Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016034428/kelas-menengah-ri-beli-ac-konsumsi-listrik-makin-boros
Kelas Menengah RI Beli AC, Konsumsi Listrik Makin Boros
Quote:Jakarta - Subsidi listrik terus naik dari tahun ke tahun dari Rp 65,01 triliun di 2012 menjadi Rp 80,937 triliun di 2013. Penyebabnya, makin banyak masyarakat kelas menengah yang pasang pendingin ruangan atau AC.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

"Saya punya data, kelompok menengah Indonesia besar sekali. Dulu tidak punya AC, sekarang pasang AC. Dulu AC satu, sekarang AC ada lima. Itu menguras listrik banyak sekali. Kita akan menaikkan harga listrik, menurut saya wajar," ujar Rudi.

Dikatakan Rudi, subsidi energi termasuk BBM dan listrik memang tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat dari kalangan mampu mendapatkan subsidi BBM.

"Masa orang punya kolam renang di rumahnya dapat subsidi listrik? Tidak benar," kata Rudi.

Pemerintah saat ini sedang menghitung, jenis pelanggan PLN yang mana yang akan dinaikkan tarif listriknya. Tidak mungkin pelanggan kaya dengan daya listrik besar mendapatkan subsidi.

Anggaran subsidi energi untuk 2013 direncanakan bakal mencapai Rp 274,743 triliun, naik dari 2012 yang sebesar Rp 202,4 triliun. Besaran subsidi ini membuat Indonesia tidak mempunya anggaran yang besar untuk membangun sarana infrastruktur.

Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kenaikan tarif tenaga listrik (TTL) tahun depan totalnya sekitar 10%. Namun kenaikan dilakukan bertahap setiap 3 bulan sekali.

"Tarif listrik nanti dibahas bersama dengan Dewan, mungkin dalam satu tahun itu bertahap, mungkin sekitar 10 persen, jadi tidak terlalu berat, tapi juga harus dibahas," kata Hatta.

Hatta mengatakan, nanti struktur kenaikan TTL akan dibahas antara Komisi VII DPR dengan PLN. Pelanggan listrik mana saja yang tarifnya akan dinaikkan.

Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan, untuk menekan anggaran subsidi listrik yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah bakal mengusulkan tarif listrik di 2013 naik tiap triwulan (3 bulan).

"Dalam rangka menurunkan beban subsidi energi, khususnya subsidi listrik, dalam tahun 2013 pemerintah mengusulkan kepada Dewan (DPR) yang terhormat rencana penurunan beban subsidi listrik, melalui penyesuaian tarif tenaga listrik (TTL) secara otomatis setiap triwulan, mulai bulan Januari 2013," tegas SBY.

Penyesuaian tarif listrik dilakukan secara otomatis secara berkala ini menurut SBY diterapkan oleh banyak negara di dunia, antara lain karena beban bagi konsumen terasa lebih ringan dibanding dengan penyesuaian yang hanya dilakukan setiap satu tahun atau lebih. Namun SBY belum menyatakan besaran kenaikan tarif listrik yang diusulkan tahun depan.
Sebagai tambahan, tahun ini juga pemerintah mengusulkan kenaikan TTL, namun ditolak oleh DPR. Sehingga rencana kenaikan TTL tahun ini batal.
sumber : [URL="http://finance.detik..com/read/2012/08/16/232750/1993772/1034/kelas-menengah-ri-beli-ac-konsumsi-listrik-makin-boros?f9911013"]DetikFinance[/URL]

kalo menurut saya pelanggan listrik di atas 900 KVA tidak boleh di subsidi negara.
yang di naekkin yang dayanya di atas 1300 aja ya....
ane pake AC tappi listrik masih 900
ga pake AC, disini udah dingin










satu dua tiga empat lima...
emang makin panas dunia laris manis dagangan ane
orang kaya mah mo dinaekin berapa jg tetap bisa bayar...yg repot kan kalo dunia usaha yg kena, kalo bukan gulung tikar ya harga barang/jasa bakal naek...ujung2nya masyarakat kelas bawah jg yg menjerit...
Quote:Original Posted By
Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2012).

"Saya punya data, kelompok menengah Indonesia besar sekali. Dulu tidak punya AC, sekarang pasang AC. Dulu AC satu, sekarang AC ada lima. Itu menguras listrik banyak sekali. Kita akan menaikkan harga listrik, menurut saya wajar," ujar Rudi.

Dikatakan Rudi, subsidi energi termasuk BBM dan listrik memang tidak tepat sasaran. Banyak masyarakat dari kalangan mampu mendapatkan subsidi BBM.


Yang wajar menurut Loe, nggak wajar menurut masyarakat :
- Loe dapat gaji dan fasilitas selangit, tapi kerja nggak becus
- Loe "jual beli" undang2 sama pemerintah
- Loe belagu minta diperlakukan sebagai warga kelas satu
- Loe dapet pensiun untuk tidak melakukan apa2 selama 5 tahun digedung hewan
- Loe ngebacot tiap hari yang bikin mual masyarakat

ADA YANG BISA NAMBAHIN?
Quote:Original Posted By WackyLoony
Yang wajar menurut Loe, nggak wajar menurut masyarakat :
- Loe dapat gaji dan fasilitas selangit, tapi kerja nggak becus
- Loe "jual beli" undang2 sama pemerintah
- Loe belagu minta diperlakukan sebagai warga kelas satu
- Loe dapet pensiun untuk tidak melakukan apa2 selama 5 tahun digedung hewan
- Loe ngebacot tiap hari yang bikin mual masyarakat

ADA YANG BISA NAMBAHIN?


Setuju ama agan ni
seenaknya udel klo ngomong tu,orang kaya juga kalo make ac nya kayak kotoran juga tetep boros,misal ni yg pake ac bwt di kamar mandi
dapur,ruang keluarga semua dikasi,klo perlu garasi juga

apalagi yg punya villa ato rumah lebih dari 1,uda gak perna ditinggalin,ac semua ruangan, semua nyala terus

masi nyalahin masyarakat menengah?
ok deh...kalo itu orang yang ber AC komit mau jual balik AC mereka ....apa listrik bakal turun ???? TENTU TIDAK jawabnya anggota hewan....sebab mereka punya 1001 alasan laennya
lebih boros lagi anggota dewan dibandingkan rakyat indonesia
baguslah...berarti indonesia dikit lagi menuju indonesia yg maju..bukan berkembang (menuju miskin) lagi...
Quote:Jakarta - Subsidi listrik terus naik dari tahun ke tahun dari Rp 65,01 triliun di 2012 menjadi Rp 80,937 triliun di 2013.

kalau bicara subsidi, kedepannya gw yakin sih makin menurun karena dah semakin banyak PLTD yang dimatikan (cuma buat back-up sewaktu2) dan diganti PLTU, PLTG, PLTP

yang perlu diwaspadai dengan semakin borosnya konsumsi listrik adalah, RASIO elektrifikasi yg semakin turun
memangnya gak boleh yah, masyarakat menengah,menengah kebawah memakai AC...
mau naikin listrik yah di atas 2300wht aja....
Kipas angin 125W hasilnya kembung masuk angin

AC 220W yang inverter hasinya adem, tidur enak, pagi seger, jadi produktif


Sebenernya ga masalah...kalo mampu kenapa nggak!!


YANG GOBLIG YA YANG PUNYA NEGARA INI!!! TAMBAH DONG PASOKAN LISTRIKNYA NGOK!!!


_______________________________________________________
Kunci Pintu Digital com

Bikin PLTN aja buat supply listrik... Susah kalo terpaku ama energi yg ga jelas...
Quote:Original Posted By Uthe18
kalau bicara subsidi, kedepannya gw yakin sih makin menurun karena dah semakin banyak PLTD yang dimatikan (cuma buat back-up sewaktu2) dan diganti PLTU, PLTG, PLTP

yang perlu diwaspadai dengan semakin borosnya konsumsi listrik adalah, RASIO elektrifikasi yg semakin turun


maksudnya elektrifikasi gimana bang ?

dirumah sih pake 1300, kalo mau dinaikin ya terserah aja, toh ane ga pake AC juga tiap bulan naik terus tagihannya meskipun diirit2 pemakaian
Sirik nih wamen, orang kalo mau pake AC terserah mereka. Jangan nyalahin orang dong,kaya gak nikmatin subsidi aja si wamen.
Quote:Original Posted By dr.retro26
maksudnya elektrifikasi gimana bang ?

dirumah sih pake 1300, kalo mau dinaikin ya terserah aja, toh ane ga pake AC juga tiap bulan naik terus tagihannya meskipun diirit2 pemakaian


rasio elektrifikasi itu maksudnya prosentase penduduk/rumah yang teraliri listrik dr PLN atau mendapat listrik non PLN tapi bersumber dr program pemerintah (PLTMH, PLTS di daerah terpencil)

Kalau tuntutan peralatan rumga dah banyak pakai listrik dan kebutuhan daya setiap alat semakin besar berarti kan kebuthan daya tiap rumah akan semakin besar juga
Otomatis akan mengurangi jumlah rumah/keluarga yg teraliri listrik dr rencana sebelumnya
Misalnya dibangun sebuah PLT berdaya 100 MW, jika asumsi awal dengan daya 450-900 KVA/rumah bisa mengaliri 100.000 rumah, ternyata seiring semakin banyaknya kebutuhan listrik kek yg gw bilang diatas jadi masangnya >1300w kan brarti cuma bisa mengaliri 50-70.000 rumah saja
Sisanya ? masuk WAITING LIST lagi

Disatu sisi pemerintah/PLN untung karena listrik yg mendapat subsidi besar adalah konsumen < 900 KVA (450-900 KVA) dan diatas 1300 KVA subsidi makin kecil (diatas 6000 KVA non subsidi) sehingga mengurangi beban subsidi listrik
Quote:Original Posted By Uthe18
rasio elektrifikasi itu maksudnya prosentase penduduk/rumah yang teraliri listrik dr PLN atau mendapat listrik non PLN tapi bersumber dr program pemerintah (PLTMH, PLTS di daerah terpencil)

Kalau tuntutan peralatan rumga dah banyak pakai listrik dan kebutuhan daya setiap alat semakin besar berarti kan kebuthan daya tiap rumah akan semakin besar juga
Otomatis akan mengurangi jumlah rumah/keluarga yg teraliri listrik dr rencana sebelumnya
Misalnya dibangun sebuah PLT berdaya 100 MW, jika asumsi awal dengan daya 450-900 KVA/rumah bisa mengaliri 100.000 rumah, ternyata seiring semakin banyaknya kebutuhan listrik kek yg gw bilang diatas jadi masangnya >1300w kan brarti cuma bisa mengaliri 50-70.000 rumah saja
Sisanya ? masuk WAITING LIST lagi

Disatu sisi pemerintah/PLN untung karena listrik yg mendapat subsidi besar adalah konsumen < 900 KVA (450-900 KVA) dan diatas 1300 KVA subsidi makin kecil (diatas 6000 KVA non subsidi) sehingga mengurangi beban subsidi listrik


ah i see, masalah pembagian kue ya

ntu 100rb MW gimana kelanjutannya ? kabar burung proyeknya mandek
cabut semua jenis subsidi!

gitu aja kok repot!
×