alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016135473/uniknya-festival-budaya-lembah-baliem
Uniknya Festival Budaya Lembah Baliem
Pernahkan Anda terbayang bagaimana kehidupan manusia sebelum era modern seperti sekarang? Atau bagaimana jika di jaman modern ini Anda masih menemukan manusia yang hidup primitif, pakaian hanya menutupi kemaluan yang terbuat dari kulit pepohanan, menyalakan api dengan menggesek-gesekkan batu?

Jangan khawatir, Anda bisa menemukan kehidupan ala jaman batu tersebut di Festival Budaya Lembah Baliem yang di gelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua. Festival ini diadakan setiap tahun, bisanya pada bulan Agustus. Tahun ini diadakan selama 3 hari yaitu tgl 8 - 11 Agustus 2012.

Untuk menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem memerlukan effort dan biaya lebih (dibandingkan liburan ke Bali hehe). Persiapan pun harus dilakukan jauh-jauh hari sebelum festival berlangsung.

Saat ini Wamena (tempat Festival Budaya Lembah Baliem digelar) hanya dapat diakses melalui udara dari Jayapura. Penerbangan komersial Jayapura - Wamena hanya dilayani oleh Trigana Air. Tarif penerbangan sekali jalan sekitar Rp 900 ribu dengan waktu tempuh hanya sekitar 45 menit. Tidak seperti penerbangan komersial pada umumnya yang waktu penerbangan ditetapkan hanya berdasarkan waktu, penerbangan Jayapura - Wamena setiap hari selain ditentukan oleh waktu juga ditentukan oleh cuaca. Penundaan bahkan pembatalan penerbangan sangat biasa. Hal ini dikarenakan lokasi Wamena yang berada di lembah yang dikeliling oleh Pegunungan Trikora (dengan puncak tertinggi Puncak Jaya, satu-satunya tempat di Indonesia yang berselimut salju) sehingga jika cuaca sedang tidak bersahabat (mendung atau kabut tebal) maka pandangan pilot akan terhalang (mungkin karena kondisi inilah tidak sedikit kecelakaan penerbangan terjadi di Pegunungan Jayawijaya).

Terbang Jayapura - Wamena merupakan pengalaman yang paling menegangkan, selain karena kondisi alam, pesawat yang digunakan juga pesawat baling-baling (ATR 72). Kondisi interior pesawat juga tidak sebaik pesawat ATR yang dipake terbang Surabaya - Bali. Ditambah lagi, tidak ada demo penggunaan perlengkapan keamanan pesawat sebelum pesawat lepas landas (jadi terasa naik bus kota yang bisa terbang).

Jika saat memasuki udara di atas Lembah Baliem (seluruh wilayah yang berada di dalam pegunungan Trikora di sebut Lembah Baliem) udara cukup cerah, Anda akan dapat menyaksikan keindahan deretan pegunungan Trikora. Lekukan-lekungan pegunungan dengan alam yang hijau benar-benar memanjakan mata Anda.

Bandara di Wamena cukup sederhana, bangunan ruang tunggu hanya terbuat dari kayu yang beratap seng. Di sini tidak terdapat bangunan untuk kedatangan, dan semua penumpang adalah penumpang VIP (karena dapat dijemput langsung ke tempat parkir pesawat hehe).

Sekilas tidak ada yang aneh di bandara di Wamena. Namun jika Anda rajin melihat sekeliling, Anda akan melihat beberapa orang yang hanya memakai koteka, mereka biasanya menjajakan souvenir kas suku Dani, yang merupakan suku terbesar di Wamena.

Di Wamena hanya ada beberapa hotel, salah satu hotel dan sekaligus yang terbaik saat ini adalah Hotel Baliem Pilamo yang terletak hanya beberapa ratus meter dari bandara. Pada waktu Festival Budaya Lembah Baliem hotel ini selalu penuh. Kebanyakan wisatawan yang menginap adalah wisatawan asing. Wisatawan lokal kebanyakan pejabat pemerintah yang biasanya sengaja mengundang koleganya untuk menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem.

Untuk bisa menginap di hotel ini pada waktu festival berlangsung, Anda harus melakukan pemesanan beberapa bulan sebelumnya. Bahkan tidak sedikit diantara tamu yang menginap sudah memesan 1 tahun sebelumnya.

Lokasi festival digelar bisa berubah-ubah. Tahun 2012 ini, Festival Budaya Lembah Baliem ini di gelar di Desa Wosi, Distrik Wosilimo, yang berjarak 25 km yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 40 menit perjalanan (dengan mobil) dari Wamena. Jalan ke lokasi cukup bagus dan sudah beraspal walaupun harus melewati beberapa jembatan kayu.

Sepanjang perjalanan menuju lokasi, mata Anda akan dimanjakan dengan indahnya rangkain Pengunungan Trikora yang mengelilingi Lembah Baliem.

Festival Budaya Lembah Baliem digelar dilapangan yang cukup luas (mungkin 2 kali luas lapangan bola). Di pinggir lapangan terdapat beberapa tribun untuk pengunjung (kebanyakan pengunjung adalah wisatawan asing). Penduduk setempat (yang tidak menjadi peserta) hanya diijinkan melihat dari luar lapangan. Pengunjung bebas untuk berfoto-foto dengan peserta festival yang sedang melalukan persiapan.

Festival Budaya Lembah Baliem ini mengangkat kembali budaya asli Papua khususnya suku Dani. Para peserta pria hanya mengenakan koteka, sedangkan peserta wanita mengenakan kombou (rok dari jerami). Dari kombou ini kita bisa mengenali wanita yang sudah menikah atau belum. Wanita yang sudah menikah mengenakan kombou yang ada garis-garis warna-warni mendatar, sedangkan yang masih gadis memakai kombou yang polos.

Peserta festival dibagi per distrik, dimana masing-masing akan memeragakan taria-tarian yang diiringi nyanyian dan kemudian dilanjutkan dengan perang-perangan. Perang-perangan ini mensimulasikan perang antar suku yang sering terjadi dimasa lalu.


Sumber :dealkamar.com

Foto-foto bisa dilihat di sini maaf, koneksi lagi lemot belum bisa upload ke kaskus
Kapan bisa ke sana yah...mahal sih?!
Kapan-kapan kita kesana bareng gan..mumpung belum punah..terus terang ane khawatir ini punah krn sekarang aja yang muda2 sudah malu2 ga pake pakaian..malah ada yg pake celana..kan ga seru lagi gan..
ga ada pict ya?? emoticon-Bingung (S)
tambah gambar dong biar tambah unik
pict nya mana kaka ya?







wake me up when september end
kasih gambar gan biar tambah yahud emoticon-thumbsup

<< Pasar Ngguthekan>>
Kesederhanaan di Tepian Kali Progo




Uniknya Festival Budaya Lembah Baliem beberapa menit yang lalu · Uniknya Festival Budaya Lembah Baliem Suka · Uniknya Festival Budaya Lembah Baliem Tambahkan sebagai Teman
sori gan..internet lemot, foto lewat link yang dibagian bawah artiket itu aja yah
wahhh mana gambarnyaa gannn ?