Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015205236/reaksi-fpi-soal-dugaan-korupsi-qur039an
Ngakak Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
Korupsi Al Quran di Kementerian Agama
Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
Tribunnews.com - Jumat, 29 Juni 2012 18:24 WIB



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dugaan korupsi pengadaan Kitab Suci Al Qur'an oleh Kementerian Agama (Kemenag) memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Zulkarnaen Djabar Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar sebagai tersangka dalam kasus ini.
Penyidik KPK bergerak cepat menggeledah ruang kerja Zulkarnaen di DPR serta kediamannya di Bekasi.

Kasus ini mendapat sorotan luas dari publik apalagi yang dikorupsi adalah pengadaan kitab suci Al Qur'an.

Nah, bagaimana tanggapan Front Pembela Islam (FPI) yang selama ini mengklaim dirinya Ormas penegak syariat Islam.

Sekjen FPI, Sobri Lubis, ketika dikonfirmasi soal itu mengatakan mendukung pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang mensilakan KPK mengusut kasus ini dengan berlandaskan azas praduga tak bersalah.

"Dan jika terbukti secara hukum maka FPI mendukung proses hukum dilakukan atas siapapun," kata Sobri ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (29/6/2012).

Memang Menag sebelumnya telah menyebut KPK agar memproses hukum dugaan korupsi itu kendati dibantah pihaknya melakukan korupsi pengadaan Qur'an.


http://www.tribunnews.com/2012/06/29...-korupsi-quran


Patut di Contoh nih... FPI gak selamanya Reaktif... Kadang FPI juga Lembut... Contohnya yah kasus ini...
Quote:Original Posted By TukangRogohBabu
makin keliatan, fpi, makin tajam keluar, makin tumpul kedalam
malu dong uda sering dibelain mentri agama semua tindak tanduknya


tajam keluar gimana gan...kan ni kasus masih diselidiki ....jadi ya tunggu hasil finalnya aja gan ya...jangan berasumsi dulu


Quote:
kenapa bisa terjadi korupsi di depag?
tanggapan wamenag mengenai dugaan korupsi apbnp alqur'an
tanggapan ketua umum muhammadiyah mengenai kasus korupsi ini?
detail dugaan korupsi apbnp alqur'an
FPI mendukung penyelidikan dugaan korupsi apbnp alqur'an
korupsi oh korupsi
gp anshor = jangan terpancing rumor
ada dugaan korupsi ini udah berlangsung lama
DPR Desak KPK Usut Dugaan Korupsi Alquran
Quote:Original Posted By antidistribusi2
tajam keluar gimana gan...kan ni kasus masih diselidiki ....jadi ya tunggu hasil finalnya aja gan ya...jangan berasumsi dulu


Betul sekali gan, untuk masalah ini harus disikapi dengan keLembutan...
sama warung nasi pinggir jalan -> keras
sama konser ladi gaga -> keras

sama korupsi buku cerita -> lembut

jangan-jangan udah terima amplop nih
Quote:Original Posted By KimaxKaw
Betul sekali gan, untuk masalah ini harus disikapi dengan keLembutan...


gak boleh ada perbedaan donk gan dalam hukum di indonesia siapapun mereka
yang membedakan di mata hukum indonesia hanya uang gan

tapi berhubung ini masih proses penyelidikan ya kita tunggu aja gimana hasil finalnya

INI ADA ULASAN MENARIK MENGENAI UANG ITU TAK BERAGAMA

Quote:Uang tidak beragama
Ibarat menanti reality show di media elektronik, masyarakat Indonesia hari-hari ini sedang disuguhi drama eliminisasi (penyingkiran) elite politik dari pentas politik nasional. Satu per satu, orang yang menjadi penyakit bangsa dan beban masyarakat, dieliminasi dan dimasukkan ke dalam kotak (penjara). Entah butuh berapa lama, dan entah kapan, kita akan menemukan penghuni terakhir bangsa Indonesia yang menjadi pilihan rakyat dan bersih dari cacat politik dan cacat moral.
Reformasi 1999 telah menggusur TNI dan Polri dari rumah politik (DPR). Pejabat legislatif yang korupsi diancam kurungan penjara. Beberapa elite legislatif di berbagai daerah di Indonesia bahkan sudah masuk bui. Kasus korupsi di KPU telah mengusur elite akademik masuk ke dalam tahanan. Dan, kini, berita terbaru, elite Depag yang notabene elite agama, juga menghadapi tuduhan korupsi. Rangkaian dan catatan ini mungkin masih panjang lagi.
Tetapi pada intinya, masyarakat mencatat bahwa berbagai status sosial dengan latar belakang sosial yang berbeda, ternyata masih rentan terhadap serangan rayuan uang rakyat. Simbol keagamaan (kiai haji, ustaz, dan Depag), simbol pendidikan (sekolah, profesor), simbol ekonomi (konglomerat, pengusaha, dan bank), simbol politik (partai, DPR), simbol kekuatan-kekuasaan (polisi, TNI), simbol keadilan (kejaksaan, pengacara), ternyata masih rentan dari rayuan uang. Bahkan, kelompok mahasiswa pun, tidak steril dari rayuan uang ini. Publik masih ingat peran uang dalam memobilisasi massa demonstran? Masih ingat pula publik akan peran uang dalam memobilisasi rakyat kecil untuk demonstrasi? Kasus tersebut memberikan sebuah ketegasan kepada masyarakat bahwa lembaga dan simbol sosial tersebut, sampai saat ini, ternyata tak memiliki kekebalan moral dan kekebalan lembaga dari serangan virus korupsi.
Berdasarkan pemikiran ini, dapat ditarik beberapa simpulan pemikiran. Bahwa status sosial ternyata bukan sebuah jaminan untuk membentengi diri dari tindak pidana korupsi, karena memang uang tidak memiliki agama, uang tidak memiliki moral, dan uang tidak memiliki kartu keanggotaan yang tetap.
Uang, dengan semangatnya sendiri, dengan sifatnya sendiri, dengan karakternya sendiri, dapat mengalir bebas ke mana arah yang disukainya. Uang hanya memiliki sifat tunggal, yaitu sesuai dengan hukum pasar, ke mana permintaan tinggi, di sanalah uang akan mengalir. Maka tak heran, siapa pun orangnya atau apa pun lembaganya, pada saat ada kesempatan mengakses uang dan dirinya merasa butuh uang, maka si uang itu akan mengalir ke tangannya. Uang, memang tidak memiliki majikan (tuan) yang tunggal.
Penutup
Memang patut disayangkan kalau Depag menuai citra yang buruk. Padahal, lembaga ini adalah penjaga utama moralitas bangsa dan negara. Kendati demikian, kiranya masyarakat dapat menarik pelajaran terhadap adanya kejadian seperti ini. Pertama, Depag bukanlah agama, Depag bukan lembaga sakral yang bebas dari kelemahan. Depag hanya salah satu lembaga birokrasi yang diciptakan pemerintah dan diisi oleh aparatur pemerintah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki citra yang buruk kali ini, mau tidak mau, seluruh aparatur departemen agama ini harus kembali bangkit untuk melakukan reformasi birokrasi dan mereformulasi budaya kerja departemennya.
Kedua, penyelewengan kewenangan adalah sebuah indikasi adanya ketidakberesan dalam administrasi dan atau manajemen organisasi. Oleh karena itu, perlu ada upaya profesionalisasi manajemen di lingkungan Depag, baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengemukakan satu hal yang mungkin sekadar hipotesis, yaitu mungkin ada kesungkanan untuk melakukan kritik, bila pimpinan sebuah organisasi itu adalah seorang yang berkharisma atau dianggap berkarisma (misalnya kiai). Hilangnya kemampuan kritik, atau suburnya budaya sungkan, dapat memengaruhi kesehatan budaya organisasi.
Terakhir, pembongkaran kasus korupsi di lingkungan Depag ini mudah-mudahan menjadi awal dari proses desakralisasi Depag, desakralisasi kiai, dekomersialisasi haji, dan sebagainya. Simbol agama, ritual keagamaan, mudah-mudahan tidak lagi dijadikan sebagai sumber eksploitasi (tambang uang) bagi kalangan tertentu.
Hal yang lebih penting lagi yaitu perlunya objektivikasi sikap keberagamaan. Artinya, publik perlu kritis kepada siapa pun (entah kiai, ustaz, profesor, jenderal, mahasiswa, wartawan, atau siapa pun). Karena mereka pun adalah manusia. Dengan sikap objektif ini, mudah-mudahan perilaku kita terhindar dari budaya organisasi yang subjektif. Tidak perlu ditanya lagi sikap kita terhadap politikus, TNI, Polri, penegak hukum. Yang kita alami baru-baru ini adalah kita menganggap pintar dan bersih kepada akademisi, akhirnya terperangah dengan kasus KPU. Kita menganggap bersih dan bebas korupsi kepada ulama, kita kaget dengan kasus Depag.
Akhirnya, kita semua bertanya, siapakah dan manakah, rujukan moral yang valid (tepat) untuk dijadikan teladan? Rakyat kita saat ini tengah menonton perilaku politik yang melakukan devalidasi moral. Rakyat hari ini tengah melihat drama hidup dengan moralitas yang tidak sesuai dengan nurani kerakyatan, kebangsaan, dan keadaban. Drama yang ada adalah drama lisan moral yang tidak valid karena hanya sebuah hiasan bibir. Tindak-tanduk kita tidak valid karena hanya trik kepentingan politik. Kedermawanan kita tidak valid karena hanya kampanye sesaat. Kepedulian kepada umat kita tidak valid karena hanya sebuah upaya menggali simpati ekonomi rakyat untuk kepentingan pribadi. Keilmuan kita pun tidak valid karena dihinggapi kepentingan materialisme dan bukan kebenaran ilmiah. Moralitas pakaian kita tidak valid karena membuka aurat sosial yang menjijikkan. Inilah, hidup kita, hidup di masyarakat korup.
Quote:Original Posted By KimaxKaw
Betul sekali gan, untuk masalah ini harus disikapi dengan keLembutan...

Wah, emang jaraaang baaanget FPI bersikap lemah lembut dan lemah gemulai.

Satu lagi, FPI itu lemah lembut ketika memuja teroris.
Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
Di Petamburan Osama Pahlawan, Obama Teroris
Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
Jenazah Dulmatin Disambut Gegap Gempita oleh FPI
Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an
FPI Tolak Hukuman Mati Amrozi Cs
[url=http://news.detik..com/read/2008/11/04/162852/1031157/10/fpi-berharap-bisa-kawal-amrozi-cs-hingga-liang-lahat][B][COLOR="Red"]FPI Berharap Bisa Kawal Amrozi Cs Hingga Liang Lahat[/COLOR][/B][/url]

FPI emang lemah lembut bagi sesama penggemar aksi kekerasan. Benar2 fakta yang indah.
Sekedar mengingatkan:
Quote:2012, FPI Fokus Pemberantasan Korupsi

Penulis : Icha Rastika | Sabtu, 18 Februari 2012 | 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Front Pembela Islam (FPI) akan berfokus pada isu-isu pemberantasan tindak pidana korupsi. Staf Hukum Bidang Dakwah FPI, HM Hasbi Ibrohim mengatakan, mulai tahun ini, FPI lebih banyak melakukan advokasi dibanding turun langsung ke lapangan, melakukan penggerebekan tempat-tempat yang dianggap maksiat.

"FPI sekarang lebih banyak advokasi kasus, kami fokus di 2012, pemberantasan korupsi, boleh nanti di rumah Anas kami kepung, Andi kami kepung, tapi tidak dengan yang seram-seram," kata Hasbi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (18/2/2012).

...

SUMBER


Itu FPI bikin statement itu setelah penolakan di Palangkaraya yg berbuntut munculnya aksi penolakan sporadis, pada kenyataannya FPI tidak pernah fokus pada pemberantasan korupsi.

Bisa dilihat pasca setelah FPI bikin statement tsb tgl 12 Februari 2012, kegiatan anarkis, teror, dan intoleran mereka tetap berlanjut:

  • 21 Februari Massa FPI mengepung ruko yang sedang mengadakan pengobatan gratis
  • 6 Maret Tiga anggota FPI membawa senjata tajam di Pengadilan Negeri Yogyakarta
  • 15 Maret Massa FPI Kalimantan Barat serang mahasiswa dayak
  • 20 April Massa FPI Tasikmalaya memukul jemaat Ahmadiyah setelah merusak mesjid Ahmadiyah
  • 4 Mei Massa FPI membubarkan Diskusi Irshad Manji di Salihara
  • 6 Mei Massa FPI memukul Aktivis Perdamaian SEJUK (Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman) di HKBP Filadelfia Bekasi
  • 6 Mei Ketua FPI Bekasi Murhali Barda merupakan aktor yang memerintah anak buahnya melakukan lemparan urin, kotoran dan kekerasan
  • 7 Mei Massa ormas Islam termasuk FPI menyetop pembangunan tempat ibadah di Yogyakarta
  • 8 Mei Massa FPI membubarkan secara paksa acara peluncuran buku Allah, Liberty, & Love karya Irshad Manji di gedung Teater Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan
  • 21 Mei Massa FPI mengancam akan membubarkan paksa konser Lady Gaga di Jakarta; membeli 150 tiket untuk dapat masuk ke dalam arena konser

Coba sebutin deh dari aksi2 di atas, mana yang berkaitan dengan klaim FPI akan fokus pemberantasan korupsi di tahun 2012.


Quote:Original Posted By henshel
pura-pura ga ngerti atau emang ga ngerti bro?kalo kasus menyangkut keluar artinya di luar ISLAM,mereka tajam.ga usah tunggu hasil finalnya,langsung hantam aja.tuh warung nasi ditutup paksa tanpa tunggu hasil penyelidikan kenapa buka di siang hari saat puasa(padahal menjual nasi ke kaum non muslim).trus merusak patung naga singkawang tanpa menunggu hasil penyelidikan kenapa patung berdiri...gitu loh intinya.kalo korup di menag kan yang melakukan bukan non muslim,jadi ya simpulkan sendiri ya....
Quote:Original Posted By antidistribusi2
gak boleh ada perbedaan donk gan dalam hukum di indonesia siapapun mereka
yang membedakan di mata hukum indonesia hanya uang gan

tapi berhubung ini masih proses penyelidikan ya kita tunggu aja gimana hasil finalnya



Kita nggak bahas dimata hukum Indonesia gan... Kita bahas Reaksi FPI gan... jangan digiring-giring trid ane gan...

Kali Ini gue salut dengan FPI yg bereaksi Lembut terhadap kasus ini gan... Jadi gak selamanya FPI keras...
Semakin hari semakin berbobot Pernyataan FPI ......
Hater FPI Semakin Hari Semakin berhalunisasi, demi menggiring Opini yang negative
Tanya kenapa ?

Semakin Hari FPI Semakin banyak yang bersimpati .....
Mana mau mempedulikan Fitnah media dan opini negative tetap terus berjalan
Tanya Kenapa ?

Kalo FPI sweeping miras pelacur, Komnas HAM, LSM, JIL berteriak
ampe muntah. Begitu FBR dan PP bentrokbunuh2han, mereka bungkam. Knapa?
Tanya kenapa ?

Hater FPI selalu Bertanya kenapa Konser Trio Macan Tidak Ada yang menolak, lady gaga Ditolak, hater FPI Sekarang Bertanya Kenapa Trio Macan Musti ditolak ? melanggar kebebasan HAM bla bla bla .....
Tanya kenapa ?

Kenapa hater FPI Senjatanya hanya Bisa Alexis dan Bongkaran Saja ? Bahkan Setelah Alexis rata dengan tanah Oleh FPI pun, Hater Bertanya, FPI berani ngak hotel Classic, hotel ini dan Itu, sampai akhirnya Berani ngak Tutup Bali ?
Tanya kenapa ?

Hater tetap hater ... Pasti selamanya Akan begitu, Sampai Orang Islam merasa Asing dengan agamanya sendiri.

Jayalah Selalu FPI, Indonesia butuh FPI, Kemaksiatan sudah sampai ke kamar Tidur generasi kita/Anak kita (TV & Internet, Buku Dll). Apakah Hanya akan berteriak kebakaran, kebakaran tanpa melakukan sesuatu Sedangkan Api terus melahap rumah Kita

think about that ....

Reaksi FPI Soal Dugaan Korupsi Qur'an



[QUOTE=]

Standard operating procedure FPI

FPI selama ini selalu diberitakan sebagai Ormas yang KERAS oleh semua media televisi, sekarangmari kita lihat wajah FPI jauh lebih dekat, WAJAH FPI YG SEBENARNYA. Benarkah apa yang selalu ini diopinikan dan disebarkan oleh para media massa kita baik televisi, internet, maupun koran dan majalah???

Dakwah FPI terbagi dalam 2 golongan:
1. Daerah Amar Ma'ruf
2. Daerah Nahi Munkar

Daerah Amar Ma'ruf / Daerah tanpa maksiat disekitarnya: FPI menurunkan ustadz untuk membimbing umat seperti biasanya Daerah Nahi Munkar / Daerah yg terdapat maksiat disekitarnya: FPI membagi lagi jadi 2 golongan,

yaitu:
a. Rakyat sekitar yg mayoritas setuju maksiat
b. Rakyat sekitar yg mayoritas tidak setuju maksiat

Untuk daerah kategori a, FPI mengirim ustadz untuk membimbing secara perlahan, sambil mencari alternatif matapencaharian lainnya

Untuk daerah kategori b, FPI mengajari bagaimana MASYARAKAT menulis surat pengaduan kepada lurah, camat, bupati, DPRD, POLRES hingga
gubernur / pangdam setempat secara bertahap bahwa Masyarakat menolak tempat maksyiat yang ada di lingkungan sekitar mereka. Dalam artian,
jika bupati tidak bertindak dan Polres pun tidak bertindak , maka MASYARAKAT melapor akan diteruskan ke tingkat yg lebih tinggi. Dari sini saja seharusnya aparat dan pemerintah sudah bertindak karena Masyarakat telah dibuat
resah dan tidak menyetujui adanya tempat-tempat maksyiat / aliran sesat di lingkungan sekitar mereka. Lalu mengapa mereka tidak bertindak juga?
Besar kemungkinan ialah karena tempat-tempatmaksyiat ini memberikan upeti-upeti kepada oknum aparat dan oknum pemerintah, sudah menjadi rahasia umum.

PROSEDUR MASYARAKAT DAN FPI INI SAMA SEKALI
TIDAK PERNAH MASUK TV !!!

Bukankah tugas seperti ini ialah tugas aparat dan pemerintah? Lalu jika mereka tidak bertindak, apa yang harus dilakukan oleh Masyarakat? Jika ke semuanya tidak juga ada tindak lanjut, maka MASYARAKAT dan FPI akan berdemo secara
baik-baik di DPRD, kantor BUPATI dsb, dan ini pun masyarakat masih melapor pada polisi dan pihak berwenang bahwa demo damai akan diadakan oleh
MASYARAKAT dan FPI.

DAN TV PUN MASIH ENGGAN MELIPUT BERITA INI
Jika demo baik-baik tidak diindahkan, maka MASYARAKAT dan FPI berdemo dengan tegas ke DPRD, kantor bupati dsb, ini juga masyarakat masih melapor pada polisi dan pihak berwenang bahwa demo TEGAS akan diadakan oleh MASYARAKATdan FPI.

SAMPAI DISINI PUN MASIH BELUM DISIARKAN
TELEVISI & MEDIA MASSA KUFAR
Jika tetap tidak ada tindak lanjut, maka MASYARAKAT , sekali lagi, MASYARAKAT dibantu FPI menutup paksa dan membubarkan tempat-tempat
maksiat yang tidak diingini masyarakat sekitarnya... Ingat, tempat maksiat yang tidak disukai oleh masyarakat sekitarnya !!! Dan status FPI adalah sebagai YANG DIMINTAI TOLONG OLEH MASYARAKAT SEKITAR . DAN... MASYARAKAT TETAP MEMBERITAHU SEBELUMNYA MELALUI SURAT RESMI
KEPADA POLISI DAN PIHAK YANG BERWENANG BAHWA TANGGAL SEKIAN, MASYARAKAT DIBANTU FPI AKAN MENUTUP PAKSA TEMPAT MAKSIAT, DISKOTIK, DST,DSB

DISINILAH BARU MEDIA MASSA BERLOMBA -LOMBA MENJADIKAN BREAKING NEWS, HEADLINE REPORT, LIVE, ON AIR, BAHKAN DIBAHAS SECARA
KHUSUS DAN DISKUSI SERTA MENAYANGKAN PENDAPAT-PENDAPAT BERNADA MIRING SECARA SEPIHAK DARI KAUM KUFAR DAN TOKOH-TOKOH MUNAFIK !!! TIDAK CUKUP 1KALI, NAMUN BERKALI- KALI, DIULANG-ULANG DAN BERHARI-HARIDITAYANGKAN !!!

Dan jelas prosedur lengkap seperti ini pernah 1 kali ditayangkan di sebuah stasiun Televisi swasta saat mereka mengundang langsung Ketua FPI Pusat, Ustadz Habib Rizieq. Namun tetap saja semua informasi tidak diulang-ulang , tidak disebarluaskan secara gegap gempita diulang berhari-hari seperti saat MASYARAKAT dan FPI menutup paksa tempat-tempat maksyiat dan
aliran-aliran sesat. [/QUOTE]
Kasus ga ada amplopnya FPI mana mau geruduk________________
Jiiiiaaaahhh..ane fikir mau ngemeng: Halal darahnyaaaa si koruptor
dukung kpk mengungkap kasus korupsi didepag nih
depag emang rawan ama hal korupsi
banyak yang lolos dari pengamatan kita soal kasus korupsi didepag

mungkin ini beberapa faktor yang mempengaruhi banyak korupsi didepag walaupun mereka mengerti agama
Quote:
1. Faktor Lingkungan, meskipun seseorang sudah mengetahui bahwa korupsi adalah perbuatan yang dilarang, apabila lingkungannya terlalu buruk untuk ditempati, maka sulit juga bagi seseorang untuk tidak berbuat korupsi, meskipun santri sekalipun.
2. Pola hidup yang tidak ssederhana, pola hidup sederhana juga dapat membantu seseorang untuk tidak berbuat korupsi, tidak sedikit seseorang yang korupsi adalah orang yang pola hidupnya mewah.


poin 2 yang ane bold emang kejadian n bukti nyata di kasus seperti ini kalau emang tersangka dalam kasus ini betul2 jadi terpidana

Quote:Jakarta Salah satu tersangka dugaan korupsi pengadaan Alquran, Dendy Prasetia, terbaring sakit karena kecelakaan. Dendy adalah anak Zulkarnain Djabar yang juga berstatus tersangka dalam kasus yang sama.

Hal ini diketahui dari pembantu rumah Dendy. "Bapak Dendy sedang sakit, sedang istirahat, kemarin habis kecelakaan," kata pembantu tersebut.

Rumah Dendy di Jalan Kaswari IV Nomor 188 tak jauh dari rumah Ayahnya di Jalan Cenderawasih IX, Kelurahan Jati Cempaka, Bekasi.

Pantauan detikcom, kedua rumah tersangka korupsi ini terlihat paling mencolok karena cukup mewah di antara rumah lain di sekitarnya. Di rumah Dendy terparkir Toyota Avanza bernopol B 1304 VFJ, serta Toyota Harrier B 810 RFS.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menggeledah rumah Zulkarnain selama hampir 6 jam. Penyidik membawa 3 kardus dan 3 tas berwarna hitam dari kediaman politikus Partai Golkar tersebut.

Usai penggeledahan, ada dua orang yang keluar dari rumah Zulkarnain. Pria yang mengenakan baju batik itu mengaku keluarga Zulkarnain. Tapi dia menolak diwawancarai seputar kasus Zulkarnain.

Zulkarnain ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Anggota Komisi VIII DPR ini diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.
Quote:Original Posted By antidistribusi2
dukung kpk mengungkap kasus korupsi didepag nih
depag emang rawan ama hal korupsi
banyak yang lolos dari pengamatan kita soal kasus korupsi didepag

mungkin ini beberapa faktor yang mempengaruhi banyak korupsi didepag walaupun mereka mengerti agama



Kita lagi bahas reaksi FPI gan... nggak bahas reaksi KPK dan penyebab orang jadi koruptor gan...

trid ane bukan kambing gan, jangan digiring2 kesana kemari gan...
Quote:Original Posted By boyofthesun
Jiiiiaaaahhh..ane fikir mau ngemeng: Halal darahnyaaaa si koruptor


koruptor emang layak gan dihukum seberat2nya
tapi agak sanksi kalau hukum dinegara mampu melakukan itu

agak susah sih kalau musuh koruptor...coz apapun bisa terjadi di indonesia kalau ada uang

tapi kasus ini emang bikin malu dan aib yang sungguh terlalu kata bang rhoma

berikut tanggapan wamenag mengenai kasus ini
Quote:
Berita Nasional – Agama mengajarkan umat tidak melakukan korupsi. Namun temuan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Kementrian Agama masih terjadi korupsi apalagi menyangkut pengadaan Al-Qur’an. Krisis akhlak dan moral sudah parah dan menakutkan.

KPK sempat kaget dengan temuannya. KPK terkejut, bagaimana mungkin di sebuah institusi yang mempunyai lambang Al Quran, para aparat dan pejabatnya melakukan korupsi pengadaan kitab suci. Beberapa tahun lalu, juga pernah terjadi korupsi dana abadi ‘haji’ di Depag dan pelakunya juga dipenjara. Depag akibatnya dianggap lekat dengan korupsi yang kronis.

Kementerian Agama menyebutkan, anggaran pengadaan Al Quran sangat minim. Anggaran per tahunnya adalah Rp130 miliar, sedangkan kebutuhan per tahunnya adalah 2 juta eksemplar. Pada 2009, pengadaan 42.600 eksemplar Al Quran ditenderkan dengan nilai Rp 1,156 miliar. Sedangkan pengadaan 45 ribu eksemplar pada 2010 ditender dengan nilai Rp 1,4 miliar.

Pada 2011, ada pengadaan 67.600 eksemplar Al Quran dengan nilai Rp5,604 miliar. Kemudian ada APBNP untuk pengadaan 660 ribu eksemplar dengan nilai Rp22,8 miliar. Dari nilai itu ada efisiensi anggaran Rp1,8 miliar. Nah, nilai efisiensi itu digunakan untuk kembali mendata Al Quran sebanyak 17 ribuan.

“Memang anggarannya terbatas, Rp 130 miliar per tahun. Untuk kebutuhan Al Quran per tahunnya yakni sebanyak 2 juta eksemplar. Sampai saat ini secara normatif atau di atas kertas tidak menemukan penyimpangan,” ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Nasaruddin merasa terpukul dengan kasus korupsi ini. Sebagai Dirjen di Depag waktu itu, dia tidak mengurusi soal pengadaan. Para pejabat pembuat komitmen setingkat direkturlah selaku penanggung jawab pengadaan. Sedangkan pelaksana pengadaan dilakukan pejabat eselon III. Nilai pengadaan saat itu ditaksir sekitar Rp5,6 miliar yang dikucurkan Inspektorat Jenderal Kemenag.

Plt Deputi Penindakan KPK, KMS Rony menyebut tindak pidana korupsi yang ada di Indonesia sudah menggurita di mana-mana. Salah satunya di institusi pemerintah yang mengurusi mengenai keagamaan yaitu Kementerian Agama.

Memang, masalah korupsi tergantung personil dan peluangnya. Tidak hanya di DPR tetapi juga di Kementerian Agama apalagi yang diduga dikorupsi adalah pengadaan Al-Quran. Pegawai Kementrian Agama yang semula diharapkan menjadi teladan ummat malah ikut melakukan korupsi.

“Saya ikut prihatin dengan kejadian ini. Padahal, sewaktu saya menjabat sebagai Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, masalah yang selalu saya wanti-wanti adalah terkait dengan pengadaan Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an ini sesuatu yang sangat suci, bahkan saya tahu persis dampak dari memainkan pengadaan Al-Qur’an. Jangankan korupsi, mencari keuntungan dari pengadaan Al-Qur’an saja saya selalu mengimbau kepada pelaksananya jangan!,” papar Wamenag.

Pihak terkait harus bersedia membuka secara blak-blakan kasus korupsi ini, agar tidak terulang kembali. Alangkah aibnya semua ini.
Quote:Original Posted By antidistribusi2
koruptor emang layak gan dihukum seberat2nya
tapi agak sanksi kalau hukum dinegara mampu melakukan itu

agak susah sih kalau musuh koruptor...coz apapun bisa terjadi di indonesia kalau ada uang

tapi kasus ini emang bikin malu dan aib yang sungguh terlalu kata bang rhoma

berikut tanggapan wamenag mengenai kasus ini



Bikin trid sendiri aja sono gan...
Quote:Original Posted By KimaxKaw
Bikin trid sendiri aja sono gan...


ane hanya berpartisipasi menyajikan info gan......kan kita disini berdiskusi gan
Quote:Original Posted By sleemy
sama warung nasi pinggir jalan -> keras
sama konser ladi gaga -> keras

sama korupsi buku cerita -> lembut

jangan-jangan udah terima amplop nih


ane setuju sama pendapat agan di atas
Quote:Original Posted By antidistribusi2
ane hanya berpartisipasi menyajikan info gan......kan kita disini berdiskusi gan


Lihat apa yg dibahas dong kalo berpartisisapi... yg dibahas Reaksi FPI terhadap masalah Korupsi Al Quran... jangan OOT ke yg lain...
Quote:Original Posted By sleemy
sama warung nasi pinggir jalan -> keras
sama konser ladi gaga -> keras

sama korupsi buku cerita -> lembut

jangan-jangan udah terima amplop nih


kalau Keras ntar pasti lo teriak lagi ... Siapa yang meligimitasi kekerasan ....
Amerika menginpasi negara merdeka dengan kekerasan Kenapa ngak Diteriakin ?
Terima Amplop ? Silahkan proses dengan Hukum, silahkan Buktikan Di pengadilan
..... jangan berhalunisasi lem Aibon
Quote:Original Posted By citox

Wah, emang jaraaang baaanget FPI bersikap lemah lembut dan lemah gemulai.



Musuhnya sesama kambing bro...
Coba klo yg laen pasti lgs anarkis...
Quote:Original Posted By KimaxKaw

Lihat apa yg dibahas dong kalo berpartisisapi... yg dibahas Reaksi FPI terhadap masalah Korupsi Al Quran... jangan OOT ke yg lain...


yup tetep dijalur lah gan

Quote:Sekjen FPI, Sobri Lubis, ketika dikonfirmasi soal itu mengatakan mendukung pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang mensilakan KPK mengusut kasus ini dengan berlandaskan azas praduga tak bersalah.

"Dan jika terbukti secara hukum maka FPI mendukung proses hukum dilakukan atas siapapun," kata Sobri


senada dengan sekjen fpi...din syamsudin pun juga mendukung pengusutan kasus ini dengan segera...karena sangat memalukan

berikut informasi mengenai pernyataan ketua muhammadiyah yang senada dengan sekjen fpi yang meminta kasus ini segera di usut
Quote:
Din: Korupsi Pengadaan Al Quran itu Menyedihkan!

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsudin menilai, kasus dugaankorupsi proyek pengadaan Al Quran di Kementerian Agama merupakan hal sangat menyedihkan. Hal tersebut sekaligus juga memalukan karena menyangkut kitab suci umat Islam.

“Saya tersentak membaca itu (dugaan korupsi pengadaan Al Qur’an). Maka, perlu verifikasi apakah betul demikian. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar,” kata Din Syamsudin, usai penutupan Tanwir Muhammadiyah 2012, di Bandung, Minggu (24/6/2012).

Pernyataan Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, kata Din, mengenai adanya dugaan kasus korupsi pengadaan Al Quran bisa kembali menempatkan Kementerian Agama sebagai kementerian terkorup.

“Jangan sampai terjadi lagi Kementerian Agama menjadi ’juara bertahan’ sebagai kementerian paling korup. Ini memang memalukan, dan itu bukan menurut saya, tapi menurut ICW atau Lembaga Transparasi Indonesia menuturkan selama ini, Kemenag menjadi ’kementerian paling korup’,” ujar Din.

Menurut Din, dugaan korupsi pengadaan Al Quran di tubuh Kementerian Agama sebuah ironi tersendiri bagi bangsa Indonesia saat ini.

“Kalau di Kementerian Agama terjadi korupsi seperti ini, bagaimana nantinya kalau mau melakukan pembinaan kehidupan beragama,” kata dia.

Selain soal dugaan korupsi tersebut, Din juga menyoroti tentang permasalahan haji, yang menurut Din, masyarakat Indonesia dan DPR terkesan “diam”.

“Terutama menyangkut dana haji. Ini kita semua seolah diam, DPR juga diam. Saya mendapat informasi yang perlu didalami dan diverifikasi, bahwa dana haji yang sudah berapa triliun rupiah itu tidak jelas haknya bagi calon jamaah, terutama bagi yang menunggu lima hingga 10 tahun. Bahkan, sebagian dana haji itu katanya dijadikan sukuk. Nah, ini yang tidak benar,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau Kementerian Agama agar transparan dalam mengelola dana jamaah haji karena dana tersebut merupakan amanat umat yang jangan sampai dikorupsi atau diselewengkan.

“Saya berharap jangan bertahan jadi ’juara satu’ dalam hal ini Kementerian Agama menjadi kementerian paling korup,” ujar Din
×