alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000013475189/whatever-i039m-backpacker-keindahan-dan-keangkeran-gunung-tambora
[Whatever I'm Backpacker] Keindahan dan Keangkeran Gunung Tambora !!
Menjajal, Sang Mantan Juara !!

[Whatever I'm Backpacker] Keindahan dan Keangkeran Gunung Tambora !!

Pada kesempatan gue meng-explore NTB, tidak hanya pantai dan desa-desa saja yang ada di itinerary untuk disambangi, Gunung Tambora menjadi salah satu destinasi yang paling menantang menurut gue yang juga harus bisa di taklukan.

Gimana gak menantang, gue yang sedari lahir gak pernah diajak naik gunung sekarang harus tiba-tiba siapin tekad buat naik gunung. Dari orok ampe sekarang, gunung yang pernah gue injak sampai puncak yah cuma Gunung Tangkuban Perahu doang, itu pun muncaknya pake mobil. MUAHAHAHA !!

Ada satu lagi, gunung yang pernah dan sering banget gue taklukan adalah Gunung Kembar. Gunung kembar ini gak terlalu tinggi tapi banyak sekali tipe-nya, mulai dari 32A sampai 36B. Dan gunung ini adalah satu-satunya gunung yang puncaknya enak buat dijilat. HUAHAHAHA !! *di tabok Ustadz*

Ayal tak ditanya, kenyataan tak bisa disangkal, korupsi tak bisa diberantas. Gue yang gak pernah naik gunung sekalipun harus nyiapin kaki buat muncak selama 2 hari ke Gunung Tambora. Seperti di postingan-postingan awal yang sering gue sebutkan, Gunung Tambora terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

So, Let me explain a little secret about Tambora. Dalam judul postingan di atas, kenapa gue sebut Tambora sebagai "Sang Mantan Juara" ?? Karena apa ??

Hemm..
Kasih tau gak yah..kasih tau gak yah.. *dikeplak pembaca*

Jadi gini, menurut para ahli kosmetik , Gunung Tambora pernah menjadi gunung tertinggi di Indonesia dengan tinggi 4.300 meter yang berhasil menjadikannya sebagai raja nusantara mengalahkan gunung-gunung lain. Tetapi pada tahun 1815 yang tentunya gue belum lahir dan Fir'aun masih pake behel, Gunung Tambora mengalami penetrasi, dia mengalami ereksi yang berlebihan sehingga mengeluarkan cairan kental menggelegar (ini gue ngomongin apa yah?)

Back to Story, pada tahun 1815 Gunung Tambora mengalami letusan hebat yang mengakibatkan setengah dari ketinggiannya hilang dan banyak sekali kejadian buruk. Bukan hanya di daerah sekitar Gunung Tambora, tetapi efek-nya terasa hingga seluruh Indonesia bahkan Dunia !!

Letusan pada tahun 1815 adalah letusan gunung api paling besar di dunia (bayangkan, 4 kali lebih besar dari letusan Gunung Krakatau !! 4 kali, Man !!). Suara letusannya terdengar hingga telinga orang Padang, Palembang, Medan dan Aceh. Yah, suara letusannya terdengar hingga Sumatera yang jaraknya 2.000 km lebih dari asal gunung. Menewaskan hingga 71.000 jiwa, mengubur tiga kerajaan besar di Sumbawa, dan mengubur hidup-hidup langsung 12.000 orang jiwa, dan banyak meninggalkan benda-benda bersejarah didalamnya !! Serem banget kan !!

Spoiler for Foto sebelum muncak:


Lebih dari itu, gara-gara si Tambora meletus, iklim di dunia pun seketika berubah karena penyebaran Abu Vulkanik-nya yang tersebar hingga Benua Eropa dan Amerika. Mengakibatkan setahun berikutnya (pada tahun 1816) disebut sebagai tahun tanpa musim panas. Dan otomatis, membuat gagal panen dan kematian ternak terbesar yang mengakibatkan banyak kasus kelaparan terburuk sepanjang sejarah pada abad ke-19 !! Kebayang kaya apa suasana-nya waktu itu? Ngeri banget gue. Waspadalah !!! Waspadalah !!! *nulis ampe kencing di celana*

Setelah gue cerita tentang sejarahnya biar lo nyadar betapa sulitnya usaha gue buat muncak di Gunung Tambora. Sekarang giliran cerita koplak sekaligus mistis saat gue muncak. Here we go..

Berawal dari Desa Pancasila yang merupakan pintu masuk menuju Gunung Tambora, Kita menyewa ojek untuk menuju portal Gunung Tambora, ojek bukan sembarang ojek. Tapi ini ojek paling ** SENSOR ** yang pernah gue tunggangi. Track yang gue lalui dengan ojek adalah track lumpur yang basah sehabis diguyur hujan, track yang panjang dan jalan licin yang naik turun serong kiri serong kanan yang sering kali bikin jantung kita hampir copot, untung gue iket kenceng tuh jantung #eyakaleee.

Spoiler for Ojek Race, Gan !!:


Tepat di bawah gunung sebelum naik, lo bakal lihat Kampung Bali dan seonggok Pura Hindu milik mereka, uniknya Pura ini adalah (konon) satu-satunya Pura yang berada di tengah hutan belantara. Walaupun di tengah hutan, Pura ini bersih dan rapi banget. Malah kalo pas siang hari Pura ini bakalan berkali-kali lipat keren-nya karena diterangi sinar matahari yang terselip-selip oleh pepohonan di hutan. Amazing !!

Spoiler for Pura Kampung Bali:


Usai melongo dan foto-foto depan Pura, akhirnya dengan tekad dan nekat, gue melanjutkan berjalan kaki menuju Puncak Gunung Tambora !!

Lintah I Love You !!

Sebelum bercerita, mari gue perkenalkan tokoh-tokoh utama dalam ekspedisi mendaki Gunung Tambora kali ini, adalah :

Bang Diki : Pemuda asal Jakarta berumur 27 tahun ini (kalo gak salah) memiliki pengalaman banyak dalam hal daki-mendaki gunung, Ciremai, Rinjani dan Pangrango adalah sebagian gunung yang pernah dinaiki oleh Bang Diki, tapi masalah Gunung Kembar gue tetep jagonya !! MUAHAHAHA..

Kak Nora : Wanita bertubuh mungil dari Jakarta ini gak kalah jago dalam hal mendaki gunung. Kak Nora juga termasuk anak pecinta alam dikampusnya terdahulu. Gunung yang pernah dia daki diantaranya adalah Gunung Kinabalu di Malaysia. Keren !!

Mbak Sophie : Wanita tangguh asal Lombok yang menjadi pendamping kami selama meng-explore NTB, memang tak perlu lagi diragukan kredibilitasnya dalam mendaki gunung. Mbak Sophie juga adalah salah satu guide tangguh Gunung Rinjani.

Bang Wawan : Sahabat sekaligus porter yang kami bawa untuk menunjukan dan mengantarkan kami dalam ekspedisi Gunung Tambora. Selain sudah hafal jalan, Bang Wawan juga ternyata bisa merasakan dan melihat makhluk halus. Yang lebih gokil lagi, dia muncak cuma pake sendal jepit swallow. Shit Man !!

Mang Daung : Supir kita selama meng-explore NTB, dulunya dia adalah preman di Jakarta. Setelah tobat karena lihat kucing kimpoi, Mang Daung gue paksa naik gunung dengan perkataan gue "Gak ada lo gak rame.." akhirnya Mang Daung ikut bersama kami secara terpaksa. HUAHAHA..

Dan terakhir adalah,

Gue Sendiri : Pemuda bodoh dari Bandung yang salah kostum buat naik gunung. Gak pernah sekalipun naik gunung kecuali Gunung Tangkuban Perahu dan Gunung Kembar. Sekian !!

And story begin..

Melanjutkan perjalanan gue dari portal pertama Gunung Tambora, kita ber-enam (Gue, Bang Diki, Kak Nora, Mbak Sophie, Mang Daung dan Bang Wawan) berjalan penuh dengan semangat membara. Sepanjang jalan kami sering bercanda, ngelawak, nyanyi-nyanyi hingga saling lempar tai luwak.

Spoiler for Tai Luwak:


Perjalanan dari portal menuju pos 1 gak terlalu berat medan-nya. Hanya jalan tanah setapak dengan ladang-ladang kopi milik warga. Tingkat kecuraman jalannya pun gak terlalu menyulitkan, ada sih sekali-kali jalan yang nanjak dan licin, tapi itu gak terlalu menyulitkan gue yang baru pertama kali naik gunung.

Sepanjang jalan dari portal menuju pos 1 lo bakal lihat ada pipa paralon yang menjadi media untuk mengalirkan air dari gunung menuju perkampungan warga dibawah. Gue pengen iseng sih lepasin tuh pipa, cuma gue takut dibakar hidup-hidup sama warga.

Jalan kaki selama 3 jam, akhirnya kita sampai di pos 1 yang udah mulai kerasa banget hutannya. Di pos 1 ini kita bakal disambut dengan runtuhan pohon yang menjulang, biasanya dipakai buat tempat beristirahat para pendaki. Di Pos 1 juga ada mata air yang lumayan bersih air-nya. Buat pendaki yang sudah kehabisan bekal air, gue rekomendasiin ambillah banyak-banyak air disini. Soalnya, percaya sama gue, diatas gak ada warung atau alfamart yang jual Aqua botol.

Selesai istirahat sebentar dan makan cemilan secara bar-bar, kita melanjutkan perjalanan menuju pos 2 yang akan ditempuh dengan rata-rata waktu adalah 3 jam dengan kecepatan 20 km/jam dan tekanan udara 13,5 mili ditambah shock breaker off-road. (Gue ngomongin apaan yah?)

Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2, hutan belantara dan hujan rintik-rintik menyambut kita. Gue yang salah kostum dan tanpa persiapan yang matang untuk naik gunung secara otomatis basah kuyup, untunglah Mang Daung yang gak kalah goblok dari gue pun sama-sama lepek kebasahan karena gak bawa rain coat.

Selain hutan belantara dan hujan yang mulai turun deras, kita ber-enam pun direpotkan dengan mulai munculnya makhluk penghisap darah bernama lintah, atau yang orang sini sering menyebutnya pacek. Jakarta kalo udah jam pulang kantor juga suka pacek yah ?? MACET DIS, GOBLOK !! -___-"

Setelah menoyor kepala sendiri, gue lanjut berjalan dengan penuh air yang menyerap di jaket dan jeritan jeritan mirip banci karena ternyata di kaki gue penuh dengan hewan melata bernama pacek. Sumpah !! Pacek nih bener-bener ngerepotin daripada hujan dan hutan yang sama-sama lebat. Karena hutan di Tambora adalah jenis hutan yang lembab, maka banyak sekali pacek yang menari-nari girang keluar dari sarang-nya, sesaat hujan turun.

Terhitung 2.378 pacek pernah nempel di kaki gue selama di perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 (agak lebay sih, tapi bodo ah emang banyak banget kok) Berkali-kali gue harus berhenti jalan cuma buat ngusir pacek yang nempel di kaki. FYI, gue naik gunung cuma pake sendal gunung doang, gak pake sepokat gunung yang kalo lo tendangin ke kepala orang bisa bocor tujuh turunan tuh kepala. Saking tebel dan gede-nya tuh sepatu !!

Lanjutannya dibawah gan !!

Web : www.whateverbackpacker.blogspot.com
twitter : @takdos

[Whatever I'm Backpacker] Keindahan dan Keangkeran Gunung Tambora !! #2

Setelah berjalan 3 jam, akhirnya kita sampai di pos 2. Pos ini cuma ditandai dengan saung kecil yang terbuat dari kayu dan beratapkan seng seadanya, cukup lumayan buat beristirahat, meneduh walaupun badan gue sudah basah kuyup. Diperjalanan menuju pos 2 dan 3, kita bakal disuguhkan banyak buah berri hutan yang bisa dimakan, rasanya asem kecut.Cukup buat bikin kita agak melek.

Kemistisan Gunung Tambora mulai nampak disini, Bang Wawan sang porter bilang kalo sedari pos 1 kita sudah diikutin 2 pendaki lain, mereka cewek sama cowok. Bukan pendaki asli manusia, tapi pendaki makhluk halus. Entahlah mereka ngapain ngikutin kita. Mungkin mereka takut hantu kalo ngedaki cuma berdua, padahalkan mereka hantu juga. Masa hantu takut hantu, hantu yang aneh. HUAHAHA..

Melanjutkan perjalanan setelah beristirahat dan ngelepasin pacek-pacek di kaki, kita melanjutkan pendakian, sekarang kita gak cuma ber-enam, tapi ber-delapan dengan 2 makhluk halus yang terus ngikutin kita (menurut Bang Wawan, loh yah)

Spoiler for Pacek Sialan !!:


Jalan yang semakin sempit dan terjal serta hujan dan pacek yang gak kalah bikin perjalanan kita ini semakin berat, ditambah banyak-nya pohon yang tumbang mengharuskan kita sering kali lompat-lompat dan nanjak-nanjak buat ngelewatin jalan menuju pos 3. Hari yang sudah mulai mau maghrib dan cuaca yang mulai dingin ngebuat perjalanan menuju pos 3 gak terlalu berasa karena gue cuma nunduk dan terus jalan tanpa berhenti. Pacek dikaki yang sudah gendut karena nyedotin darah gue pun gak gue hiraukan lagi, pikiran gue "bodolah, itung-itung donor darah aja.."

Spoiler for Korban Pacek:


Jarak yang lebih singkat dari pos 2 menuju pos 3 ternyata cuma kita tempuh dalam waktu 2 jam saja. Tanjakan panjang terakhir dan sebuah beruga (bale-bale) kokoh yang terbuat dari kayu dikelilingi hutan lebat menyambut kita di pos 3. Akhirnya kita sampai diperistirahatan untuk menginap !!

Pos 3 ini cukup memiliki tanah luas yang datar, tapi konon disinilah pos yang paling horror, paling angker dan paling GAK BANGET !! Selesai bersih-bersih dan mengganti baju yang basah kuyup kita ber-enam masak makanan dari bekal logistik yang kita bawa. Sambil menunggu makanan yang dimasak Mbak Sophie matang, gue bercanda-bercanda kuli bareng Mang Daung, ketawa ketiwi secara brutal gak tau aturan dan akhirnya gue mendadak diem ketika ada yang nyolek telinga kanan gue secara misterius. Entahlah itu siapa, yang pasti gue duduk di pojokan dan disebalah kiri kanan gue gak ada siapa-siapa !! njiss..

Spoiler for Makanan orang Gunung:


Usai melahap makanan, kita pun tertidur lelap berdempetan di beruga kecil yang berisi 6 orang. Ditemani oleh pohon besar disebelahnya yang ternyata gue baru tahu dari cerita Bang Wawan setelah turun, bahwa pohon besar itu adalah tempat berdiam diri seorang bocah wanita bisu anak dari penunggu Gunung Tambora yang sering nangis saat malam hari. Bulu kuduk gue seketika merinding. Brrrr...

Makin Mistis !!

Pada pukul 3 subuh, sentuhan tangan dingin dari Bang Wawan, mulai menggerayangi tubuh gue, membangunkan kita berlima dari tidur lelap. Bang Wawan terbangun terlebih dahulu karena dia mendengar ada suara banyak orang yang lagi jalan. Kaya lagi latihan baris-berbaris gitu, di lembah belakang bale-bale kita, kata Bang Wawan sih itu suara berasal dari para tentara Jepang yang sedang berjalan menelusuri Tambora.

Memang sering sekali suara-suara aneh bin misterius terdengar di pos 3, selain suara tentara jepang yang sedang berjalan, suara tangisan dari Siti, bocah wanita bisu dan gesrekan pepohonan yang seperti sedang dilalui babi hutan pun sering terdengar di keheningan malam. Tapi bagi gue, suara yang paling mengganggu adalah suara dengkuran salah satu dari kita. *uhuk* #NoMention

Pukul 3 subuh kita sudah terbangun semua, sedikit menggelinjang untuk meregangkan otot yang kaku karena tidur meringkel, kita pun siap dengan Summit Attack Tambora !!

Kenapa harus pukul 3 subuh ?? Soalnya selain itu angka yang cantik (cantik dari hongkong), kita pun bakalan ngejar sunrise di Puncak Tambora yang walaupun pada kenyataannya kita boro-boro nyampe puncak tepat waktu.

Persiapan sudah di packing dalam satu backpack, kita cuma bawa beberapa hal penting saja seperti, air minum buat meredakan dahaga, biskuit buat ganjel perut yang lapar, bendera Indonesia yang bakalan gue kibarin di puncak, passpor yang siapa tau diatas ada pengecekan imigrasi dan badak jawa buat gue bakar.

Perjalanan dari pos 3 menuju pos 4 dihiasi dengan langit yang gelap gulita, gak ada penerangan sama sekali dari bulan. Track dari pos 3 menuju pos 4 ini agak bikin gue nyinyir kewalahan, gimana nggak !! Pacek penghisap darah memang sudah gak ada sekarang, tapi yang bikin perjalanan makin tambah berat adalah jalan tanah yang lebih licin disertai curam-nya tanjakan dan jurang yang menganga dipinggir kiri gue semakin membuat tegang perjalanan ditengah kegelapan malam.

Selain jurang yang fix bakal bikin gue mati konyol kalau nyuksruk !! Daun Jelatang juga gak kalah nyeremin, buat lo yang suka naik gunung, jangan bilang pendaki gunung sejati kalau belum pernah kena sapuan Maha Dahsyat dari daun jelantang. Daun selebar daun sereh ini punya banyak duri tipis diseluruh bagiannya, mulai dari batang, dahan sampai daun-nya. Jangankan megang, kena sapuan-nya dikit aja, gue bisa nangis nahan pedih, panas, gatel dan horny. Sumpah !! Kena daun jelantang tuh kaya lo kena hukum cambuk di Aceh gara-gara merkosa kucing. Hal sepele tapi bikin meringis !!

Spoiler for Jelatang Si Daun Setan:


Bayangkan saja, sejauh dari pos 3 sampai pos 4 yang gue lewatin adalah hutan lebat jelatang si daun setan !! terhitung 4 kali gue kena daun jelatang, dan 4 kali juga gue merasakan kepedihan yang teramat. Gak heran kalau kita harus sering jalan jongkok, nunduk, loncat, salto, hand stand dan jalan tiarap buat lewatin hutan jelatang. Percayalah kawan, daun jelatang di sisi kiri, kanan, atas dan bawah, akan menyambut lo dalam perjalanan menuju pos 4 !!

Penderitaan akhirnya telah usai, gue sudah berada di tempat peristirahatan pos 4. Beberapa langkah sebelum sampai pos 4, Mbak Sophie, pemandu gue serta merta mulutnya komat kamit bilang "astagfiruloh hal adzim" !! Hemm..ternyata Mbak Sophie melihat ada 3 sosok menyerupai manusia berpakaian lengkap seperti pendaki gunung, telah menunggu kita di pos 4. Tentu saja Mbak Sophie gak berteriak histeris, dia cuma menutup matanya tanda ketakutan sambil berlalu begitu saja. Gue ?? Cuma senyum mesem liat kelakuan Mbak Sophie (padahal takut juga) -___-"

Kami beristirahat sejenak di pos 4 dengan menggelar sebuah terpal plastik untuk alas duduk, kejadian misterius gak sampai di Mbak Sophie saja. Setelah terpal di gelar, Kak Nora langsung mengambil posisi terlentang di sebelah gue tanda dia kecapek-an dan dilanjut dengan tidur hingga mendengkur keras. Gue, Bang Diki, Bang Wawan dan Mang Daung cuma ngobrol-ngobrol sambil ngemilin biskuit. Sementara Mbak Sophie duduk meringkel kedinginan.

Istirahat selesai, Bang Wawan meng-komando-i bahwa kita harus siap-siap bergegas melanjutkan perjalanan. Kak Nora yang mendengar komando dari Bang Wawan langsung bangkit dari tidur lelap-nya, sambil nyanyi-nyanyi, Kak Nora langsung ngembat biskuit yang kita makan. Tak ada sedikitpun tanda kalau dia baru banget bangun tidur. Kita berlima pun cengo keheranan.

Ternyata setelah turun dari gunung, Kak Nora cerita kalau dia sama sekali gak tidur waktu di pos 4, dia tahu kita bercanda sambil makan biskuit, dia tahu kita lagi ngomongin apa, dan dia tahu kalau gue adalah power ranger biru !! Kak Nora tahu semua !! Dia gak tidur !! Dia bangun !! Dia terjaga selama di pos 4 !! *suasana semakin mendebarkan dan tegang*

Lalu, siapa yang tidur di sebelah gue ?? Siapa yang mendengkur ?? Siapa yang Gue, Bang Diki, Bang Maman dan Mang Daung lihat itu ?? Siapa yang masukin Rusa Afrika ke pantat Roy Suryo ?? Siapa !!?? Siapa !!?? Siapa !!?? *kamera zoom in-zoom out*

Allahualam..mungkin itu jelmaan Mak Erot yang lagi naik gunung !!

Lanjutannya dibawah gan !!

Web : www.whateverbackpacker.blogspot.com
twitter : @takdos

[Whatever I'm Backpacker] Keindahan dan Keangkeran Gunung Tambora !! #3

Summit Attack !!

Setelah beristirahat di pos 4, kita ber-enam melanjutkan perjalanan menuju pos 5, atau pos terakhir sebelum mencapai puncak. Perjalanan menuju pos 5 tidak terlalu berat seperti pos-pos sebelumnya, tidak juga ada halangan yang berarti. Hanya beberapa dahan pohon yang tumbang dan jalanan yang agak sedikit curam.

Dua jam waktu yang diperlukan untuk mencapai pos 5 dari pos 4. Menuju pos 5, udara sudah semakin hangat dan matahari sudah mulai nampak. Kita ketinggalan menyaksikan sunrise di puncak Tambora.

Pos 5 ini adalah sebuah lahan yang cukup luas, gak sedikit pendaki yang mendirikan tenda di pos 5 untuk beristirahat, selain memang tanah datarnya yang lumayan luas, di pos 5 juga terdapat sungai kecil yang bisa diminum airnya. Tapi konon, menurut Bang Wawan, pos 5 inilah yang paling angker.

Menurut Bang Wawan, disinilah portal antara dunia manusia dengan dunia makhluk halus. Aura di pos 5 ini pun memang agak nyeremin, tempatnya yang diselimuti beberapa pohon pinus dan bambu, membuat pos 5 semakin angker. Pernah ada seorang pemburu yang meninggal di pos ini karena tertembak senapannya sendiri, entahlah karena apa, tetapi memang aura-nya gak enak banget. Beda sama Aura Kasih yang enak banget. Slurrrpp...

Gak lama kita beristirahat di pos 5, karena memang belum terlalu capek. Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan menuju puncak, perjalanan dari pos 5 menuju puncak, gue sudah berasa gak kaya di hutan lagi, hamparan luas tanah vulkanik berwarna hitam yang dihiasi rerumputan membuat pandangan kembali segar. 360 derajat yang gue lihat adalah pemandangan yang spektakuler. Puncak Gunung Rinjani dan Pulau Satonda nampak jelas terlihat dari ketinggian Gunung Tambora.

Spoiler for Tambora look like NZ:


Beristirahat sejenak di pos bayangan, Bang Diki yang sedari tadi meringis nahan sakit perut akhirnya mengeluarkan isi perutnya diantara semak-semak belukar. Dia boker a la tentara, Man !! Salute !! Mendadak gue berpikir kalau bisnis toilet umum disini tentu sangat cocok. Mengakomodir Genderewo yang kebelet pipis, atau Kuntilanak yang kepengen ganti softek. *dicekek kunti*

Karena saat gue muncak adalah bertepatan dengan Idul Adha, sepanjang waktu beristirahat gue dan Mang Daung selalu mengumandangkan takbir, sementara Bang Wawan mencari lapak kosong untuk salat Ied. Sungguh pengalaman yang luar biasa, bisa berada di ketinggian lebih dari 2,000 mpdl saat Idul Adha. Untung gue gak gelap mata buat nyembelih Mang Daung yang memang mirip kambing !!

Puncak sudah mulai nampak dipelupuk mata, tapi rintangan terakhir yang harus gue lalui adalah bentangan pasir vulkanik luas yang membentuk seperti ngarai kecil. Entahlah apa itu ngarai ?? Gue aja gak tahu !! Yang penting keliatan keren aja gue nulis "ngarai". MUAHAHAHA.. Selain hamparan luas berwarna hitam, ada sesuatu yang membuat gue sumgringah, untuk pertama kalinya gue lihat bunga edelweiss, bunga abadi di puncak gunung !!

Spoiler for Bunga edelweiss:


Sebelum mencapai puncak, kita disuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Yah, sebuah kawah besar menganga lebar di depan gue sekarang !! Kawah Tambora yang terkenal, membentuk lingkaran berdiameter ratusan meter, saksi bisu dari letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815. Apapun yang bisa gue tulis disini, gak akan bisa mewakili pemandangan apa yang gue lihat. A-M-A-Z-I-N-G !!!

Spoiler for Kawah Tambora:


Gue yang sudah berada di kawah Tambora, dan tinggal beberapa kilometer lagi dari puncak, sangat sangat kelelahan. Gue capek setengah mati !! Disini pun kejadian aneh terjadi lagi, pada saat sedang menikmati indahnya Kawah Tambora, Kak Nora yang melihat Mang Daung yang memang kelebihan insulin otak, dengan semangat 45 mengambil bendera Indonesia di dalam tas yang Kak Nora bawa. Lalu berlari-lari girang meninggalkan kita berlima menuju puncak. Mang Daung lari seorang diri menuju puncak !!

Saat gue minta bendera Indonesia buat foto-foto ke Kak Nora, dengan wajah polos Kak Nora bilang, kalau bendera-nya sudah dibawa Mang Daung ke puncak. Gue yang sedari tadi foto-foto bareng Bang Diki dan Bang Wawan sama-sama melongo. "Hah ?? Mang Daung ke puncak bawa bendera ??" Padahal saat itu, Mang Daung sedang berada di dekat kami, Dia sedang baringan menikmati hawa dingin puncak Tambora dengan khusyu. Lalu siapa yang Kak Nora lihat membawa bendera dan berlari menuju puncak ?? Entahlah, Allahualam.. Mungkin itu lagi-lagi jelmaan Mak Erot !! Gue, cuma senyum mesem (lagi).

Badan yang sudah sempoyongan ditambah perut yang lapar membuat perjalanan gue semakin berat, entahlah hanya gue aja yang kelelahan atau yang lain juga kelelahan. Melangkahkan kaki satu jengkal saja menjadi sangat begitu sulit buat gue, kaki yang berat, pandangan yang kabur, dan ritme nafas yang gak beraturan membuat gue agak putus asa melanjutkan perjalanan menuju puncak, yang sudah nampak jelas di depan mata !!

Ternyata, menurut Bang Wawan yang cuma tersenyum melihat gue kelelahan. Gue tengah diikuti oleh seekor anjing besar berwarna hitam. Entahlah itu jenis anjing apa, yang pasti anjing itu memang gak kasat mata, alias anjing hantu. Kasian dia, sudah anjing, jadi setan pula. Gue melipir kenceng lari ke puncak karena takut.

And Finally, setelah melewati gundukan bukit kecil, akhirnya gue bisa melihat bendera Indonesia yang sedang berkibar indah di puncak Tambora !! Yups, dengan sukses-nya gue sudah berada di ketinggian 2,851 mdpl sekarang. Kelelahan hebat dan berbagai rintangan yang gue lewati selama perjalanan, terhapus semua saat gue berada di Puncak Tambora !! Merasakan menghirup udara segar dari ketinggian 2,851 mdpl membuat tubuh gue bergetar. Kepuasan mendaki gunung adalah ketika lo sudah berada di puncak, melihat pemandangan spektakuler di bawah lo, dan mengibarkan Bendera Indonesia tanda lo sudah berhasil menaklukan gunung tertinggi di Sumbawa, Tambora !!

Spoiler for Kibaran Bendera Merah Putih di Puncak Tambora:


Butuh waktu 2 hari untuk gue mencapai puncak, tapi setelah di atas, gue cuma berada di puncak selama 8 menit karena badai yang sudah mulai nampak akan muncul. Bayangkan, gue harus jalan selama 2 hari untuk sebuah tempat yang gue diami selama 8 menit !! "Bodoh tapi senang" itulah yang Mbak Sophie bilang untuk para pendaki gunung !! Bodoh karena kita rela bersakit-sakit menuju puncak, dan senang karena dari bersakit-sakit tersebut kita bisa mendapatkan banyak pembelajaran. Pembelajaran yang tentunya membuat gue semakin cinta dengan negeri hijau bernama, INDONESIA !!

Spoiler for Walking into the sky !!:


Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, Sebuah negeri yang pantas disebut surga !! - adis

web : www.whateverbackpacker.blogspot.com
twitter : @takdos
Quote:Original Posted By monomonoz
pertamax gan... tp ngmong2 tu tulisan pnjang amir. emoticon-Ngakak (S)






hahahha..iya gan ane suka cerita panjang lebar huahaha
perjuangan yg melelahkan yah sampe berdarah" kakinya emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By Apeglie
perjuangan yg melelahkan yah sampe berdarah" kakinya emoticon-Matabelo


banget gan !! itu mana hujan gede pula pas muncak emoticon-Frown
sorry nih gan bukan bermaksud ga sopan, tapi buat persiapan kita aja nih. uang yang keluar buat kesana bolak balik dikisaran berapa gan? biar kita nabung dulu nih
Quote:Original Posted By minegishi
sorry nih gan bukan bermaksud ga sopan, tapi buat persiapan kita aja nih. uang yang keluar buat kesana bolak balik dikisaran berapa gan? biar kita nabung dulu nih


darimana gan tempat asalnya ?

Thumbs up 

Mantap Kali Gan!!
Tambora terkenan di seluruh dunia karena mempunyai letusan dengan index VEI paling besar sedunia. Daerah yang terkubur setelah letusan juga luas, makanya Tambora juga disebut Pompey dari Timur!
Pengen Kesana belum ada dana! moga tahun depan kesampaian!!
www.firevolcano.com
emoticon-I Love Indonesiawah agan kerenemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia


ane kasih cendol gan
emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)
Quote:Original Posted By galihadventure
Mantap Kali Gan!!
Tambora terkenan di seluruh dunia karena mempunyai letusan dengan index VEI paling besar sedunia. Daerah yang terkubur setelah letusan juga luas, makanya Tambora juga disebut Pompey dari Timur!
Pengen Kesana belum ada dana! moga tahun depan kesampaian!!
www.firevolcano.com


iya gan, makanya ada sub judul "mantan juara" hehe..akibat dari letusannya pun mengerikan gan emoticon-Takut
Quote:Original Posted By FeliciaEmiani
emoticon-I Love Indonesiawah agan kerenemoticon-I Love Indonesiaemoticon-I Love Indonesia


ane kasih cendol gan
emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)emoticon-Blue Guy Cendol (L)


aaaaaaaaaah...makasih gan !! itu caranya liat cendol gimana yah gan?? maklum newbie emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By takdos


aaaaaaaaaah...makasih gan !! itu caranya liat cendol gimana yah gan?? maklum newbie emoticon-Malu (S)


udah diajarin ama ane tuh emoticon-Cool emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By d17store
emoticon-thumbsupemoticon-thumbsupemoticon-thumbsup


emoticon-Peace
Quote:Original Posted By takdos


darimana gan tempat asalnya ?


jakarta gan
wowww.... keren gaaan....emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
jadi pengen kesana....
share biaya yang dibutuhkan buat kesana dong....emoticon-Big Grin
trus guide sama porternya darimana gan?
Quote:Original Posted By wzni_pradana
wowww.... keren gaaan....emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
jadi pengen kesana....
share biaya yang dibutuhkan buat kesana dong....emoticon-Big Grin
trus guide sama porternya darimana gan?


kalo biaya ane kurang pasti yah gan soalnya ane itu trip gratis hehe..
Quote:Original Posted By minegishi


jakarta gan


ane sih kurang pasti yah gan biayanya, soalnya ane trip itu gratis. tapi kalo agan dari jakarta bisa pake lion air ke Bima, terus lanjut pake bis dan lainnya ke desa pancasila. nah dari situ baru deh bisa muncak ke tambora.
nice good bin ajib gan ...
ane baca full tulisan agan ,kocak juga apalagi ada yang berbau mistis gitu ...emoticon-Takut (S)

Tapi ada yang kurang gan ,,,cantumin juga ongkos perjalanan nya gan ...

tapi tetp ok lah buat pendaki perdana seperti agan ini ...
emoticon-Selamatya gan ...
×