai punya siapa yang perilakunya dapat disejajarkan dengan Pak Soeharto?
Kalo program mah emang boleh sama, tapi liat dulu bagaimana karakter yang memimpin program tersebut...


yang jadi pertanyaan, mendompleng nama tenar pak harto sedangkan dia tidak punya keturunan atau kerabat dari pak harto,
apa gak termasuk pelecehan terhadap alm pak harto karena tuduhan menggunakan nama pak harto untuk politik praktis?
Secara kepemerintahan jelas ane lebih prefer the smiling general dari pada the prihatin general.
Jaman dulu mana ada malaysia macem2 ma kita, lha wong baru nyenggol dikit, BIN udah nyanggong di Malaysia buat bikinn terror. Kopasus udah ready to attack. Jendral yang sekarang di senggol malaysia malah prihatin

Apa2 murah, dollar enggak pernah beranjak dari Rp. 2500 - Rp. 2700. Pasar tradisional diperhatikan, pertanian maju, perkebunan jaya, peternakan bagus. Yang diperhatikan kebutuhan rakyatnya, bukan kebutuhan partai nya.

Jaman dulu ada ormas lebay, besok2 udah jadi temen ikan tongkol didasar laut, artinya pemerintah tegas. Semua tertib dan teratur.

Hanya satu kelemahan beliau .... tidak fokus dalam membimbing anak.
Quote:Original Posted By am.king
kl msh jaman eyang,preman2 berjubah ga berani gan koar2 n anarkis kyk skrg,bs dikarungin


betul betul

tp pas jaman eyang preman berseragam militer orange merah hitam yg berseliweran di jalan. cuma beda seragam doang padahal sama2 preman
pemimpin itu harus punya visi, kalau bisanya cuman prihatin mulu, ya ditinggal tidur sama anak kecil
kalau masih jaman pak Harto mah, ngga ada cerita teroris dan tukang rusuh kedok agama
bisa-bisa "hilang" itu orang, demokrasi boleh tapi ga bablas, sayang pak Harto ga luput dari godaan harta
Quote:Original Posted By mas bagus
Secara kepemerintahan jelas ane lebih prefer the smiling general dari pada the prihatin general.
Jaman dulu mana ada malaysia macem2 ma kita, lha wong baru nyenggol dikit, BIN udah nyanggong di Malaysia buat bikinn terror. Kopasus udah ready to attack. Jendral yang sekarang di senggol malaysia malah prihatin

Apa2 murah, dollar enggak pernah beranjak dari Rp. 2500 - Rp. 2700. Pasar tradisional diperhatikan, pertanian maju, perkebunan jaya, peternakan bagus. Yang diperhatikan kebutuhan rakyatnya, bukan kebutuhan partai nya.

Jaman dulu ada ormas lebay, besok2 udah jadi temen ikan tongkol didasar laut, artinya pemerintah tegas. Semua tertib dan teratur.

Hanya satu kelemahan beliau .... tidak fokus dalam membimbing anak.

hehehe... kurang lebih sama lah


Quote:Original Posted By gendulJR
pemimpin itu harus punya visi, kalau bisanya cuman prihatin mulu, ya ditinggal tidur sama anak kecil


kasian ye, mending mundur ketimbang sakit hati mulu
jaman si mbah kerasa bener kalau kita punya pemimpin yang punya rencana dan visi.

gak reaktif kaya si kebo congek.