Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014663164/kisah-pengumpul-puzzle-jenazah-korban-sukhoi
Kisah Pengumpul ‘Puzzle’ Jenazah Korban Sukhoi
Ada banyak kisah yang tercecer dari evakuasi dan identifikasi korban pesawat Sukhoi Superjet 100. Salah satunya adalah kisah tiga antropolog forensic yang dilibatkan dalam identifikasi jenazah. Berikut kisah kerepotan mereka mengidentifikasi jenazah korban.

Berawal dari facsimile yang diterima Sekretaris Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi Universitas Gadjah Mada, Rusyad Adi Suriyanto, Jumat 10 Mei 2012 lalu. Pengirimnya adalah Direktur Eksekutif Komite Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia, Anton Castilani.

Anton minta Rusyad dan koleganya ke Jakarta membantu identifikasi jenazah korban Shukoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak sehari sebelumnya. Selain Rusyad, ada Etty Indriati, Kepala Laboratorium Bioantropologi dan Paleoantropologi UGM dan Lektor Kepala di Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga, Toetik Koesbardiati.

Etty dan Toetik, senior Rusyad. Ikut serta pula Delta Bayu Murti. Mereka bantingan ongkos, berangkat ke Jakarta. Dan langsung ke RS Polri, Kramat Jati.

Di ruang jenazah, mereka terkesiap. Tak menyangka, kondisi jenazah hancur berkeping-keping. "Tidak ada jenazah yang utuh. Hangus, tercerai berai," katanya. Satu kantong jenazah yang dibawa sukarelawan bisa berisi enam individu. Ada potongan kaki, rangka kepala yang tidak utuh, dan gigi bertebaran.

Ada jenazah yang masih memiliki badan, tetapi kepala, tangan, dan kakinya terpisah. Kondisinya begitu mengenaskan. "Jenazah korban sudah dimakan belatung," katanya. Medan yang berat, cuaca tak menentu, membuat jasad rusak dan dimakan belatung.

Ekspresi Rusyad begitu datar. "Nggak ada rasa takut atau jijik karena kami sadar mereka sesama kami," ujarnya. Lagi pula, ketakutan terhadap orang mati menurut dia tidak beralasan. "Mereka yang mati sudah selesai aktivitasnya," katanya. Tidak ada yang menakutkan dari orang mati, justru orang hidup yang menakutkan."

Kondisi tubuh hancur membuat identifikasi korban Shukoi menguras energi tim DVI Indonesi "Ini (Shukoi) terberat," katanya. "Peristiwa pemboman sekalipun tidak serumit ini."

Masuk Tim DVI, mereka dibagi enam kelompok. Tiap kelompok menerima satu atau dua kantong mayat. Isi kantong ditebar di meja dan dicermati oleh tim gabungan forensik polisi dan militer, kedokteran forensik, patologi forensik, dan odontologi forensik. "Kami seperti bermain puzzle yang harus dipecahkan," kata Rusyad. “Tugasnya mengembalikan jenazah ke keluarga dengan sempurna.

Tugas pun tak sekedar mengecek DNA. Tapi mengamati potonan tubuh, termasuk membersihkan belatung. Pun juga tanah dan lumpur yang menyatu dengan kerangka tulang tubuh korban.

Dari rekam gigi, banyak korban yang sudah bisa diidentifikasi lebih cepat dari waktu yang dijanjikan tim DVI. "Ini bisa jadi pengalaman kita semua bahwa rekam gigi itu sangat diperlukan untuk pengidentifikasian," ujar Rusyad. Ada puluhan orang yang menunjukkan rekam gigi, sehingga "puzzle" para jenazah makin terang benderang.



SUMBERR




saluuut ih sama prof Etty dkk
Komen apa yaa....

Kerja keras tim forensik memang harus diakui... tapi menggambarkan kondisi jenazah seperti itu bisa mengusik perasaan keluarga korban jika mereka membaca berita ini
wew...uda tercerai berai ya gan...

saya turut berduka cita buat keluarga korban
Salut dah buat seluruh pihak yang membantu jalannya proses identifikasi..... Kalau saya liat darah aja dah serem,apalagi kalau disuruh liat potongan tubuh.
wah, rekam gigi jadi faktor yang menentukan di kasus seperti ini ternyata, padahal bayak orang enggan untuk ke dokter gigi
Keren keren dah kLau kek gini..
Bertindak semaksimal mungkin dengan kemampuan yang dimiLiki..
Sungguh luar biasa kerja kerasnya...








turut berduka untuk keluarga korban yang ditinggalkan

salut sama tim forensik yang udah bekerja keras,
maaf ne gan bukannya apa
seharusnya kl ud urusan begini jgn diumbar keluar biarlah itu menjadi pengalaman pribadi tanpa harus dipublish..
kasihan para keluarga korban gan...
gila pasti ane gak sanggup tuh klao ada diruang itu..secara udah kaya pasar daging tuh..salut buat sukarelawan, tim DVI dan semua orang yang membantu dari mulai pencarian hingga jenazah tiba di keluarganya masing masing..
semoga amal dan ibadahnya diterima oleh ALLAH SWT. AMIN.
duh gan, isi beritanya berbau DP. Terlalu gimana gitu bahasanya. Diperhalus dikit.
Quote:Original Posted By niapra

....
Ekspresi Rusyad begitu datar. "Nggak ada rasa takut atau jijik karena kami sadar mereka sesama kami," ujarnya. Lagi pula, ketakutan terhadap orang mati menurut dia tidak beralasan. "Mereka yang mati sudah selesai aktivitasnya," katanya. Tidak ada yang menakutkan dari orang mati, justru orang hidup yang menakutkan."
....


yang ane bold, maknanya sangat dalam
masih ada kah thread beginian? ngga usah di umbar2 begini lah gannn
Luar biasa kerja tim DVI....satuhal yang perlu digaris bawahi.........

REKAM GIGI perlu..........
applause aja deh buat team yg bekerja dengan maksimal... :
pesawat yang body rangkanya besi kokoh semua hancur berkeping2 apalagi para korban .gak kebayang dahsyatnya ni kecelakaan .salut buat tim forensik ,kerjanya maksimal dan cepet banget
Quote:"Tidak ada yang menakutkan dari orang mati, justru orang hidup yang menakutkan."

mantap ini ..... makanya mereka bernai ngulik2 ya.
Baca aja ane mual gan,ngak kebayang deh kalau kerja kayak gitu
buset
ngeri amat gan
bayanginya aja ane jadi merinding
semoga amal kebaikan mereka diterima disisi Allah SWT
bener2 tugas berat,,,

semoga kluarga korban diberi ketabhan menerima jenazah korban yg tdk sempurna lagi
Quote:Original Posted By Steib
Komen apa yaa....

Kerja keras tim forensik memang harus diakui... tapi menggambarkan kondisi jenazah seperti itu bisa mengusik perasaan keluarga korban jika mereka membaca berita ini


tapi emang begitu gan kondisinya, ane rasa keluarga juga udah maklum...