alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013781158/a-trip-to-hell---philip-mantofa
A Trip To Hell - Philip Mantofa
Hello Guys emoticon-Smilie
Welcome to My Thread emoticon-Smilie
Cendol Here and Rate for this Thread yoo~


moga-moga tidak repost emoticon-Embarrassment

Quote:
Makasih Cendolnya emoticon-Frown Dan abunya emoticon-Smilie
A Trip To Hell - Philip Mantofa
A Trip To Hell - Philip Mantofa
A Trip To Hell - Philip Mantofa


Pernahkah kalian tau?
Bagaimana Neraka itu ? emoticon-Takut (S)
Yaah, siapa yang tahu kan?
Kita dapat mendengarkan kesaksian dari Philip Mantofa, yang katanya pernah dibawa Tuhan ke neraka,
Saya disini bukan mau mengajarkan ajaran kami, tapi hanya ingin membuka pikiran kita, agar dapat berpikir lebih baik selama ada di dunia ini
Saya juga tau kok, semua agama tau, kalau neraka itu tempat yang sadis dan untuk orang yang berdosa
Bertobatlah emoticon-Belo


emoticon-No Sara Please

Quote:
yang malas baca
Video Kesaksian
youtube-thumbnail

Quote:
~A Trip to Hell~

1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.
“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.
Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya Cumiakkan telinga.
Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.
Apa yang saya lihat di balik pintu itu sulit sekali saya lupakan. Bahkan setelah semuanya kembali berjalan seperti biasa, ingatan akan tempat terkutuk itu sulit dihapus dari benak saya. Di Lembah Penyiksaan itu saya melihat banyak orang-orang yang mati di luar Tuhan Yesus ditempatkan. Sayangnya saya hanya mampu menceritakan sebagian kecil dari semua yang saya lihat di sana.
Saya tahu ada banyak sekali manusia yang tak terhitung jumlahnya di sana. Karena saya mendengar suara jeritan mereka memenuhi udara, berbarengan dengan kertakan gigi. Jeritan mereka itu Cumiakkan telinga, sehingga rasa ngeri membungkus sekujur tubuh saya. Teriakan kesakitan mereka itu seolah-olah menghilangkan kekuatan saya untuk tetap melihat semuanya sampai selesai.
Jika urapan-Nya tidak melindungi saya, saya takkan bisa bertahan di sana. “Lord, get me out of here, please. . .” pinta saya kepada Tuhan. Namun Tuhan tidak menanggapi saya.
Belum habis rasa panik saya, tiba-tiba saya melihat kengerian yang lain. Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang wanita yang dikerumuni roh-roh jahat. Mereka berbentuk aneh. Roh-roh jahat itu berjalan-jalan mengelilingi wanita itu, sambil memegang senjata tajam yang tak pernah saya lihat di bumi.
Saya melihat wajah wanita itu diliputi ketakutan yang sangat. Saya tahu bahwa ia belum lama mati karena posisinya saat itu sangat dekat dengan gerbang maut di mana saya berada. Saya tidak tahu apa yang membuat ia mati. Yang saya tahu, ia masih muda dan wajahnya cantik. Ketakutan di wajahnya sangat jelas ketika ia memohon belas kasihan mereka. Sayangnya, roh-roh jahat di sekelilingnya tidak menggubris permintaannya. Malahan mereka tertawa-tawa senang melihat ketakutan wanita itu. Mereka mengikat kedua tangan wanita itu ke sebuah balok kayu dan terus mengancam dan mengintimidasinya.
“Ayo, berdusta! Ayo, berdusta!” Semakin ia berteriak ketakutan, semakin keras iblis-iblis itu menyuruhnya berdusta. Ternyata selama hidup di bumi wanita itu sering mendustai suaminya. Ia tidak setia kepada janji dan ikatan pernikahannya. Wanita itu berselingkuh dengan pria lain. Wanita itu tampak pasrah terhadap perintah mereka.
“Ya, ya, aku akan berdusta! Aku akan berdusta!”
Saya kira wanita itu akan dibebaskan karena telah memenuhi permintaan mereka. Ternyata dugaan saya keliru. Salah satu roh jahat itu menyodok wajah perempuan itu dengan senjata yang bentuknya aneh, kemudian menggaruk wajahnya dengan senjata yang sama dengan kasar dan cepat. Kulit wajah wanita itu terkelupas bersamaan dengan teriakan dan jeritan kesakitan wanita malang itu. Darah segar menyembur dari luka di wajahnya, dari luka yang menganga. Teriakan kesakitan terdengar sangat menyayat hati. Wajahnya tampak mengerikan akibat tindakan brutal dari iblis ini. Di saat yang bersamaan saya melihat roh jahat yang lain muncul dari balik kerumunan, menarik lidah wanita ini hingga putus. Jeritan kesakitan melolong-lolong keluar dari mulut tanpa lidah ini.
Saya terpana. Saya kehabisan kata-kata. Jantung saya seperti berhenti sepersekian detik karena sangat kaget. Saya tak menduga sama sekali bahwa wanita tersebut akan diperlakukan sesadistis itu. Saya tidak tahan lagi! Saya berteriak dengan marah. Saya bermaksud ingin menolongnya. Tetapi teriakan saya tenggelam dalam kegelapan dan kengerian. Karena dikuasai rasa takut, suara saya terdengar bagai rintihan. Tetapi mereka tidak dapat mendengar saya.
Belum pulih dari shock saya, tiba-tiba saya melihat lidahnya kembali ada. Seolah-olah tidak terjadi apapun. Cuma darah yang tersisa di wajahnya menandakan adanya perlakuan sadistis atas wanita itu. Iblis yang sama kembali mengulangi kejadian tadi dengan senjatanya. Kembali wanita itu menjerit-jerit kesakitan. Begitu terus berulang-ulang sehingga kengerian menguasai saya sepenuhnya. Pada akhirnya saya tahu bahwa kekekalan di sana berlaku atas tubuh, perasaan dan pikiran manusia. Sekalipun semuanya terjadi di alam supranatural, tetapi jeritan, ekspresi ketakutan, bentuk penyiksaan, kertakan gigi, suara tawa iblis di neraka begitu nyata. Neraka itu lebih nyata dan lebih kekal daripada apa yang ada di bumi ini.
“Ayo, kita bawa wanita ini ke depan, ke lautan api itu!” Seketika itu juga saya diberi hikmat Tuhan tentang perbedaan antara maut, kerajaan maut, dan lautan api. Orang yang mati dalam dosanya akan mengalami maut, karena upah dosa ialah maut. Mereka terpisah selama-lamanya dari hadirat Allah. Di sanalah setan-setan mendirikan kerajaan maut. Mereka menyiksa manusia-manusia yang berada di kerajaan maut. Lautan api adalah hukuman terakhir bagi iblis dan para pengikutnya.
“Tiiiddddaaaakkkkkkkk! Aku tak mau ke sana. Tidak mauuuuu!” Wanita tersebut memohon belas kasihan iblis-iblis itu. Dengan tangan terikat ke belakang, wajah yang hancur dan bersimbah darah, lidah yang putus, ia berlutut menangis memohon belas kasihan para penyiksanya. Sungguh, itu merupakan pemandangan yang sangat sangat sangat menyedihkan, membuat iba, dan sekaligus mengerikan. Bukan iba, bukan belas kasihan, para roh jahat itu malahan bersorak-sorak kegirangan melihat korban di depannya tak berdaya, penuh kemalangan.
“Aku tidak mau ke sana. Tidak mau. Siksa aku saja di sini. Siksa aku saja semau kalian, jangan bawa aku ke sana!” Wanita itu sudah demikian tersiksa, sedemikian menderita, sedemikian kesakitan, masih memilih disiksa di situ saja, dibandingkan dibawa ke lautan api. Saya bisa memahami ketakutannya. Lautan api itu bukan dongeng. Tempat itu nyata. Tempat itu ada di depan matanya. Benar kata Alkitab, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam penghukuman Allah yang hidup!”
Lanjut Post 2 emoticon-Request
Lanjutan emoticon-Smilie

Quote:
Tak jauh dari tempat wanita itu disiksa, saya melihat seorang pria yang tinggal kerangka, karena dagingnya telah meleleh, digotong kembali ke dekat pintu gerbang. Sebelumnya ia ditempatkan di dekat lautan api. Saya yakin ia telah lama mati. Ia dibawa ke dekat pintu gerbang itu entah untuk ke berapa kalinya, hanya untuk mempermainkan perasaannya. Sementara itu roh-roh jahat yang mengerumuninya berteriak-teriak memberi semangat, “Ayo, onani! Ayo, masturbasi!”
Rupanya, semasa ia hidup ia sering melakukan masturbasi. Ketika saya mendengar roh-roh jahat itu berteriak-teriak, saya dikagetkan dengan munculnya ribuan ulat yang menjalar keluar dari lubang kemaluannya yang sebenarnya tinggal daging meleleh. Ulat-ulat itu keluar juga dari lubang mata, hidung, dan telinganya. Ulat-ulat itu menjilati dagingnya yang meleleh. Saya tidak pernah menjumpai ulat-ulat seperti itu di bumi. Pria itu sangat kesakitan digerogoti dagingnya oleh ulat-ulat ganas itu.
Tak jauh dari tempat saya berdiri, saya melihat seorang pria muda yang sepertinya baru meninggal. Saya tahu kalau ia belum lama meninggal, karena orang-orang yang sudah lama meninggal akan berada di tempat yang sangat jauh dari tempat saya berdiri di dekat gerbang maut itu. Tak berapa lama kemudian beberapa roh jahat datang membawa seorang pria yang lebih tua usianya. Dugaan saya, semasa mereka hidup, mereka adalah ayah dan anak. Roh-roh jahat itu memaksa kedua orang itu ke tengah lingkaran. Mereka memaksa pria yang lebih muda untuk makan bagian belaksan dari kepala pria yang lebih tua. Memakan otak! Mengerikan sekali. Sebelumnya para iblis itu merobek belakang tempurung kepala pria yang lebih tua dengan tangan mereka. Terdengar jerit kesakitan dari pria tua itu. Dan anak muda itu tak punya pilihan lain selain memakan otak dan bagian belakang pria yang adalah ayahnya.
Melihat kejadian yang menjijikkan dan gila itu saya berteriak histeris. Saya marah sekali melihat kejadian itu. Seumur hidup saya tidak pernah melihat dengan mata kepala sendiri perbuatan kanibalisme seperti itu. Sontak saya menjadi pusing dan tubuh saya gemetar. Sekujur tubuh saya jadi lemas karena ngeri. Kalau bukan karena tangan-Nya yang memberi kekuatan, saya tidak akan kuat berdiri.
“Tuhhhaaaaaannnnn! Jangan diam saja! Lakukan sesuatu!” kata saya iba. Tuhan tidak menjawab. Saya merasa putus asa karena saya tak dapat menghalangi perbuatan iblis-iblis itu. “Lord, do something, please. Tuhan, Engkau ‘kan penuh kuasa. Lakukan sesuatu.” Tuhan tetap diam. Saya tidak dapat berbuat apa-apa lagi, selain menaati-Nya. Saya memaksakan diri untuk melihat kembali potongan adegan yang sangat sangat mengerikan itu. Anak muda itu masih sedang memakan bagian belakang tempurung kepala ayahnya yang sangat-sangat kesakitan.
“Cukup, Tuhan! Hentikan! Saya tidak tahan!”
“Tidak! Engkau harus tetap di sini! Tetaplah di dekat-Ku dan jangan bergerak,” kata-Nya dengan lembut. “Jangan membenci,” sambung-Nya. Seketika itu juga saya mengerti bahwa mereka berdua, ayah dan anak itu, saling membenci ketika mereka masih ada di dunia. Mereka tidak mau saling memaafkan sampai kematian menjemput mereka.
Ketika saya menoleh kembali ke arah ayah dan anak itu, terdengar suara satu roh jahat, “Sekarang tiba giliranmu!” Pria yang lebih tua dengan kesakitan yang sangat karena bagian kepalanya tinggal seperempat, menuruti kata-kata iblis itu. Ia sekarang berbalik memakan kepala anaknya sendiri. Wajah anak muda itu tampak tegang menanti giliran disiksa. Ia berdiri mematung dengan ekspresi wajah yang penuh kengerian. Ia menjerit-jerit kesakitan ketika ayahnya sendiri memakan bagian belakang kepalanya. Ya, Tuhan!
“Tuhan, cukup!” Saya tidak tahan lagi melihat semua kengerian itu. Saya menutup mata, tapi pemandangan itu tak dapat pergi. Seketika itu juga saya merasakan Tuhan menarik roh saya, sehingga bisa kembali ke tubuh saya. Saya terbangun dengan nafas terengah-engah. “Celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil!” seru saya setelah pengalaman dibawa Tuhan ke neraka yang sangat sangat sangat mengerikan itu.
Berbulan-bulan setelah itu, trauma saya melihat neraka tidak segera pulih. Ingatan tentang neraka itu tidak dapat saya lupakan sama sekali. Ditambah lagi, sekujur tubuh saya pada sakit. Tulang-tulang saya terasa nyeri, sehingga untuk menggerakkan badan saja terasa sulit. Sekalipun berusaha melupakan perjalanan ke lembah penyiksaan itu, namun saya tak dapat tidur tanpa memikirkannya.
Saya tahu, Tuhan membawa saya ke sana untuk membongkar rahasia pekerjaan iblis yang tak disadari banyak orang. Saya yakin “emergency call” ini datangnya dari Allah, bukan peringatan dari manusia. Tuhan mengembalikan roh saya ke tubuh saya dalam keadaan hidup, karena hanya orang hidup yang dapat berbicara kepada manusia yang hidup. Orang mati, sekalipun telah melihat dan mengalami neraka, tidak dapat berbicara kepada orang hidup.
Keseluruhan pesan ini bukan terletak dan berfokus pada nerakanya. Yang jauh lebih penting, pesan ini mengenai Tuhan Yesus, mengenai keselamatan di dalam Tuhan Yesus. Karena hanya Tuhan Yesus saja yang sanggup menyelamatkan manusia dari penghukuman kekal di neraka. Kisah Para Rasul 4:12 mengatakan, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Yesus Kristus, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Kisah kesaksian Philip Mantofa ini diambil dari buku “A Trip To Hell” ditulis oleh Philip Mantofa bersama Sianne Ribkah.

[RIGHT]sumber[/RIGHT]

ijin nyimak dulu deh gan emoticon-Cendol (S)





Best Regards,
WSSChanger
Bookmark dulu, pencerahan yang baek nih emoticon-Embarrassment
A Trip to Hell emoticon-Smilie
ane kemaren dapat tuh brosur, hari ini kalau gak salah ada tuh kesaksiannya, tapi gak tau siapa emoticon-Embarrassment

Nice Thread, Keep Post emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By wsschanger

ijin nyimak dulu deh gan emoticon-Cendol (S)





Best Regards,
WSSChanger


Quote:Original Posted By dasandria5
---edited


nih 2 pengejar pertamax? emoticon-Ngakak (S)

Quote:Original Posted By four14teen
Bookmark dulu, pencerahan yang baek nih emoticon-Embarrassment


Monggo emoticon-Smilie

Quote:Original Posted By rczkz14
A Trip to Hell emoticon-Smilie
ane kemaren dapat tuh brosur, hari ini kalau gak salah ada tuh kesaksiannya, tapi gak tau siapa emoticon-Embarrassment

Nice Thread, Keep Post emoticon-Big Grin


iyaa, di CP/CL gan, lupa juga emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By SeoHyun14



iyaa, di CP/CL gan, lupa juga emoticon-Ngakak (S)


Brosur ane udah ilang gan emoticon-Ngakak
jadi gk tau juga dimana emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By rczkz14


Brosur ane udah ilang gan emoticon-Ngakak
jadi gk tau juga dimana emoticon-Embarrassment


emoticon-Ngakak (S)
Ane gak bisa datang hari ini emoticon-Frown
ijin nyimak dlu gan emoticon-army

orang mana tuh gan.. emoticon-Embarrassment
kesaksian nya... emoticon-Kagets wow...








Quote:
Kaskuser yang baik akan :
emoticon-I Love Kaskus (S) Meninggalkan komen bermutu
emoticon-I Love Kaskus (S) Memberi emoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahariemoticon-Matahari
emoticon-I Love Kaskus (S) Mempergunakan emoticon-Cendol (S) secara bijak.

emoticon-Mad No FLAME,SARA,JUNK.
emoticon-Mad No JUNK COPAS
emoticon-Mad No Emot only


Quote:?AnehnyaNegaraku's BLOG?
emoticon-angel.. Visit ya agan.. emoticon-angel
emoticon-angel seorang Visitor = sebongkah pahala buat agan emoticon-angel


Quote:A Trip To Hell - Philip Mantofa
Quote:Original Posted By uraidy
ijin nyimak dlu gan emoticon-army


Monggo gan emoticon-Embarrassment
Di Rate, kalau mau Cendolin juga gpp emoticon-Embarrassment

Quote:Original Posted By addictorKASKUS2

orang mana tuh gan.. emoticon-Embarrassment
kesaksian nya... emoticon-Kagets wow...


keknya sih orang indo gan, ane juga baru tau nih kisah emoticon-Malu (S)
Setelah ane baca gan, memang neraka itu ada kan emoticon-Embarrassment
videonya, ngeri gan denger kesaksiannya emoticon-Belo
wah panjang tritnya, ane menyimak dolo
emoticon-Cool
tulisan semua gan emoticon-Hammer2

ijiin nyimak deeh
udah lama gak liat yang kayak gini emoticon-Big Grin
jadi keinget lagi nih emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By four14teen
Setelah ane baca gan, memang neraka itu ada kan emoticon-Embarrassment
videonya, ngeri gan denger kesaksiannya emoticon-Belo


Quote:Original Posted By iPurple
wah panjang tritnya, ane menyimak dolo
emoticon-Cool


Quote:Original Posted By ...aku...
tulisan semua gan emoticon-Hammer2

ijiin nyimak deeh


Quote:Original Posted By fkrie
udah lama gak liat yang kayak gini emoticon-Big Grin
jadi keinget lagi nih emoticon-Big Grin


Monggo gan, baca pelan2 aja, slow slow, di mengerti emoticon-Embarrassment
ijin nyimak ganemoticon-cystg

Menyimak dulu gan, banyak tulisannya emoticon-Hammer2
serem gabn... emoticon-Sorry

tapi emang benar itu neraka ? udah pasti tuh emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By Mr.Qboet
ijin nyimak ganemoticon-cystg



Quote:Original Posted By rafipriambodo
Menyimak dulu gan, banyak tulisannya emoticon-Hammer2


Quote:Original Posted By Kalasnikhov
serem gabn... emoticon-Sorry

tapi emang benar itu neraka ? udah pasti tuh emoticon-Ngakak (S)


Pelan2 aja bacanya bro emoticon-Embarrassment

iya donk gan kalasnikhov , neraka emoticon-Takut (S) dah
cepet tobat kita emoticon-Ngakak (S)