Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013854353/idi-prihatin-gaya-hidup-dokter-glamor
IDI Prihatin Gaya Hidup Dokter Glamor
Jum'at, 06 April 2012 , 07:48:00
IDI Prihatin Gaya Hidup Dokter Glamor

IDI Prihatin Gaya Hidup Dokter Glamor

JAKARTA - Bukan rahasia lagi, gaya hidup sebagian dokter di Indonesia identik dengan kemewahan. Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan mengendarai mobil mahal saat berdinas. Nah, fenomena tersebut mengundang keprihatinan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Organisasi profesi itu menghimbau para dokter untuk tidak menunjukkan gaya hidup glamour.

"Harus lebih empati kepada masyarakat," kata Prijo Sidiripatomo, ketua umum IDI. Prijo mengatakan, gejala hidup glamor para dokter bisa dilihat dari kendaraan mereka. Tempat parkir di rumah sakit kini dipenuhi mobil-mobil keren yang pasti mahal harganya. Bahkan beberapa di antara mobil itu ditempeli stiker IDI. Hal itu mengesankan IDI sebagai organisasi orang-orang kaya.

Menurut Prijo, banyak sekali dampak negatif ketika dokter yang membiasakan diri dengan kehidupan mewah atau glamor. Salah satunya adalah mengikis empati mereka kepada masyarakat. Terutama masyarakat miskin. Padahal, profesi dokter harus lengket dengan jiwa empati.

Jika rasa empat tersebut hilang dari jiwa dokter, yang terjadi berikutnya adalah komersialisasi layanan kesehatan. Prijo mengatakan, banyak laporan bahwa tampilan dokter yang mewah juga diikuti biaya layanan medis yang mahal. "Masyarakat miskin takut berobat di dokter yang mobilnya mewah. Apalagi tempat prakteknya mewah pula. Masyarakat takut tidak kuat membayar," ungkap Prijo.

Kehidupan mewah pada dokter ini sudah muncul mulai dari golongan dokter umum. Kondisi ini semakin mencolok bagi untuk dokter-dokter spesialis. Dia menjelaskan, upaya mengikis kebiasaan menunjukkan gaya hidup mewah ini akan diserukan sejak calon dokter duduk di bangku kuliah. Lihat saja, tempat parkir fakultas kedokteran selalu dipenuhi mobil-mobil mewah. "Jika tidak milik dosen, ya mahasiswa," ujar Prijo.

Dia meminta kampus yang menjalankan program fakultas kedokteran ikut mengsosialisasikan gerakan ini. Prijo mengatakan, IDI selalu terbuka untuk menerima masukan. Dia berharap para dokter bisa menjadi pionir untuk menghapus gaya hidup mewah. "Intinya kita harus ikut prihatin," kata dia. (wan/ca)

http://www.jpnn.com/read/2012/04/06/...Dokter-Glamor-

--------------------
Sangat setuju dengan pak prijo sidiripatomo

ternyata ada beberapa dokter yg memberikan verifikasi dan klarifikasi, gue copas disini biar berimbang

Quote:Original Posted By OrthopaediC
jangan dilihat dari ujungnya aja gan..

tapi lihat dari awalnya, karena biaya untuk sekolah kedokteran itu tidaklah murah, terutama di uninversitas swasta.
jika menginginkan biaya dokter murah, coba bilang sama pemerintah agar biaya pendidikan dokter dari awal hingga akhir itu dapat ditekan.
beban yang ditanggung itu tidak cuma dari biaya pendidikan saja, tapi dari lamanya pendidikan minimal 6 taon hanya untuk menjadi seorang dokter umum.. belom lagi nambah 3-5 tahun untuk mengambil spesialis. total bisa 10 tahun hanya untuk belajar saja.
rasanya manusiawi sekali jika seseorang ingin dihargai atas hasil jerih payahnya.
mengenai gaya hidup, ketika tingkat ekonomi kita sudah meningkat, wajar rasanya jika kita menikmati hasil jerih payah sendiri.
kalo mau diurus itu, terlebih dahulu koruptor2 negeri ini yang memakan uang rakyat hingga ratusan Milyaran rupiah yang seyogyanya itu bisa didistribusikan untuk kesehatan masyarakat.
jangan menekan dari sisi dokternya saja,
seperti yang sudah ane jabarkan di atas, wajar bila ke dokter itu agak tinggi tarifnya, dan untuk pengobatan rakyat yang tidak mampu itu seharusnya negara yg membayarkan tarif kepada dokter yang bersangkutan. bukannya pemerintah yang menekan agar dokter kerja banting tulang tanpa pamrih.
sekedar info : tahukan anda untuk tarif dokter umum yang berada di klinik-klinik umum di jakarta itu biasa nya hanya 5000-10,000 rupiah/pasien??
dibandingkan dengan biaya pendidikan kedokteran yang melambung tinggi (biaya masuk saja untuk tahun 2012 sudah lebih dari 200juta untuk universitas swasta, belum uang kuliah semester, praktek, buku, diktat fotokopi, dll) serta lamanya pendidikan minimal 6 tahun.
coba direnungi sebelum mem-vonis profesi dokter dengan sebelah mata.

Terima Kasih brader..

(hanya seorang dokter umum di kota kecil kalimantan timur)



Quote:Original Posted By MakanMelolo
jaman saya kuliah masih 125ribu persemester.........
uang pendaftaran 2jt rupiah......
buku2 juga hasil turun temurun dari senioran.

dan sekarang saya sudah pulang ptt sampai skrg masih kebawa kebiasaan naik sepeda
mobil hanya untuk membawa keluarga, kalau kerja kan ga masalah naik apa.
sepeda ok, angkutan umum ok, motor juga ok.
pilih mana? gengsi atau mengikuti suara hati?

semua itu adalah pilihan.



Quote:Original Posted By schwann
gini deh biar berita berimbang.
ane salah satu mahasiswa kedokteran d PTN jogja.. ga semua dokter kaya gitu bro, kalopun ada itu hanyalah 10% dari total mahasiswa yang per angkatan 350an orang

ok, temen ane, ada yang hanyalah anak seorang tukang jait..
bisa jadi mahasiswa kedkteran, d beasiswa full.. dia menang olimpiadae biologi di India

ane ke kampus naek motor, dan ada kewajiban skrng semua mahasiswa harus pake sepeda.... hasilnya? pada pake sepeda

dosen d kampus ane, pada vintage, pake sepeda, bahkan hanya motor biasa2 saja...

kalopun ada yang glamor, itu ga hanya d kedokteran..
biaya masuk? skrng 50% dari snmpt, hasilnya? angkatan baru bahkan separo nilainya pasi ipk=4, dengan naek sepeda, dan rajin2.. jadi ga semua kampus kaya begitu..

kalo ada yang ga percaya silakan, jangan lah ngejudge dari berita kaya begini.. jangan men generalisasikan.. inget, ga semua mahasiswa glamour..

dan untuk soal resep, jangan asal gan, emng berapa dokter yang kaya gtu? dikit.. dokter juga pnya kode etik, yang mengatakan ga boleh smbarang kaya gtu apalagi di kontrak farmasi, itu hanya beberapa oknum, dan bukan semua

obat itu ada generik dan paten,, ga percaya? silakan ke puskesmas, berapapun obat nya, harganya 5500, mash ga percaya?

apakah anda tau, gaji seorang dokter umum skrng? dan orang2 pada pilih ke luar negeri..

saya mahasiswa ingin mengabdi demi masyarkat, walau ntar saya harus d lempar ke luar pulau itu ga masalah.. saya ingin menegaskan saja, bahwa tidak semua dokter glamour.. itu aja



banyak sekali komentar-komentar sangat bermutu disini,, baik oleh para dokter atau oleh pihak-pihak yang berkaitan dengan dunia kesehatan, ada yang mengiyakan dan banyak juga yang menyangkal dengan argumen masing-masing, seandainya cukup gue copas semua di page one dan terima kasih sekali kepada momod dan mimin kaskus yg menjadikan trit ini HT, semoga hal ini bermanfaat sehingga menjadi perhatian para stakeholder bidang kesehatan agar supaya profesi dokter lebih mendekat dengan masyarakat tetapi tetap mendapatkan hak yang layak tentunya

Quote:Original Posted By harikk


Ikut komentar ah berhubung jadi Hot Thread...

1. Nama nya salah itu gan. Yang bener adalah dr. Prijo Sidipratomo SpRad(K). Bukan Sidiripatomo


2.

dr. Prijo itu Konsulen dimana yaaa ?
Liat sendiri di http://staff.ui.ac.id/prijo.sidipratomo

Setuju ama pak Dokter; nyari parkir di Salemba 4 emang susah

Jadi buat agan2 mahasiswa/alumni fakultas kedokteran di luar Jawa ngga usah tersinggung
Karena dr. Prijo lagi 'menyentil' mahasiswa/i murid2nya sendiri yang ngga mau lagi naek mikrolet atau TransJakarta


dokter, seperti halnya dengan guru, polisi, hakim dll adalah pelayan masyarakat yg juga manusia biasa yg mempunyai berbagai macam sisi, semoga kritik yang ada di trit ini dipandang sebagai masukan yang membangun & bagi yang memberi masukan di trit ini generalisasi adalah hal yg tidak dibenarkan
yang gw tau dokter banyak dapat uang bonus dari seles obat/farmasi
Pernah tuh ada orang komplen dikasi resep yg ga nyambung ama penyakitnya
Quote:Original Posted By jayus_blen
yang gw tau dokter banyak dapat uang bonus dari seles obat/farmasi
Pernah tuh ada orang komplen dikasi resep yg ga nyambung ama penyakitnya


setuju gan,
dan yang gw denger dari temen gw yang sering entertain para dokter, banyak dokter2 yang doyan inex dan ngejablay
pertanyaannya adalah: mungkinkah seorang anak buruh miskin tapi cerdas untuk menjadi seorang dokter di Indonesia untuk saat ini????
ya kbanyakan yg kuliah kedokteran anak anak tajir juga
maklum juga jadinya
Quote:Original Posted By poenya83
pertanyaannya adalah: mungkinkah seorang anak buruh miskin tapi yang cerdas jadi seorang dokter di Indonesia untuk saat ini????


betul sekali, pendidikan kedokteran di Indonesia bukannya mahal, jadi gak aneh dong jika dokter2 di Indonesia gaya hidupnya glamor?

tapi ada juga sih sarjana kedokteran dari keluarga miskin dari UGM, pernah masuk Kick Andy
jadi inget waktu ane di banjarmasin
satu kos isinya mayoritas medrep semua...
entertain dokter itu sudah biasaaa...
uang? berhamburan
cewek? temen ane sampe punya katalog cewek panggilan (lengkap dengan foto bugilnya)
materi? tinggal sebut aja, dokter mau apa...asal mau ngeresep produknya (dan sesuai budget entertain)

tambahan:
ane bukan medrep, ke bjm kerjaannya teknisi alat berat aja
cuma dari hasil hangout bareng dan penasaran + ngikut temen kerja visit detailing kelayapan malam2, jadi lumayan ngerti deh
wah baru tau klo perusahaan obat ngebayar entertain dokter supaya dipake obatnya

tapi yang salah siapa ya sebenarnya?
si dokter atau si pembuat obat yang ngasih entertain?
klo gini terus ya dijamin harga obat terus melambung
Quote:Original Posted By jayus_blen
yang gw tau dokter banyak dapat uang bonus dari seles obat/farmasi
Pernah tuh ada orang komplen dikasi resep yg ga nyambung ama penyakitnyaIDI Prihatin Gaya Hidup Dokter Glamor


sering denger berita ginian, karena promosiin obat, pakai obat dapet dah barang2 dari farmasinya. Kadang juga ada yang kasi obat yang sebenarnya ga perlu. Ga semua dokter sih, yang baik juga ada
ternyata gini toh kelakuan dokter sekarang
gimana ga glamor diguyur bonuss terus dari produsen obat
satu2nya sektor yang mau krisis kayak apapun tetep makmur ya cuman Healthcare..

Nyesel gue kuliah susah-susah di bidang engineering sampe S3

Padahal dulu masuk kedokteran masih murah...
Quote:Original Posted By poenya83
pertanyaannya adalah: mungkinkah seorang anak buruh miskin tapi yang cerdas jadi seorang dokter di Indonesia untuk saat ini????

kayaknya sih berat bgt tuh gan
Quote:Original Posted By andelicious
ya kbanyakan yg kuliah kedokteran anak anak tajir juga
maklum juga jadinya


jd mmg uda kaya darisananya ya gan.
jadi dokter makin kaya lg dong






INGATLAH MATI SAUDARAKU
Quote:Original Posted By poenya83
pertanyaannya adalah: mungkinkah seorang anak buruh miskin tapi yang cerdas jadi seorang dokter di Indonesia untuk saat ini????



Ada kok ...
Seorang kenalan gw di FKUI, anak tukang becak di daerah Jateng ...

Tapi emang bocahnya cerdas ga kepalang sih ....
rata2 yg masuk dokter udah ngeluarin jor2an duit. ya setidaknya klo pas udah jadi dokter pasti pd cari balik modal dlu lah...
ane setubuh ma TS ,,dokter dan Farmasi mang suka kong kalikong
Ternyata gak cuma ane yang prihatin terhadap dokter yang glamour,, kirain cuma ane aja yang prihatin, ckck
Seharusnya yang dipikirkan IDI adalah bagaimana para dokter itu tidak menerima titipan obat-obat dari para produsen obat.
Sudah jadi rahasia umum, kalau para dokter "terikat" kontrak dengan produsen obat tertentu untuk meresepkan obat dari produsen, walaupun obat tersebut tidak cocok dengan pasien.
Komisi-komisi dari produsen obat itu lah yang membuat mereka hidup mewah, tapiiii apakah IDI mau melakukan itu? :P gak yakin gw, ini udah jadi lingkaran setan selama berpuluh-puluh tahun !
wajar gan kompensasi penghasilan tinggi
buat yg doyan nonton, coba nonton film Love & Others Drug
tu film tentang cinta2an sih, tapi ada dinamika seorang med rep dan para tenaga medis di dalamnya