alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014889688/travelista-kota-kinabalu-kota-di-bawah-angin
[Travelista] Kota Kinabalu, Kota di Bawah Angin
[Travelista] Kota Kinabalu, Kota di Bawah Angin

[Travelista] Kota Kinabalu, Kota di Bawah Angin

Spoiler for thx......TR Kedua:


Prolog

Keterangan: apabila Anda penggemar penerbangan sipil, Anda bisa meng-klik link di indoflyer ini untuk membaca versi lengkap dari thread yang saya buat ini.

OK, para juragan travelista, field report ini sebenarnya merupakan bagian dari tugas kerja saya ke Kota Kinabalu. Nah, di waktu senggang antara kerja inilah saya mencoba menjelajahi landmark-landmark kota dan beberapa aktraksinya yang cukup indah ini.

Hayo siapa yang sudah pernah dengar mengenai Kota Kinabalu? Kalau saya sih sudah tahu, cuma tahun nama sih. Ya bukannya sombong tetapi karena saya memang agak maniak geografi sejak SD. Sebelum saya ditugaskan selama beberapa hari ke Kota Kinabalu (disingkat KK saja supaya simple), teman baik saya bertanya, “kamu bakal tugas ke mana nih, cuy, bulan ini?”. Ketika saya menjawab, “Kota Kinabalu”, teman saya ini malah bingung, walaupun saya bilang kota ini ada di Sabah, dan ternyata dia juga masih belum mudeng. Akhirnya ketika saya bilang kota ini ada di Malaysia Timur, dia baru agak nyambung.

Jujur, ekpektasi saya ketika ditugaskan ke kota ini lumayan tinggi, karena kota ini terletak di Malaysia yang konon maju itu. Ya kira-kira saya membandingkannya dengan setidaknya Kuala Lumpur, tapi letaknya di pantai. Kira-kira itu bayangan saya ketika belum berangkat. Berdasarkan informasi-informasi yang saya peroleh, kota ini juga punya beberapa aspek unik yang membedakannya dengan kota-kota di semenanjung Malaya di bagian lain negaranya.

Sekelumit Sejarah

Kota Kinabalu didirikan pada awal abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Inggris, sebagai kota utama dan pusat pemerintahan. Pada awalnya kota ini diberi nama Jesselton. Pada awalnya, kota ini hanya berukuran kecil yakni di pusat kota sekarang, Bandaraya, yang terletak di dataran sempit antara Bukit Bendera (Signal Hill) dan Laut Cina Selatan. Namun, seiring perkembangannya, Kota Kinabalu mengembang ke segala arah dan mencakup area yang lumayan luas.

Pada tahun 1942, kota ini diserang oleh Tentara Kekaisaran Jepang karena merupakan pangkalan penting tentara Inggris di Kalimantan. Karena saat itu tentara Inggris dan sekutunya tersebar terlalu sedikit di Kalimantan Utara, mereka pun dikalahkan dengan mudah, terutama ketika tidak adanya bantuan dari laut dan udara. Sisa-sisa pasukan Inggris dan Sabah yang tersisa mengundurkan diri ke hutan dan menjadi gerilyawan. Jesselton sendiri hancur lebur menjadi puing-puing selama 3 tahun Perang Pasifik.

Ketika tentara Jepang bertekuk lutut pada tahun 1945 dan tentaranya ditarik pulang ke negeri asalnya, Inggris pun kembali bercokol di Jesselton. Namun, karena kota itu sendiri dalam kondisi luluh lantak, pemerintahan dipindahkan ke Sandakan yang terletak di sebelah utara. Hal ini yang menyebabkan hanya sedikit bangunan kolonial Inggris di Kota Kinabalu. Hanya baru ketika Malaysia diberi kemerdekaan, ibukota Sabah dipindahkan kembali ke Jesselton yang sudah berubah nama menjadi Kota Kinabalu.

Pada tahun 2000, Kota Kinabalu diberikan status kota oleh pemerintah federal Malaysia. Hal ini menyebabkan pertumbuhan penduduk yang sangat signifikan (dari 100.000 jiwa menjadi hampir 1 juta, kota terpadat di kedua seluruh pulau Kalimantan) dan boom ekonomi terutama di bidang pariwisata, karena letaknya yang menjadikannya titik awal perjalanan di Sabah dan Kalimantan Utara. Kota Kinabalu sendiri tidak menjadi tempat kunjungan wisata utama, karena kebanyakan turis hanya transit untuk mengunjungi Gunung Kinabalu, Taman Nasional Tuanku Abdul Rahman, dan Kepulauan Spratly yang sampai saat ini menjadi sengketa antara Malaysia, Republik Rakyat Tiongkok, Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Sebuah polling yang diadakan tidak lama ini terhadap penduduk Malaysia menyatakan bahwa Kota Kinabalu merupakan kota terfavorit [1].

Oh iya hampir lupa, Kota Kinabalu dijuluki “Kota di Bawah Angin” karena anginnya yang sangat kuat, karena terletak di antara laut dan pegunungan.
Lantas, Bagaimana Saya Bisa ke Kota Kinabalu?

Saya menempuh perjalanan ke Kota Kinabalu menggunakan penerbangan Air Asia direct Jakarta – KK (kode IATA bandara BKI). Penerbangan ini memiliki jadwal setiap hari pukul 8 malam dan ditempuh selama 3 jam. Sejauh ini, hanya inilah satu-satunya rute langsung menuju KK dari Indonesia. Apabila harganya mahal, Anda juga bisa mengecek rute perjalanan CGK-KUL-BKI menggunakan Air Asia. Bagi Anda yang punya budget lebih, Anda bisa membeli tiket Royal Brunei Airlines (via Bandar Seri Begawan) dan Malaysia Airlines (via KLIA). Bagi opsi terakhir ini, harga tiket CGK-KUL menjadi masalah karena memang mahal sekali (2,5 juta one way), namun apabila Anda mau mengecek harga tiket untuk penerbangan paling awal dan tengah malam untuk leg KUL-BKI, bisa mendapatkan harga yang murah sekali.

Bandara Internasional Kota Kinabalu merupakan bandara terpenting kedua di Malaysia dan menjadi hub Air Asia. Bandara ini sebenarnya lumayan modern dan punya 2 terminal yang letaknya berjauhan. Namun, transportasi antarterminalnya mahal luar biasa (pakai taksi bisa habis 200 ribu rupiah).
Setelah penerbangan saya mendarat di KKIA melalui Terminal 2 (yang khusus untuk LCC), saya pun segera menuju hotel yang sudah saya booking di dekat tempat saya kerja selama 5 hari ke depan. Namun, harga taksi di Kota Kinabalu luar biasa mahal, untuk jarak 2 km dari KKIA Terminal 2 menuju hotel, memakan biaya 35 RM (115 ribu rupiah).

Spoiler for 1:


Transportasi di dalam Kota Kinabalu

Mengejutkannya, transportasi di dalam Kota Kinabalu sendiri tidak sebaik yang saya bayangkan. Memang ada hotel yang punya shuttle service menuju tempat-tempat tertentu di kota, misalnya bandara atau Bandaraya (pusat kota), tetapi biayanya mahal (30 RM) dan tidak setiap saat ada. Transportasi rakyat di sini adalah menggunakan bus umum dan angkot, yang keduanya disebut bas.
Bus digunakan untuk rute-rute tertentu dan angkot digunakan untuk rute yang lebih jarang penumpangnya. Bas ini hampir semuanya merupakan kendaraan tahun lama yang kondisinya tidak terlalu bagus lagi, bahkan karatan. Pelayanannya pun juga kurang memuaskan, bahkan kalah dengan transportasi umum banyak kota di Indonesia. Bas tidak akan beringsut dari posisinya apabila penunpangnya belum penuh dan lebih parahnya jumlahnya sedikit dan jarang, serta tidak ada halte untuk berteduh ketika menunggunya. Untuk beberapa rute, tidak jarang Anda akan menunggu hampir 1 jam sampai bas-nya berangkat menuju tujuan. Untuk pusat kota, semua bas ini terpusat di Terminal Wawasan, yang terletak di selatan Bandar Raya. Semua bas ini beroperasi dari jam 6 pagi sampai 6 sore.

Spoiler for bas:


Adapula bus yang lebih modern, yakni City Bus yang hanya melayani Bandar Raya saja. Biaya naik bas di Kota Kinabalu berkisar dari 0,5 RM (City Bus) sampai 2 RM (trayek jauh misalnya ke pinggir kota)

Spoiler for cb:


Bagaimana kalau berjalan kaki? Wah, hal ini lebih parah lagi karena kota ini tidak pedestrian-friendly. Seperti kota di Indonesia, beberapa jalan tidak memiliki trotoar yang memadai dan sedikit shelter untuk berteduh dari iklim laut Laut CIna Selatan yang panas.

Sebagai pendahuluan, ada baiknya Anda menyimak peta di bawah ini, yakni tempat-tempat yang saya kunjungi selama 5 hari di Kota Kinabalu.

Spoiler for peta aku peta aku peta:

Landmark dan Keindahan Alam Kota Kinabalu

Seperti yang sudah dijelaskan, apabila Anda ke kota ini untuk melakukan napak tilas kekuasaan Inggris di Kalimantan, Anda salah tempat. Kebanyakan landmark “lama” yang ada merupakan bangunan yang dibangun setelah Perang Dunia Kedua. Namun, masih ada atraksi yang membuat kota ini worth visiting.

1. Bandaraya

Bandaraya merupakan pusat kota Kinabalu, dan pusat ekonomi utama di kota ini. Bandaraya terletak di dataran sempit antara laut dan Signal Hill. Di pusat kota ini terdapat beberapa tempat yang dapat dikunjungi, misalnya Jalan Gaya yang merupakan Chinatown a la Kota Kinabalu dan bangunan bergaya kolonial yang sekarang ditempati oleh Dinas Kepariwisataan Sabah. Tempat yang terakhir ini merupakan Tourist Information Centre di sini.

Apabila Anda penggemar mall, Anda bisa mengunjungi Suria Sabah yang pada saat saya mengunjungi Kota Kinabalu belum lama didirikan, namun saya tidak masuk ke dalamnya karena saya bukan penggemar mall.
How to get there: jalan kaki, naik City Bus

Spoiler for br:


Spoiler for br:


2. Signal Hill

Jujur saja, tempat ini lumayan susah dicari, padahal letaknya dekat sekali dengan Bandar Raya. Hal ini disebabkan tidak adanya penunjuk jalan yang bisa membantu turis. Untungnya saya mengambil peta sederhana Kota Kinabalu ketika meninggalkan bandara, sehingga pada akhirnya dapat menemukan tempat ini.
Untuk menuju Signal Hill Observatory, Anda dapat berjalan ke arah timur dan mencari tanda yang menunjukkan tangga ke atas bukit dan menuju puncaknya. Perjalanan jalan kaki menggunakan tangga melewati hutan ini lumayan melelahkan, jadi persiapkan fisik Anda. Namun, ketika di atas, Anda dapat melihat pusat Kota Kinabalu dari ketinggian. Sayangnya, keberadaan gedung-gedung baru menghalang pemandangan ke arah laut dan Pulau Gaya yang terletak persis di depan Waterfront KK.
Waktu buka: setiap hari
Biaya: gratis
How to get there: jalan kaki dari Bandar Raya


Spoiler for sh:


Spoiler for sh:


3. Atkinson Clock Tower

Landmark ini juga lumayan susah dicari, tetapi dapat ditemukan dengan berjalan ke arah selatan dari Signal Hill. Menara Jam yang masih dapat berfungsi ini dibangun tahun 1902 untuk mengenang jasa pemimpin kota pertama yang bernama Francis Atkinson, yang meninggal pada usia 28 tahun akibat malaria.
Waktu buka: setiap hari
Biaya: gratis
How to get there: jalan kaki dari Bandar Raya


Spoiler for act:

kota angin... bisa" masuk angin dong emoticon-Bingung
4. KK Waterfront

KK Waterfront merupakan tempat kongkow anak muda Kota Kinabalu, karena banyaknya tempat makan dan minum di pinggirnya. Ada bermacam-macam tempat makan di sini, dari yang kelas budget sampai hidangan internasional yang mewah nan mahal. Pemandangan langsung ke Pulau Gaya yang masih asri dan matahari terbenam dapat dinikmati sambil menikmati kuliner lokal berupa makanan laut.

How to get there: jalan kaki, City Bus turun di Waterfront/ Pasar Filipino/ Pasar Induk

Spoiler for kkw:


5. Sutera Harbour

Sutera Harbour sebenarnya dikelola oleh Hotel Sutera Harbour, namun orang umum juga dapat mengunjungi tempat ini dengan gratis. Pelabuhan kecil di Sutera Harbour ini merupakan tempat yang populer untuk menempuh perjalanan menuju Taman Nasional Tuanku Abdul Rahman yang terdiri dari lima pulau , yakni Pulau Gaya, Sapi, Manukan, Mamutik, dan Sulug. Biaya naik perahu speedboat menuju setiap pulau adalah 55 RM

How to get there: naik bas jurusan Tanjung Aru/Pantai Tanjung Aru, turun di simpang depan Sutera Harbour dan jalan masuk ke dalam

Spoiler for shr:


6. Pantai Tanjung Aru

Pantai Tanjung Aru terletak di selatan kota, tepatnya di dekat Terminal 2 KKIA. Pantai ini memanjang 4 kilometer dan memiliki ujung di dekat runway KKIA. Pantai ini merupakan tempat liburan favorit penduduk Kota Kinabalu. Selain itu, Anda juga dapat menikmati seafood segar di pinggir pantai ini, yang pada umumnya murah (satu porsi 5 RM belum termasuk minum). Uniknya, saya bertemu dengan seorang Jawa asal Banyumas yang sudah lama tinggal di sini dan membuka salah satu dari restoran seafood ini!

How to get there: naik bas PANTAI Tanjung Aru (hati-hati karena ada Bas KAMPUNG Tanjung Aru yang bentuk dan warnanya sama persis! Saya bahkan sempat kesasar karena salah naik bas ini), turun di pantai

Spoiler for ppp:


7. Pasar Filipino

Nggak afdol dong kalau pulang tanpa oleh-oleh. Nah kalau Singapura punya Chinatown dan Bugis Street, Kota Kinabalu punya Pasar Filipino. Pasar ini merupakan tempat pusat souvenir. Anda dapat membeli buah tangan, dari gantungan kunci, kaus, kerang, tas, sampai oleh-oleh makanan dan patung. Letaknya di dekat Waterfront dan Pasar Induk. Di antara tempat-tempat penjualan souvenir di Kota Kinabalu, di sinilah yang paling murah. Lebih baik lagi apabila Anda menawar pertamanya setengah harga, dan penjualnya akan menyetujuinya.

Pasar ini diberi nama demikian karena didirikan oleh migran Filipina pada awal abad yang lalu

Range harga: gantungan kunci 1,5-2 RM, T-shirt 15 RM, tempelan magnet 2 RM (semua ini tawaran nilai terkecil yang saya coba dan berhasil). Untuk tempat jual T-shirt terbaik dan murah ada di pojok kiri-selatan pasar ini, hampir keluar ke arah tempat makan.

Jam buka: jam 7 pagi-8 atau 9 malam, setiap hari
How to get there: naik City Bus atau jalan saja


Spoiler for pf:



Keterangan: how to get there ini berbasis dari Terminal Wawasan kecuali untuk lokasi di dekat Bandaraya

Sebenarnya masih ada tempat lain di Kota Kinabalu yang belum sempat saya kunjungi, misalnya:

  1. Museum Sabah, terletak dekat Masjid Negeri Sabah di Jalan Sembulan, namun biaya masuknya mahal (45 RM untuk turis asing)
  2. The Green Connection Aquarium
  3. Pantai Likas, kata penduduk lokal yang saya temui masih kalah disbanding Pantai Tanjung Aru
  4. Stasiun Kereta Kota Kinabalu, lebih cenderung menjadi landmark bersejarah daripada tempat transportasi, karena rutenya cuma satu dan hanya 40 km ke luar kota saja


Spoiler for sisanya:




Bonus:
Kunjungan singkat ke Universiti Malaysia Sabah, yang didirikan tahun 1994 dan terletak di utara kota. Walaupun tergolong baru, kampusnya lumayan rapi dan besar. Saat ini perguruan tinggi ini merupakan perguruan tinggi terbaik di Malaysia Timur

Spoiler for foto ums:

Akomodasi:

Penginapan:
1. Budget dan Medium :
a. Akinabalu Youth Hostel, Jalan Gaya
b. Borneo Adventure Center and Lodge, letaknya rada di luar kota
c. Borneo Backpackers, di Bandar Raya
d. Hamin Lodge, juga di tengah kota
e. Hotel Holiday, idem
f. Megah D’Aru Hotel, di Kampung Tanjung Aru, dekat pantai Tanjung Aru
g. Tune Hotels Kota Kinabalu, letaknya di pinggir kota dekat mall 1 Borneo dan UMS
h. Hotel Yaho, Jalan Sembulan. Nah ini dia hotel yang saya tinggal di Kota Kinabalu selama 5 hari. Biaya 120 RM untuk twin bed, free wifi, air panas/dingin, kamar mandi pribadi

Spoiler for hotelnya:


2. Mewah
a. Sutera Harbour Resort
b. Shangri-La Tanjung Aru Resort, pantai Tanjung Aru
c. Jesselton Hotel, jalan Gaya
d. Dan masih banyak lagi, karena sepertinya Kota Kinabalu ini lebih banyak dikunjungi turis berkantong tebal dari Brunei dan Singapura

Makan dan Minum:
1. Budget:
a. Pasar Sembulan, Cuma buka sore dan malam hari, jual seafood bakar dan jus buah yang maknyus. Tempatnya kecil sih tapi letaknya dekat hotel yang saya inapi
b. KK Waterfront, mirip dengan Pasar Sembulan
c. Beberapa food court di Bandaraya, bahkan ada yang jual makanan Indonesia seperti ayam penyet atau bakso
d. Kopitiam yang tersebar di mana-mana
2. Mewah
a. Beberapa restoran di KK Waterfront
b. Makanan Barat dan Jepang, kebanyakan di Bandar Raya

Spoiler for makanmakan:


Spoiler for makanmakan:


Tips:
  1. Cara menyeberang di Kota Kinabalu sama seperti di sini, yaitu menerobos jalan, karena tidak ada zebra cross. Namun hati-hati karena kendaraan di kota ini pada umumnya ngebut
  2. Pakai topi dan sunblock jika Anda ingin berkeliling a la backpacker
  3. Jangan malu bertanya, misalnya di Terminal Wawasan. Rute bas yang ada lumayan membingungkan, tetapi orang di terminal yang sederhana dan rada semrawut ini bakal membantu Anda dengan rela hati. Kalau di tempat lain, misalnya di Bandar Raya, Anda dapat bertanya kepada Polis atau anggota RELA apabila Anda tersesat
  4. Ambil peta di bandara ketika Anda baru menyelesaikan urusan Kastam atau Imigrasi. Peta gratis ini bakal sangat berguna di sini
  5. Kota Kinabalu lebih aman daripada kebanyakan kota di Indonesia, tapi tetap saja hati-hati berjalan malam hari
  6. Anda akan bertemu dengan banyak backpacker atau turis dari seluruh dunia di sini, jadi jangan sungkan untuk berkenalan dan akrab dengan mereka. Saya bertemu dan akrab dengan seorang turis dari Jepang yang sedang pergi keliling dunia secara budget ketika menunggu di Terminal Wawasan dan ngobrol akrab, sayangnya saat itu ia sedang berencana mengambil penerbangan ke Clark (Filipina) sehinggai kami hanya bertukaran email saja.
  7. Siapkan sepatu yang bagus dan nyaman karena Anda akan banyak berjalan kaki di sini

Epilog

Setelah kerjaan saya beres, langsung saja saya pulang naik penerbangan Air Asia BKI-CGK, yang take-off-nya pukul 5 sore, tetapi delay 1 jam, dan tiba dengan selamat di negeri tercinta pukul 8 sorenya

Spoiler for pulang:


Emang agak sedikit di bawah ekspektasi, tetapi tetap pengalaman yang menyenangkan. There’s still a load of rooms for improvement di Kota Kinabalu, misalnya transportasi umumnya. Namun setelah ditimbang-timbang lagi, masih banyak kota dan tempat di Indonesia yang lebih bagus dan bisa jadi magnet turis seperti Bali atau Phuket



komen (asal nggak nyampah emoticon-Hammer (S)), saran, atau bahkan kritik ditunggu emoticon-Embarrassment


Sumber Pustaka

http://wikitravel.org/en/Kota_Kinabalu, diakses 11 Juni 2012 pukul 21.00 WIB
[1] http://www.tripwolf.com/en/guide/lis...group=2&type=7 diakses 11 Juni 2012, pukul 20.12 WIB
komen dari agan-agan emoticon-Big Grin

Spoiler for 1:


Spoiler for 2:


Spoiler for 3:


Spoiler for 4:


Spoiler for 5:


Spoiler for 6:


Spoiler for 7:


Spoiler for 9:


Spoiler for 10:


Spoiler for 11:


Spoiler for 12:


Spoiler for 13:


Spoiler for 14:


emoticon-Angkat Beer keren gan,,,,,,, emoticon-Bingung emoticon-Big Grin
Mejeng dulu gan sambil menyimak , bahasannya cukup panjang emoticon-Angkat Beer
[Travelista] Kota Kinabalu, Kota di Bawah Angin
emoticon-Genit: nyamm... emoticon-Genit:
wah gile lu tong, udah ngebikin FR lagi emoticon-Big Grin

overall, good as usual emoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By rambaka
emoticon-Angkat Beer keren gan,,,,,,, emoticon-Bingung emoticon-Big Grin


thx gan emoticon-shakehand

Quote:Original Posted By YoonAddict4ever
Mejeng dulu gan sambil menyimak , bahasannya cukup panjang emoticon-Angkat Beer

sok atuh mangga dibaca gan emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By SyuKroN
[Travelista] Kota Kinabalu, Kota di Bawah Angin
emoticon-Genit: nyamm... emoticon-Genit:

emang mantep nih sup, bisa nambah lagi (itu konsumsi kerja ane pas di sana sih bukan beli emoticon-Big Grin)

Quote:Original Posted By bangsammy
wah gile lu tong, udah ngebikin FR lagi emoticon-Big Grin

overall, good as usual emoticon-thumbsup

widiw si bang sammy main lagi emoticon-Big Grin, thx dah. btw katanya mau bikin FR, mana nih??

Quote:Original Posted By Apeglie
kota angin... bisa" masuk angin dong emoticon-Bingung

emoticon-Hammer2 emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
wah nais TR-nya emoticon-Belo

keknya seru ke sana, tapi ga ada dokunya emoticon-Frown
Judulnya Keren gan ,, isinya juga keren gan emoticon-Angkat Beer
ini baru tret .........


emoticon-thumbsup
Quote:Original Posted By yandhi_gila'
ini baru tret .........


emoticon-thumbsup


Quote:Original Posted By .Just.The.One.
Judulnya Keren gan ,, isinya juga keren gan emoticon-Angkat Beer


thx gan emoticon-shakehand

Quote:Original Posted By keisuke.konde
wah nais TR-nya emoticon-Belo

keknya seru ke sana, tapi ga ada dokunya emoticon-Frown

makanya kumpulin doku gan, ngirit2 sama hemat biar ada duid buat travelling emoticon-Big Grin (padahal ini kan karena kerjaan emoticon-Hammer (S))
wah ke luar nagri ya....unik juga yah

btw ga main ke gunung kinabalu?
Quote:Original Posted By risolers
wah ke luar nagri ya....unik juga yah

btw ga main ke gunung kinabalu?


tadinya mau sih, tapi berhubung waktunya rada mepet jadinya batal dah

mudah2an kl dapat kesempatan lagi ke sono mau ke tuh gunung sama ke TAR park