alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal ajaran syiah di Sampang Madura
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016178758/mengenal-ajaran-syiah-di-sampang-madura

Mengenal ajaran syiah di Sampang Madura

gonjang ganjing peristiwa kerusuhan sampang madura riuh terdengar. Para ahli, pegiat HAM, pimpinan ormas ramai berkomentar di telivisi. Berikut saya, sajikan sedikit "tambahan" berita tentang peristiwa tersebut. Dan mengapa sampai terjadi kemarahan masyarakat madura terhadap kelompok Syiah tsb.

Quote:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!

Mengenal Tajul Muluk Penyebar Syiah di Sampang

Nama Tajul Muluk kembali menjadi perbincangan publik. Bukan karena jasanya yang membanggakan, tetapi karena pada Ahad (26/8/2012) kemarin, telah terjadi penyerangan kembali oleh warga masyarakat kepada para pengikut Tajul Muluk di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura. Tajul Muluk adalah tokoh sentral dalam penyebaran ajaran Syiah yang meresahkan warga masyarakat Sampang.

Tajul Muluk adalah anak kedua dari delapan bersaudara, putra pasangan Kiyai Ma'mun bin KH Achmad Nawawi dengan Nyai Ummah. Saudara tertuanya bernama Iklil al-Milal. Secara berurutan, adik-adiknya antara lain Roies al-Hukama, Fatimah az-zahra, Ummu Hani, Budur Makzuzah, ummu Kultsum, Ahmad Miftahul Huda.

Tajul, akrab dipanggil Ra Tajul, pernah mengenyam pendidikan di Ma'had Islami Darut Tauhid (MISDAT), yang diasuh KH Ali Karrar Shinhaji, di Lenteng Proppo, Pemakasan. Kemudia ia melanjutkan pendidikannya ke Yayasan Pendidikan Islam (YAPI) Bangil, sekitar tahun 1988 selama enam tahun.

Lulus dari YAPI, Tajul kemudian berangkat ke Arab Saudi untuk mengkaji Islam dari Sayyid 'Alawi al-Maliki al-Hasani. Sayyid al Maliki adalah tokoh sentral berpengaruh dalam dakwah Islam di Makkah dan guru para ulama dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tetapi bukannya mengaji ke Sayyid Al Maliki, Tajul malah menjadi seorang TKI selama enam tahun. Di tempat kerjanya itulah konon Tajul berinteraksi dengan para pengikut Syiah dari Suriah dan Libanon. Di sini pula ia mempelajari Syiah Itsna 'Asyariyah.

Sekembalinya ke Indonesia Tajul aktif di organisasi Syiah yang dibuat oleh Jalaludin Rahmat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI). Ia menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah IJABI Sampang. Sementara saudara tuanya, Iklil al-Milal menjadi penasehatnya. Gerakan IJABI di Sampang, bahkan Madura, secara faktual memang ada, tetapi secara hukum tidak ada. Mereka bergerak di bawah tanah tanpa pernah melaporkan aktivitasnya kepada pemerintah.

Melalui berbagai aktivitasnya, Tajul memang nampak sekali ingin merancang adanya pendidikan Syiah di tempat tinggalnya. Ia mulai memimliki anak didik dari anak-anak para pengikutnya. Meski demikian ia belum pernah mendirikan Pondok Pesantren. Opini yang berkembang di media massa bahwa yang dibakar warga masyarakat adalah pondok pesantren sangat menyesatkan. Bangunan itu bukanlah bangunan pesantren. Bahkan nama Pesantren Misbah al-Huda merupakan pemberian Tajul setelah terjadi pembakaran pada akhir Desember tahun lalu.

Menurut Kepala Desa Karang Gayam, Hamzah, ketika tahun lalu Kapolda Jatim turun ke lokasi yang katanya pembakaran pesantren, ia kaget karena yang didapati hanya puing-puing bangunan yang tidak lazim disebut sebnagai pesantren. Luas lokasi yang dibakar warga berukuran kurang lebih 70 x 40 meter, terdiri atas bangunan surau, rumah, toko, dapur dan tempat anak-anak mengaji.

Modal Nasab

Dalam menyebarkan ajarannya, Tajul Muluk didukung oleh karisma sebagai keturunan Batuampar, Pasarean yang cukup terkenal di Madura. Ia juga dibantu oleh saudara-saudaranya. Di kalangan tertentu, masyarakat juga sangat fanatik dengan Kiyai Abdul Hamid dan penggantinya yakni Kiyai Ma'mun. Sementara dari kalangan muda, masyarakat juga menaruh hormat dengan Ra Tajul Muluk bin Kiyai Ma'mun.

Dengan modal inilah ajaran Syiah disebarkan. Dikatakan kepada masyarakat bahwa Syiah telah diajarkan oleh sesepuhnya dan para habaib. Apalagi Tajul pernah tinggal di Makkah, yang makin memantapkan masyarakat. Hingga kini jumlah pengikut Syiah di wilayah ini telah mencapai 400 orang dari berbagai usia.

Selain modal nasab, Tajul juga dikenal baik oleh warganya. Model pendekatan inilah yang efektif dilakukan. Jika ada orang kekurangan ia bantu. Jika mendapatkan rezeki ia bagi-bagikan. Anak-anak disekolahkan ke lembaga-lembaga pendidikan seperti YAPI di Bangil, Al Hadi di Pekalongan dan Yayasan Muthahari di Bandung. Ini karena konon Tajul mendapat tunjangan yang cukup besar tiap bulannya dari organisasi Syiah. Demikian pula dengan jaringan lembaga pendidikan Syiah yang menampung anak-anak itu. Warga yang simpati dan kurang kuat pemahaman agamanya, akan ikut kelompok Tajul.

Vonis 2 Tahun Penjara

Kamis, 29 Desember 2011 lalu pecah konflik antara warga dengan pengikut Tajul Muluk. Warga masyarakat membakar rumah Tajul. Faktor utama kemarahan masyarakat itu dipicu oleh ajaran-ajaran menyesatkan yang disebarkan Tajul. Selain itu masyarakat juga kesal dengan pengiriman anak-anak ke lembaga-lembaga pendidikan Syiah seperti YAPI Bangil, Al Hadi Pekalongan dan Yayasan Muthahari Bandung. Hal ini pula rupanya yang menjadi alasan dalam bentrok Ahad (26/8/2012) kemarin.

Ketua MUI Sampang KH Buchori Ma'shum menolak sejumlah anggapan yang menyatakan konflik di Karang Gayam ini adalah konflik keluarga sebagaimana diungkap seorang ketua umum ormas besar di negeri ini. Menurut Kiyai Buchori persoalan Tajul murni karena ajaran Syiahnya.

"Kami tidak sepakat ini masalah keluarga. Ini masalah teologis," kata Kiyai Buchori dalam perbincangan dengan sejumlah wartawan media Islam beberapa waktu lalu.

Atas penyebaran ajaran yang sesat dan menodai Islam itu, pada Kamis 12 Juli 2012 lalu, pengadilan Negeri Sampang telah menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Tajul Muluk. Dalam sidang yang berlangsung selama tujuh jam, Ketua Majelis Amin Noer Cahyo mengatakan, berdasarkan fakta yang terungkap, Tajul Muluk terbukti melanggar Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama.

"Tajul Muluk alias Haji Ali Murtadho terbukti melecehkan agama Islam dengan menyatakan Al-Quran yang beredar tidak asli lagi," katanya saat membacakan putusan, Kamis, 12 Juli 2012.

Vonis ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum Tajul empat tahun penjara. Hakim mengatakan vonis ini diambil karena selama persidangan Tajul Muluk sopan, bersedia diungsikan ke Malang.

Tajul juga mengalami kerugian materi setelah rumahnya dibakar. "Terdakwa juga masih punya keluarga yang harus dinafkahi," ujar hakim.

Atas putusan pengadilan ini, sejumlah tokoh dan lembaga liberal pembela aliran sesat langsung bereaksi. Mereka menyebut vonis terhadap Tajul ini sebagai vonis sesat. Bahkan dalam sebuah dialog di sebuah stasiun televisi swasta nasional, Senin pagi (27/8/2012) aktivis liberal Usman Hamid, mendesak agar Pengadilan Tinggi membebaskan Tajul Muluk. Kelompok liberal memang selalu membela aliran sesat dan para pengikutnya.
kalau ente ga bilang itu ISLAM, insya Allah kite ga kan obrak-abrik!
tapi ente bilang itu ISLAM. udah jelas itu penistaan!
bener ga gan??emoticon-Ngakak

ini tetap penistaan.,
dan yg lebih parah kok kalifah Abu Bakar, Umar, sama Utsman dibilang merampok dari Ali??

sedikit gambaran dr ane, kalo ga salah kalifah yang paling kaya itu kan Utsman Bin Affan? bener ga sih gan??emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak

nice treadh gan!
syiah melegalkan kimpoi kontrak, malah mewajibkan
kalo bisa di bilang pelacuran terselubung emoticon-Ngakak
nikah kok kontrak2, nanti kalo kontraknya dah habis, istri bisa diceraiin emoticon-Hammer2[LEFT]makanya di iran jutaan anak lahir tanpa bapak emoticon-Big Grin
penindasan terhadap kaum perempuan
jelas syiah bukan islam
jangan ngaku islam kalo ga mau di perangi, bikin nama agama sendiri aja emoticon-Ngakak
Thanx infonya gan. No comeng dah.. ane rate5 aja emoticon-Rate 5 Star
ane gak ikut-ikutan ah...bantu rateemoticon-Rate 5 Staraja...
BTW, orang sesat yang membela emang juga sesatemoticon-Najis
Sesatkah Syi’ah Rafidhah?


Di dalam Juz 1, hal 239-240, dari Abu Abdillah ia berkata:

…Sesungguhnya di sisi kami ada mushaf Fathimah ‘alaihas salam, mereka tidak tahu apa mushaf Fathimah itu. Abu Bashir berkata: ‘Apa mushaf Fathimah itu?’ Ia (Abu Abdillah) berkata: ‘Mushaf 3 kali lipat dari apa yang terdapat di dalam mushaf kalian. Demi Allah, tidak ada padanya satu huruf pun dari Al Qur’an kalian… (Dinukil dari kitab Asy-Syi’ah Wal Qur’an, hal. 31-32, karya Ihsan Ilahi Dzahir)

Bahkan salah seorang “ahli hadits” mereka yang bernama Husain bin Muhammad At-Taqi An-Nuri Ath-Thabrisi telah mengumpulkan sekian banyak riwayat dari para imam mereka yang ma’shum (menurut mereka), di dalam kitabnya Fashlul Khithab Fii Itsbati Tahrifi Kitabi Rabbil Arbab, yang menjelaskan bahwa Al Qur’an yang ada ini telah mengalami perubahan dan penyimpangan.

b. Tentang shahabat Rasulullah
Diriwayatkan oleh Imam Al-Jarh Wat Ta’dil mereka (Al-Kisysyi) di dalam kitabnya Rijalul Kisysyi (hal. 12-13) dari Abu Ja’far (Muhammad Al-Baqir) bahwa ia berkata:

Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi, dalam keadaan murtad kecuali tiga orang,” maka aku (rawi) berkata: “Siapa tiga orang itu?” Ia (Abu Ja’far) berkata: “Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi…” kemudian menyebutkan surat Ali Imran ayat 144. (Dinukil dari Asy-Syi’ah Al-Imamiyyah Al-Itsna ‘Asyariyyah Fi Mizanil Islam, hal. 89)

Ahli hadits mereka, Muhammad bin Ya’qub Al-Kulaini berkata:

Manusia (para shahabat) sepeninggal Nabi dalam keadaan murtad kecuali tiga orang: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-Ghifari, dan Salman Al-Farisi. (Al-Kafi, 8/248, dinukil dari Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 45, karya Ihsan Ilahi Dzahir)

Demikian pula yang dinyatakan oleh Muhammad Baqir Al-Husaini Al-Majlisi di dalam kitabnya Hayatul Qulub, 3/640. (Lihat kitab Asy-Syi’ah Wa Ahlil Bait, hal. 46)

Adapun shahabat Abu Bakr dan ‘Umar, dua manusia terbaik setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka cela dan laknat. Bahkan berlepas diri dari keduanya merupakan bagian dari prinsip agama mereka. Oleh karena itu, didapati dalam kitab bimbingan do’a mereka (Miftahul Jinan, hal. 114), wirid laknat untuk keduanya:

Ya Allah, semoga shalawat selalu tercurahkan kepada Muhammad dan keluarganya, laknatlah kedua berhala Quraisy (Abu Bakr dan Umar), setan dan thaghut keduanya, serta kedua putri mereka…(yang dimaksud dengan kedua putri mereka adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah dan Hafshah) - (Dinukil dari kitab Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18, karya As-Sayyid Muhibbuddin Al-Khatib)

Mereka juga berkeyakinan bahwa Abu Lu’lu’ Al-Majusi, si pembunuh Amirul Mukminin ‘Umar bin Al-Khaththab, adalah seorang pahlawan yang bergelar “Baba Syuja’uddin” (seorang pemberani dalam membela agama). Dan hari kematian ‘Umar dijadikan sebagai hari “Iedul Akbar”, hari kebanggaan, hari kemuliaan dan kesucian, hari barakah, serta hari suka ria. (Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 18)

Adapun ‘Aisyah dan para istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam lainnya, mereka yakini sebagai pelacur -na’udzu billah min dzalik-. Sebagaimana yang terdapat dalam kitab mereka Ikhtiyar Ma’rifatir Rijal (hal. 57-60) karya Ath-Thusi, dengan menukilkan (secara dusta) perkataan shahabat Abdullah bin ‘Abbas terhadap ‘Aisyah:

Kamu tidak lain hanyalah seorang pelacur dari sembilan pelacur yang ditinggalkan oleh Rasulullah… (Dinukil dari kitab Daf’ul Kadzibil Mubin Al-Muftara Minarrafidhati ‘ala Ummahatil Mukminin, hal. 11, karya Dr. Abdul Qadir Muhammad ‘Atha)

Demikianlah, betapa keji dan kotornya mulut mereka. Oleh karena itu, Al-Imam Malik bin Anas berkata:

Mereka itu adalah suatu kaum yang bercita-cita untuk menghabisi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak mampu. Maka akhirnya mereka cela para shahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa ia (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah seorang yang jahat, karena kalau memang ia orang shalih, niscaya para shahabatnya adalah orang-orang shalih. (Ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul, hal. 580)

c. Tentang Imamah (Kepemimpinan Umat)
Imamah menurut mereka merupakan rukun Islam yang paling utama3. Diriwayatkan dari Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (2/18) dari Zurarah dari Abu Ja’far, ia berkata: “Islam dibangun di atas lima perkara:… shalat, zakat, haji, shaum dan wilayah (imamah)…” Zurarah berkata: “Aku katakan, mana yang paling utama?” Ia berkata: “Yang paling utama adalah wilayah.” (Dinukil dari Badzlul Majhud, 1/174)

Imamah ini (menurut mereka) adalah hak ‘Ali bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu dan keturunannya sesuai dengan nash wasiat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun selain mereka (Ahlul Bait) yang telah memimpin kaum muslimin dari Abu Bakr, ‘Umar dan yang sesudah mereka hingga hari ini, walaupun telah berjuang untuk Islam, menyebarkan dakwah dan meninggikan kalimatullah di muka bumi, serta memperluas dunia Islam, maka sesungguhnya mereka hingga hari kiamat adalah para perampas (kekuasaan). (Lihat Al-Khuthuth Al-‘Aridhah, hal. 16-17)

Mereka pun berkeyakinan bahwa para imam ini ma’shum (terjaga dari segala dosa) dan mengetahui hal-hal yang ghaib. Al-Khumaini (Khomeini) berkata:

Kami bangga bahwa para imam kami adalah para imam yang ma’shum, mulai ‘Ali bin Abu Thalib hingga Penyelamat Umat manusia Al-Imam Al-Mahdi, sang penguasa zaman -baginya dan bagi nenek moyangnya beribu-ribu penghormatan dan salam- yang dengan kehendak Allah Yang Maha Kuasa, ia hidup (pada saat ini) seraya mengawasi perkara-perkara yang ada. (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 5, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/192)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam kitabnya Minhajus Sunnah, benar-benar secara rinci membantah satu persatu kesesatan-kesesatan mereka, terkhusus masalah imamah yang selalu mereka tonjolkan ini.

d. Tentang Taqiyyah
Taqiyyah adalah berkata atau berbuat sesuatu yang berbeda dengan keyakinan, dalam rangka nifaq, dusta, dan menipu umat manusia. (Lihat Firaq Mu’ashirah, 1/195 dan Asy-Syi’ah Al-Itsna ‘Asyariyyah, hal. 80)

Mereka berkeyakinan bahwa taqiyyah ini bagian dari agama. Bahkan sembilan per sepuluh agama. Al-Kulaini meriwayatkan dalam Al-Kaafi (2/175) dari Abu Abdillah, ia berkata kepada Abu Umar Al-A’jami:

Wahai Abu ‘Umar, sesungguhnya sembilan per sepuluh dari agama ini adalah taqiyyah, dan tidak ada agama bagi siapa saja yang tidak ber-taqiyyah. (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/196)

Oleh karena itu Al-Imam Malik ketika ditanya tentang mereka beliau berkata:

Jangan kamu berbincang dengan mereka dan jangan pula meriwayatkan dari mereka, karena sungguh mereka itu selalu berdusta.

Demikian pula Al-Imam Asy-Syafi’i berkata:

Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah dalam persaksian palsu. (Mizanul I’tidal, 2/27-28, karya Al-Imam Adz-Dzahabi)

e. Tentang Raj’ah
Raj’ah adalah keyakinan hidupnya kembali orang yang telah meninggal. ‘Ahli tafsir’ mereka, Al-Qummi ketika menafsirkan surat An-Nahl ayat 85, berkata: “Yang dimaksud dengan ayat tersebut adalah raj’ah, kemudian menukil dari Husain bin ‘Ali bahwa ia berkata tentang ayat ini: ‘Nabi kalian dan Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) serta para imam ‘alaihimus salam akan kembali kepada kalian’.” (Dinukil dari kitab Atsarut Tasyayyu’ ‘Alar Riwayatit Tarikhiyyah, hal. 32, karya Dr. Abdul ‘Aziz Nurwali)

f. Tentang Al-Bada’
Al-Bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Mereka berkeyakinan bahwa Al-Bada’ ini terjadi pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Bahkan mereka berlebihan dalam hal ini. Al-Kulaini dalam Al-Kaafi (1/111), meriwayatkan dari Abu Abdullah (ia berkata): “Tidak ada pengagungan kepada Allah yang melebihi Al-Bada’.” (Dinukil dari Firaq Mu’ashirah, 1/252). Suatu keyakinan kafir yang sebelumnya diyakini oleh Yahudi.

Demikianlah beberapa dari sekian banyak prinsip Syi’ah Rafidhah, yang darinya saja sudah sangat jelas kesesatan dan penyimpangannya. Namun sayang, tanpa rasa malu Al-Khumaini (Khomeini) berkata:

Sesungguhnya dengan penuh keberanian aku katakan bahwa jutaan masyarakat Iran di masa sekarang lebih utama dari masyarakat Hijaz (Makkah dan Madinah, pen) di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan lebih utama dari masyarakat Kufah dan Iraq di masa Amirul Mukminin (‘Ali bin Abu Thalib) dan Husein bin ‘Ali. (Al-Washiyyah Al-Ilahiyyah, hal. 16, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 192)

Perkataan Ulama tentang Syi’ah Rafidhah

Asy-Syaikh Dr. Ibrahim Ar-Ruhaili di dalam kitabnya Al-Intishar Lish Shahbi Wal Aal (hal. 100-153) menukilkan sekian banyak perkataan para ulama tentang mereka. Namun dikarenakan sangat sempitnya ruang rubrik ini, maka hanya bisa ternukil sebagiannya saja.

1. Al-Imam ‘Amir Asy-Sya’bi berkata:

Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syi’ah. (As-Sunnah, 2/549, karya Abdullah bin Al-Imam Ahmad)

2. Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri ketika ditanya tentang seorang yang mencela Abu Bakr dan ‘Umar, beliau berkata:

Ia telah kafir kepada Allah.” Kemudian ditanya: “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata: “Tidak, tiada kehormatan (baginya)…. (Siyar A’lamin Nubala, 7/253)

3. Al-Imam Malik dan Al-Imam Asy-Syafi’i, telah disebut di atas.

4. Al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Aisyah) itu orang Islam.” (As-Sunnah, 1/493, karya Al-Khallal)

5. Al-Imam Al-Bukhari berkata:

Bagiku sama saja apakah aku shalat di belakang Jahmi, dan Rafidhi atau di belakang Yahudi dan Nashara (yakni sama-sama tidak boleh -red). Mereka tidak boleh diberi salam, tidak dikunjungi ketika sakit, tidak dinikahkan, tidak dijadikan saksi, dan tidak dimakan sembelihan mereka. (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hal. 125)
FATWA SYEIKH AL AZHAR MACHMUD SYALTUT DIBOLEHKAN SIAPAPUN MENGIKUTI MAZHAB SYIAH IMAMIYAH DAN ZAIDIYAH



KENAPA BISA KELUAR FATWA SEPERTI ITU?
MARI KITA BELAJAR SYIAH DARI SUMBER SYIAH YANG DAPAT DIPERCAYA
BUKAN BELAJAR DARI SUMBER ANTI SYIAH MAUPUN SUMBER YANG NGAKU NGAKU SYIAH

MARI KITA BERPIKIR OBJEKTIF, RASIONAL, DAN HILANGKAN KEFANATIKAN

SAYA BUKAN SYIAH, BUKAN MEMBELA SYIAH
TAPI SAYA HANYA MEMAPARKAN KENYATAAN
JANGAN PROTES SAMA SAYA, SAYA HANYA MENYAMPAIKAN FAKTA
Diubah oleh imamortred23

:2thumbup :2thumbup
Mengenal ajaran syiah di Sampang Madura

WEBSITE POKER ONLINE PALING JUJUR DAN BAIK HATI
BERTEKNOLOGI STANDARD INTERNATIONAL,
RNG BERSERTIFIKAT, MULTI TABLE, NO BOT, REAL PLAYER

====================================
TURNAMEN POKER SETIAP HARI!!
HADIAH Rp 7.850.000 / Hari
GRATIS!!! TIDAK DIPUNGUT BIAYA!!

======================================================
CUSTOMER SUPPORT 24 JAM
-KLIK SINI LIVE CHAT OK
======================================================
JOIN FANSPAGE FACEBOOK DISINI
JOIN FORUM POKER FACEBOOK DISINI

ga komen ah takut sara
wahduh berat ini pembahasannya.. ane mah islam yg umum2 aja, yg di ikuti secara nasional emoticon-Matabelo
Quote:


woh ada kimpoi kontraknya segala emoticon-Genit
wah ane gk bisa komeng gan...cuma bisa bantu emoticon-Rate 5 Star aja gan


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di