alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014615158/miris-pengemis-terkaya-di-indonesia-mampu-beli-mobil-6-9-juta-per-bulan-gajinye
[Miris] Pengemis Terkaya Di Indonesia, Mampu Beli Mobil? 6-9 juta per bulan gajinye
[Miris] Pengemis Terkaya Di Indonesia, Mampu Beli Mobil? 6-9 juta per bulan gajinye

Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah.

Berikut kisah hidupnya. Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini.

Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya. Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong. Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta. Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi.

Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang. Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

*** Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ”orang mampu”. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar. Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ”Yang penting halal,” (wtf! : TS) ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI. Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ”Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,” ungkapnya. Karena mengemis di Bangkalan kurang ”menjanjikan”, awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah. Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ”bakat” Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat. Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman.

Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ”Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,” ungkapnya bangga. Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun.

Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ”Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),” tegasnya. Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ”Kami berpencar kalau mengemis,” jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

*** Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ”ilmu” dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ”Pokoknya sudah enak,” katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ”Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,” kenangnya. Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis.

Dia mulai mengumpulkan anak buah. Cerita tentang ”keberhasilan” Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ”Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,” ujarnya enteng. Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik.

Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ”Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,” tegasnya. Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ”pos khusus”, Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan. Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri. Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya.

Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan…

*** Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari. Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut.

Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan. Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ”Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,” ucapnya. Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah.

Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ”Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,” katanya. Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ”Saya ingin naik haji,” ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2013 nanti…

Quote:PANTESAN YANG NGEMIS DI LAMPUMERAH PAS MAU MASUK TOL DI DEKET RUMAH GW DIA DIA AJE.... emoticon-Blue Guy Bata (S) ternyata gaji pengemis pada gede toh emoticon-Hammer

komentar kaskuser yang baik :

Quote:Original Posted By kugutsuculun
Waduuhh... ngemis udah jadi profesi dia yah..
mungkin suatu saat nanti ada jurusan kuliah perngemisan supaya bisa mengelola anak buahnya dengan baik. emoticon-Ngakak



Quote:Original Posted By putrosantoso
ane paling benci liat pengemis, bagi ane mereka tuh pemalas!!! ane lebih respek ma penjual koran, makanan kecil/rokok....even liat pengemis kecil pun ane hilangkan jauh2 tuh rasa kasian ane!!! buat ane mereka ini lah yg bikin bangsa ini makin kliatan hina di mata negara2 maju!!!

dan agama, kadang mereka ngemis pake atribut agama emoticon-Hammer padahal solat juga pada enggak! emoticon-fuck

Quote:Original Posted By d7arwo
segera laksanakan aja gan....emoticon-Ngakak

keren nih pengemis manage duid ngemisnya bisa beli c-RV.... ayo jangan kalah sama pengemis... emoticon-Ngakak (S)

asal jgn ngemis juga gan emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By dark.kyva
Jadi pengemis kok bangga emoticon-Cape deeehh

Begini nih mental orang indo emoticon-Cape d...


ini adalah mental orang kismin aka miskin dan tidak perpendidikan. masih banyak orang indonesia yang mau berusaha keras, liat petani, buruh kasar yang dari kampung datang ke jakarta, OB di kantor atau cleaning service yang bersihin WC and manymore.

semoga ini bisa jadi pembelajaran dan cerita ini tidak patut ditiru. juga jangan pernah bilang ini sifat indon, or apa lah... ucapan seperti ini ga bagus gan. no offence emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By yudisuseno
HAHAHAHAHAAHAHAHAA emoticon-Ngakak

yang penting halal dari hongkong

badan masih sehat gamau kerja susah-susah minta2 doang, miris banget gan,

asli ngakak, ane bantu posting di twitter biar banyak view


nice job TS emoticon-Toast


emoticon-Cendol (S)


mampir or klik disini untuk mampir keblog
emoticon-Ngakak
mereka emang hebat..

tapi lebih baik tangan diatas
dari pada mengemis gan

agama pun melarang itu
repost nih kaynyaa
tpi gpp lahhh
nice inpo gan
jd lbh enakan jd pengemis ya gan bisa bli mobil hahhhaa
kalah pendapetan ane sebulan.

tapi tetep ane ga bangga punya pendapetan segitu gede klo hasil ngemis
yang penting gak korupsi gan...
halal..
Quote:Original Posted By wa2nnalisha
kalah pendapetan ane sebulan.

tapi tetep ane ga bangga punya pendapetan segitu gede klo hasil ngemis


yang penting punya ipad baru , setiap ada blackberry baru bisa beli gan emoticon-Ngakak
emang edan gan pengemis punya rumah n mobil mewah ckckck
gk ada gunanya seperti itu klo dari uang hasil minta2..
[Miris] Pengemis Terkaya Di Indonesia, Mampu Beli Mobil? 6-9 juta per bulan gajinyeMohon di buka juga gan..
Spoiler for It's Your Time:


Kaskuser yang baik selalu meninggalkan Jejak ya kan ?

=== defiwilly was here ===

emoticon-Cool
wah.....
gile bnr ni org emoticon-Cape d... (S)
penghasilan ngemis aja sampe gtu,
punya cabang dimana aja sdh ni org emoticon-Blue Guy Smile (S)
Quote:Original Posted By globalized
emang edan gan pengemis punya rumah n mobil mewah ckckck


gaul
Quote:Original Posted By adiered
wah.....
gile bnr ni org emoticon-Cape d... (S)
penghasilan ngemis aja sampe gtu,
punya cabang dimana aja sdh ni org emoticon-Blue Guy Smile (S)


mungkin ada sistem Francise gan emoticon-Ngakak
HAHAHAHAHAAHAHAHAA emoticon-Ngakak

yang penting halal dari hongkong

badan masih sehat gamau kerja susah-susah minta2 doang, miris banget gan,

asli ngakak, ane bantu posting di twitter biar banyak view


nice job TS emoticon-Toast
busyet, kalah dong gue gajinya ama pengemis,..
hadew...
emoticon-Ngakak
mau pendapatan mrka brpa ke' tetep aja ngemis.pkrjaan hina dimata agama apalagi klo msh mampu krja.ane bngga sma penghsln ane wlwpn jauh dibawah mrka.

warning!!!lihat2 dulu klo mw ngasih pengemis.mrka ada krna kita.mrka males krna kita yg manjain mrka.
Jadi pengemis kok bangga emoticon-Cape deeehh

Begini nih mental orang indo emoticon-Cape d...
Quote:Original Posted By yudisuseno
HAHAHAHAHAAHAHAHAA emoticon-Ngakak

yang penting halal dari hongkong

badan masih sehat gamau kerja susah-susah minta2 doang, miris banget gan,

asli ngakak, ane bantu posting di twitter biar banyak view


nice job TS emoticon-Toast


makasih gan.. maaf nih blom bisa kasih cendol emoticon-Malu
keliatane memang udah budaya yaaa....emoticon-Hammer2
emoticon-Matabelo waw..........rasa pengen kaya sudah menutupi rasa malunya emoticon-Cape d... segala jalna pun di tempuh.hm......................
Spoiler for 1:



wahh,.. keren gan,..
emoticon-Repostemoticon-Repost