Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013965151/majalah-detik-amuk-geng-motor-berambut-cepak
Breaking News! Info terlengkap dan terpercaya: Amuk Geng Motor Berambut Cepak
Sumber: Majalah detik

download selengkapnya: [url]http://majalah.detik..com/cb/d6addf819174e29a1b88539ec4ea68c3/2012/20120416_MajalahDetik_20.pdf[/url]


Lima petugas piket di Polsek Metro Tanjung Priok kaget bukan kepalang. Jumat dinihari,
13 April 2012, markas mereka secara tiba-tiba diserang ratusan orang yang mengendarai sepeda motor.

Ratusan pemotor itu melempari Mapolsek dengan batu kerikil. Beruntung serangan tidak lama sehingga tidak ada kerusakan yang ditimbulkan akibat
aksi itu. “Sudah! Polsek nggak ada hubungannya!” teriak salah seorang penyerang. Seketika aksi penyerangan itu pun berhenti.

Gerombolan penyerang ini diperkirakan berjumlah 200 orang. Mereka mengendarai 100 sepeda motor dengan pita kuning tersemat di lengannya.
Ciri lainnya mereka berambut cepak dan berbadan tegap. Dari Polsek, geng motor ini kemudian bergerak ke arah Pasar Warakas yang letaknya tak jauh
dari Polsek Metro Tanjung Priok.

Suara tembakan sempat terdengar saat itu. Beberapa pemuda yang nongkrong di pasar itu langsung diamuk.
“Yang jadi sasaran anakanak motor yang lagi nongkrong di situ,” ujar Kapolsek Metro Tanjung Priok Kompol Yono Suharto kepada majalah detik.
Geng motor berambut cepak ini melancarkan aksinya bukan hanya di kawasan Jakarta Utara. Wilayah Jakarta Pusat juga tidak luput dari serangan kelompok
ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, paling tidak ada tujuh titik yang jadi sasaran penyerangan di kedua wilayah itu.

Pertama, geng motor itu memulai aksinya di pintu gerbang PT DOK Bayu bahari, Jalan Industri Pelabuhan,
Tanjung Priok, Jakarta Utara pada pukul 01.30 WIB. Di lokasi itu, gerombolan berjumlah 50 orang lebih itu menganiaya 2 warga,
Zaenal Arifin (32) dan Heri Susanto(33). Mereka juga merusak mobil Toyota Rush B 72 RM.
Selanjutnya, giliran Polsek Metro Tanjung Priok yang jadi sasaran sepuluh menit kemudian. Tapi penyerangan di sini hanya berlangsung sejenak.
Mereka lalu bergerak ke Pasar Warakas yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari Polsek.

Di Pasar Warakas , Nachrowi (17) jadi sasaran kelompok itu. Ia mengalami luka tusuk pada rusuk kanan dan kiri sehingga dirawat di RS Koja.
Lalu geng motor itu menyerang sekelompok remaja di depan toko bingkai, Jalan Warakas Raya. Serangan ini menyebabkan Ramdani (20) luka sobek di
kepala dan tangan kiri. Ia kini dirawat di RS Sukmul. Tidak lama berselang mereka mengamuk di Pos Volker, Tanjung Priok. Tohirman bin Widodo (25) jadi
korban dengan luka pada mata kiri, dagu dan bibir Anggi korban tewas (atas), Zaenal korban luka (bawah) robek sehingga mendapat 18 jahitan.
Usai aksi brutal di wilayah Tanjung Priok dan sekitarnya, geng ini bergerak ke kawasan Jakarta Pusat.

Di Jakarta Pusat, geng ini menyerang sekelompok remaja di minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat. Dua orang menjadi korbannya
dengan luka bacok. Sumber di kepolisian kepada majalah detik mengatakan, ketika sampai di wilayah Jakarta Pusat, jumlah kelompok pemotor ini bertambah
menjadi sekitar 300 orang. Mereka menggunakan 150 sepeda motor. Jalur yang mereka lalui saat melakukan penyerangan ke Jakarta Pusat dimulai dari Rawamangun
menuju Matraman. Namun ketika melewati Pasar Genjing, mereka balik arah dan menyerang pemuda yang sedang nongkrong di depan Hotel Sentral.

Di lokasi itu, Anggi Darmawan dan Hendi Haryanto jadi korbannya. Anggi sempat dirawat di RS Islam Cempaka Putih tapi nyawanya tidak tertolong lagi.
Kelompok ini juga membakar 2 motor dan tiga lainnya dirusak. Sejauh ini diduga kuat para pelaku penyerangan beruntun itu adalah oknum TNI.
Menurut Kapolsek Metro Tanjung Priok, Kompol Yono Suharto, para penyerang identik dengan tentara. “Ada indikasi ke situ (tentara).
Tapi saya belum berani menyebut itu dari Angkatan Laut atau Angkatan Darat,” ujar Kompol Yono Suharto.

Dugaan ini semakin kuat setelah diketahui ada dua anggota TNI , Pratu Apm Sugeng Riyadi, anggota lembaga farmasi TNI AL (Lafial) dan Prada Akbar Fidi
Aldian dari Yonif Linud 503 Kostrad terkena luka tembak. Sumber majalah detik menyatakan kedua tentara itu merupakan pelaku penyerangan di 7-Eleven
Salemba dan membakar motor di Jl Pramuka Raya. Kedua tentara ini ditembak oleh seorang pengendara mobil Toyota Yaris yang hingga kini masih misterius.

Serangan yang diduga dilakukan kelompok tentara ini bukan kali ini saja. Sebelumnya, puluhan orang berambut cepak yang naik sepeda motor juga menyerang beberapa
pemuda di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara, 7 April 2012.
Dalam peristiwa itu tiga orang luka-luka, yakni Zainal (19), Reza (16),dan Adrian (19). Sementara Soleh (19) meninggal dunia.

Sehari kemudian aksi yang sama juga terjadi di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, 8 April 2012, dinihari. Saat itu empat orang pemuda
yang sedang nongkrong menjadi sasaran pengeroyokan. Hanya saja, dalam aksi itu para penyerang memakai tanda dengan mencoreng pipinya dengan cat warna putih.

Adanya dugaan keterlibatan tentara dalam aksi penyerangan beruntun di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, membuat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Barang bukti motor yang dibakar
massa.

Untung S. Radjab mengontak Panglima Komando Armada Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Didit Herdiawan dan Kepala Staf
TNI AL Laksamana Soeparno. “Sudah telepon KSAL, kemarin juga telepon ke Pangarmabar. Intinya kami sepakat akan tangani bersama apabila itu dari pihak tertentu,
jika dari TNI kita tindak bersama,” jelas Radjab. Bukan hanya dengan pimpinan TNI AL saja, Untung juga berkoordinasi dengan Garnisun, Pomal, dan Armabar guna mengidentifikasi pelaku.

Radjab membantah terjadi pembiaran sehingga aksi-aksi kekerasan terus terjadi. Semua aksi yang dilakukan pemotor berambut cepak itu sudah diketahui intel.
Sayangnya, Untung tidak bisa menjelaskan kenapa polisi diam. Tapi dia menjamin pelaku sudah diidentifikasi.

“Intel jalan, intel kan tidak mencegah. Makanya kita hubungi pihak-pihak terkait hasil temuan intel,” kilahnya. Informasi yang diperoleh majalah detik menyebutkan,
rangkaian aksi penyerangan itu bermotif dendam. Sebelumnya, seorang staf khusus Pangarmabar, Kelasi Satu Arifin Siri tewas dikeroyok geng motor yang suka nongkrong
di Kemayoran, pada Sabtu dinihari, 31 Maret 2012.

Seminggu setelah kejadian pengeroyokan itu, polisi tidak kunjung bisa menangkap pelaku. “Sudah enam hari polisi belum berbuat apa-apa.
Sedangkan kami berhasil menemukan motor korban 6 hari setelah kejadian,” ujar sumber majalah detik di TNI AL.
Karena polisi dianggap lambat, aksi balas dendam pun tak bisa dielakan. Buntutnya, sejumlah orang yang diduga geng motor menjadi sasaran penyerangan.

Namun polisi enggan disebut tidak bekerja. Polisi telah menangkap salah satu tersangka penusukan Kelasi Satu Arifin. Ia merupakan seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen
Transportasi (STMT) UniversitasTrisakti, Joshua Raynold Radja Gah (21).

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menegaskan Joshua berperan sebagai eksekutor dalam tewasnya Arifin saat melintas di Jalan Benyamin Sueb.
“Dia pemeran utama,” imbuhnya. Informasi yang diperoleh majalah detik, Joshua berasal dari kelompok geng motor Y-Gen, yang bermarkas di Rawa Badak, Jakarta Utara.
Namun, keluarga membantah Joshua pelaku penusukan Arifin. Keluarga menduga penetapan tersangka terhadap Joshua hanya cara polisi untuk meredakan sweeping yang dilakukan
anggota TNI AL terhadap geng motor Y-Gen.

Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul menegaskan keterlibatan TNI dalam amuk geng motor baru dugaan. “Kalau masih menduga-duga kita bingung jawabnya,” kata Iskandar.
Udara dinihari begitu dingin Sabtu, 31 Maret 2012 itu. Jarum jam baru menunjukan pukul 03.20 WIB. Tapi Arifin Siri, staf khusus Panglima Koarmabar, tidak mempedulikannya.
Menjelang subuh, pria berpangkat Kelasi Satu itu keluar kos untuk mengambil sepatu futsal di KRI Sultan Thaha Syaifudin-376. Ia berencana main futsal bersama teman-temannya Minggu pagi, 1 April 2012.
Saat itu Arifin pergi menuju kapal bersama teman satu litingnya Kelasi Satu Albert Tabra, yang bertugas di kapal perang yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Sebelumnya Arifin juga bertugas di kapal itu. Tapi sekarang dia ditarik menjadi staf khusus Koarmabar,” terang Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI
Untung Surapati kepada majalah detik. Keduanya berangkat dari kos Arifin, di Jalan Kepu, Senen, Jakarta Pusat, dengan naik motor Suzuki Satria FU.

Tapi saat melintas di lapangan sepakbola di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, Arifin menghentikan motornya. Ia melihat sebuah truk trailler berhenti dan sopirnya
dipukuli sekelompok orang yang diduga anggota geng motor. Arifin dan Albert berusaha melerai.

Tapi tindakan heroik itu justru berbalas petaka. Ia langsung dikeroyok anak geng motor itu. Karena pertarungan tidak seimbang, Albert melarikan diri.
Naas, Arifin tidak bisa lolos dari pengeroyokan. Tubuhnya jadi sasaran pemukulan, baik dengan tangan kosong, balok, maupun botol bir.

Tidak hanya itu, salah seorang pengeroyok juga ada yang menusuk tubuh Arifin dengan sebilah sangkur. Aksi pengeroyokan itu baru berhenti ketika Arifin tergeletak tidak berdaya di jalanan.
Adapun Albert yang lolos dari aksi pengeroyokan langsung ke Pomal Lantamal III, Tanjung Priok, untuk melapor kejadian tragis itu.
Tak lama berselang Albert yang ditemani petugas Jaga Pomal Lantamal III berangkat ke lokasi kejadian. Tapi lokasi sudah sepi.
Arifin pun tidak terlihat. Begitu juga dengan motor Satria yang dikendarai Arifin. Yang ada hanya bercak darah yang tercecer di atas aspal.

Mereka akhirnya mendapat kabar dari polisi, Arifin yang mengalami luka parah sudah dilarikan ke Rumah Sakit Cipto M a n g u n k u s u m o (RSCM).
Yang membawa Arifin ke RSCM adalah Kelasi Sinema Gea bersama petugas dari Polsek Pademangan.

Sekitar pukul 05.30 WIB, Albert lalu melapor ke Polsek Pademangan dengan surat laporan M/100/K/ III/2012.

Sore harinya, sekitar pukul 17.30 WIB petugas Diskes Koarmabar yang didampingi Lettu Laut (KH) Roy Ronaldi merekomendasikan untuk memindahkan Arifin dari RSCM ke RSAL dr. Mintohardjo.
Luka yang diderita Arifin sangat serius. Di pelipis kanan dan kiri terdapat luka menganga, kepala bagian belakang robek dan bengkak.
Di bagian punggungnya juga terdapat luka tusukan.

Sayangnya, baru beberapa jam berada di ruang ICU RS Mintohardjo, nyawa Arifin tidak dapat diselamatkan. Menjelang tengah malam, Staf Panglima Koarmabar itu meninggal.
Keesokan harinya, Minggu 1 April 2012, jenazahnya diterbangkan ke tempat kelahiranya, Jalan Taruna, RT 02/01, Tode Kisar KLP 5 Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kematian Arifin diduga menjadi pemicu aksi balas dendam. Seminggu setelah kematian Arifin, sekelompok pria berambut cepak dengan naik motor mengamuk mencari geng motor Y-Gen
yang diduga mengeroyok staf Panglima Armabar itu.

Diculik, Dipukuli, Lalu Dibuang
Sabtu dinihari, 7 April 2012, Soleh dan kakaknya, Zaenal, serta Reza, dan Adrian mau nonton trektrekan di Kemayoran. Tapi mereka tidak jadi nonton karena saat melintas di daerah Podomoro
hujan tiba tiba turun. Mereka pun balik arah hendak pulang. Sialnya, saat akan pulang, motor Soleh mogok karena kehabisan bensin.
Mereka lalu mendorong motor ke SPBU yang terdekat. Belum juga motor diisi bensin, tiba-tiba datang segerombolan orang naik sepeda motor.

Tanpa kata-kata, Soleh dan kawan-kawan langsung dihajar. Ada pula yang menyabetkan senjata tajam ke tubuh mereka. Karena panik mereka lari menyelamatkan diri.
Zaenal, Reza, dan Andrian lari ke belakang minimarket Circle-K yang ada di SPBU itu. “Saya sempat kena pukul dan tangan saya kena bacok,” ujar Zaenal
saat ditemui majalah detik di rumahnya.

Naas bagi Soleh. Dia tidak bisa kemana-mana sehingga jadi bulan-bulanan pria berbadan tegap. Belakangan diketahui Soleh tewas.

Sedangkan Zaenal yang sempat sembunyi akhirnya keluar karena ingin tahu nasib adiknya. Tapi kemunculannya diketahui kelompok penyerang. Zaenal dan dan Reza akhirnya diseret
serta dipukuli beramai-ramai. Kemudian keduanya disuruh naik ke motor yang dikendarai salah satu anggota kelompok penyerang.

Mereka dibawa ke tempat yang berbeda. Zaenal dibawa ke Ancol. Reza dibawa ke arah Warakas.
“Pelaku kaya model angkatan, badannya tinggi gede semua, putih-putih, tapi ada juga yang Ambon, tiga orangan lah model Ambon, sudah dewasa mereka,
umur 25 tahun ke atas,” terang Zaenal.

Setelah tiba di Ancol, Zaenal disuruh buka baju. Dengan telanjang dada, Zaenal dibawa ke rawa-rawa tidak jauh dari terminal bus Tanjung Priok.
Di rawa-rawa itu, Zaenal mulai diinterogasi. “Kamu bagian Y-Gen nggak?” ujar salah satu penyerang.

Zaenal menjawab tahu kelompok Y-Gen, tapi tidak ikut geng itu. “ Kalau saya komplotannya pasti ada tempelan stiker di motor saya Bang,” jawab Zaenal saat itu.

Pria-pria itu memukuli jika jawaban Zaenal dianggap salah. Karena terus tidak mengaku sebagai anggota Y-Gen, kelompok penyerang membawa Zaenal ke arah Kemayoran.
Mereka lalu membuangnya di rawa-rawa di daerah itu. Setelah ditinggal di rawa-rawa, ada dua orang berkulit gelap datang menghampiri Zaenal.
Satu orang memakai penutup kepala, sementara satunya lagi membawa sepeda motor. Zaenal lantas diantarkan ke SPBU tempat motornya parkir sebelum penyerangan
terjadi. Sesampai di sana, Zaenal disuruh naik taksi. Sementara motornya dibawa pelaku ke rumahnya. Sampai saat ini Zaenal belum tahu Soleh tewas.

Keluarganya mengatakan, Soleh selamat. Keluarga berbohong untuk menghindari trauma yang mendalam bagi Zaenal.
Usai mengeroyok Zaenal Cs, rupanya geng motor berambut cepak ini belum puas. Keesokan harinya mereka menyerang sejumlah orang yang sedang nongkrong di Jalan
Benyamin Sueb, Kemayoran. Dalam penyerangan itu, dua orang terluka akibat pukulan dan sabetan benda tajam.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menduga, amuk geng motor di Sunter, dan Kemayoran, itu merupakan satu rangkaian dengan
kasus tewaasnya Arifin. Motif amukan itu untuk balas dendam. “Kami duga pernah ada kejadian sehingga terjadi pembalasan,” kata Rikwanto.

Selang seminggu kemudian, 13 April 2012, geng motor berambut cepak ini kembali melakukan aksi kejinya. Mereka mengamuk di 7 tempat berbeda di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Dalam
rangkaian aksi penyerangan itu, satu orang tewas dan 9 orang luka.
Joshua Korban Hiu Lawan Paus

Polisi menetapkan Joshua sebagai tersangka kasus pengeroyokan geng motor terhadap Kelasi Satu Arifin Sirih. Tapi keluarga menentangnya dan menuduh polisi
sengaja merekayasa karena tekanan TNI AL. Senin malam, sekitar pukul 21.00 WIB, rumah Ridolof di komplek TNI AL Rawa Badak, Jakarta Utara, kedatangan sejumlah orang.
Mereka berasal dari unit Jatanras Polres Metro Jakarta Utara. Mereka datang menggunakan dua unit mobil untuk menjemput Joshua Raynaldo Radja Gah ( 21),
anak sulung Ridolof (50). Joshua yang akrab disapa Jo, dicokok petugas karena dianggap tahu peristiwa pembunuhan Kelasi Satu Arifin Sirih di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran.

Joshua diduga salah satu pentolan geng motor Y-Gen yang diduga terlibat dalam pengeroyokan Arifin, 31 Maret 2012. Joshua juga diketahui sebagai keponakan Ryu,
ketua geng motor Y-Gen.

“Selamat malam Pak, ada Joshua?” begitu sapa salah seorang anggota Jatanras. Ridolof lalu mengatakan, anaknya di kamar atas. Setelah itu, kata Bessy
yang merupakan salah seorang kerabat Joshua, lima orang polisi langsung naik ke atas, termasuk Kanit Jatanras Jauhari. Di sana polisi menjelaskan, saat itu
sedang ada aksi balas dendam dari rekan Arifin.
Saat ini, kata polisi itu kepada Ridolof, rekanrekan TNI AL akan melakukan sweeping terhadap anak-anak motor yang nongkrong bergerombol. Polisi membeberkan
beberapa hari lalu, Sabtu 7 April 2012, dan Minggu 8 April 2012, terjadi pengeroyokan terhadap anak-anak motor yang diduga dilakukan rekan-rekan Arifin.

“Daripada nanti kalian kena di tangan mereka yang tidak jelas, lebih baik ikut kami,” jelas Bessy menirukan ucapan polisi malam itu.
Karena pertimbangan keselamatan, pihak keluarga mempersilakan polisi membawa Joshua. Sebelum berangkat, Joshua yang saat itu masih mengenakan seragam
kuliah berwarna putih segera ganti baju dan ikut dalam rombongan polisi. Namun ternyata nasib Joshua ibarat pepatah lolos dari mulut singa masuk ke mulut buaya.

Maksud hati ingin menyelamatkan Joshua dari ancaman, tapi ia malah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan. Sebab saat dibawa polisi, keluarga merasa dengan
keterangan Joshua kasus pembunuhan Arifin bisa terungkap. Tapi jangankan dimintai keterangan, selama beberapa jam Joshua justru dipingpong.

Sempat berada di ruang Kasat Reskrim selama satu jam lebih, Joshua kemudian dibawa ke ruang Kanit Jatanras. Tidak lama berselang Joshua dibalikkan lagi ke ruangan Kasat Reskrim.

Herannya, Joshua belum juga dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) saat itu. Menjelang subuh, Joshua malah disodorkan dua bundel berkas.
Yang satu disebutkan didampingi pengacara yang satu tidak didampingi. Tapi kedua berkas itu ditandatangani Joshua.

Yang membuat keluarga merasa aneh, kata Bessy, Joshua juga disuruh membuat pengakuan dirinya ikut memukul Arifin. “Joshua disuruh bilang memukul tiga kali dengan tangan kanan,
mengenai dua orang. Satu lari ke kanan satu lari ke kiri. Yang lari ke kiri lolos, yang lari ke kanan malah menuju kerumunan massa yang menewaskannya,” cerita
Bessy.

Sebelum pemeriksaan Joshua, lanjut Bessy, polisi juga sudah memeriksa beberapa saksi. Dua di antara pemberi keterangan ini mengarah kepada Joshua.
Dua saksi itu juga merupakan anggota Y-Gen hanya saja beda wilayah. Joshua ikut Y-Gen Rawa Badak yang dipimpin pamannya, Ryu.
Sementara dua saksi itu berasal dari Y-Gen Warakas. Kedua kelompok itu diketahui sejak lama terlibat perselisihan.

Tak heran keluarga makin curiga ketika Selasa 10 April 2012, polisi menyatakan sudah mengantongi barang bukti cukup untuk menyatakan Joshua sebagai
tersangka. Selain menetapkan tersangka, polisi juga menyerahkan surat penangkapan Joshua hari itu juga. “Kami melihat banyak keanehan,” sesal Bessy.

Keluarga Joshua menduga, penetapan tersangka terhadap Joshua karena ada tekanan dari TNI AL. Sebab yang mereka dengar, Polres Metro Jakarta
Utara diberi tenggat waktu selama seminggu untuk menangkap pelaku pengeroyokan Arifin. Kalau tidak, pihak mereka akan menggunakan dengan cara mereka
sendiri.

“Saya tidak mau anak saya dijadikan kambing hitam. Kondisi ini diciptakan agar polisi terlihat ada kerjanya,” timpal Ridolof dengan nada kesal.
Sampai saat ini keluarga punya keyakinan Joshua tidak terlibat. Sebab saat malam kejadian, Joshua bersama enam temannya pakai tiga sepeda motor
nongkrong di McDonald’s, Artha Gading, hingga Subuh.

Lagipula yang sering ngetrek di Kemayoran bukan hanya kelompok dari Tanjung Priok saja. Dari daerah lain, seperti Grogol, Cempaka Putih, hingga Bekasi
juga sering kumpul di situ.

Ridolof juga menjelaskan, sehari setelah peristiwa di Kemayoran, Joshua tetap kuliah. Hal ini juga dikatakan Oki, teman satu angkatan Joshua di Sekolah Tinggi Managemen Transportasi.
“Senin pagi, saya masih melihatnya di kampus,” ungkap Oki saat ditemui majalah detik. Dijelaskan Oki, saat kuliah Joshua masih tampak tenang dan seperti
tidak ada kejadian apa-apa.

Beragam kecurigaan itu membuat keluarga Joshua berniat mengadu ke Komnas HAM dan Propam Mabes Polri. Mereka melihat penetapan Joshua sebagai tersangka sebagai rekayasa. Apalagi
bukti yang menyebut keterlibatan Joshua sangat tidak tepat. Polisi berpegang pada kesaksian dua anggota Y-Gen Warakas yang menyebut Joshua
memakai motor Ninja 250 cc warna oranye, yang di Tanjung Priok hanya dimiliki Ryu, paman Joshua.

Padahal pada saat kejadian, Joshua pergi menggunakan motor Suzuki Satria FU 150 cc, karena motor Ninja 250 cc sedang rusak. Apalagi saat kejadian Joshua,
Ryu dan beberapa anggota Y-Gen Rawa Badak sedang nongkrong di McDonald’s Artha Gading. “Di sana kan ada CCTV. Coba periksa saja,” tantang Marcel,
salah satu keluarga Joshua lainnya. Meski keluarga menuding ada rekayasa, polisi yakin Joshua terlibat. Polisi memiliki banyak bukti antara lain sangkur yang diduga dipakai untuk menusuk
Arifin.
Barang bukti lainnya yakni satu pecahan batu bata berlumur darah, pecahan kaca helm bercak darah, tiga buah pecahan batu dan balok.
Selain itu juga banyak kesaksian di TKP yang mengarah pada Joshua.

“Arifin terluka oleh sangkur. Sangkur didapat dari si JRR (Joshua), dia dapat dari mana belum kita dalami.
JRR termasuk pelaku utama dan melakukan penusukan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto. Sementara sejumlah anggota geng motor di Rawa Badak
mengibaratkan kasus Joshua bak kisah hiu melawan paus. Hiu merupakan personifikasi geng motor Y-Gen. Sedangkan paus merupakan analogi geng motor dadakan berambut cepak
yang diduga oknum TNI yang menuntut balas kematian Arifin. “Hiu kena batunya karena kali ini korban mereka paus, bukan sembarangan sehingga mereka pun
dibalas dengan gaya geng motor juga,” kata anggota geng motor yang tidak mau disebut namanya itu.

komentar:

ini berita paling dalem dan lengkap mengupas soal kasus ini...makanye ane posting di sini.

turut berduka buat TNI AL.
ayo bantu rakyat bersihkan geng motor
kalo udah brutal polisi baru kocar kacir ...

masa seminggu ga ketemu tuh korban ... dah ada pembantaian baru nemu tersangka ...

polisi idiot !!!
kl jaman dulu , kata bokap gw yg memang pensiunan polisi, motif seperti itu disebut gerombolan yg motif sebenarnya ingin keluar dari aturan yg sudah ditetapkan , mau dendam,mau marah,mau tidak menerima apapun itu tetap saja dikatakan salah karena tidak memiliki nilai mkemanusiaan yg adil dan beradab.,sampai dahulu pernah pak harto sebagai presiden menyarankan pagar betis guna untuk menumpas semua gerombolan bersenjata !!!!
Quote:Original Posted By New.Post
kl jaman dulu , kata bokap gw yg memang pensiunan polisi, motif seperti itu disebut gerombolan yg motif sebenarnya ingin keluar dari aturan yg sudah ditetapkan , mau dendam,mau marah,mau tidak menerima apapun itu tetap saja dikatakan salah karena tidak memiliki nilai mkemanusiaan yg adil dan beradab.,sampai dahulu pernah pak harto sebagai presiden menyarankan pagar betis guna untuk menumpas semua gerombolan bersenjata !!!!


benar tindakan mereka salah, tp wajib di ingat ... ini harusnya jadi peringatan untuk POLRISHIT ... mereka harusnya KERJA YANG BENER tuh fasilitas mobil baru baru ga guna ... malah sering mangkal di tempat prostitusi aje ... tentara itu dididik untuk membunuh musuh dan solider mereka tinggia karena saling menjaga ... ibaratnya perang ... 1 di bunuh ... dan tidak ada respon ... 3 matra bisa turun ... ilang tuh POLRI ... jgn anggep enteng 1 nyawa ... apa lagi dia staf khusus berarti ilang generasi penerus bangsa yang berpotensi hanya karena KEGOBLOKAN AABABIL ... dan trus mana tuh POLRISHIT bukannya patroli malah sibuk mendem doank !!! POLRISHIT !!!
Quote:Original Posted By New.Post
kl jaman dulu , kata bokap gw yg memang pensiunan polisi, motif seperti itu disebut gerombolan yg motif sebenarnya ingin keluar dari aturan yg sudah ditetapkan , mau dendam,mau marah,mau tidak menerima apapun itu tetap saja dikatakan salah karena tidak memiliki nilai mkemanusiaan yg adil dan beradab.,sampai dahulu pernah pak harto sebagai presiden menyarankan pagar betis guna untuk menumpas semua gerombolan bersenjata !!!!


sama aja gan , waktu jaman suharto kekerasan di lawan dengan kekerasan
klo dah begini aja baru bertindak hadooohhh..... jadi sia" silent gue, terpaksa komeng di mari... BUt buat brother TNI silent dulu aja ,di liat dari perkembangan dari kemayoran sampei rawamangun berubah drastis kemunculan anak" motor rada berkurang tadi berangkat kerja sepi amat... SATU HAL YG PERLU DI INGAT SUATU AKIBAT PASTI ADA SEBAB karena SEBAB MENGAKIBATKAN AKIBAT
Quote:Original Posted By O*o*N
benar tindakan mereka salah, tp wajib di ingat ... ini harusnya jadi peringatan untuk POLRISHIT ... mereka harusnya KERJA YANG BENER tuh fasilitas mobil baru baru ga guna ... malah sering mangkal di tempat prostitusi aje ... tentara itu dididik untuk membunuh musuh dan solider mereka tinggia karena saling menjaga ... ibaratnya perang ... 1 di bunuh ... dan tidak ada respon ... 3 matra bisa turun ... ilang tuh POLRI ... jgn anggep enteng 1 nyawa ... apa lagi dia staf khusus berarti ilang generasi penerus bangsa yang berpotensi hanya karena KEGOBLOKAN AABABIL ... dan trus mana tuh POLRISHIT bukannya patroli malah sibuk mendem doank !!! POLRISHIT !!!


kenapa ente jd menyalahkan polri?polri seluruhnya? pernah punya masalah ente sama polri??terguncang ya?


"Denger!!! ente malah menyalahkan Goleknya ,tapi ente gak mikir siapa dalangya!!! CONTOH !!!! golek itu sebagai salah satu anggotanya dan dalang adalah pemimpin sekaligus penggeraknya ,begitu juga Ente yg sebagai Penontonya atau warga !!!! maka ada pribahasa Pasgelaran wayang golek atau hiburan apapun bahkan pendidikan kalau tidak ada penonton atau isi didalamnya yg mendukungnya percuma !!!! sebaliknya agar penontonnya senang atau terpuaskan seng dalang harus bisa mengatur golek2nya!!!





jadi keprofesionalan dalang itu dimana agar goleknya berjalan sesuai menurut jenisnya!!!

ente sadar gk sih , emang yg ente tau polisi itu cuman satu jenis??maksudnya bergerak 1 bidang saja????


polisi itu ada yg bergerak di polantas,satwa,jihandak atau gegana,dan lain lain menurut bidangnya begitu juga dengan profesi lainya


jadi ente jangan ngomong tanpa ilmu !!!!!! atau sebagai penonton yg cuman tau si jagoan dan penjahat!!


kita manusiawi begitu juga dengan polisi dan TNi atau profesi lainya yg sebagai Golek atau alat Negara !!!!!


mereka punya keluarga sepertihalnya para warga ya seperti ente !!!!


kepikir gk sih kesana !??
Quote:Original Posted By New.Post
kl jaman dulu , kata bokap gw yg memang pensiunan polisi, motif seperti itu disebut gerombolan yg motif sebenarnya ingin keluar dari aturan yg sudah ditetapkan , mau dendam,mau marah,mau tidak menerima apapun itu tetap saja dikatakan salah karena tidak memiliki nilai mkemanusiaan yg adil dan beradab.,sampai dahulu pernah pak harto sebagai presiden menyarankan pagar betis guna untuk menumpas semua gerombolan bersenjata !!!!


jaman sekarang, kata mantan danin, kalau saya tau polisi tukang peras, saya bunuh dari dulu.

Spoiler for geng pita kuning kah ini?:

sabar saja, nanti keadaan bakal normal, ciri khas habis badai pasti situasi jadi tenang dan gak ada lagi penguasa jalanan
Quote:Original Posted By New.Post


kenapa ente jd menyalahkan polri?polri seluruhnya? pernah punya masalah ente sama polri??terguncang ya?


"Denger!!! ente malah menyalahkan Goleknya ,tapi ente gak mikir siapa dalangya!!! CONTOH !!!! golek itu sebagai salah satu anggotanya dan dalang adalah pemimpin sekaligus penggeraknya ,begitu juga Ente yg sebagai Penontonya atau warga !!!! maka ada pribahasa Pasgelaran wayang golek atau hiburan apapun bahkan pendidikan kalau tidak ada penonton atau isi didalamnya yg mendukungnya percuma !!!! sebaliknya agar penontonnya senang atau terpuaskan seng dalang harus bisa mengatur golek2nya!!!





jadi keprofesionalan dalang itu dimana agar goleknya berjalan sesuai menurut jenisnya!!!

ente sadar gk sih , emang yg ente tau polisi itu cuman satu jenis??maksudnya bergerak 1 bidang saja????


polisi itu ada yg bergerak di polantas,satwa,jihandak atau gegana,dan lain lain menurut bidangnya begitu juga dengan profesi lainya


jadi ente jangan ngomong tanpa ilmu !!!!!! atau sebagai penonton yg cuman tau si jagoan dan penjahat!!


kita manusiawi begitu juga dengan polisi dan TNi atau profesi lainya yg sebagai Golek atau alat Negara !!!!!


mereka punya keluarga sepertihalnya para warga ya seperti ente !!!!


kepikir gk sih kesana !??


komen panjang2 kok nggak nyambung

yang saya bold: makanya jangan semua bidang diembat, dari SIM, STNK, perairan, udara ditangani semua, gak prof kan jadinya
kalo emang ada bukti rekaman CCTV yg memperlihatkan JJR ada di tempat lain diluar TKP saat kejadian, lebih baik keluarga amankan dulu, sebelum dilenyapkan pihak terkait.

--
btw, barusan kerasa gempa yak
Quote:Original Posted By New.Post


kenapa ente jd menyalahkan polri?polri seluruhnya? pernah punya masalah ente sama polri??terguncang ya?


"Denger!!! ente malah menyalahkan Goleknya ,tapi ente gak mikir siapa dalangya!!! CONTOH !!!! golek itu sebagai salah satu anggotanya dan dalang adalah pemimpin sekaligus penggeraknya ,begitu juga Ente yg sebagai Penontonya atau warga !!!! maka ada pribahasa Pasgelaran wayang golek atau hiburan apapun bahkan pendidikan kalau tidak ada penonton atau isi didalamnya yg mendukungnya percuma !!!! sebaliknya agar penontonnya senang atau terpuaskan seng dalang harus bisa mengatur golek2nya!!!





jadi keprofesionalan dalang itu dimana agar goleknya berjalan sesuai menurut jenisnya!!!

ente sadar gk sih , emang yg ente tau polisi itu cuman satu jenis??maksudnya bergerak 1 bidang saja????


polisi itu ada yg bergerak di polantas,satwa,jihandak atau gegana,dan lain lain menurut bidangnya begitu juga dengan profesi lainya


jadi ente jangan ngomong tanpa ilmu !!!!!! atau sebagai penonton yg cuman tau si jagoan dan penjahat!!


kita manusiawi begitu juga dengan polisi dan TNi atau profesi lainya yg sebagai Golek atau alat Negara !!!!!


mereka punya keluarga sepertihalnya para warga ya seperti ente !!!!


kepikir gk sih kesana !??



Yang bertanggung jawab mengenai keamanan lingkungan siapa emangnya kalo bukan polisi ???

Yang lamban dalam mengusut kasus pembunuhan kelasi itu siapa ???
Yang lamban berkoordinir dengan pejabat terkait (TNI AL) siapa ???

Jujur gw ga suka dengan anarki dibales anarki, tapi mau gimana lagi kalo emang udah rusak ???

Terkadang racun ga bisa diobati menggunakan obat, tapi harus dilawan dengan racun ...
alah.....
pengacara joshua kemaren bilang pas kejadian joshua ada di kampus, dicounter ma polisi kok kampus malam2, dia alasan kuliah malam.
eh sekarang ngaku nongkrong di artha gading...
kali2 aja besok baru ngaku kalo dia ada di lokasi pembunuhan...
Quote:Original Posted By asosial
jaman sekarang, kata mantan danin, kalau saya tau polisi tukang peras, saya bunuh dari dulu.

Spoiler for geng pita kuning kah ini?:

sabar saja, nanti keadaan bakal normal, ciri khas habis badai pasti situasi jadi tenang dan gak ada lagi penguasa jalanan



bunuh membunuh boleh !!!!

tapi

memangnya hukum rimba!!!!!????? hidup dihutan lu??? kaya macan??? siapa besar dia menang???hewan??akal sehat punya??masih status manusia??



ente sadar gk sih ente hidup dari ente lahir itu di dalam sebuah aturan mau aturan keluarga yg pribadi maupun aturan negara yg umum seperti kenaikan BM 1300 CC ? ? ?? >? ? ? ? ? ? ? ? mau ikut aturan negara atau demo???



ngetik kok kaya bocah main bunuh2 aja lu !!!

aturan lu tau aturan gk sih??? jangan2 makan dan minum ajja lu gak pakai aturan !!!!????




contoh jika lu disangka warga lu berbuat sesuatu yg melanggar aturan liat aja lu bakal habis dikeroyok warga, lalu siapa yg memisahkan atau mengamankan lu???

polisi atau satpam atau orang yg berkewajiban mengamankan sebuah situasi???

kl gk ada mereka bisa habis dibakar, ok lu bilang polisi tukang peras , namanya oknum ,mereka atau polisi itu hanya pakai baju atau sebagai alat negara!!!! lepas baju juga sama seperti warga!!!! manusiawi itu wajar , kesalahan bisa terjadi dimana saja, mau profesi anu anu anu dan anu, karena memang manusiawi !!! ,manusia bisa marah,senang ,menangis ,kesal dll


intinya yg salah dan disalahkan oleh semua pihak tetap salah !!dan diselesaikan dengan cara yg benar menurut aturan yg sudah di buat oleh semua pihak ,dan sebaliknya



aturan aturan itu seperti undang2

undang2 itu dibentuk berdasarkan Persetujuan Masyarakat Banyak !!!!! dan dilimpahkan kepada pimpinan tertinggi yaitu Presiden dan diatur oleh Majelis sampai dewan perwakilan Per-Musyawarahan hingga mencapai Mupakat !!!
itu supir truk yang dipukulin kan bisa jadi saksi? di interogasi ga tuh?
Quote:Original Posted By S-60
Yang bertanggung jawab mengenai keamanan lingkungan siapa emangnya kalo bukan polisi ???

Yang lamban dalam mengusut kasus pembunuhan kelasi itu siapa ???
Yang lamban berkoordinir dengan pejabat terkait (TNI AL) siapa ???

Jujur gw ga suka dengan anarki dibales anarki, tapi mau gimana lagi kalo emang udah rusak ???

Terkadang racun ga bisa diobati menggunakan obat, tapi harus dilawan dengan racun ...


Manusiawi , intinya Cara yg benar dan cara yg salah !!!!
kayanya untuk sementara waktu hidari dulu nongkrong2 di pingir jalan deh,,
si cepak mulai memburu pembunuh teman cepaknya, karena si buncit tidak bertindak cepat dalam menangani kasusnya.
si cepak serius memburu, si buncit kebingungan nyari kambing hitam.



Posted with kaskusBetaQR
Quote:Original Posted By New.Post


Manusiawi , intinya Cara yg benar dan cara yg salah !!!!




Sayangnya yg berhak menjalankan cara yg benar telah lalai dan mengakibatkan kekecewaan ...
×