alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015827042/skandal-bulutangkis-mengapa-bisa-terjadi
Poll: Skandal Bulutangkis, Mengapa Bisa Terjadi?

This poll is closed - 122 Voters

View Poll
Akar permasalahan ini dimulai dari tim China ? 18.85% (23 votes)
Format Baru Turnamen Jadi Akar Masalah ? 40.16% (49 votes)
Indonesia dan China Beda Sikap Keadilan ? 6.56% (8 votes)
Teralu Mengandalkan Bulutangkis Mendapatkan Emas ? 34.43% (42 votes)
Skandal Bulutangkis, Mengapa Bisa Terjadi?
Skandal Bulutangkis, Mengapa Bisa Terjadi?

Bermain asal-asalan. Betulkah ini buah dari format baru turnamen?


VIVAnews - Bulutangkis Olimpiade 2012 diguncang skandal. Empat pasangan ganda putri harus diskualifikasi karena dinilai Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) mencederai fair play dengan tidak bermain serius untuk meraih kemenangan di babak akhir fase Grup. Soal diskualifikasi itu jadi kontroversi dan ramai diberitakan media massa dunia. Kamis 2 Agustus 2012, salah seorang pemain China yang terkena diskualifikasi itu langsung gantung raket alias pensiun dini. (selengkapnya baca di sini)

Yang mengejutkan sekaligus disayangkan adalah bahwa satu dari empat pasangan tersebut wakil Indonesia Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Saat berlaga melawan wakil Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, di laga pamungkas Grup C, kedua kubu justru sama-sama mencoba mengalah demi menghindar dari unggulan utama Wang Xiaoli/Yu Yang dari China. (Baca juga: Ungkapan Hati Greysia Setelah Diskualifikasi)

Sementara Wang Xiaoli/Yu Yang rupanya punya 'agenda' sendiri di Grup A. Turun menghadapi wakil Korsel lainnya, Jung Kyung-eun/Kim Ha-na di partai terakhir, mereka memilih mengalah demi ambisi mewujudkan All Chinese Final.

Kecurigaan terhadap empat pasangan itu bermula dari banyaknya kesalahan sepela yang terjadi selama pertandingan. Beberapa di antaranya adalah servis menyangkut di jaring berulang kali . Kerap kali pula servis jauh keluar lapangan.

Usai didepak, posisi delapan pebulutangkis itu lalu digantikan oleh Valeria Sorokina/Nina Vislova (Rusia) sebagai juara grup A, ditemani Alexandra Bruce/Michelle Li (Kanada) sebagai runner-up. Dan Leanne Choo/Renuga Veeran (Australia) menjadi juara Grup C serta Michelle Edwards/Annari Viljoen (Afrika Selatan) sebagai runner-up.

China Paling Disorot

China menjadi pihak yang paling disorot dalam skandal bulutangkis Olimpiade 2012 ini. Pasalnya dugaan manipulasi hasil sudah sering kali mereka lakukan di sejumlah turnamen besar sebelumnya.

"China mengontrol semuanya," kata pebulutangkis Bulgaria, Nadya Nedelcheva seperti dilansir guardian.co.uk. "Saya tidak tahu siapa yang sengaja dalam pertandingan ini, namun itu perbuatan China lagi. Tahun lalu mereka melakukannya beberapa kali, mereka tidak bertemu satu sama lain dalam 20 laga. Mereka melakukan apa yang mereka mau."

Desember lalu, majalah online Badzine sempat melaporkan bahwa dari 99 laga yang diikuti Cina pada turnamen besar selama 2011 lalu, 20 di antaranya berakhir dengan WO atau menyerah.

Pelatih Korea Selatan, Sung Han Kook juga ikut menyalahkan China. Menurutnya, ganda putri timnya tidak akan ikut-ikutan. "Kalau mereka bermain dengan benar, ini tidak akan terjadi," katanya.

"Akar permasalahan ini dimulai dari tim China. Mereka itu bermain di Olimpiade, jadi seharusnya jalani pertandingan dengan sungguh-sungguh, tapi ini tidak. Ya, ini pokoknya diawali dari tim China," beber Sung Han Kook.

Format Baru Turnamen Jadi Akar Masalah

Diskualifikasi terhadap empat pasangan ganda putri di Olimpiade 2012 tak bisa dipungkiri punya kaitan erat dengan format turnamen baru yang diusulkan BWF. Pada pagelaran di London ini, mulai diperkenalkan sistem setengah kompetisi, padahal sebelumnya menggunakan sistem gugur.

Tunggal putra China, Lin Dan yang berusaha membela rekan senegaranya menyatakan bahwa kesalahan sebenarnya terletak di pundak BWF. Mereka dinilai membuka celah manipulasi dengan mengubah format turnamen.

"Sudah jelas apa yang terjadi. Karena sudah banyak pemain yang menunjukkan bagaimana aturan tersebut bisa diakali. Jadi saya tidak benar-benar menyalahkan pemain atas apa yang terjadi. Mereka hanya memainkan sistem yang berlaku," tegas Lin Dan.

"Ini adalah format kompetisi yang salah. Pihak BWF sudah diperingatkan. Tapi mereka tetap memutuskan untuk memperkenalkan format seperti ini ketimbang format lain di Olimpiade," lanjutnya.

Pandangan serupa diutarakan pihak Indonesia. Ketua Umum PB PBSI, Djoko Santoso yang telah mencabut banding atas diskualifikasi Meiliana Jauhari/Greysia Polii menguslukan agar BWF segera mengganti format turnamen yang tengah diberlakukan."Kami akan mereview ke dalam serta melakukan langkah-langkah strategis serta mengusulkan ke BWF untuk mengubah sistem pertandingan yang ada,” kata Djoko.

Indonesia dan China Beda Sikap

Chef de Mission Kontingen Olimpiade Indonesia, Erick Thohir menegaskan bahwa ganda putri Indonesia sebenarnya tetap tampil serius tanpa ada instruksi untuk mengalah. Dia juga meminta agar masyarakat Indonesia tetap mendukung penuh perjuangan atlet-atlet Indonesia di Olimpiade.

"Kita justru jangan menghakimi atlet-atlet kita sendiri. Mari kita berikan dukungan moral yang kuat bagi atlet-atlet yang sudah berjuang untuk bangsa," tegasnya.

Greysia Polii yang menjadi pesakitan atas keputusan diskualifikasi dari BWF dan IOC meluapkan isi hatinya melalui akun jejaring sosial, twitter miliknya.

"Tidak peduli apa yang telah terjadi. Kami telah melakukan segala yang kami bisa. Kami tidak pernah ingin menjadi pecundang. Kami ingin selalu meraih kemenangan dari setiap pertandingan yang kami jalani," tulis Greysia di akun @GreysPolii.

Pebulutangkis kelahiran Jakarta itu pun meminta maaf kepada publik tanah air yang merasa kecewa atas terjadinya insiden ini. "Kami sangat menyesal dan meminta maaf kepada kalian semua. (Masalah) Ini sangat sulit bagi saya dan rekan saya. Tapi kami harus berjiwa besar," lanjutnya.

Berbeda dengan Indonesia yang mendapat perlindungan serta dukungan dari komite dan delegasi Olimpiade, kubu China justru dihujat habis-habisan. "Sikap Yu Yang dan Wang Xiaoling di lapangan merusak semangat fair play yang dibangun Olimpiade. Delegasi China amat tertekan dengan masalah ini," begitu pernyataan yang dikeluarkan delegasi China usai insiden tersebut.

Pelatih Li Yongbo langsung meminta maaf kepada masyarakat China dan mengakui kalau segala yang terjadi merupakan tanggung jawabnya. Tak lama berselang giliran Wang Yu yang bicara. Dan tidak disangka, pemain berperingkat lima dunia pada nomor ganda putri itu memilih gantung raket.

"Ini adalah pertandingan terakhir saya. Selamat tinggal badmintonku yang tercinta," tulis Yu dalam akunnya di situs mikroblogging, Weibo.

"Kami mengalami cedera dan hanya mengambil keuntungan dari peraturan pertandingan. Ini pertama kali sistem setengah kompetisi di terapkan dalam Olimpiade. Tahukah mereka perubahan sistem ini malah mengorbankan para atlet?" lanjutnya kesal.

Jadi Andalan, Bulutangkis Tanpa Emas

Setelah mencuatnya skandal bulutangkis Olimpiade yang melibatkan Meiliana Jauhari/ Greysia Polii, publik tanah air kembali menerima kabar buruk. Bulutangkis yang menjadi andalan untuk mendulang emas malah dipastikan gagal mencapai terget usai tersingkirnya wakil terakhir Merah-Putih di nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sempat unggul di set pertama pada laga semifinal di Wembley Arena, Tontowi/Liliyana harus menyerah dari tangan ganda campuran China, Xu Chen/Ma Jin lewat pertandingan rubber set 23-21, 18-21, 13-21. Mereka kini hanya berpeluang meraih perunggu jika diperebutan tempat ketingga mampu mengatasi pasangan Denmark, Joachim Fischer/ Christinna Pedersen.

Di cabang bulutangkis, Indonesia diketahui menurunkan sembilan atlet. Dua di ganda putra yakni Taufik Hidayat dan Simon Santoso, satu tunggal putri yaitu Adriyanti Firdasari, ketiganya tumbang di babak 16 besar.

Harapan dari pasangan ganda putra juga kandas di perempatfinal. Bona Septano/ Mohamad Ahsan tunduk dari ganda terbaik dunia asal Korea Selatan (Korsel), Chung Jae-sung/Lee Yong-dae. Mereka menyerah dua set langsung 12-21, 16-21 dalam waktu 44 menit.

SUMBER

--------------------------------------------------------

KOMEN : kalau kata ane sih, Pemain pasti hanya mengikuti strategi dari Official dan Pelatih kan ? jadi bukan atlet doang, tapi Official dan pelatih pun pasti ikut terlibat emoticon-I Love Indonesia (S)
si wang yu aja sampe ngambek tuh kaga mau maen lagi gara-gara sistem pertandingannya jadi kaya gitu emoticon-Nohope
FairPlay dong mba haduuuh KECEWA nih ane emoticon-Cape d... (S)
Waktu sistem ini dipake, ane jg dah bisa nebak bakal kek gini ceritanya, sebaiknya memang dikembalikan kesistem gugur saja, semoga Olympiade selanjutnya kita bisa meraih medali emas...........
biang kerok nya cina nih..
dari awal cina sudah gak fair play kenapa gak di kartu hitam dari awal
Quote:Original Posted By Farid2000
Waktu sistem ini dipake, ane jg dah bisa nebak bakal kek gini ceritanya, sebaiknya memang dikembalikan kesistem gugur saja, semoga Olympiade selanjutnya kita bisa meraih medali emas...........


Setuju gan, mudah-mudahan juga indonesia ada regenerasi. emoticon-I Love Indonesia
Prestasi bulutangkis Indonesia semakin memprihatinkan .. semakin sulit menandingi Korsel, apalagi China emoticon-Frown
Siapa yang harus disalahkan ya? emoticon-Bingung (S)
Yah gak dapet uang satu milyar dongss
Sayang bgt padahal lumayan buat beli baju lebaran sama ongkos pulkamemoticon-Berduka (S)emoticon-Berduka (S)
kite enggak punya lagi gereget bulutangkis seperti zaman rudi hartono coba lihat anak2 sekarang males main apa pun olah raganya cuma bisa diitung jari yg sungguh2 mau jadi atlet bisanya cuma maen HP ama gameeeeeemoticon-I Love Indonesia (S)
Udah tahun 2012 gan, sekarang emang dimana mana FairPlay yang dikedepankan. Kalau di sepakbola, di liga inggris aja kalau gak menurutkan skuad terbaik yang available, bisa dibilang mencederai FairPlay. Begitupula ya di bula tangkis ini, setiap partai setiap atlet harus melakukan yang terbaik, apapun alasannya. Ya mungkin pandangan ini berbeda dengan pandangan pak pelatih (yang pastinya dari generasi dulu..) dimana FairPlay dulu belumlah dikedepankan seperti sekarang CMIIW ya.. emoticon-Blue Guy Peace
memang formatnya kok yang memungkinkan untuk terjadi
klo saya menilai ini memang bener2 kesalahan sistem yg fatal..sudah bener2 sistem gugur kok pake diubah,ya jd gini deh akhirnya berantakan,mayoritas orang sudah tahu bakal berantakan..liat aja pertandinganya udah kacau gitu
ane pikir, ngalah karna bnyak disogok bandar judi
ternyata systemnya ya
cina biang keroknya, ngajak ribut tuh si sipit emoticon-Marah
Kemajuan jaman prestasi bulu tangkis semakin memudar ...

kurang adanya semangat 45 untuk mencetak prestasi ...

Untuk itu jangan mengandalkan lagi dah ... Kita beri semangat yang lain aja ...

Gagal dah 1 milyar (untuk setiap pemian) kalau dapat emas ...

Semoga olympiade London sebagai pengalaman yang berharga ....

Love 

sekarang kita kembalikan aja ke atlit masing" kalo siapa yg salah itu kan relatifemoticon-Add Friend (S) emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By mazony
klo saya menilai ini memang bener2 kesalahan sistem yg fatal..sudah bener2 sistem gugur kok pake diubah,ya jd gini deh akhirnya berantakan,mayoritas orang sudah tahu bakal berantakan..liat aja pertandinganya udah kacau gitu


anne setuju gan, soalnya sistem seperti itu sangat tidak layak buat bulu tangkis
panitianya lah emoticon-Embarrassment
salah sendiri gitu sistemnya.
namanya juga strategi kokemoticon-Ngakak
pengurus atau pelatih pasti terlibat disini..coba, siapa yg atur strategi nanti maennya gimana trus lawn berikutnya siapa dan apa yg harus dilakukan dilapangan..ya kan?? jangan pemain aja yg mesti dilapangan.. OFISIAL juga harus bertanggung jawab atas strategi BUSUK yg mencoreng sportifitas olahraga...
emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By ngedick
pengurus atau pelatih pasti terlibat disini..coba, siapa yg atur strategi nanti maennya gimana trus lawn berikutnya siapa dan apa yg harus dilakukan dilapangan..ya kan?? jangan pemain aja yg mesti dilapangan.. OFISIAL juga harus bertanggung jawab atas strategi BUSUK yg mencoreng sportifitas olahraga...
emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)


ane setuju sama agan ini, pasti ada orang belakang gan yang menyuruh atau mengintruksikan bermain seperti itu emoticon-I Love Indonesia (S)