Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000014209371/12-calon-pastor-quotnyantriquot-di-tebu-ireng
12 Calon Pastor "Nyantri" di Tebu Ireng
Quote:Senin, 30/04/2012 | 09:48 WIB

Salah satu wujud penghargaan terhadap perbedaan yang akhir-akhir ini mudah sekali dikobarkan kebencian di antaranya.

12 Calon Pastor "Nyantri" di Tebu Ireng

JOMBANG – Dua belas orang Calon Pastur (Capas) dari beberapa negara di Asia Tenggara belajar di Ponpes Tebu Ireng. Mereka belajar di Ponpes yang diasuh oleh KH Sholahhudin Wahid itu, selama 28 hari sejak Minggu (29/12).

Selama di Ponpes Tebu Ireng mereka mempelajari Islam dan Budaya yang dibangun oleh pendiri ormas terbesar NU, KH Hasyim Asyari. Para calon pastur itu sempat berbaur dengan ribuan peziarah di makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Mereka nantinya bisa merasakan dan melihat secara langsung kaum Nahdliyin bermunajat di makam mantan Presiden RI ke 4 tersebut. Kehadiran para calon Pastur yang nyantri di Tebu Ireng ini, menurut Pengasuh PP Tebuireng KH Sholahuddin Wahid (Gus Sholah), merupakan kehormatan bagi Ponpes Tebu Ireng.

Selain, di Ponpes Tebu Ireng para calon Pastur itu nantinya akan akan mengunjungi beberapa Ponpes yang ada diJombang sebagai referensi khususnya terkait NU. Selama di Jombang, mereka akan menginap di Ponpes Tebu Ireng.

Dua belas calon pastur itu diantaranya adalah Manasan Wong (Thailand) yang berasal dari Sekolah Kepasturan Atheno de Manila University Henry Ponce (Philipina). Empat orang lagi adalah Jefri Mirasol( Philipine), Mark Ivan Monjarding (Philipine), Jemeuel Tadanon (Philipine), Sigit Wibowo (Indonesia), Sr Krista (Indonesia) dan Elisa (Indonesia).

Para calon Pastur itu mengaku terkesan dengan ramahnya para santri dan warga di Jombang menerima kehadiran mereka. ”Kami juga terkesan sekali dengan banyaknya pengunjung yang berziarah ke Makam Gus Dur,” kata Mark Ivan, asal Philipine. bas


Sumber

-----------------------------------------------


ini semua tentang kebersamaan dalam perbedaan,
sama sekali tidak ada unsur pertentangan gak bermutu di sini,
sama-sama percaya pada Tuhan, meski berbeda pembahasaan
Quote:Original Posted By
Sumber

-----------------------------------------------


ini semua tentang kebersamaan dalam perbedaan,
sama sekali tidak ada unsur pertentangan gak bermutu di sini,
sama-sama percaya pada Tuhan, meski berbeda pembahasaan


sejuk dengar berita kaya gini

Gw benar - benar respect sama Alm Gus Dur
Klo NU emang toleransinya paling tinggi.

Setahu gw Prof.Philipus Hadjon (flores non-muslim guru besar hukum Unair) juga ngajar hukum di Tebu Ireng dan tidak ada masalah dengan itu.

Sedikit ralat beritanya yang dai Indonesia yang ditulis Sr itu berarti Suster
calon pastur? prater gitu. sebenarnya banyak lg para calon pastur dan biksu yg melakukan ini, gak cuma ke pesantern kadang juga ke masjid dr para pengurusnya istilahnya mereka belajar kebudayaan dan agama lain lah. Gw aja pernah nerima salah satu prater yg diskusi ttg agama dan suasananya cukup hangat, kami jd saling belajar dan gak jd saling hina kayak di forum ini.

oh ya, gw juga pernah ketemu biksu budha lg baca2 buku islam di gramedia dan memang dia bilang sih itu memang salah satu tugas belajarnya dia.
beragam itu unik, berbeda itu bukti kebesaran Yang Kuasa.
adem, dan maju pesat kalo semua elemen bangsa mau begini.
Semoga bisa jadi pilar perdamaian antar umat beragama gan
semoga Calon Pastur tsb tidak ada niat yg jelek dalam mempelajari Islam dan tetap menghargai keramahan Muslim
ane pernah di kasih dari guru agama ane nih
klo ada beberapa pastor yang belajar berbagai ajaran agama lain dengan tujuan untuk menghindari ke salah pahaman di depan nanti
mereka tau mana Islam sebenarnya
gak ky tetangga sebelah cm di penampilan doang

lanjutkan ______

Thumbs up 

Ini contoh toleransi umat beragama yang patut di contoh
yang penting jangan menjurus ke sara
maksudnya nyantri gimana ya?? koq judulnya kurang sesuai nih dengan isi berita
Lagi belajar teologi nih kayaknya
denger berita kaya gini ni yang ane demen... adem mbaca nya
wah, pastur mempelajari agama lain yah,
cara gini yang bagus, agar bisa memahami satu sama lain, tinggal logika yang membedakan.
nanti kalo baca2 buku ttg islam, malah tertarik masuk islam gmn?
... lanjutkan...agar para calon pastor juga bisa memberikan pemahaman kepada umatnya sehingga tidak mudah terpancing aroma berbau sara....
Berita adem nih demen bacanya.. Belajar menghargai perbedaan
Semoga tidak hanya tebuireng saja yang dikunjungi, mungkin kapan kapan juga mampir ke pondok ngruki sukoharjo biar wawasanya bertambah