Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016144482/bps-perhitungan-jokowi-soal-kemiskinan-salah
BPS: Perhitungan Jokowi Soal Kemiskinan Salah
metropolitan - Senin, 27 Agustus 2012 | 14:42 WIB
BPS: Perhitungan Jokowi Soal Kemiskinan Salah
INILAH.COM, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengatakan bahwa persentase penduduk miskin di DKI Jakarta berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2012 sebesar 3,69%.

Hal tersebut sebagai tanggapan atas pernyataan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu di sebuah situs bahwa persentase kemiskinan di DKI Jakarta berada di atas 20%.

Berdasarkan berita resmi Statistik Provinsi DKI Jakarta No.30/07/31/Th.XIV, pada 2 Juli 2012, jumlah penduduk miskin di DKI pada Maret 2012 sebesar 363.020 orang (3,69%) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2011 sebesar 363.042 orang (3,75%). "Berarti jumlah penduduk miskin menurun," kata Suryamin kepada wartawan, di Jakarta, Senin (27/8/2012).

Suryamin juga menyanggah pernyataan Jokowi yang mengatakan bahwa kategori mendekati miskin dengan miskin adalah sama. Menurut dia, mendekati miskin dengan miskin jelas berbeda. Kategori mendekati miskin sebenarnya berada di atas garis kemiskinan. "Kami menyebutnya dengan istilah hampir miskin. Hampir miskin itu adalah kalau pengeluaran per-kapitanya 20% di atas garis kemiskinan," jelas Suryamin.

Dia menambahkan, bahwa yang hampir miskin memang rentan sehingga sewaktu-waktu akan turun dan menjadi miskin. Selama Maret 2011 - Maret 2012, garis kemiskinan naik sebesar 6,63% yaitu dari Maret 2011 perkapitanya setiap bulan sekitar Rp355.480 namun menjadi Rp379.052 perkapita/bulan pada Maret 2012.

"Tapi yang harus diingat adalah Rp379.052 itu adalah hitungannya perkapita. Jadi bila dalam satu rumah tangga ada empat atau lima orang, maka Rp379.052 dikalikan empat atau lima orang, sehingga bila dihitung per keluarga, maka pendapatannya lebih dari satu juta. Jadi hitungannya permeter tingkat kemiskinan di DKI yang dihitung bagi masyarakat yang pendapatannya di bawah Rp300.000," tegas Suryamin.

Dia mengemukakan, konsep yang dipakai sebagai penentu garis kemiskinan yakni menghitung dari garis kemiskinan makanan, non-makanan serta perkembangan harga dari komoditi. Misalnya, komoditi makanan seperti beras, bila harganya naik, maka biaya yang dikeluarkan untuk pengeluaran akan naik. "Jadi garis kemiskinan pun akan naik," tuturnya.

Namun perhitungan garis kemiskinan tidak statis selamanya. Perhitungan dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan inflasi. Karena garis kemiskinan ditentukan oleh komoditi makanan dan non-makanan serta masing-masing provinsi berbeda-beda perhitungannya.

"Ya seharusnya yang perlu diperhatikan adalah harga supaya inflasi tidak tinggi dan itu adalah satu hal yang terpenting. Karena inflasi perkembangan harga sangat mempengaruhi dari harga kebutuhan pokok masyarakat serta dapat mempengaruhi daya beli sehingga berpengaruh juga pada garis kemiskinannya," kata dia.

Selain itu, Humas Pemprov DKI Jakarta, Cucu Hidayat tidak mengerti jika dikatakan persentase kemiskinan di Jakarta lebih dari 20%. "Saya tidak tahu dan tidak mengerti bagaimana cara perhitungannya. Yang pasti, data BPS terkait persentase kemiskinan di DKI lebih akurat dan dapat dipercaya, karena BPS sudah tercatat sebagai badan statistik nasional bahkan sudah dikenal di internasional," ujar Cucu. [yeh]
Rekomendasi Untuk Anda

Nasib Pendiri Wikileaks Lebih Buruk dari Teroris Nasib Pendiri Wikileaks Lebih Buruk dari Teroris
Ikan Nila Tahan Air Asin Hasil Rekayasa BPPT Ikan Nila Tahan Air Asin Hasil Rekayasa BPPT

Sumber: http://metropolitan.inilah.com/read/...miskinan-salah


biarpun salah tapi tetap aja banyak orang miskin di jakarta
hampir miskin ama miskin bedanya apa yah?
statistik cuman ngurus angka, selisih 20% dari 380 ribu maknanya apa buat dia?
Quote:Original Posted By 1123581321
hampir miskin ama miskin bedanya apa yah?


hampir miskin
nyaris miskin
agak miskin
miskin
sangat miskin
miskin sekali
miskin semiskin miskinnya
sebuah keluarga dengan anggota 4 orang yang punya penghasilan total IDR 1.516.208 per bulan nya....begini yang disebut hampir miskin ??

what the fuck....gimana caranya mereka bikin kategori kelas masyarakat sebenarnya?
Quote:Original Posted By SlickDanger

"Tapi yang harus diingat adalah Rp379.052 itu adalah hitungannya perkapita. Jadi bila dalam satu rumah tangga ada empat atau lima orang, maka Rp379.052 dikalikan empat atau lima orang, sehingga bila dihitung per keluarga, maka pendapatannya lebih dari satu juta. Jadi hitungannya permeter tingkat kemiskinan di DKI yang dihitung bagi masyarakat yang pendapatannya di bawah Rp300.000," tegas Suryamin.


Kalau ada buruh bujangan gaji 400rb tidak masuk kategori miskin ya? *angguk2 kepala*
yang jelas yg miskin tetap banyak di SOLO parah parah2
Quote:Original Posted By bluedicks
jakarta msh banyak keliatan kumuh n miskin ya karna kaum urban yg tidak punya ktp jakarta dan mereka tidak bisa di masukan sebagai warga jakarta mas bro...yg di data sama bps ya hanya warga yg ber ktp jakarta......kalo jokowi kalah mending suruh angkut jg tuh teman2 sekampungnya yg jualan bakso n ayam bakar ke solo aja br jakarta ngak keliatan kumuh n berantakan lagi


ente yakin jakarta kumuh karena orang yang berasal dari jawa tengah atau jawa timur yang berprofesi sebagai penjual bakso atau ayam bakar
dari dulu gak percaya sama BPS
masa hitungannya kalah sama anak SD

Jakarta garis kemiskinannya 300rb per kapita?
Semoga yang ngitung ngerasain pendapatan 300rb sebulan!
Quote:Original Posted By JZ09IYY
Kalau ada buruh bujangan gaji 400rb tidak masuk kategori miskin ya? *angguk2 kepala*


Engga kan, soalnya engga 399ribu kebawah.

Quote:Original Posted By kidod25
yang jelas yg miskin tetap banyak di SOLO parah parah2


di Solo batesnya 800rb gan ...
jadi kalo sebelum 800rb per kapita gak gak miskin ...
Keknya sih bener BPS dan wajar presentasenya 3 %-an

Lagian d JKT tuh banyak miliarderny yg bikin

presentasi kemiskinannya turun.

Jokowi sotoy amat :mahos
Quote:Original Posted By renjanarose
hampir miskin
nyaris miskin
agak miskin
miskin
sangat miskin
miskin sekali
miskin semiskin miskinnya


terakhir..gan..
Mampus semampus..mampusnya..!
Quote:Original Posted By sirkus_keliling
Keknya sih bener BPS dan wajar presentasenya 3 %-an

Lagian d JKT tuh banyak miliarderny yg bikin

presentasi kemiskinannya turun.

Jokowi sotoy amat :mahos


Emang Jakarta Gak ada Orang Miskinnya .....
Klo tuh Para Pejabat n Milyadernya Suka Berbagi (Bukan dari hasil Maling).
Quote:Original Posted By ArwahNenekGayus
terakhir..gan..
Mampus semampus..mampusnya..!


.... Lahan Buat Pemakaman di Jakarta dah Susah Bro ..
1 Tahun aja 150Rb .. Minimal Bayar tuk 3 Tahun ke Depan ..
Jadi 150Rb X 3 = 450Rb . (TPU Karet Bivak)


Jadi Jgn di Sumpahin Mampus Sekumis-kumisnya ..
Quote:Original Posted By irawanasg
dari dulu gak percaya sama BPS
masa hitungannya kalah sama anak SD

Jakarta garis kemiskinannya 300rb per kapita?
Semoga yang ngitung ngerasain pendapatan 300rb sebulan!


Lah .. Klo Emang BPS terpercaya Minimal dapet Logo ISO2000 dan Tanda HALAL dari MUI
Quote:Original Posted By irawanasg
di Solo batesnya 800rb gan ...
jadi kalo sebelum 800rb per kapita gak gak miskin ...


Kasian Amat ma Orang Jakarta .. Penghasilan 400K/Bulan dah di Di Bilang Makmur ...

Jadi yg Belanja di Mall- Mall Jakarta .. Orang dari Mana Yah ...


(Tangerang - Bekasi - Bogor) Yang Orang jakarta mah Kuli ..
waduw, om jokowi dihajar kanan kiri, semua pendapatnya dimentahkan
biarkanlah DKI Jakarta tingkat kemiskinannya 3 koma sekian persen

kalau dihitung jumlah orangnya sudah diatas 350 ribu jiwa.
dan itu bisa dijadikan sebagai salah satu bukti keberhasilan kinerja Pemprov DKI

HAMPIR MISKIN

ane cuma bisa
×