Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015742540/warga-jakarta-gaji-pegawai-asing-di-pam-jaya-rp-3-m
Warga Jakarta Gaji Pegawai Asing di PAM Jaya Rp 3 M
Warga Jakarta Gaji Pegawai Asing di PAM Jaya Rp 3 M
Palyja membiayai pegawai asing untuk biaya sekolah anak pegawai asing Rp 1 miliar, sewa rumah dan asuransi Rp 2 miliar dan lain-lain yang semua dibebankan kepada konsumen air.


Tanpa disadari masyarakat Jakarta yang menggunakan jasa PT Palyja menanggung biaya pegawai asing mencapai Rp 3.865.485.284 selama dua tahun. Biaya pegawai asing di Palyja dibebankan dalam penentuan harga air swasta dan imbalan dari PT PAM JAYA. Padahal, menurut Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai harus tidak dibebankan dalam penentuan harga air tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh ICW dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Pendapatan dan Biaya (Operasional dan Non Operasional) Tahun Buku 2007 dan 2008 Pada PAM JAYA. Diketahui bahwa ada beberapa biaya yang seharusnya tidak dibebankan dalam penentuan harga air swasta.

Diantaranya, jelas Koordinator divisi investigasi ICW, Agus Sunaryanto biaya sekolah anak expatriate Rp 1.207.824.829. Rumah tangga Rp 8.633.000. Klaim biaya expatriate senilai Rp 366.220.039. Biaya fiskal dan pajak bandara perjalanan pribadi Rp 79.346.787. Biaya perjalanan Rp 119.754.486. Serta, biaya sewa rumah dan asuransi banjir Rp 2.083.706.143. Sehingga, total biaya yang dibebankan Rp 3.865.485.284.

"Imbalan air yang tinggi membuat masyarakat menengah ke bawah sulit memperoleh akses air perpipaan," ungkap Agus, hari ini.

Oleh karena itu, Agus menilai biaya-biaya seperti di atas untuk expatraite seharusnya tidak dimasukan dalam harga air swasta atau imbalan air.

Penulis: Novianti Setuningsih/ Murizal Hamzah

sumbre

[quote=]pantes orang kulit item di palyja jadi miliarder di indonesia yg sebenernya gembel di negaranya (prancis)
[/quote]

Quote:Original Posted By bon9sor
yg nge bodohin bukan exspatriatnya,..dan pejabat PDAM PALYJA jg bukan org bodoh..justru mreka pintar memanfaatkan si exspatriat utk dijadikan alasan bwt mreka korup.
yg bodoh adl para pemimpin yg mempercayai para pejabat korup utk mimpin itu institusi. ga cm di PALYJA kok,...banyak!

sdh saatnya rakyat bergerak dan berbicara,...
bodohnya orang indon....

ketepu malah bangga
bangke emang pam, aer di rumah ane ngucur nya juga semau2 dia, mana sering kotor kaya aer kali, bubar aja deh itu perusahaan
perusahaan BUMD yg seharusnya milik daerah kok bisa dibeli asing
dari dulu ane bingung,ngapain harus ada expat kalau kerjaan yg mereka pegang bisa kita urus, ngempanin expat juga mahal,permintaan mereka ribet,mending ngempanin sesama WNI

apa karena mental feodal kita masih belum bisa lepas?
Quote:Original Posted By gendulJR
dari dulu ane bingung,ngapain harus ada expat kalau kerjaan yg mereka pegang bisa kita urus, ngempanin expat juga mahal,permintaan mereka ribet,mending ngempanin sesama WNI

apa karena mental feodal kita masih belum bisa lepas?


selain mahal juga ga memberi keuntungan bagi perusahaan.. emang cacad ini masuk kantong pribadi kumis
Quote:Original Posted By gendulJR
dari dulu ane bingung,ngapain harus ada expat kalau kerjaan yg mereka pegang bisa kita urus, ngempanin expat juga mahal,permintaan mereka ribet,mending ngempanin sesama WNI

apa karena mental feodal kita masih belum bisa lepas?


kita kan emand demen impor gan
kedelai impor, pegawai impor dll
cuman babu doang yg ekspor
emang sehebat apa sih ya si EXPAT itu???
hebat lha PAM

Quote:Diantaranya, jelas Koordinator divisi investigasi ICW, Agus Sunaryanto biaya sekolah anak expatriate Rp 1.207.824.829. Rumah tangga Rp 8.633.000. Klaim biaya expatriate senilai Rp 366.220.039. Biaya fiskal dan pajak bandara perjalanan pribadi Rp 79.346.787. Biaya perjalanan Rp 119.754.486. Serta, biaya sewa rumah dan asuransi banjir Rp 2.083.706.143. Sehingga, total biaya yang dibebankan Rp 3.865.485.284.

sejak kapan biaya2 diatas masuk perhitungan ongkos produksi dlm HPP
perhitungan akuntansinya ajaib dah

harus diaudit secara independen nih semua perusahaan jasa pemerintah

jangan2 kasus semacam ini terjadi juga di perusahaan pemerintah lainnya
walah ini mah malah bikin kaya orang asing bukannya untung malah buntung
kalo udah begini kondisi perusahan sudah pasti amburadul dan simpul2 korupsi terjadi disetiap sudut perusahaan. . pasti .
pengadaan air bersih yang merupakan hajat hidup orang banyak diserahkan ke perusahaan asing aja itu udah gak masuk diakal.
Harus ada gerakan nasional untuk mengurangi tenaga kerja asing nih
tolol banget tu perusahaan aer...
Quote:Original Posted By Rondamalam
pengadaan air bersih yang merupakan hajat hidup orang banyak diserahkan ke perusahaan asing aja itu udah gak masuk diakal.


ada pihak asing ga ada manfaat yg ada mudharat. liat aja tagihan air ane semakin mahal n air semakin kecil. belum lagi nasib orang lokal yg kerja di perusahaan tsb yg tidak sejahtera
lho, bukannya udah biasa expat digaji lebih gede daripada orang lokal di Indonesia? mental orang Indonesia sendiri yg menganggap yg dari luar lebih hebat daripada yg dari dalam negri. padahal di negara lain, gaji disesuaikan dgn kinerja, gak peduli expat ato orang lokal
ntu makanya rambut orang indonesia banyak yang dicat kebule2an katanya biar nambah rizki
Quote:Original Posted By fadhlierlanda
lho, bukannya udah biasa expat digaji lebih gede daripada orang lokal di Indonesia? mental orang Indonesia sendiri yg menganggap yg dari luar lebih hebat daripada yg dari dalam negri. padahal di negara lain, gaji disesuaikan dgn kinerja, gak peduli expat ato orang lokal


kalo memang ada dampak positif terhadap perusahaan & daerah sih ok ok aja. kenyataan yg ada pelayanan makin buruk dll
jiah gaji segede gt emang dengan gaji segede gt bisa memperbaiki dan membuat PAM jadi bagus
mantap deh pam, terus aja ampe bangkrut
×