Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015861844/kasus-korlantas-pernyataan-polri-berbeda-beda-dan-membingungkan
Kasus Korlantas, Pernyataan Polri Berbeda-Beda dan Membingungkan
Kabareskrim: Hak Jawab ke Tempo Berbeda dengan Penyelidikan Bareskrim


Jakarta Hak jawab Polri ke Majalah Tempo edisi 23-29 April soal 'Sim Salabim Simulator SIM' yang menyebut tidak ada korupsi di kasus itu berbeda dengan penyelidikan yang dilakukan Bareskrim. Kabareskrim Komjen Pol Sutarman menegaskan, hak jawab itu sepenuhnya pernyataan Itwasum tak terkait Resersere.

"Ya itu berbeda," kata Sutarman saat berbincang, Jumat (3/8/2012).

Sutarman menjelaskan, hak jawab itu disampaikan Itwasum terkait berita soal dugaan penerimaan uang. Jadi bukan terkait penyelidikan yang dilakukan Bareskrim.

"Hak jawab tersebut indikasi korupsi ke Irwasum yang dimuat Tempo sebelumnya," terang Sutarman.

Dalam hak jawab yang ditulis Kadiv Humas Mabes Polri saat itu, Irjen Pol Saud Usman Nasution, seperti dikutip detikcom dari Majalah Tempo, disebutkan bahwa Tim Irwil V pada Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri telah mengadakan audit investigasi. Dan hasilnya tidak ada korupsi.

Berikut pernyataan lengkap soal tak ada korupsi di Simulator SIM seperti yang disampaikan Saud dan dimuat Majalah Tempo edisi 13 Mei:

1. Tidak ada bukti telah terjadi tindak pidana korupsi di Korps Lalu Lintas Polri sebesar Rp 196 miliar terkait dengan pengadaan driving simulator roda dua dan roda empat.

2. Adapun pelaksana pengadaan pada proyek itu adalah Korps Lalu Lintas Polri dan PT Citra Mandiri Metalindo Abadi. Pada 25 Februari 2011, diadakan 700 unit driving simulator roda dua senilai Rp 54,4 miliar (termasuk pajak,asuransi, pelatihan operator, dan ongkos kirim). Pembayaran sudah dilakukan setelah pekerjaan yang diserahkan selesai 100 persen.

3. Pada 18 April 2011, diadakan 556 unit driving simulator roda empat senilai Rp 142,4 miliar (termasuk pajak, ongkos kirim ke semua kepolisian daerah, masa garansi 1 tahun, dan pelatihan operator). Pembayaran juga dilakukan setelah pekerjaan selesai 100 persen.

4. Pada awalnya, memang, proyek pengadaan driving simulator ini dikerjakan seluruhnya oleh PT Inovasi Teknologi Indonesia. Tapi perusahaan itu hanya bisa menyelesaikan 121 unit driving simulator. Sisanya tidak bisa diselesaikan tepat waktu dan diambil alih oleh PT Citra Mandiri.

5. Pengambilalihan aset secara paksa dan penguasaan fisik atas alat produksi PT Inovasi Teknologi oleh PT Citra Mandiri tidak pernah terbukti. Saudara Sukotjo S. Bambang tidak pernah menandatangani kertas kosong bermaterai. Yang dia tanda tangani secara sukarela adalah akta pengakuan utang. Memang ada kertas kosong yang ditandatangani, tapi itu dilakukan karena identitas yang bersangkutan sesuai dengan KTP, perincian aset, jumlah utang, dan tanggal kewajiban penyelesaian belum diketahui.

6. Pengambilalihan belakangan dilakukan karena PT Inovasi Teknologi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sebagaimana diatur dalam akta pengakuan utang tersebut. PT Citra Mandiri telah menyetor dana ke PT Inovasi sebesar Rp 62,2 miliar, sementara biaya produksi yang dikeluarkan PT Inovasi baru Rp 28,4 miliar. Dengan demikian, ada kekurangan pengembalian sebesar Rp 33,8 miliar.

7. Tuduhan adanya suap sebesar Rp 2 miliar untuk Irjen Joko Susilo (Kepala Korps Lalu Lintas ketika itu), Rp 1 miliar untuk Irwasum Polri, serta sejumlah dana lain tidak dapat dibuktikan karena tidak ada saksi yang melihat dan bukti lain yang mendukung. Saudara Budi Santoso sendiri tidak pernah merasa memberikan dana sebesar itu kepada para pejabat Polri. Informasi soal adanya pemberian suap itu adalah pernyataan sepihak.

Demikian hak jawab kami. Terima kasih.

Inspektur Jenderal Drs S. Usman Nasution SH, MH
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri

Sedang Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Sutarman terkait kasus simulator SIM menerangkan, pihaknya melakukan penyelidikan kasus ini setelah melihat pemberitaan Majalah Tempo edisi 23-29 April. Bareskrim mengeluarkan perintah dimulainya penyelidikan.

"Dalam penyelidikan Polri sesuai Sprinlid /55/V/2012/Tipidkor tanggal 21 Mei 2012 telah melakukan interogasi dan pengambilan keterangan dari 33 saksi yang dinilai tahu tentang pengadaan simulator SIM roda 2 dan roda 4," tutur Sutarman.

(ndr/mad)

[URL="http://news.detik..com/read/2012/08/03/203123/1982916/10/kabareskrim-hak-jawab-ke-tempo-berbeda-dengan-penyelidikan-bareskrim"]sumber[/URL]


Sebenarnya masyarakat sudah tau tabiat dan perilaku Polri, termasuk bagaimana kualitas dan integritas SDMnya. Katanya Tidak Ada Tindak Korupsi, Ternyata Jenderalnya pada jadi tersangka....

Maju Terus KPK !!!
ya walupun mereka itu pada kompak korupsi, tapi kalo udah ketauan ya saling melindungi diri sendiri ato kelompoknya.. kan biasanya tetep ada faksi2 di polri (atau instansi manapun)...
biasa Gan,mengaburkan masalah, coba aja cek harta keluarga si sutarman,bakalan masuk penjara juga dia
katakanlah yg benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah

kenapa kok ingkar?

mengapa lebih memuja berhala ( harta, pangkat, jabatan ) yg hanyalah sebuah peran seperti dlm film, semua akan ditinggal,

ingatlah......yg dibawa adalah akidah
pertanyaannya berani ndak KPK maju trus melawan mereka, kalo emang merasa bersih ya terbuka za, ga usa dihalangin, berani karna benar ya..
All cops are bastard


hey a.c.a.b and 1.3.1.2


mati aja kalian..... Angkat parang, revolusi polisi
Duh mw ngakak atau miris yah,,, namanya sudah tersudut ya pasti bakal mengeluarkan pernyataan ambigu dan membigungkan ,, kaciaaan d looow
ini udah bukan rahasia umum lagi
kalo menyangkut keluarga besar Polri
pasti akan dibelain mati-matian

masih ingat pemberitaan Tempo mengenai rekening gendut Polri
hasil investigasi Tempo bahkan sudah berani menyebut
mantan Wakapolri Yususf Manggabarani tersangkut masalah ini
anehnya kondisi ini sengaja diiamkan sampai kasusnya tenggelam
bahkan wartawan Tempo dan kantornya diintimidasi dengan bom molotov

ane udah muak dg Polkis Indonesia
pantesan maling-rampok pada merajalela
karena udah tau ga bakal dikejar oleh Polkis
akibat badan gembrot makan uang haram
saya bersyukur, diungkapnya kasus KORUPSI di KORLANTAS ini...

Selama ini sy bikin trit kebobrokan keparat di Kaskus, selalu didelete (baca : bukan dilock ) oleh MOMOD...

sekarang, silahkan dinikmati tuh kasus KORLANTAS, cerminan keadaan POLRI seutuhnya
trus mau apa?? kita yang rakyat biasa bisa apa?? cuma bisa melongo dan bilang WOW
nice trit ini gan
Kasus korlantas dan simulator hanya puncak gunung es. Masih banyak yg belom terungkap.
Polishit kok dipercaya ,

Wong mereka saja sulit , untuk percaya sama masyarakatnya.
Quote:Original Posted By krupukalengan
Kasus korlantas dan simulator hanya puncak gunung es. Masih banyak yg belom terungkap.


makanya sebelum terungkap, si penyidik dan penyelidik yg tukang ungkap di tarik aja dari kuningan.............
Quote:Original Posted By irantiyok
katakanlah yg benar itu adalah benar dan yang salah itu adalah salah

kenapa kok ingkar?

mengapa lebih memuja berhala ( harta, pangkat, jabatan ) yg hanyalah sebuah peran seperti dlm film, semua akan ditinggal,

ingatlah......yg dibawa adalah akidah


Ideal nya sih seharusnya demikian, yakni membawa akidah. Tapi bila langkah awal memasuki suatu "ranah" tanpa mempersiapkan diri dengan akidah, apakah memungkinkah seseorang di tengah jalannya memegang (membawa) akidah?

Analogi nya begini.

Tujuan saya adalah ke sekolah hari ini. Saya berangkat dari rumah tanpa membawa tas (tas dianalogikan sebagai akidah). Apakah bila tiba di sekolah, tas saya (yang ditinggalkan di rumah) ada bersama saya di dalam kelas?
makin seru aja liat tindakan KPK nih


moga2 bisa bongkat semuanya
Quote:Original Posted By Khoontol
Polishit kok dipercaya ,

Wong mereka saja sulit , untuk percaya sama masyarakatnya.


jangan samapi juga ane dan keluarga berurusan/bermasalah dengan polisi ... berabeeeee
×