Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015141783/asiikk-airport-tax-dihapuskan-tapi
Asiikk...! Airport Tax dihapuskan, tapi..........
Airport Tax Dihapuskan
Quote:JAKARTA - Setiap calon penumpang yang kerap menggunakan jasa transportasi udara, dalam hal ini pesawat, selalu dikenakan biaya tambahan di luar tiket. Biaya tambahan tersebut disebut pelayanan jasa penerbangan (PJP2U) atau passenger service charge (PSC) atau yang lebih dikenal dengan istilah airport tax.

Airport tax dibebankan kepada penumpang dan dikelola langsung oleh otoritas bandara, dalam hal ini PT Angkasa Pura I yang mencakup bandara-bandara di wilayah tengah dan timur Indonesia, serta PT Angkasa Pura II sebagai otoritas pengelola bandara-bandara di wilayah barat Indonesia. Besaran airport tax setiap bandara pun berbeda.
Berdasarkan Pasal 245 UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, disebutkan bahwa besaran tarif jasa terkait pada bandar udara ditetapkan oleh penyedia jasa terkait berdasarkan kesepakatan antara pengguna jasa dan penyedia jasa. Semisal, airport tax di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk rute domestik sebesar Rp40.000 dan internasional sebesar Rp150.000. Airport tax Bandara Polonia sebesar Rp35 ribu untuk rute domestik dan Rp75 ribu untuk internasional, airport tax di Bandara Husein Sastranegara sebesar Rp25.000 untuk rute domestik dan Rp80.000 untuk internasional. Airport tax di Bandara I Gusti Ngurah Rai ditetapkan sebesar Rp40.000 untuk domestik dan Rp150.000 untuk internasional. Airport tax di Bandara Sultan Iskandarmuda Rp25.000 untuk domestik dan Rp100.000 untuk rute internasional.

Untuk teknis pembayaran airport tax yang selama ini diterapkan oleh otoritas bandara, saat penumpang berada di bandara dan melewati loket check-in, calon penumpang akan dihadapkan dengan tempat pembayaran airport tax. Pembayaran airport tax terpisah dari tiket pesawat, tidak seperti yang diterapkan di negara lain.

Dengan mekanisme tersebut, tidak heran jika terlihat antrean panjang di loket airport tax sebelum penumpang masuk ke boarding room. Negara lain seperti Singapura, Thailand, Malaysia dan Vietnam sudah tidak menerapkan pungutan terpisah tersebut. Melainkan digabungkan dengan harga tiket pesawat.

Keterbelakangan bandara di Indonesia ini membuat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kebandarudaraan berencana menghapuskan pungutan uang servis (passenger service charge/PSC) pada tahun ini. "Namun, pungutan itu akan dimasukkan ke harga tiket pesawat," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, PT Garuda Indonesia Tbk akan menerapkannya terlebih dahulu karena sistem sudah terintegrasi dengan sistem bandara. "Waktu itu, kami (AP I, AP II, Garuda) berkumpul dan berbicara bagaimana bisa bersinergi dan muncullah ide itu (peniadaan passenger service charge)," katanya.

Selama ini, penumpang selalu membayar PSC sekitar Rp40 ribu. Ke depan, penumpang tidak perlu lagi membayar karena sudah dimasukkan dalam harga tiket pesawat. "Yang Rp40 ribu itu bukan airport tax," tuturnya.

Tommy bersiap untuk mengintegrasikan sistem yang dimiliki bandara yang dikelola AP I dengan sistem Garuda Indonesia. Pengadaan pungutan juga membantu Garuda Indonesia untuk mencapai perusahaan penerbangan bintang lima. Selama ini, di Asia baru ada lima penerbangan yang tergolong bintang lima, antara lain Singapore Airlines, Qatar Airways, Cathay Pacific Hong Kong, dan Asiana Korea Selatan.

Lalu, bagaimana dengan maskapai lain? Jika tolak ukurnya dan indikatornya untuk mengurangi antrean penumpang, bagaimana dengan maskapai penerbangan Lion Air yang tercatat memiliki jumlah penumpang terbanyak di Indonesia? "Untuk maskapai lain, Itu kan kesepakatan antara maskapai dan pengelola bandara (AP I dan AP II) saja. Kalau sudah ada komitmen kita serahkan kepada opertor bandara dan penerbangan tersebut," jelasnya.

Penghapusan peraturan airport tax ini menurut Menteri BUMN, Dahlan iskan akan mengurangi antrean di bandara hingga 50 persen. “Apabila seorang penumpang ingin melakukan penerbangan, ada 3 tahapan antrean yang harus dilalui, yaitu scan barang, check-in, dan pembayaran passenger service charge. Berkurangnya antrean ini karena berkurangnya pos-pos antrean di bandara. Ini akan mengurangi 50 persen antrean. Jadi kan tinggal 2 antrean. Ibaratnya kalau bisa satu antrean kenapa harus dua," cetus Dahlan di Jakarta.

Menurut dia, sistem yang dipakai bandara Indonesia untuk memungut airport tax terlalu primitif. Oleh karena itu Dahlan mendukung rencana pengelola bandara untuk memasukkan biaya airport tax ke dalam harga tiket. "Terlalu primitif, tidak modern. Airport tax sama passenger service charge apa bedanya? Sekarang kan primitif sekali ya orang check-in," ujar Dahlan.


cuma dipindah di dalam harga tiket gan bukan dihapuskan selamanya, sebenarnya hanya untuk menghilangkan antrean saat mau boarding

sumber
negara laper pajak, mana mungkin dihapus

PTKP mau dinaikkan jadi 2 juta aja di acc lambat banget, padahal dijanjiin dari april tuh....
Bayar asal ada hasilnya yang ndak apa...

Bayar lebih mahal bahkan asal ada peningkatan service okaylah...

Di indo...

Udah nggak usah diceritain.

beda soeta dan changi airport tax
changi $27 = airport cakep, bersih, seperti mall
soeta 150Rb = seperti sarang mafia, TPA bantar gebang
nanti klo udh bayar airport tax nya bandara di gedein dengan sarana dan prasarana yg memadai ya pakmasyarakatnya jg hrs tertib
cuma dipindah di dalam harga tiket gan. Sama aja gan







Quote:Bosan Battery Handphone Ecek-ecek?? Ganti DSBC! Garansi Resmi 3 Bulan
short URL: http://kaskus.klitren.com/dsbc

percuma bayar airport tax
nggak memberikan kenyamanan untuk para penumpang pesawat
Quote:Original Posted By KKihhSELEM
beda soeta dan changi airport tax
changi $27 = airport cakep, bersih, seperti mall
soeta 150Rb = seperti sarang mafia, TPA bantar gebang


coba masuk liftnya gan... berasa masup wc umum
untung kaga ditarikin gopek
apa bedanya Terminal Kp. Rambutan dengan Bandara Soetta? terminal cuma Rp 200 perak tapi Soetta kenai tarif Rp 40.000. sama2 penuh sampah, calo, copet, tukang hipnotis.
Jarang naek pesawat, Gan
bohongi aja terus masyarakat indonesia ini...ga papa..kan emang bodoh-bodoh kita2 orang....
minta ja ke maskapai penerbangan...
biar mereka yang bayar.....

orang kadang juga datang cuma masukin barang ke X-ray, lapor tiket trus ke ruang tunggu langsung naik pesawat...

plg banter 20 menit.... kecuali di bandara disediain tempat istirahat gratis sich kaga masalah bayar segitu....
Quote:Original Posted By khi7mg
Airport Tax Dihapuskan

cuma dipindah di dalam harga tiket gan bukan dihapuskan selamanya, sebenarnya hanya untuk menghilangkan antrean saat mau boarding

sumber


jwkwkwkwkw
cumu untuk ngurangi antrean
kacau dahhhh
sama aja...beda sampul doang
antrian gara" bayar airport tax?

antrian panjang gara" sibuk bayar airport tax apa gara" proses timbang barang yg bertroli".....

-klo perlu hapus scan di depan, cukup sekali scan aja....di beberapa bandara eropa gak ada tuh scan di depan/di pintu masuk....biar penuh sesak depan meja check in

-self check in terapin juga....plus minusnya embuh
Hanya menyelesaikan masalah antrian. Bukan masalah pelayanan keseluruhan bandara soetta, yg mirip terminal bus kp rambutan+pulogadung.
sebenernya itu airport tax apa passenger service charge sih?

kalo tax kan yg mungut harusnya dirjen pajak
dipindahin doang
pajaknya aja gede.... fasilitas, keamanan & kenyamanan bandara NOL BESAR. :






21-12-2012Asiikk...! Airport Tax dihapuskan, tapi..........
dibandara emang dapet servisan apaan yah
paling aer putih doang yah
charge nya sampe segitu gede 2
kita bayar airport tax mahal2..tp timbal balik ke kitanya sebagai pengguna bandara apa yah, kenyamanan boro-boro deh, nungguin bagasi keluar aja bisa sampe 2 jam, mana panasnya yg ga ktulungan..haduh
×