Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000016027190/pungutan-liar-merajalela-di-samsat-polda-metro
Pungutan Liar Merajalela di Samsat Polda Metro
Agan-agan skalian, ane cuma mau sharing soal masalah yang ane rasa semua orang tahu, tapi seolah-olah ga bisa berbuat apa-apa. Sampe-sampe ane sendiri mikir, masa iya di Zaman sekarang pun masih ga bisa juga di brantas yang namanya pungutan liar di satuan kepolisian ini. Ane nulis ini karena uda kesel banget aja ama perlakuan yang ane alamin, khususnya waktu ngurus BPKB hilang, setiap tahun ngurus perpajangan STNK, dan bikin SIM selalu aja dimintain duit yang ga jelas, padahal itu di POLDA ... belum lg waktu ane ngurus SKCK (di Polsek Bintaro, 1 hari 15 ribu, 3 hari 30 ribu), padahal waktu itu butuh untuk melamar pekerjaan) ....

menurut agan bisa ga si, apalagi sejak tahun 2011 POLRI ini sudah resmi menjalankan reformasi birokrasi yang ditunjang dengan Remunerasi bagi pegawainya yang tidak sedikit jumlahnya ...

Piye?



JAKARTA, KOMPAS.com — Praktik pungutan liar masih saja terjadi di kantor pelayanan Satuan Manunggal Administrasi Satu Atap (Samsat) Jakarta Selatan yang ada di kompleks Polda Metro Jaya pada Rabu (15/8/2012). Praktik pungli bahkan nyaris terjadi di setiap proses yang harus dilalui masyarakat untuk memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ataupun Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal itu antara lain dituturkan Suryani (47), warga Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Suryani mengaku proses yang harus ditempuhnya begitu berbelit-belit. Bahkan, Suryani juga diharuskan membayar sejumlah uang yang tidak jelas peruntukannya.

"Saya mau buat STNK lagi karena yang kemarin hilang sepekan lalu. Dari tadi saya sudah dilempar sana-sini, mulai dari kantor Samsat Jakarta Timur dilempar lagi ke sini. Begitu sampai di sini, dilempar-lempar lagi ke bagian lainnya," kata Suryani.

Dia menjelaskan bahwa dirinya sudah mengeluarkan uang Rp 60.000, tetapi STNK baru yang diajukannya belum juga keluar. Suryani terus menunggu dengan sabar di depan loket Samsat. "Katanya akan dipanggil, tapi dari tadi saya enggak dengar ada nama dipanggil. Malahan calo-calo itu enak sekali, datang langsung diurus," ujar Suryani.

Yang membuat kesal, lanjutnya, bukan antrean menunggu, melainkan ulah para oknum kepolisian yang seakan "memeras" dirinya setiap melakukan tahapan proses penggantian STNK. Pada tahap awal, Suryani melakukan cek fisik untuk memeriksa jenis kendaraan dan kerangka mesin. Di sana, Suryani dimintai Rp 10.000 oleh petugas yang katanya dipakai untuk biaya administrasi.

Hal serupa kembali dialami Suryani saat melakukan proses selanjutnya, mulai dari pengecekan arsip, pengambilan bukti keaslian STNK, hingga fotokopi. "Semuanya saya dimintai duit. Totalnya sampai Rp 60.000. Tapi saya enggak dapat tanda terima, enggak tahu itu uang untuk apa," tukas Suryani kesal.

Hal serupa juga dialami Jeffery (32), warga Cipete, Jakarta Selatan. Jeffery ketika itu sengaja datang ke kantor Samsat Jakarta Selatan untuk mengurus perpanjangan STNK yang jatuh pada tanggal 20 Agustus 2012. Karena takut kantor Samsat libur di tanggal tersebut, Jeffery pun mengurusnya lebih awal.

Sama seperti Suryani, Jeffery juga melakukan tes fisik dan turut dimintai petugas iuran. "Katanya iuran biasa. Dia minta Rp 30.000, memang enggak ada tanda terimanya," ujar Jeffery.

Menurut Jeffery, pungli itu sudah biasa terjadi di kantor Samsat Jakarta Selatan. Dengan demikian, meski merasa kesal, warga tetap menuruti kemauan oknum petugas agar urusan cepat selesai.

"Ya memang nyebelin. Tapi sudah jadi rahasia umum, saya ikutin aja biar cepet beres," ujarnya.

Suryani dan Jeffery adalah contoh sebagian kecil masyarakat yang menjadi korban praktik pungli. Setiap harinya, kantor Samsat ini menerima ribuan permohonan perpanjangan SIM dan STNK hingga pembuatan STNK baru.

Terkait hal ini, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas tidak memungkiri masih ada oknum-oknumnya yang nakal. "Itu sudah tindakan salah. Seharusnya masyarakat tidak dipungut biaya apa pun dalam proses pelayanan itu, kecuali pajak atau denda," kata Sigit.

Menurutnya, jika menemukan adanya petugas kepolisian yang nakal, masyarakat diminta untuk segera mencatat nama dan melaporkannya ke Propam Polda Metro Jaya. "Harus dilaporkan kalau ada seperti itu. Laporan bisa langsung datang ke Propam atau melalui boks-boks surat Propam yang tersebar di dalam Polda Metro," pungkas Sigit.

Editor :A. Wisnubrata

http://megapolitan.kompas.com/read/2...at.Polda.Metro
si ibu kalo gak mau dilempar2, mending cari calo aja deh . Lebih cepet kok :
-----
@TS
dia kalo org lg butuh, pasti terus diperas habis2an gan
klo kita yg kerja disamsat jg akan melakukan pungli kaya gitu gan.
biar j lah ga tiap hari ini kita ngurus surat kaya gitu.
klo kita idealis malah urusan ribet,mending lgsg terima beres totalnya jg hampir sama kaya ngurus sendiri
Hanya diindonesialah orang mau bayar pajak motor malah di persulit & di peras....yah itulah anehnya,mau menyelesaikan kewajiban ajah digituin,harusnya bayar pajak dipermudah kalo perlu bisa lewat atm...makannya jangan heran kalo banyak wajib pajak yg males bayar pajak motor
Kalau gak begitu bukan indonesia namanya masgan..
Quote:Original Posted By clcyep
si ibu kalo gak mau dilempar2, mending cari calo aja deh . Lebih cepet kok :
-----
@TS
dia kalo org lg butuh, pasti terus diperas habis2an gan


ya kalo orang ke instansi pasti ada butuh lah gan...
jadi ya diperas terus..
polri ya gini dari dulu ndak ad gebrakan dari para jendral.. jendral gendut sih..

kalo kayak gitu bisa disimpulin gagal menjalankan amanah.. malah sekarang teriak2 KPK garong .. haduuhhh padahal garongnya di kantornya dia

harusnya transaksi tunai itu dihilangkan untuk pembayaran di instansi.. bukti cukup bukti transfer.. layanan satu atap, model bank2 gitu.. kalo ada berarti pimpinannya bagus.. kalo gitu2 aja.. pimpinannya berarti bermasalah juga.. tersandera masa lalu
bah, bukan berita baru, bukan berita yg mengagetkan, bukannya pada ga tau juga.
Quote:Original Posted By Rambang.Mato
Kalau gak begitu bukan indonesia namanya masgan..


baca komeng agan, tp emang kenyataan sih
Quote:Original Posted By Superde_GAN
ya kalo orang ke instansi pasti ada butuh lah gan...
jadi ya diperas terus..
polri ya gini dari dulu ndak ad gebrakan dari para jendral.. jendral gendut sih..

kalo kayak gitu bisa disimpulin gagal menjalankan amanah.. malah sekarang teriak2 KPK garong .. haduuhhh padahal garongnya di kantornya dia

harusnya transaksi tunai itu dihilangkan untuk pembayaran di instansi.. bukti cukup bukti transfer.. layanan satu atap, model bank2 gitu.. kalo ada berarti pimpinannya bagus.. kalo gitu2 aja.. pimpinannya berarti bermasalah juga.. tersandera masa lalu

maksudnya butuh mendadak gan (ngeles)
kek gak tau polri aja, bosan guee
Quote:Original Posted By rorogogo
klo kita yg kerja disamsat jg akan melakukan pungli kaya gitu gan.
biar j lah ga tiap hari ini kita ngurus surat kaya gitu.
klo kita idealis malah urusan ribet,mending lgsg terima beres totalnya jg hampir sama kaya ngurus sendiri


iya si gan, saya selalu ikutin biar cepet, tp masa iya negara kita ga bisa berubah? ... permasalahan yang saya tanyain sih, Bisa hilang ga si yang model begitu, uda era terbukaan begini loh ... he he he
mantan bos nya lagi dijadiin tersangka oleh KPK, tapi dilindungi Mabes P

harusnya direformasi total nech instansi....pemegang slogan "wani piro???"
Karena ya memang tiada niat untk membenarkan itu.

Logi sederhana, itu polisi2 kan pasti punya saudara, nah mereka itu kalau ngurus kan mengalami hal ini. Kalau memang ketemu kan bisa dilaporkan nama oknumnya.

Atasan juga langsung menindak. Itu kalau memang mau beres.

Kalau memang ndak mau membereskan diri sendiri, kenapa tidak macam Trans TV sering meliput dengan liputan rahasia tentang makanan-makanan yang dari sampah itu mbok sesekali meliput secara rahasia dengan kamera tersembunyi ulah "oknum" tersebut.

Lalu ditanyangkan...yah at least oknumnya akan MALU. Yah at least istri atau anaknya tahu BAPAK MEREKA NGASIH MAKAN PAKAI DUIT HARAM!

Itu dengan catratan...ANAK BINInya MASI PUNYA URAT MALU sih.

Kalau sama-sama bermental GARONG ya SUSAH.

Mungkin di indo saja, kita rakyat RELA income kita dipotong PAJAK untuk NGEBAYAR GARONG!

Pungli begini lah yang membuat jasa calo menjadi bertambah laku
Udah tradisi di kantor pemerintah deh, gak urus SIM, STNK, KTP, pajak, pasti ada beginian.
Dulu katanya ada tempat pengaduan hal ini bahkan sampe diiklankan di tivi, sekarang gak ada ya
kalo bosen dengan yang begini
sekali sekali di lawan

kadang masyarakatnya manut aja si
atau lebih parah malah masyarakat yang mancing mancing :P
yang akhirnya berubah menjadi kebiasaan
kutu loncat harusnya dibakar idup2 keluarganya, baru sadar
sudah tahu gan dari dulu
Capek pokoknya
semakin ke pusatnya, malah semakin parah gan...mending ngurus lewat calo ato rekam pas agan ngurus2 trus laporin ke om utube


Quote:Original Posted By LeleBamb
Gw di Batam perpanjang STNK dan SIM di mall gan ama sekali ga ada pungli dan cukup antri sekitar 30 menit udah beres.

Mungkin baiknya di Jakarta juga pindah aja ke mall!


di jkt juga udah ada gan, ngurus di mall ato yg mobil keliling...emang lebih ringkes daripada ke pusatnya

Thumbs up 

Comment :

Gak di semua tempat di Indo ,...begitu.

Sebagai contoh :

Ane domisili di Dumai ,..ngurus passport , perpanjangan STNK dan ngurus STNK hilang , semuanya sangat2 cepat dan transparan.

Di kantor Samsatnya ditulis besar2an ,...spt :

-Hindari calo
-Pemberi dan penerima suap sama2 kena pasal pidana ,.....
-Tidak ada pembayaran diloket ini ,...ini disamsat.

Pun begitu di Imigrasi tempat ane ,..waktu ngurus Passport ,..di loket imigrasinya langsung ada tulisan running text besar2an ,..spt :

-Hindari calo , uruslah sendiri , ikutin prosedur dan aturan yg berlaku (benar2 terbukti dan bukan sekedar peraturan / omdo doang).
-Harga pAssport isi 40 halaman =....
-Harga passport isi 25 halaman =....

Begitu juga waktu ane mo ngurus surat kehilangan dari kepolisian utk STNK ane yg ilang ,...:

Polisinya gak berani minta apa2 , cuman ane kan gak enak aja ,..lantas ane tanya :

Berapa ? Lantas dijawab ama pak polisinya :

-Seiklasnya (sukarela) aja pak , lantas ane kasih aja Rp 10 Ribu ,..dan pak polisinya udah senang abiis dan ngucap2 terima kasih.
emang perlu ada perombakan besar2an seperti di hongkong nih
Quote:Original Posted By sufadly

.........................
Terkait hal ini, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas tidak memungkiri masih ada oknum-oknumnya yang nakal. "Itu sudah tindakan salah. Seharusnya masyarakat tidak dipungut biaya apa pun dalam proses pelayanan itu, kecuali pajak atau denda," kata Sigit.

Menurutnya, jika menemukan adanya petugas kepolisian yang nakal, masyarakat diminta untuk segera mencatat nama dan melaporkannya ke Propam Polda Metro Jaya. "Harus dilaporkan kalau ada seperti itu. Laporan bisa langsung datang ke Propam atau melalui boks-boks surat Propam yang tersebar di dalam Polda Metro," pungkas Sigit.
.........................


contoh Sumber Daya Manusia Males yang dimiliki oleh negara
laporan ky gini uda banyak dari dulu pak

ini polisi males tindak atau emang semua sudah satu komplotan ?

Kalau memang benar niat polisi utk merubah birokrasi pungli di institusinya, banyak hal yg bisa dilakukan :
- tempatkan saja beberapa propam di Samsat utk melihat sendiri dan menerima aduan masyarakat langsung di tempatnya.
- menyamar ikut menyertai org2 yg mengurus surat2 tsb di samsat.
×