Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015301633/pt-kai-kalau-nggak-setuju-tiket-commuter-line-naik-jangan-naik-krl
PT KAI: Kalau Nggak Setuju Tiket Commuter Line Naik, Jangan Naik KRL
Jakarta Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo menyarankan penumpang commuter line yang menolak kenaikan tarif agar tidak naik kereta. Sebab ada harga ada rupa.

"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," ujar Sulistyo.

Sulistyo mengatakan itu kepada wartawan di sela-sela Seminar Peningkatan Sistem Persinyalan Perkeretaapian di Jabodetabek di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/7/2012).

Menurut Sulistyo, dengan kenaikan tiket Commuter Line Rp 2.000 bulan Oktober nanti, memudahkan pihaknya meningkatkan kebersihan, petugas keamanan dan petugas pendukung lainnnya. Jika tiket tidak naik, dia meminta pemerintah untuk mensubdisi tiket Commuter Line.

"Karena kita memang butuh kenaikan itu. Kalau untuk ekonomi nggak boleh naik, kan itu ditentukan oleh pemerintah. Saran saya disubsidi pemerintah agar Commuter Line bisa lebih murah," ucap dia.

Sulistyo meminta KRL Mania -- komunitas pelanggan KRL -- membandingkan jumlah kereta yang beroperasi saat ini dengan 3 tahun lalu.

"KRL itu rugi. Pokoknya kita mampunya seperti itu. Tapi kalau nggak cocok, jangan dipaksain naik KRL. Diserahkan semuanya ke penumpang. Kita tahu sendiri ada kenaikan, kalau nggak cocok jangan naik," tuturnya.

Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:

- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah

Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit

(nik/nrl)

[URL="http://news.detik..com/read/2012/07/05/123713/1958282/10/pt-kai-kalau-nggak-setuju-tiket-commuter-line-naik-jangan-naik-krl?n990102mainnews"]Sumber[/URL]

--------------------------------
Mungkin sebaiknya perbaiki dulu baru naek... itu lebih bijak kayanya..
--------------------------------

Update (berita serupa):

VIVAnews - PT Kereta Api menyatakan keputusan menaikkan tarif tiket Commuter Line sebesar Rp2.000 dilakukan untuk meningkatkan pelayanan KRL. Direktur Komersial PT Kereta Api, Sulistyo Wimbo Hardjito, meyakinkan kenaikan tiket dipilih untuk mendukung keandalan sarana dan prasarana perkeretaapian.

"Kalau harus naik itu karena biaya operasi juga naik," kata Wimbo kepada VIVAnews, Jumat 6 Juli 2012. Selain itu, Commuter Line tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

Penumpang tidak perlu khawatir dengan kenaikan ini. Penumpang yang keberatan atau merasa kemahalan dapat memilih naik KRL kelas ekonomi yang tarifnya jauh lebih murah. "Kami menyediakan pilihan, kan ada kereta ekonomi. Silakan disesuaikan," ucapnya.

Wimbo menyarankan agar penumpang dapat memilih transportasi sesuai kondisi dan kebutuhan. Dia mencontohkan penumpang yang memilih moda pesawat karena ingin cepat, dan tentunya ada biaya lebih yang harus dikeluarkan.

Begitu juga untuk penumpang KRL. Jika kereta penuh, pilihlah kereta berikutnya. Penumpang yang ingin mendapatkan fasilitas lebih seperti pendingin maka dapat menaiki Commter Line. "Jadi jangan naik dengan terpaksa," ujarnya.

Rencananya PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) akan menaikkan tarif semua perjalanan pada Oktober mendatang.

Berikut daftar tarif baru yang akan diberlakukan itu:

- Rp9.000 untuk relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- Rp8.000 untuk relasi Depok-Bogor
- Rp8.000 untuk relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp8.500 untuk relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp8.000 untuk relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp7.500 untuk relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit

(umi)

Sumber

Spoiler for Komen:
buset arogan banget nih si otong
Iya juga sih, alasan yang dikemukakan masuk akal juga utk ukuran kota metropolitan sekelas Jakarta
perbaiki dulu baru naik? emang punya duit? TS ini ada2 aja...
tergantung kinerja si Dahlan, bisa gak cairken PSO PT KAI..

Quote:Original Posted By dr.sukmana


jadi mungkin sebagai konsumen merasa keberatan kalo dengan keadaan yang sekarang harus naek.. gitu gan..


Jelas konsumen keberatan lah. Semestinya pejabat PT KAI bilang "Kalau gak setuju tiket commuter line naik, marahlah ke Pemerintah yang gak mau perhatikan moda transportasi kereta".
mudah2an bisa turun kembali ya gan
Quote:Original Posted By blue_danube
perbaiki dulu baru naik? emang punya duit? TS ini ada2 aja...


hehe... soalnya emang kurang nyaman gan CL (Commuter Line) skarang... salah satu contohnya banyak AC-nya yang mati... bukannya itu salah satu kelebihan CL dari KRL ekonomi...

jadi mungkin sebagai konsumen merasa keberatan kalo dengan keadaan yang sekarang harus naek.. gitu gan..
yah memang harus naik dulu supaya ada perbaikan.... memangnya duit mbah lu....

cuma kalo udah naik tapi ga ada perbaikan juga ya timpukin aja keretanya...
Luar biasa dahh...jegerrrrr...
Quote:Original Posted By wiry
tergantung kinerja si Dahlan, bisa gak cairken PSO PT KAI..

selain DI tentu saja Jonan juga harus ikut aktif....

Quote:Original Posted By wiry
Jelas konsumen keberatan lah. Semestinya pejabat PT KAI bilang "Kalau gak setuju tiket commuter line naik, marahlah ke Pemerintah yang gak mau perhatikan moda transportasi kereta".


benar juga yang ditebelin itu
Quote:Original Posted By wiry
tergantung kinerja si Dahlan, bisa gak cairken PSO PT KAI..



Jelas konsumen keberatan lah. Semestinya pejabat PT KAI bilang "Kalau gak setuju tiket commuter line naik, marahlah ke Pemerintah yang gak mau perhatikan moda transportasi kereta".


betul gan.. soalnya ane tiap hari naek KRL..
ane pengguna kereta
berarti setelah kenaikan tarif....nunggu dulu ada permbaikan ngga? kl ngga ada berarti mesti bawa kendaraan sendiri...

berikut itung2an ane kl sampai tarif kereta naik....ane tinggal di Bojong Gede
Bayar penitipan Motor Rp.2.500
Bayar OngKos kereta Rp.9.000 berarti PP Rp.18.000
Ongkos naik angkot PP Rp.7.000
Sehari total Rp.27.500

Sedangkan kalo Bawa kendaraan sendiri PP Rp.10.000






PT KAI: Kalau Nggak Setuju Tiket Commuter Line Naik, Jangan Naik KRL
kalo naik dulu baru bayar gmn tuh???

kayaknya emg kasian pt kai,,,,

pemerintah kurang perhatian nich ama mereka kayaknya
ga tau kenapa PT.KAI itu sering bgt naikin tarif (baik tarif KRL/kereta biasa), tp pelayanannya sama aja, ga ada bedanya.

yang smp skrng ane ga ngerti kenapaa setiap mau lebaran harga kereta naik tp fasilitas/pelayanan ga ada yg berubah
Mudah2an ada hikmahnya ya gan...
Chaos dikit akan membuat semua berpikir nantinya...
Binjunlah mau ngemeng apa....

Okelah naik dlu G masalah, tapi kalo abis kenaikan dalam waktu 3 bulan G ada perubahan...
Nyok kita timpukin PT KAInya...
kbetulan di stasiunkan banyak batu tuh he he he
anjrit nih otong2 pejabat di KAI, ga johan ga ini orang arogan banget.
ngatur kereta ga ada becus2nya, KRL udah telat masih suruh minggir nungguin kereta jawa lewat.
sangat ga yakin ane dgn kenaikan harga tiket akan menjamin kereta bebas telat, lha wong jalurnya ya itu2 juga.. keretanya ya itu itu juga.
ya setidaknya ane minta jaminan kalo KRL jalur bekasi tidak dinomor-duakan ama kereta jawa. kalo jadwalnya KRL berangkat ya jalan, kl kereta jawa mau jalan ya nungguin KRL sebentar pas naik turunin penumpang di stasiun. wajar kan..? lha wong tarifnya sama2 mahal koq.
btw, nih berita cepet banget udh ga bs diakses lagi dr detik..knp ya?
udah sih ikutin aja dulu... liat dalam 1-3 bulan setelah kenaikan bener gak ada perbaikan dan terus. jangan2 cuma pasang AC seminggu kemudian rusak trus udah deh panas lagi.

Quote:Original Posted By progshop
udah sih ikutin aja dulu... liat dalam 1-3 bulan setelah kenaikan bener gak ada perbaikan dan terus. jangan2 cuma pasang AC seminggu kemudian rusak trus udah deh panas lagi.


hahahaha...harap maklum gan, namanya juga indonesia, gak ada fasilitas umum yang bisa awet kalo ada di indonesia
baru kali ini ada direksi BUMN songongnya minta ampun
×