alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015645629/said-aqil-amp-din-syamsuddin-lebih-baik-dari-capres-parpol-tapi-siapa-yang-mau-mereka
Said Aqil & Din Syamsuddin Lebih Baik dari Capres Parpol, Tapi Siapa yang Mau Mereka?
Said Aqil dan Din Syamsuddin Lebih Baik dari Capres yang Diusung Partai Politik
Selasa, 24 Juli 2012 , 20:55:00 WIB

RMOL. Ketua PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin layak diusung pada Pilpres mendatang. Figur keduanya lebih baik dibandingkan dengan figur-figur Capres yang diusung partai politik."Bakti sosial dan basis sosial Din dan Said Aqil jelas. Mereka lebih baik dibanding calon dari partai politik," ujar pengamat politik senior dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Selasa, 24/7).

Sebagai orang yang memimpin organisasi dengan jutaan pengikut, menurut dia, tingkat keterpilihan Din dan Said tentu cukup besar dan tidak perlu diragukan lagi."Tapi masalahnya, apakah loyalitas pengikut mereka penuh sementara sekarang sudah ada pemecahan basis-basis mereka oleh partai-partai yang ada," imbuh dia.

Sayangnya lagi, sambung Arbi, secara keseluruhan partai-partai Islam mengalami kemunduran dari pemilu ke pemilu. Sehingga kalau hanya mengandalkan suara umat Islam, maka peluang kemenangannya tidaklah besar. "Beda waktu Nasir jadi tokoh Masyumi, dimana dia bisa didukung sebagian besar umat Islam. Sekarang sudah terpecah-pecah sedemikian rupa," jelasnya.
http://www.rmol.co/read/2012/07/24/7...artai-Politik-

Muhammadiyah Persilahkan Din Syamsuddin sebagai Capres
Selasa, 19 Juni 2012 15:50

Said Aqil & Din Syamsuddin Lebih Baik dari Capres Parpol, Tapi Siapa yang Mau Mereka?
Din Syamsuddin (IST)

itoday - Muhammadiyah mempersilahkan Ketua Umumnya Din Syamsuddin maju sebagai capres 2014. "Pintu terbuka bagi Muhammadiyah, silakan," kata Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Rafani Akhyar di Aula Mujahidin, Bandung, Selasa (19/6).

Menurut Rafani, Din Syamsuddin sebagai sosok yang sangat bagus dan memenuhi persyaratan sebagai calon presiden. "Dari segi persyaratannya, Pak Din sudah bagus," jelasnya. Kata Rafani, Muhammadiyah mempersilahkan partai politik untuk meminang Din Syamsuddin sebagai calon presiden 2014.

Rafani mengatakan, akan melaksanakan Tanwir yang dipusatkan di Gedung Merdeka, Bandung pada 21-24 Juni 2012. Ia mengatakan, dalam Tanwir tersebut tidak dibahas masalah politik praktis. Beredar cukup santer di kalangan Muhammadiyah, Din Syamsuddin akan maju sebagai capres 2014.
http://www.itoday.co.id/politik/muha...sebagai-capres


Din Syamsuddin dan Said Aqil Siradj Belum Tentu Dipilih Pengikutnya
Selasa, 24 Juli 2012 , 12:09:00 WIB

RMOL. Said Aqil Siradj dan Din Syamsuddin boleh saja masing-masing memimpin organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia yaitu NU-Muhammadiyah, yang membuat keduanya berpotensi untuk dilirik untuk didukung pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Tapi memimpin organisasi besar saja tidak cukup. Keduanya masih memiliki tantangan yang cukup besar kalau memang berniat untuk meramaikan bursa pilpres. "Tantangan terbesar pertama, soal popularitas mereka pribadi. Pada umumnya, yang kenal mereka kalangan terbatas hanya dari ormas yang bersangkutan," ujar pengamat politik M. Qodari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/7).

Tantangan kedua, anggota ormas yang mereka sendiri pimpin belum tentu mau memilih mereka. "Sekarang umat itu tidak lagi taklid, tidak sepenuhnya taat. Artinya tidak lagi sami'na wa atho'na [kami mendengar lalu kami menaati]. Masyarakat punya otonomi pemilih yang besar," ungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer ini. "Tingkat dukungan dari warga NU kepada tokoh NU atau masyarakat Muhammadiyah kepada tokoh Muhammadiyah itu tidak otomatis. Mereka punya penilaian sendiri. Itu yang membuat sulit para tokoh dan para calon yang mau menggandeng mereka," sambungnya.
http://www.rmol.co/read/2012/07/24/7...ih-Pengikutnya


Said Aqil & Din Syamsuddin Lebih Baik dari Capres Parpol, Tapi Siapa yang Mau Mereka?

Elektabilitas Din Rendah, Muhammadiyah Pasrah
Selasa, 19 Juni 2012, 15:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Nuansa kontestasi politik pilpres 2014 yang sudah menggeliat dengan sejumlah kampanye elite partai dan beberapa kajian survei sejumlah lembaga, ditanggapi dingin oleh Muhammadiyah. Tak mendominasi bursa capres di sejumlah lembaga survei, Muhammadiyah akui popularitas Din Syamsuddin masih menjadi pekerjaan rumah PP Muhammadiyah. "Tapi sebelumnya harus dipertanyakan, apa benar Din Syamsuddin itu akan maju untuk 2014 mendatang," ungkap Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, Selasa (19/6).

Menurut Dadang, yang terpenting hari ini adalah bagaimana Muhammadiyah mampu bekerja yang terbaik untuk masyarakat dan umat. Persoalan pencalonan Din Syamsuddin, ungkap Dadang, hanya tinggal persoalan waktu Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut. "Yang jelas, Muhammadiyah sepenuhnya mendukung hajat Din Syamsuddin," ungkapnya.

Saat ini kita memang terus meningkatkan popularitas Muhammadiyah di masyarakat, tapi yang perlu menjadi catatan, tambah Dadang. tak hanya popularitas ketua umum, popularitas organisasi Muhammadiyah pun harus menjadi perhatian. "Kita terus kembangkan metode publikasi melalui kegiatan kemasyarakatan, peningkatan saluran media, dan kerja nyata untuk rakyat. Silahkan saja hasil survei tersebut tetap berjalan," tandasnya
http://www.republika.co.id/berita/na...madiyah-pasrah

Said Aqil & Din Syamsuddin Lebih Baik dari Capres Parpol, Tapi Siapa yang Mau Mereka?

Said Aqil: Kekuatan Spiritual NU-PKB Terus Dibangun
Jumat, 25 Maret 2011, 18:20 WIB

Berita Terkait
REPUBLIKA.CO.ID,SEMARANG--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj, meminta kekuatan spiritual antara NU dan Partai Kebangkitan Bangsa harus terus dibangun, sebagai bagian dari hubungan silaturahim kedua organisasi ini. "Gagasan antara keduanya sudah ketemu, tinggal kekuatan spiritual NU dan PKB yang harus dibangun," kata Said Agil ketika Silaturahim antara kiai NU se-Jawa Tengah dengan pimpinan PKB di kantor Pengurus NU Wilayah Jawa Tengah, di Semarang, Jumat.

Namun, lanjut dia, upaya untuk mewujudkan hal tersebut akan menghadapi tantangan berat. "Ada upaya untuk mengerdilkan NU," tegasnya dalam silaturahim yang dihadiri Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Meski demikian, ia meyakini organisasi ini akan mampu mewarnai era globalisasi seperti saat ini. Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan kedekatan dirinya dengan PKB, sebagai salah satu pendiri partai ini. "Saya bukan pemilik PKB, tapi salah satu pendiri PKB," ujarnya.

Sementara itu, Muhaimin Iskandar menyambut baik pernyataan Said Agil yang dianggap sebagai "Komisaris Utama" PKB. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memanfaatkan posisinya sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dalam mengembangkan kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren. Menurut dia, kementerian yang dipimpinnya menargetkan penciptaan 10 ribu wirausahawan baru pada tahun ini. "Saat ini, di Indonesia baru ada sekitar 400 ribu wirausahawan. Padahal, di negara-negara maju minimal ada sekitar dua juta wirausahawan," katanya. Selain itu, menurut dia, kerja sama ini sebagai bentuk penciptaan lapangan kerja serta upaya mengurangi pengangguran.
http://www.republika.co.id/berita/na...terus-dibangun

-----------------

Kalau gua melihatnya secara-hutung-hitungan matematika saja, mana ada yang mau memilih mereka kelak? Prinsip 'one man, one vote' penyebabnya. Din hanya akan dipilih oleh sebagian warga Muhammadiyah semata, yang pilihannya pasti terpecah dengan capres yang diusung PAN. Itu terbukti saat Pemilu 2009 lalu, ketika Din Syamsuddin ngotot membawa perahu sendiri, PMB, untuk mengusungnya menuju Capres. Lalu Said Aqil? Selagi adiknya Gus Dur saja yaitu Sholahudiin Wachid ketika dipasangkan dengan Wiranto pada Pilpres 2009 lalu gagal total, apatah lagi hanya seorang Said Aqil Siradj yang sama sekali tak berbau darah dinasti Bani Hasyim (KH Wachid Hasyim, ayahandanya Gus Dur). Apalagi, Said Aqil Siradj juga dipahami agak berbau-bau paham JIL, sulitlah dipilih oleh warga NU yang orthodox. Dan, harap pula diingat, Din Syamsuddin dan Said Aqil Siradj, keduanya ber-etnis non-jawa, mana maulah orang jawa yang waras mau memilih keduanya sebagai pemimpin mereka. Kasus kemenangan Jokowi dan Ahok di Pilkada putaran pertama kemarin, membuktikan thesis itu. Bahwa Jokowi dan Ahok bisa menang karena didukung oleh mayoritas orang Jakarta yang beretnis Jawa dan China.
secara logika sih emang bener gan, sekarang berat kalau hanya mengandalkan basis massa.. yang dibutuhkan sekarang figur pemimpin yang berani dan kelihatan actionnya karena sekarang rakyat inddonesia dah mulai melek matanya...
emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
keduanya cuma menjadikan islam sebagai kendaraan

tapi jauh dari panggang dari apiemoticon-Cape d... (S)
Quote:Original Posted By democrazysesat
bisa banjir darah nih jika 2 tokoh syiah rafidhoh ini jadi presiden


dikit dikit darah, ... banjir darah ... darahnya halal dlllllllllll
emank kenapa gan? tolong jelasin donk

Presiden di Indonesia pada dasarnya sebagai pemimpin berdasar ranah nilai kultural, tidak ada hubungannya dengan agama walau ada hubungannya.

mau syiah mau sunni lebih bermain di bidang agama dan ini lebih bersifat hubungan bathin secara pribadi kepada Allah, saya tak campuri, kau jangan campuri

itulah komintment yg sudah dipikirkan lama oleh pendahulu melandasi lahirnya pancasila

tahu gak kenapa indonesia disebut NKRI?
komeng dan analisa si TS cukup masuk akal





SOLUSI MENGATASI PANAS KETIKA BERSEPEDA MOTOR



MOBIL MURAH TATA NANO


Arti UAng 55 RIBU Dalam Mudik
Quote:Original Posted By b4djul
[B][SIZE="5"]Bahwa Jokowi dan Ahok bisa menang karena didukung oleh mayoritas orang Jakarta yang beretnis Jawa dan China.[/i]


kurang setuju gan. kalo teori di atas hanya cocok untuk pemilih beredukasi politik rendah.
kalo edukasi politik masyarakat tinggi pastinya memilih calon yang benar2 nyata ada hasil di masyarakat.

ga usah muluk2. jadilah ketua RT teladan dengan melakukan hal hal kecil yang nyata dilingkungannya hingga di cintai warga RT setempat dulu. kemudian meningkat lagi jadi RW, lalu lurah, camat, bupati, gubernur akhirnya presiden.

jokowi dan ahok kebanyakan orang milih mereka ga peduli tampang ato sukunya, tapi mereka memang sebelumnya melakukan tindakan nyata untuk rakyat. emoticon-I Love Indonesia (S)

sayangnya pemimpin sekarang kualitasnya abal2. mereka ga tulus bekerja untuk yang di pimpin tapi udah mikirnya duwit melulu. ya susah. emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By democrazysesat
bisa banjir darah nih jika 2 tokoh syiah rafidhoh ini jadi presiden


Klo Wahabi mendingan comment di forum2 punya Saudi aja lah....
×