Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015943250/aduh-quottak-digaji-pemain-persipasi-bekasi-mengamenquot
aduh "Tak Digaji, Pemain Persipasi Bekasi Mengamen"
Quote:aduh "Tak Digaji, Pemain Persipasi Bekasi Mengamen"
image uploadTEMPO.CO, Jakarta - Wallace Rodrigues da Silva tersenyum kecut. Dia baru selesai menghitung uang dalam kardus yang didapat dari hasil mengamen di perempatan Kayuringin, Jalan Achmad Yani, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 9 Agustus siang. Jumlah total yang diperoleh baru Rp 45 ribu.

"Lumayan buat buka puasa teman-teman," kata Rodrigues dengan nada berat. Sejak delapan bulan lalu, Rodrigues tak lagi menerima upah dari manajemen Persipasi akibat badai keuangan yang menimpa klub berjulukan Laskar Patriot itu sejak tak lagi dibolehkan menggunakan dana APBD.

Sementara desakan kebutuhan sehari-hari terbilang besar. Belum lagi biaya sewa apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta, untuk tempat tinggal striker asal Brasil itu. Di klub, Rodrigues bisa dibilang pemain paling ''disayang'' pelatih dan manajemen. Namun, sejak Januari lalu, dia tak lagi mendapat perlakuan istimewa.

Klub pailit, para pemain pun meradang, termasuk Rodrigues. Pemain yang telah membubuhkan enam gol bagi tim besutan Warta Kusuma pada musim perdananya di Kota Bekasi itu tak memiliki sumber keuangan lain. "Makanya kami mengamen," katanya.

Mengamen di pinggir jalan mungkin tak pernah dia lakukan sebelumnya. Namun, karena desakan kebutuhan untuk makan, Rodrigues rela. Dia bersama beberapa pemain lokal Persipasi Kota Bekasi mangkal di perempatan Kayuringin, meminta belas kasihan dari setiap pengendara yang melintas.

Selain Rodrigues, terlihat kiper utama Persipasi, Pipik Suratno, dan pemain Eka Sartika, Iqbal Kurniawan, Hasanudin, dan Yoga Ramadan. Rodrigues memegang kardus tempat uang yang disodorkan kepada pengendara. Bagian depan kardus tertulis: "Sembilan Bulan Belum di Bayar Gaji Persipasi!!! Bantu Kami Persipasi Kota Bekasi."

Pesan tulisan tersebut sungguh miris. Namun para pemain mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Beberapa kali mereka menghadap manajemen dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dengan maksud meminta hak pembayaran gaji, namun tak kunjung terealisasi.

"Kami dijanjikan manajemen akan dibayar sebelum puasa, tetapi sekarang menjelang Lebaran belum ada buktinya," keluh Rodrigues. "Sepanjang karier saya, baru kali ini menemukan masalah seperti di Persipasi."

Mengaku kapok, Rodrigues tak mau bertahan di Persipasi, meski manajemen menahannya. Mantan pemain Tangerang Wolves itu mengaku telah dilirik Persibo Bojonegoro. "Saya pasti pindah," ujarnya.

Sebelumnya, Manajer Persipasi Dana Satria menjelaskan, total tunggakan yang belum dibayar sekitar Rp 3,5 miliar. Meliputi gaji pemain dan ofisial tim, serta biaya operasional sehari-hari. "Itu belum termasuk sewa mes atau tempat tinggal dan biaya katering pemain," katanya.

Menurut Dana, dari 28 pemain yang belum beroleh upah itu, dua di antaranya pemain asing. Sebagai solusi sementara, kata dia, manajemen Persipasi akan meminta uang kepada pengusaha, setidaknya untuk membayar gaji pemain. "Tapi saya belum bisa pastikan kapan pinjaman itu cair," katanya.

Prestasi Persipasi Bekasi di Divisi Utama cukup bagus. Dengan finis di urutan ke-6, Persipasi masih berhak mengikuti kompetisi Dividi Utama musim 2013 yang akan dimulai Januari tahun depan. "Meski dililit masalah keuangan, Persipasi mampu bertahan dan tidak sampai degradasi," katanya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Bekasi Aan Suhanda mengatakan, kemampuan Persipasi bersaing di Divisi Utama merupakan capaian yang sangat bagus dan penuh perjuangan. "Saya punya tanggung jawab moril agar Persipasi bisa bertahan dalam kondisi yang sangat prihatin," katanya.( sumber [url]www.tempo.co[/url])



yg ke eskpos media club ini doank maslah gaji telat belum lagi klub-yg lainnya dengan kasus yg sama

( terima kasih buat para kaskuser yg mo berpikir kritis masalah kasus diatas )
"kita angkat nih kasus keprmukaan biar rame buat tamparan bagi kepengurusan PSSI "

turut berduka kepada pemain persipasi dan klub2 lainnya yg mempunyai permaslahan hal serupa

"pemain bola juga manusia punya rasa punya hati jangan samakan dengan pisau belati ( intrik politik )"
g jago bola malah jago gitar.. lama2 jadi penyanyi dah nh..
ih kasian banget
mending pensiun aja jd pemain bolanya, cari kerjaan lain
keren nih sepakbola kita pada punya bakat sampingan semua

woii....... PSSI atau apalah menpora lah, kaga kasian tuh
Mending jualan ayam aja gan drpd ngamen..

Ngamen aj di rmhnya om bakrie
waduh waduh. . . dah makin parah nih. . .
Kasian amat inilah wajah persepak bolaan Indonesia yang mesti dibenahi, pemain sampe ga di gaji, mau makan apa mereka
kebijakan yg dilematis akhirnya banyak memakan korban, terutama buat klub2 yg tdk punya / tdk bisa nyari sponsor...
sampai ngamen begini sudah masuk level mengenaskan
kalo cuman dpt Rp45000 trs bagi rata ama yg lain? mending ngojek aj lah bisa lebih dri itu suram sepakbola kita
Ni kayanya sama kaya kasusnya Beberapa Klub IPL
btw2 ni Persipasi Bekasi di IPL kan..
tuh bukti PSSI nya BoBrOK, duitnya cuman buat bayar Team Eropa datang ke Indonesia aja......ga mikirin NASIB klub LOKAL
ya kan, bekasi itu pemdanya ngga ngurus kotanya...yang bikin maju bekasi itu developer perumahan

GOR dan kolam renang di depan kantor walikota persis aja ngga keurus, kolam renang yg dulu bersih beberapa waktu lalu muncul foto dengan ilalang rumput setinggi 1 meter, kolam rusak, dan parahnya banyak kondom bekas prostitusi...

itu di depan kantor walikota..silahkan tebak sendiri yang berjarak 30KM+ kyk apa
begini nih nasib jadi pemain bola di indonesia
saran gw mending di stop deh acara yg suka liput kekayaan/gaji pemain bola asing
jelas beda lah klo di indonesia....itu buktinya...pemain ngga di hargain...kesian kn sama anak-anak kecil yg punya mimpi ingin jadi pemain bola...
enakan main bola di kampung gan sambil ngeraya'in 17 agustusan rame
gak usah ngarepin PSSI, kalau emang pinter main bola ngerumput di negara tetangga aja utk modal pensiun
Quote:Original Posted By indra4strea
kalo cuman dpt Rp45000 trs bagi rata ama yg lain? mending ngojek aj lah bisa lebih dri itu suram sepakbola kita


gk buruk juga kok
krn dari sini mereka malah jadi berita dan orang-orang jadi tau kasus ini
setelah makin sering diekpos, semoga tunggakan gajinya segera cair
ternyata miris banget jadi pemain bola di negeri sendiri...
sepak bola di indo sulit jadi industri mandiri karena benang kusut permasalahan yang ga kunjung usai.

Pengelolaan PSSI yg amburadul, korupsi dan ajang politik, kualitas dan mentalitas pemain (lebih suka bentrok kalo ada pelanggaran), wasit (ga tegas dan gampang disuap) dan suporter (ada yg gak modal, cman bisa tereak-tereak gak karuan dan tawuran klo kalah), kurangnya pembinaan sepak bola usia dini, tak ada manajemen klub jangka panjang (kebanyakan berorientasi jangka pendek (hanya semusim)).

Gimana orang mau nonton klo pertandingannya ga menghibur, apalagi sampe capek2 harus beli karcis buat nonton di stadion yang gak ubahnya neraka saat suporter anarkis.

Klo kondisi stadionnya nyaman, suporter yang modal mau beli karcis masuk dan ga anarkis, kualitas permainan yang bagus, fair play gak dikit2 bentrok, dijamin bakal banyak orang kita yang berbondong-bondong nonton bola baek di stadion langsung maupun di televisi.
jadi olahragawan di negara sendiri, tidak di hargai..
yg ngurusi sepak bola di Indonesia kebanyakan :
kalo begini masih adakah yang mau jadi pemain sepakbola?
×